Jurnal Agrotek Indonesia
Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)

Peningkatan Konsentrasi CO2 dan Suhu menyebabkan Penurunan Laju Pembukaan Stomata serta Hasil Berat Kering Tanaman Kedelai

Mochamad Arief Soleh (Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran)
Makie Kokubun (Jurusan Ilmu Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tohoku-Japan)



Article Info

Publish Date
14 Jan 2018

Abstract

Fenomena global warming sejak dua dekade terakhir telah menyita waktu para peneliti tanaman untukmengevaluasi berbagai respon tanaman dalam ruang lingkup peningkatan CO2 dan temperatur. Peningkatankonsentrasi CO2 di atmosfer yang diikuti dengan peningkatan suhu akan menyebabkan perubahan respon tanamankearah penurunan produksi. Tanaman kedelai yang di tanaman di ruang terkendali dengan suhu 2°C dan konsentrasiCO2 200 ppm lebih tinggi dari keadaan ambient serta ditanam pada kondisi konsentrasi CO2 ambient sebesar 380 ppm.Tanaman kemudian dipindahkan bergantian dari CO2 tinggi ke CO2 ambient dan sebaliknya (A-E atau E-A). Responspembukaan stomata (gs) tanaman kedelai di rejim CO2 lebih tinggi cenderung menurun signifikan dari sebesar 1400mmol H2O·m-2·s-1 menjadi 700 mmol H2O·m-2·s-1 pada umur 4 HSP (hari setelah pindah) dibandingkan dengan rejimCO2 ambient. Lebih jauh respon stomata makin menurun drastis pada umur 32 HSP atau 80 HST (hari setelah tanam)di rejim CO2 lebih tinggi. Sebelum dipindahkan yaitu pada umur 48 HST bobot kering tanaman di rejim CO2 tinggilebih tinggi 33% dibanding di rejim ambient, sedangkan setelah dipindahkan dari rejim ambinet ke rejim CO2 tinggipad umur 81 HST perbedaan berat kering hanya sebesar 7%. Pada awal tumbuh di rejim CO2 tinggi tanaman mampumemanfaatkan kelebihan CO2 untuk berfotosintesis sehingga bobot kering tanaman meningkat signifikan namum padatahap lanjutan yaitu pada 32 HSP peningkatan bobot tanaman mejadi tidak signifikan menandakan ada mekanismedownregulation yaitu peningkatan CO2 tidak lagi mampu lagi meningkatkan laju fotosintesis namum sebaliknya.Downregulation ini ditandai dengan semakin menurunnya aktivitas pembukaan stomata, dan akan semakin buruk biladisertai oleh peningkatan suhu.Kata kunci: Konduktansi Stomata, Peningkatan CO2, Kedelai, downregulation.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

agrotek

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Agrotek Indonesia Adalah jurnal ilmiah Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang yang mennyampaikan hasil-hasil penelitian dan informasi ilmiah di bidang pertanian. ...