Interaksi obat berhubungan dengan beberapa faktor seperti polifarmasi, usia, metabolisme hepatik dan penurunan fungsi ginjal. Polifarmasi sering kali ditemukan pada peresepan obat pasien gagal ginjal kronis. Penelitian tentang interaksi obat pada peresepan obat untuk pasien ini perlu dilakukan untuk mencegah kejadian yang tidak diharapkan akibat penggunaan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi interaksi obat-obat potensial pada pasien gagal ginjal kronik rawat inap di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta periode Oktober – Desember 2015. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis. Sampel adalah pasien gagal ginjal kronik rawat inap di RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad Jakarta periode Oktober – Desember Tahun 2015 yang mendapatkan minimal 2 obat dalam satu pola peresepan. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 63 pasien dan ditemukan sebanyak 443 potensi interaksi obat. Interaksi obat dengan mekanisme farmakodinamik sebanyak 235 kasus (53,04%) dan farmakokinetik sebanyak 208 kasus (46,96%). Sebanyak 334 kasus (75,39%) merupakan interaksi obat dengan tingkat keparahan moderat. Interaksi obat seringkali dijumpai pada peresepan pasien gagal ginjal kronis yang dapat menyebaban kejadian yang tidak diharapkan jika tidak di deteksi sejak dini.
Copyrights © 2016