Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Audit keamanan sistem informasi pada bagian simda berdasarkan standart iso 27002: 2005 in Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Keuangan Daerah Lombok Barat Atmajaya, Riyadi; Tanuwijaya, Haryanto; Sutomo, Erwin
Jurnal Sistem Informasi dan Komputerisasi Akuntansi (JSIKA) Vol 5, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Sistem Informasi dan Komputerisasi Akuntansi (JSIKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The revenue and regional financial management ( dppkd ) one intansi implementing information technology as distributor information in released a report will generate by the revenue and financial management districts of West Lombok. The revenue and regional financial management (dppkd) one intansi implementing information technology as distributor information in released a report will generate by the revenue and financial management districts Of Wes Lombok, One framework used to that the audit it uses iso 27002: 2005 to know the security system information ongoing and methods used to stage the security system audit reference this is cisa , clause and scope used is clause 8 , 9, and 11 . The result of the security audit information system , obtained a list of the findings and recommendations to reduce security risk information from evidence and findings that is to improve security the the information system to the revenue and regional financial management Of West Lombok.
Manajemen Risiko Keamanan Informasi pada Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) Kementerian Keuangan Eko Supristiowadi; Yudho Giri Sucahyo
Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik Vol 3 No 1 (2018): Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara, dan Kebijakan
Publisher : Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.802 KB) | DOI: 10.33105/itrev.v3i1.20

Abstract

The aim of this study is to make information security risk management for SAKTI. The reason behind the study is SAKTI still does not have any tool to ensure the availability and continuity of SAKTI services. In order to make information security risk management for SAKTI, this study using the guidelines from several frameworks such as of ISO 27005 and NIST SP 800-30. The output of this study is the security risk management information for SAKTI, that contains the process of risk identification, selection of controls to mitigate risk, and acceptance of risk by risk owners. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyusun manajemen risiko keamanan informasi Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI). Hal yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini adalah karena SAKTI belum memiliki perangkat yang dapat memastikan keberlangsungan dan ketersediaan layanan SAKTI. Penelitian ini menggunakan beberapa standar seperti ISO 27005 dan NIST SP 800-30. Keluaran dari penelitian ini adalah sebuah manajemen risiko keamanan informasi SAKTI, yang di dalamnya terdapat proses identifikasi risiko, pemilihan kontrol untuk memitigasi risiko, dan penerimaan risiko oleh pemilik risiko.
Analisa Keamanan Sistem Informasi RSUD Dr. Soetomo Dengan Framework COBIT Natanael, Theodorus; Santoso, Leo Willyanto; Noertjahyana, Agustinus
Jurnal Infra Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Infra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.698 KB)

Abstract

RSUD Dr. Soetomo is one of the largest hospitals in Surabaya. Therefore, the complexity of information systems in RSUD Dr. Soetomo is very complex and covers a very wide area. With this complexity, it adds the risks possessed by RSUD Dr. information system. Soetomo. See the importance of data in information systems RSUD Dr. Soetomo, then the management of IT security needs to be considered.To implement the analysis of the Information System, it is necessary to have a good standard to be comparable with the standards of the Hospital. The Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) framework has a goal to control IT related and is a well-recognized standard in international level.Problems faced by IT RSUD Dr. Soetomo is the absence of a letter of assignment, no written report, no risk mitigation, unfulfilled intent, purpose, and scope of work from IT Security. Companies can improve the security performance of information systems with guidelines that have good standards such as ISO, NIST, CNSSI.
Evaluasi Menggunakan COBIT 5 terhadap Proses Tata Kelola Sistem Keamanan Informasi dengan Fokus Proses DSS05, APO13, dan EDM03 (Studi pada Subbidang Layanan Aplikasi e-Business KOMINFO RI) Faris Bagaskoro; Yusi Tyroni Mursityo; Suprapto Suprapto
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 3 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.282 KB)

Abstract

Within the Ministry of Communication and Information (KOMINFO), there is one system called "Sistem Layanan Aptika Terintegrasi" in the e-Business Application Services Sub-Sector, which serves to bridge the services provided by KOMINFO to its stakeholder. With the amount of important data in the service, management of information security is needed to support the business processes of the organization, and ensure that all data in the system is secured so that it can reduce the potential losses that can arise. To improve the quality of the information security, it is necessary to do an evaluation and analysis in order to find out the current conditions of information security management. This study uses the COBIT 5 framework as one of the frameworks for evaluating information technology governance in specific domains for information security, namely DSS05 (Manage Security Services), APO13 (Manage Security), and EDM03 (Ensure Risk Optimisation). By using COBIT 5, organizations can find out the capability level of each process and its gap level of the desired conditions. After knowing the gap level of each processes, recommendation are given to focus on detailing standards and procedure, improving documents regarding the duties and roles of each party, as well as increasing awareness regarding information security and risk optimisation.
ANALISIS ANCAMAN KEAMANAN PADA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI RUMAH SAKIT RIMBO MEDICA JAMBI 2015 Siagian, Saut
SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 4 (2016): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.786 KB)

