Perkembangan teknologi telekomunikasi seluler sudah mulai memasuki era 5G.Datangnya teknologi diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun penggunaan internet masih konsumtif, belum banyak memberikan manfaat yang bisa memberikan nilai tambah bagi penggunanya. Penelitian ini ingin mengetahui apakahjaringan mobile broadband dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif atau tidak?.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan diskriptif kuantitatif. Sumber data dari penelitian ini terdiri darimasyarakat yang menggunakan teknologi mobile broadband atau mengakses internet dengan menggunakan perangkat telepon seluler (smartphone) kemudian dipertajam dengan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mayoritas responden menggunakan jaringan broadband berbayar untuk mengakses internet, mayoritas responden masih menggunakannya untuk kegiatan komunikasi atau mengakses media sosial. Kegiatan tersebut mayoritas dilakukan untuk mengisi waktu luang saja, bukan untuk kegiatan yang lebih produktif seperti menambah ilmu pengetahuan, menambah penghasilan dan kegiatan produktif lainnya. Latar belakang pendidikan juga dapat mempengaruhi latar belakang penggunaan internet, semakin tinggi pendidikan responden maka makin sedikit responden menggunakan internet untuk mengisi waktu luang maupun untuk kegiatan yang tidak produktif. Perlunya edukasi penggunaan mobile broadband untuk kegiatan yang lebih berguna sehingga bisa meningkatkan produktifitas penggunanya tentu saja penanganannya berbeda-beda dari tiap lapisan pengguna. Orang tua/keluarga cenderung lebih berpengaruh terhadap responden dengan latar belakang pendidikan mulai SD/sederajat hingga diploma/S1 terhadap penggunaan internet secara produktif.Kata kunci: telekomunikasi, internet, seluler, broadband.
Copyrights © 2016