Filter By Year

1945 2024


Found 1,304 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

PENGENALAN ISO 17799/BS7799: Sistem Manajemen Keamanan Informasi Arief Hamdani Gunawan; Albinur Limbong
TeIKa Vol 1 No 1 (2008): TeIka Juni 2008
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi - Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36342/teika.v1i1.111

Abstract

Abstrak Manajemen keamanan informasi merupakan hal yang mendasar untuk dapat menyediakan keamanan informasi. Salah satu hal penting untuk dapat melakukan manajemen keamanan informasi ini adalah menggunakan standar internasional yang sudah ada, yaitu IS0 l7799/BS7799. Tulisan ini berturut-turut akan menguraikan mengenai mulai dari definisi ISO 17799/BS7799, latar belakang, penggunaan, keuntungan sampai dengan komplemen dari ISO 17799.   Abstract Management of Information Security is a fundamental matter to be able to provide information security. One important thing to be able to do information security management is to use an available international standard, which is ISO 17799/BS7799. This paper describe starting from the definition of ISO 17799/BS7799, background, usage, the advantages until the complement of ISO 17799.
PENGENALAN ISO 17799/BS7799: Sistem Manajemen Keamanan Informasi Arief Hamdani Gunawan; Albinur Limbong
TeIKa Vol 2 No 1 (2009): TeIka Juni 2009
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi - Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36342/teika.v2i1.118

Abstract

Abstrak Manajemen kemanan informasi merupakan hal yang mendasar untuk dapat menyediakan keamanan informasi. Salah satu hal penting untuk dapat melakukan managemen keamanan informasi ini adalah menggunakan standar internasional yang sudah ada, yaitu ISO 17799/BS7799. Tulisan ini berturut-turut akan menguraikan mengenai mulai dari definisi ISO 17799/BS7799, latar belakang, penggunaan, keuntungan sampai dengan komplemen dari ISO 17799.   Abstact Management of Information Security is a fundamental matter to be able to provide information security. One important thing to be able to do information security management is to use an available international standard, which is ISO 17799/BS7799. This paper describe starting from the definition of ISO 17799/BS7799, background, usage, the advantages until the complement of ISO 17799.
PENGENALAN ISO 17799/BS7799: Sistem Manajemen Keamanan Informasi Arief Hamdani Gunawan; Albinur Limbong
TeIKa Vol 2 No 2 (2009): TeIka Desember 2009
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi - Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36342/teika.v2i2.123

Abstract

Abstrak Manajemen keamanan informasi merupakan hal yang mendasar untuk dapat menyediakan keamanan informasi. Salah satu hal penting untuk dapat melakukan manajemen keamanan informasi ini adalah menggunakan standar intemasional yang sudah ada, yaitu ISO 17799/BS7799. Tulisan ini berturut-turut akan menguraikan mengenai mulai dari definisi ISO 17799/BS7799, latar belakang, penggunaan, keuntungan sampaidengan komplemen dari ISO 17799.   Abstract Managernent of Information Security is a fundamental matter to be able to provide information security. One important thing to be able to do information security management is to use an available intemational standard, which is ISO 17799/BS7799. This paper describe starting from the definition of ISO 17799/BS7799, background, usage, the advantages until the complement of ISO 17799.
ANALISA KEAMANAN SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 DENGAN DOMAIN DSS05 DAN APO13 DI PT XYZ Yeremia Tomi Sepis
TeIKa Vol 12 No 01 (2022): TeIKa: April 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi - Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36342/teika.v12i01.2821

