Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI EKONOMI REKREASI WISATA ALAM AIK NYET, KPHL RINJANI BARAT: APLIKASI METODE BIAYA PERJALANAN Kresno Agus Hendarto; Rubangi Al Hasan; Yumantoko Yumantoko; Ahmad Nur; Kuncoro Ariawan
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.274 KB) | DOI: 10.20886/jpsek.2019.16.1.43-54

Abstract

Good knowledge about the economic value of a particular tourist destination is the primary fundamental in effective management policy formulation. In 2015, the Aik Nyet Nature Tourism (Aik Nyet), which covers an area of approximately 9.4 ha, is one of the tourist destinations planned to receive donation from the Provincial Government of West Nusa Tenggara (NTB) for the improvement and development of the facilities and infrastructures as well as the capacity building for the people around the tourist location. Using the travel cost methods this study estimates the economic benefits of the recreational value in the Aik Nyet before the realization of the donation from the Provincial Government of West Nusa Tenggara. Consumers’ surplus per individual per visit is estimated using the data collected from the survey in the tourist location. Using poisson regression, the total travel costs (that includes such variables as transportation cost, consumption cost, and location entrance cost) are considered in the study to explain the frequency of individual’s visit to the tourist location. The results of the study suggest that the economic recreational value generated by the Aik Nyet before the realization of the government’s financial support is approximately Rp. 9.333.627, 7 per year.
KOLABORASI STAKEHOLDER DALAM PENANGANAN DESTINASI WISATA TERDAMPAK BENCANA DI TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI (Stakeholder Collaboration In Handling Disaster-Based Tourism Destination In The Rinjani Mountain National Park) Yumantoko Yumantoko
Journal Penelitian Kehutanan FALOAK Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kehutanan Faloak
Publisher : Balai Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.986 KB) | DOI: 10.20886/jpkf.2019.3.1.15-28

Abstract

Indonesia berada diwilayah ring of fire yang menjadikannya rawan bencana seperti gempa, dan letusan gunung berapi, akan tetapi selama ini penanganan bencana masih belum maksimal dengan masih banyaknya berita negative tentang penanganan yang dilakukan. Pada 2018, Lombok mengalami gempa yang salah satu daerah terdampak yaitu destinasi wisata Taman Nasional Gunung Rinjani. Tulisan ini bertujuan untuk menggali peran stakeholder terkait dalam menangani bencana terutama di lokasi wisata Gunung Rinjani. Data diperoleh lewat media online yang terkait tentang penanganan bencana di Wilayah Gunung Rinjani. Hasil menunjukan banhwa penanganan bencana dilakukan dalam tiga tahap yaitu pra bencana, ketika bencana, serta rehabilitasi dan rekonstruksi. Dalam tahap pra bencana instansi lokal banyak berperan dalam kegiatan mitigasi, sedangkan ketika bencana terjadi instansi pusat lebih banyak berperan dalam keadaan darurat. Sedang dalam masa rehabilitasi dan normalisasi instansi pusat menjadi pemimpin dalam pemulihan kembali destinasi yang terdampak agar menjadi normal kembali.