Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Usulan Keamanan Sistem Informasi pada Penyelenggara Financial Technology (Fintech) Menggunakan Cobit 5 (Studi Kasus: Gandengtangan.org) Oki Nurkholis; Fitroh Fitroh Fitroh; Eri Rustamaji
Applied Information System and Management (AISM) Vol. 2 No. 2 (2019): Applied Information System and Management (AISM)
Publisher : Depart. of Information Systems, FST, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aism.v2i2.20162

Abstract

Gandengtangan.org adalah salah satu perusahaan startup di bidang financial technology (fintech) yang ada di Indonesia. Gandengtangan.org menyediakan layanan pengumpulan pinjaman (crowdlending) untuk para pelaku usaha sosial atau UMKM yang ada di Indonesia. Beberapa masalah yang muncul pada penelitian ini di antaranya: (1) kerentanan penggunaan internet terutama sektor finansial yang menjadi target serangan nomor 2 terbanyak. (2) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mewajibkan untuk setiap penyelenggara fintech di Indonesia agar dapat memenuhi standardisasi mengenai keamanan informasi pada perusahaannya. (3) Belum pernah dilakukaannya evaluasi terhadap keamanan sistem informasi di Gandengtangan. (4) Terjadinya 4 kasus keamanan informasi: satu kasus terkait phising, dua kasus tentang integrasi data, dan satu kasus terkait ssl (secure socket layer). Hal ini menunjukan keamanan informasi menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian penting pada Gandengtangan.org. Metode penilaian yang digunakan adalah perpaduan antara Process Assessment Model (PAM) dengan COBIT 5 Life cycle. Dipilih 5 domain yang berhubungan dengan keamanan pada COBIT 5 yakni, EDM03 (Ensure Risk Optimisation), APO12 (Manage Risk), APO13 (Manage Security), BAI06 (Manage Changes), dan  DSS05 (Manage Security Services). Penelitian ini menghasilkan usulan keamanan informasi yang menjadi panduan Gandengtangan.org untuk mengantisipasi kerentanan keamanan pada bisnisnya dan untuk memenuhi persyaratan dari OJK.
Penerapan Algoritma K-Means dan Multi-Class Support Vector Machine dalam Identifikasi Tingkat Kesadaran Keamanan Informasi Pegawai Pemerintah Kota Kendari Fiqram Faathir; Isnawaty; Rizal Adi Saputra
Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 6 No. 3: NOVEMBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Infromasi UMK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/decode.v6i3.1712

Abstract

Perkembangan teknologi informasi meningkatkan risiko keamanan data, terutama pada instansi pemerintahan yang mengelola informasi strategis. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode machine learning untuk mengidentifikasi tingkat kesadaran keamanan informasi pegawai Pemerintah Kota Kendari menggunakan pendekatan Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q). Algoritma K-Means digunakan untuk membentuk kategori tingkat kesadaran berdasarkan karakteristik data, sedangkan Multi-Class Support Vector Machine (SVM) digunakan untuk membangun model klasifikasi. Evaluasi klaster menggunakan Elbow Method, Silhouette Score, dan Davies-Bouldin Index (DBI) menghasilkan tiga klaster optimal dengan nilai Silhouette Score sebesar 0,428 dan DBI sebesar 0,769. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa kernel Polynomial menghasilkan performa terbaik dengan nilai accuracy, precision, recall, dan F1-score sebesar 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi K-Means dan Multi-Class SVM mampu mengidentifikasi tingkat kesadaran keamanan informasi secara efektif serta memberikan pendekatan yang lebih adaptif dibandingkan pengelompokan berdasarkan ambang skor yang telah ditentukan sebelumnya.
Prinsip Keamanan, Privasi, dan Etika dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam Perspektif Hukum Islam Soediro Soediro
Kosmik Hukum Vol. 18 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/kosmikhukum.v18i2.3439

Abstract

Perkembangan teknologi informasi tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga dampak negatif. Bermunculannya berbagai kejahatan digital menuntut  adanya regulasi yang mengatur masalah cybercrime. Sebagai negara hukum, pada tahun 2008, Indonesia telah menerbitkan peraturan dalam bentuk Undang-undang yang mengatur terkait informasi dan transaksi elektronik atau biasa  disebut dengan UU ITE, yaitu Undang-undang Nomor 11 Tahun  2008 dan diperbarui dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016. Islam adalah agama yang sangat komprehensif karena tidak hanya mengatur masalah peribadatan dan hubungan manusia dengan Tuhannya saja akan tetapi juga memiliki solusi atas segala permasalahan yang ada, baik di bidang sosial, hukum, politik, ekonomi, dan lain-lain. Tulisan ini akan melakukan penyelarasan antara UU ITE dengan nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Alqur’an dan Hadits. Dalam hal ini, khususnya menyangkut kemananan, privasi, dan etika yang merupakan prinsip penting dalam pelaksanaan UU ITE tersebut di atas. Dengan demikian, maka ada jaminan bahwa keamanan, privasi, dan etika dalam UU dimaksud. Dengan demikian maka dapat dibuktikan bahwa Islam memang dapat dijadikan sebagai acuan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan kontemporer yang ada saat ini, termasuk masalah cybercrime  dalam dunia maya. Kata kunci: Hukum Cyber, UU ITE, Islam

Page 130 of 130 | Total Record : 1293