Perang antara kerajaan Gowa dan kerajaan Bone di bawah pimpinan Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin di abad ke-18. Sejarah panjang perang antara keduanya sebagai akibat dari hegemoni politik dalam rangka memperatahankan kekuasaan politik. Dalam mempertahankan kerajaan Bone dari serangan Kerajaan Gowa maka muncullah Arung Palakka sebagai penyelamat kerajaan dari hegemoni politik kerajaan Gowa. Arung Palakka adalah sosok pemimpin yang senantiasa berjuang untuk mempertahankan negerinya, pada perang ini, kerajaan Bone selalu berada pada pihak yang kalah, hingga akhirnya Arung Palakka berhijrah ke negeri Buton bersama para pembesar kerajaan Soppeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode filologi dengan menggunakan pendekatan sejarah sebagai kajian. Metode filologi mengarahkan pada edisi naskah tunggal dengan sistem diplomasi.
Copyrights © 2015