Abstract

The PT XYZ is one of the educational institutions that often uses information technology to support operational activities to be more effective and efficient. This study aims to determine how the security of information systems at the PT XYZ has a security level that is at a certain level of measurement standards is to use the Cobit 5 framework DSS05 and APO13 domains. Respondents to get the data security system is the head of the IT department at PT XYZ. Process To get the results of the interviews that have been conducted, researchers use the formulas that are already in the COBIT 5 book. The results obtained from the DSS05 Domain indicate that the security of the system at PT XYZ is at level 2 which means that the security of the system has been running based on planning, monitoring, and adjustments but in the APO13 Domain shows that the security of the system has not been implemented or has not been implemented because of the level obtained at level 0. Therefore it is necessary to improve the existing security system at PT XYZ according to the COBIT 5 Framework standard.
APLIKASI ALGORITMA CAESAR SHIFT CIPHER UNTUK PROSES KEAMANAN INFORMASI PADA SMS
Information Technology and Telematics Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Information Technology and Telematics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi masa kini mengubah cara masyarakat untuk berkomunikasi. Telepon seluler yang dulu hanya dapat melakukan telepon dan mengirim pesan kini dapat digunakan dalam berbagai hal. Namun dari perkembangan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif, dampak negatif juga muncul dari perkembangan tersebut. Dengan adanya penyadapan data yang merupakan salah satu masalah paling ditakuti dalam dunia komunikasi sekarang ini. Seperti halnya layanan SMS, yang belum dilengkapi dengan sistem yang dapat menjamin kerahasiaan isi SMS sehingga orang yang tidak berhak juga dapat mengetahui isi dari SMS tersebut. Pada penelitian ini akan membuat sebuah aplikasi yang mampu mengamankan pesan SMS pada telepon berbasis Android. Aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan sebuah pesan SMS, sehingga pesan tersebut menjadi relatif aman dengan cara mengenkripsi pesan yang dikirim dan mendekrip pesan yang diterima. Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan algoritma kriptografi klasik yaitu algoritma Cesar cipher yang telah dimodifikasi dalam pergesaranya yang dapat diubah-ubah atau dapat disebut juga algoritma Caesar Shift cipher. Kata Kunci: Android, SMS, Kriptografi, Caesar Cipher.
Prinsip dan Siklus Hidup Keamanan Informasi Aji Supriyanto
Dinamik Vol 12 No 2 (2007)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dinamik.v12i2.54

Abstract

Banyak  organisasi  yang memanfaatkan  perangkat  teknologi  informasi  berbasis  jaringan  baik local maupun  global  untuk mendukung  tujuan pengembangan  organisasinya. Namun  banyak  yang  tanpa disadari mengimplementasikan  sistem  jaringan  computer  tersebut  tanpa  dibarengi  dan  diimbangi  dengan sistem keamanan yang memadai sesuai dengan standar keamanan yang berlaku. Hal itu dikarenakan karena banyak  yang  tidak  menggunakan  prinsip­prinsip  pengamanan  sesuai  standar,  dan  dalam mengimplementasikan tidak melalui tahap siklus hidup keamanan informasi. Untuk mengatasi kendala itu, maka  dari  itu  sebuah  organisasi  harus  memiliki  patokan  atau  standar  baku  untuk  menerapkan  sistem keamanan  sesuai  dengan  prinsip  standar  seperti  yang  dikeluarkan  oleh NIST.  Selain  itu  sangat  penting sekali  diperlukan  komitmen  implementasi  keamanan,  dengan  cara  menerapkan  sesuai  siklus  hidup keamanan informasi oleh para user, system engineer, spesialis IT, manajer program dan petugas keamanan informasi.
Implementasi Keamanan Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Usaha Kecil dan Menengah Hari Murti
Dinamik Vol 11 No 1 (2006)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dinamik.v11i1.2213

Abstract

Pemakaian perangkat teknologi informasi atau komputer pada UKM bukan tanpa resiko, apalagi jika perangkat tersebut terpasang dalam basis jaringan dan internet. Operasi pemanfaatan teknologi informasi pada UKM dimungkinkan terdapat perbedaan dibanding dengan bisnis dengan skala besar (enterprise). Perbedaan pendekatan penerapan TI dilatarbelakangi oleh keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh UKM. Namun keamanan komputer memiliki standar yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanannya. Data atau informasi dianggap aman jika memenuhi persyaratan berupa kerahasiaan (confidentiality), integrasi (integraty), dan Otentikasi (othentication). Persyaratan tersebut merupakan bagian dari aspek keamanan yang harus dipenuhi. Model pengendalian resiko dan pembebasan dari bahaya ancaman keamanan terhadap sumber daya informasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pencegahan (preventive) dan penyembuahan atau perbaikan (recovery/corrective). Model pengendalian tersebut harus dapat diimplementasikan oleh UKM baik pada bagian front-office maupun back-office. Upaya perlindungan terhadap perangkat teknologi ionformasi harus dimulai dari atasan (top manjemen). Tanpa danya kemauan dari top manajemen maka tidak mungkin system keamanan dapat diimplementasikan. Top manajemen pada UKM dapat memutuskan prioritas manajemen atau manfaat keamanan sistem informasi. Setiap ukuran keamanan yang dirancang manajer usaha kecil dan menengah untuk menjaga keamanan komputer dan sistem informasi UKM harus diterapkan system keamanan secara yang komprehensif terhadap semua system yang berpotensi terhadap hilangnya keamanan computer. Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk pengendalian keamanan berupa pengendalian dan proteksi, melakukan  monitoring dan auditing, serta selalu memahami masalah-masalah yang muncul terhadap ancaman dan serangan. Kata kunci : UKM, implementasi, keamanan, dan pengendalian
RISK ASSESSMENT PADA MANAJEMEN RESIKO KEAMANAN INFORMASI MENGACU PADA BRITISH STANDARD ISO/IEC 27005 RISK MANAGEMENT Fajar Ilham Satria Yudha; Erwin Gunadhi
Jurnal Algoritma Vol 13 No 2 (2016): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.13-2.333

