Perkembangan ilmu termasuk ilmu akuntansi pada dasarnya merupakan hasil implementasi dari filsafat ilmu. Makalah ini memaparkan bagaimana aktualitas filsafat ilmu digunakan sebagai dasar dan arah pengembangan ilmu akuntansi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan output dengan melakukan penelusuran terhadap output dari sebuah proses filsafat yaitu ujud fisik ilmu akuntansi sejak pertama kali digunakan secara formal untuk kemanfaatan manusia hingga perkembangan terkini, dan diakhiri dengan uraian tentang arah pengembangan ilmu akuntansi ke depan dengan basis tiga pilar filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ilmu akuntansi secara formal diakui ketika seorang ahli matematika yaitu Luca Pacioli menerbitkan sebuah buku yang dalam salah satu babnya membahas tentang konsep debit dan kredit, yang dalam perkembanganya disebut pembukuan berpasangan. Selanjutnya ilmu akuntansi dimatangkan oleh Littleton melalui tujuh “key ingredients” yang menyebabkan akuntansi berkembang menjadi akuntansi modern seperti sekarang in dan pada akhirnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (landasan aksiologis) yang terus berkembang, ilmu akuntansi mengembangkan diri dengan mengadopsi teknologi informasi yaitu sistem database dengan model entity-relationship. Sistem database mengeliminasi praktik pembukuan berpasangan, namun tidak meniadakan konsep keseimbangan debit dan kredit.Keywords: pembukuan berpasangan, sistem database, ontologi, epistemologi, aksiologi, entityrelationship
Copyrights © 2009