Abstract

Keamanan sistem informasi adalah segala betuk mekanisme yang harus dijalankan dalam sebuahsistem yang ditujukan agar sistem tersebut terhindar dari segala ancaman yang membahayakan.Dalam hal ini, keamanannya melingkupi keamanan data/informasi dan keamanan pelaku sistem(user).Sistem informasi manajemen rumah sakit merupakan sistem yang kritis menyangkut kehidupanseseorang. Upaya perlu dilakukan agar sistem tersebut dapat tetap aman, terjaga dari berbagaiancaman yang dapat menganggu keberjalanan sistem.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ancaman terhadap keamanan sistem informasi kesehatan,khususnya pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit pada Rumah Sakit Rimbo Medica Jambi.Penelitian ini menggunakan metode review dengan teknik melakukan review dan menganalisisbeberapa makalah yang berkaitan dengan topik pembahasan tentang keamanan sisteminformasi kesehatan.Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa ancaman yang paling tinggi terhadap keamanan sisteminformasi kesehatan adalah ancaman dari peretas.
PerancanganSPesifikasi Keamanan Kontrol Akses pada Aplikasi Layanan Informasi di Lingkungan Instansi Pemerintah Agustina, Esti Rahmawati; Achmad, Faizal
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 2: April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2759.832 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019621304

Abstract

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengamanatkan kepada setiap instansi pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungannya sehingga menghasilkan layanan informasi yang berkualitas. Setiap informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna informasi publik, kecuali informasi publik yang dikecualikan karena bersifat ketat, terbatas dan rahasia. Untuk membatasi agar suatu informasi hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang berwenang, maka perlu adanya suatu mekanisme kontrol akses yang melakukan proses otentikasi, otorisasi, audit dan pengamanan informasi dalam rangka mengamankan informasi melalui aplikasi layanan informasi.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Design Science Research Methodology (DSRM) yang terdiri dari tahap identifikasi masalah, solusi perancangan dan evaluasi untuk menghasilkan perancangan spesifikasi keamanan berdasarkan model kontrol akses yang menerapkan proses otentikasi, otorisasi, audit dan pengamanan informasi dengan kriptografi. Penyusunan spesifikasi keamanan sistem layanan informasi menggunakan Common Criteria for Information Technology Security Evaluation versi 3.1 (REV 5). Hasil perancangan diharapkan dapat menjadi acuan spesifikasi keamanan aplikasi layanan informasi di lingkungan instansi pemerintah, khususnya keamanan informasi yang terkait dengan kontrol akses.AbstractLaw Number 14 Year 2008 on Public Information Openness mandates to every government agency to improve management and information service in its environment so as to produce quality information service. Any public information is open and accessible to any user of public information, except for excluded public information because it is strict, limited and confidential. In order to limit information to access only by authorized parties, it is necessary to have an access control mechanism, which processes authentication, authorization, audit and information security in order to secure information through the application of information services.In this research we implement Design Science Research Methodology (DSRM) to design the security specifications based on the access control model. The model implements the process of authentication, authorization, audit and information security that implements cryptography techniques. The design of the security specification using Common Criteria for Information Technology Security Evaluation version 3.1 (REV 5). The design result is expected to become the reference of information security application specification in government institution, especially related to access control.
AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK MENGGUNAKAN FRAMEWORK NIST SP 800-26 (Studi Kasus : Universitas Sangga Buana YPKP Bandung) Perdana, Rangga Satria
Jurnal Teknologi Informasi dan Elektronika (INFOTRONIK) Vol 3, No 1 (2018): Vol 3 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.344 KB) | DOI: 10.32897/infotronik.2018.3.1.83

Abstract

Persaingan diantara lembaga pendidikan semakin terasa. Informasi yang disediakan oleh lembaga tersebut pun harus dapat dirasakan dengan cepat, tepat dan dapat dipercaya oleh konsumen. Perkembangan teknologi informasi yang diterapkan di dunia pendidikan memiliki dampak yang positif. Semakin berkembangnya teknologi informasi, semakin terasa pula peran yang diberikan oleh teknologi informasi tersebut. Namun, akibat perkembangan teknologi informasi tersebut membuat tingkat keamanan sebuah sistem informasi menjadi sangat rentan. Untuk itu, perlu dilakukan identifikasi terhadap keamanan pada sistem informasi tersebut. Jika audit keamanan tidak dilakukan, maka akan terjadi masalah pada sistem informasi tersebut, beberapa masalah yang mungkin terjadi adalah hilangnya data data akan menjadi tidak valid, akurasi data menjadi tidak dapat dipercaya,dan sistem informasi tersebut akan menjadi rentan terhadap ancaman.  Audit keamanan dapat dilakukan dengan menggunakan standar kerangka kerja. NIST merupakan salah satu kerangkan kerja yang biasa digunakan mengidentifikasi keamanan dan resiko pada sistem informasi. Proses penilaian audit keamanan sistem informasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berdasarkan framework NIST SP 800-26 dan data tersebut dikelola untuk mendapatkan hasil akhirnya. Hasil audit keamanan sistem informasi akademik dengan framework NIST SP 800-26 menunjukkan bahwa keamanan pada sistem informasi akademik tersebut memiliki nilai secara keseluruhan sebesar 72.43 %. Nilai tersebut didapat dari hasil perhitungan berdasarkan 3 (tiga) kategori yang diuji, yaitu pengendalian manajemen (management control), pengendalian operasional (operational control), pengendalian teknikal (technical control). Berdasarkan data tersebut, keamanan sistem informasi yang ada di Unviersitas Sangga Buana YPKP termasuk ke dalam level 3, yaitu implemented procedures and controls.Kata Kunci : Audit Keamanan, Sistem Informasi Akademik, NIST SP 800-26, Kuesioner
ANALISA FUNGSI HASH DALAM ENKRIPSI IDEA UNTUK KEAMANAN RECORD INFORMASI Purba, Ramen Antonov
CSRID (Computer Science Research and Its Development Journal) Vol 6, No 1 (2014): CSRID Februari 2014
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.826 KB) | DOI: 10.22303/csrid.6.1.2014.21-32