Abstract

Badan Pertanahan Nasional (BPN) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementrian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden dan dipimpin oleh Kepala. (Sesuai dengan Perpres No. 63 Tahun 2013). Badan Pertanahan Nasional mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pertanahan secara nasional, regional dan sektoral sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.. Tujuan dari penelitian ini yaitu dapat mengetahui kondisi keamanan dan memberikan hasil dari Risk Assessment berdasarkan assessment yang mengikuti panduan standar ISO dalam hal mengidentifikasi resiko, kontrol, kelemahan dan lain – lain. Di mulai dari proses awal assessment sampai evaluasi.  Metode yang di gunakan adalah Risk Assessment standar ISO/IEC 27005:Risk Management yang di dalamnya menerangkan tahapan – tahapan tentang Risk Assessment di antaranya Risk Identification, Risk Estimation dan Risk Evaluation. Hasil dari penelitian ini yaitu di dapatkannya hasil akhir berupa ranking akhir setiap resiko yang telah di beri penilaian dan di urutkan berdasarkan proses assessment menurut panduan BS ISO/IEC 27005.
AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI DI DINAS XYZ PROVINSI LAMPUNG MENGGUNAKAN STANDAR ISO/IEC 27001:2013 Annisa Meyliana; Tristiyanto Tristiyanto; Rizky Prabowo
Jurnal Pepadun Vol. 1 No. 1 (2020): December
Publisher : Department of Computer Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.67 KB) | DOI: 10.23960/pepadun.v1i1.16

Abstract

Audit of Information security system in the Communication and Information department is needed to determine the extent of information system carried out. This reasearch uses the ISO/ IEC 27001: 2013. Data from this reasearch were obtained based on the result of interview, observation and questionnaire. The respondent conducted a self assessment, then the researcher observe. The results of this study indicate that the average maturity level of the respondent is at level 2 (repeatable) with a value of 2.13 and the average maturity level of the finding is level 2 (repeatable) with a value of 2.40. The difference between the respondent value and the finding value show that in the sub domain information security incident management. This difference occur due to the absence of existing SOP procedure and criteria. Overall, there is no policy in developing the system through a process of security testing.
Penerapan Sistem Keamanan Informasi Pada Perusahaan PT. XYZ Andri Darmawan
INCODING: Journal of Informatics and Computer Science Engineering Vol 2, No 1 (2022): INCODING APRIL
Publisher : Mahesa Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/incoding.v2i1.244

Abstract

Information is an asset that, like other important assets, has value to an enterprise and consequently needs to be well protected. Information security practices protect information from a wide range of threats in order to guarantee business continuity, minimize business losses, and maximize profit and business opportunities. Information security is achieved by implementing a suitable set of controls, which could be policies, practices, procedures, organizational structures and software functions. These controls need to be established to ensure that specific security objectives of the organization are met. This Final Project produces a set of information security policies for the case of PT. XYZ, which complies with the standard ISO/IEC 17799:2000. These policies are established to meet the needs of PT. XYZ based on scientific studies. The result of this research can be used as a reference for enterprises with similar business domain as PT. XYZ.

Page 48 of 131 | Total Record : 1304