Jurnal Penelitian Kehutanan FALOAK
Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kehutanan Faloak

KOLABORASI STAKEHOLDER DALAM PENANGANAN DESTINASI WISATA TERDAMPAK BENCANA DI TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI (Stakeholder Collaboration In Handling Disaster-Based Tourism Destination In The Rinjani Mountain National Park)

Yumantoko Yumantoko (Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2019

Abstract

Indonesia berada diwilayah ring of fire yang menjadikannya rawan bencana seperti gempa, dan letusan gunung berapi, akan tetapi selama ini penanganan bencana masih belum maksimal dengan masih banyaknya berita negative tentang penanganan yang dilakukan. Pada 2018, Lombok mengalami gempa yang salah satu daerah terdampak yaitu destinasi wisata Taman Nasional Gunung Rinjani. Tulisan ini bertujuan untuk menggali peran stakeholder terkait dalam menangani bencana terutama di lokasi wisata Gunung Rinjani. Data diperoleh lewat media online yang terkait tentang penanganan bencana di Wilayah Gunung Rinjani. Hasil menunjukan banhwa penanganan bencana dilakukan dalam tiga tahap yaitu pra bencana, ketika bencana, serta rehabilitasi dan rekonstruksi. Dalam tahap pra bencana instansi lokal banyak berperan dalam kegiatan mitigasi, sedangkan ketika bencana terjadi instansi pusat lebih banyak berperan dalam keadaan darurat. Sedang dalam masa rehabilitasi dan normalisasi instansi pusat menjadi pemimpin dalam pemulihan kembali destinasi yang terdampak agar menjadi normal kembali.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

JPKF

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Economics, Econometrics & Finance Environmental Science Immunology & microbiology

Description

Jurnal Penelitian Kehutanan FALOAK (JPKF) adalah publikasi ilmiah hasil penelitian bidang kehutanan dengan No. ISSN 2579-5805. Jurnal ini merupakan konsorsium yang dibentuk oleh tiga institusi yaitu Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu, Balai Penelitian dan Pengembangan ...