Abstract

ABSTRAK Masalah keamanan dan kerahasiaan data merupakan hal yang sangat penting dalam suatu organisasi maupun pribadi. Apalagi kalau data tersebut berada dalam suatu jaringan komputer yang terhubung/terkoneksi dengan jaringan publik misalnya internet. Tentu saja data yang sangat penting tersebut dilihat atau dibajak oleh orang yang tidak berwenang. Sebab jika hal ini sampai terjadi kemungkinan data kita akan rusak bahkan bisa hilang yang akan menimbulkan kerugian material yang besar. Pada tulisan ini akan dibahas sistem keamanan pengiriman pesan/data dengan menggunakan penyandian yang bertujuan untuk menjaga karahasiaan suatu pesan dari akses orang-orang yang tidak berwenang/ berhak. Karena sistem keamanan pengiriman ini sangat luas cakupannya maka pada bagian ini dibatasi hanya menguraikan Kriptografi menggunakan Algoritma IDEA dan fungsi hash yang meliputi proses enkripsi, dekripsi. International Data Encryption Algorithm (IDEA) adalah metode enkripsi yang dapat diandalkan diantara metode-metode lain yang ada saat ini. Kriptografi IDEA menggunakan key 128-bit dan block plaintext 64-bit sehingga record yang dienkripsi cukup aman.Dengan menggabungkan metode enkripsi IDEA (International Data Encryption Algorithm) untuk mengenkripsi isi pesan/data dan fungsi hash untuk mengetahui adanya perubahan terhadap isi pesan/data diharapkan tingkat keamanan menjadi lebih baik. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah perangkat lunak yang mampu melakukan enkripsi dan dekripsi terhadap pesan/data, men-generate security key berdasarkan pesan/data yang dienkripsi.
ANALISIS PERSEPSI KEGUNAAN, PERSEPSI KEMUDAHAN, KESIAPAN TEKNOLOGI INFORMASI, KEAMANAN DAN KERAHASIAAN TERHADAP MINAT PERILAKU PENGGUNAAN E-FILLING Santioso, Linda; Daryatno, Andreas Bambang; Aristha, Adya Juni
Akuntansi Krida Wacana VOL. 18 NO. 2 JULI-DESEMBER 2018
Publisher : Akuntansi Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to determine the effect of perceived usefulness, perceived ease of use, readiness of information technology, security and privacy of the tax payer’s interest to use the e-filling system. The research data covers primary data obtained through questionnaires. The subjects of this research is the taxpayer listed on KPP Pratama Jakarta-Cengkareng. Based on the test results R2 can be concluded that the variation of the variables (perceived usefulness, perceived ease of use, readiness of information technology, security and privacy) are able to explain by 29,2%, while the remaining 70,8% can be explained by other variables which are not included in this research model and the result showed that all independent variables have influence of the tax payer’s interest to use the e-filling system.Keywords: E-filling, Technology Acceptance Model, perceived usefulness, perceived ease of use, readiness of information technology, security and privacy
INTENSITAS ANCAMAN KEAMANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KOMPUTERISASIAN YULIUS KURNIA SUSANTO; RATIH HANDAYANI
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 10 No 3 (2008): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.561 KB) | DOI: 10.34208/jba.v10i3.223

Abstract

The objective of the paper was (1) there are significant security threats of CAIS on the organization types, (2) there is difference among the organization types regarding the security threats of CAIS, (3) there are difference between integration-on line and integration-manual CAIS regarding the security threats of CAIS. Eighty four respondents from Jakarta organizations had participated in this research. The collecting data used a questionnaire survey via electronicmail and post. Data were analyzed using a Kruskal-Wallis test. The resultsshowed that first there is significant security threats of CAIS in Jakarta Organizations, like that the accidental entry of bad data, accidental destruction of data, employees’ sharing of passwords and introduction of computer viruses the to CAIS are the significant security threats of CAIS in Jakarta Organizations. Second, there is no difference among the organization types regarding the security threats of CAIS. Third, there is no difference between integration-on line and integration-manual CAIS regarding the security threats of CAIS. But, there is difference between integration-on line and integration-manual CAIS regarding introduction of computer viruses to the CAIS.

Page 24 of 130 | Total Record : 1293