Filter By Year

1945 2024


Found 395 documents
Search ANALISIS PERENCANAAN LABA , by title

ANALISIS COST-VOLUME-PROFIT UNTUK PERENCANAAN LABA PADA PABRIK TAHU “IBU SITI” Koraag, Jeriko Falentino
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 16, No 3 (2016): Jilid 8
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba yang dapat di pergunakan untuk kelangsungan hidup perusahaan. Mendapatkan keuntungan atau laba dan besar kecilnya laba sering menjadi ukuran kesuksesan suatu manajemen. Dimana untuk pencapaiannya memerlukan penerapan strategi manajemen yang benar dalam perusahaan, perolehan laba dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu volume produksi, harga jual, dan biaya. Analisis cost-volume-profit (biaya-volume-laba) menyajikan informasi hubungan biaya, volume dan laba kepada manajemen. Sehingga memudahkan dalam menganalisis faktor yang mempengaruhi pencapaian laba perusahaan dimasa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan konsep cost-volume-laba untuk perencanaan laba pada Pabrik Tahu “Ibu Siti”. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa titik impas tahun 2015 pada Pabrik Tahu “Ibu Siti” terjadi pada angka Rp.90.693.514 dengan penjualan sebanyak 226.735 tahu dan dengan margin of safety 86,9% dari penjualan dengan angka rupiah sebesar Rp.600.652.800. Sebagai rekomendasi, Pabrik Tahu “Ibu Siti” sebaiknya mempertahankan pengelolaan biaya-biaya agar tetap cermat dan efisien, dengan demikian kemampuan perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas pada masa yang akan datang dapat berjalan dengan baik.  
Analisis Perbandingan Metode Gross Up Dan Net Sebagai Perencanaan Pajak PPh 21 Terhadap Laba Sebelum Pajak Pada PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOM Finance) Burhanudin Burhanudin; Desi Lisdiana
JAK (Jurnal Akuntansi) Kajian Ilmiah Akuntansi Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.994 KB) | DOI: 10.30656/jak.v2i1.189

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbandingan perhitungan PPh  21 dengan menggunakan Metode Gross up dan net  terhadap Laba sebelum Pajak Perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui dokumentasi dan observasi data  PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOM Finance) pada tahun 2009-2013. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah komparatif dengan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa dari metode perhitungan PPh 21 dengan menggunakan metode gross up dan net didapat hasil bahwa menggunakan kedua metode tersebut laba yang dihasilkan lebih kecil dari laba sebelumnya terlihat dari laba sebelum menggunakan metode gross up pada tahun 2013 sebesar Rp. 23.192.000.000,00 setelah menggunakan metode gross up laba sebelum pajak menjadi lebih kecil sebesar Rp. 23.168.594.330,00 dan laba setelah menggunakan metode net sebesar Rp. 23.169.708.599,00. Dengan menggunakan metode gross up perusahaan dapat menghemat sampai dengan Rp. 23.405.670,00 sedangkan dengan menggunakan metode net sebesar Rp.22.291.401,00.    Kata Kunci: PPh 21, Metode gross up dan net, laba sebelum pajak.
PEMANFAATAN ANALISIS BREAK EVENT POINT DALAM PERENCANAAN LABA (STUDI KASUS PT. SUBUR PAYAKUMBUH) Mahardi, Angelina Siska; -, Yefni; Zarefar, Atika
EKSPANSI Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted at PT. Subur Payakumbuh property of Mr. Yohardi is located at Jalan Tan Malaka No. 174 Parit Lampung Payakumbuh. The purpose of this research is to analyze break event point (BEP) in profit planning (case study of PT Subur Payakumbuh). Data collection techniques is by interview, observation and documentation. Source of data obtained from owner of the  PT. Subur Payakumbuh and type of data used are primary data and secondary data. The result of calculation of BEP (unit) obtained is as much as 36.766.030 eggs and BEP (Rupiah) obtained is as much as Rp34.874.805.341. After obtained BEP calculation, the management of PT. Subur Payakumbuh can use several alternatives for profit planning in 2017. The first alternative that can be done is to reduce costs or minimize existing costs. The second alternative is by increasing the sales volume from 41,117,363 eggs to 42,163,609 eggs. The third alternative that can be done by PT. Subur Payakumbuh as a tool of management by increasing the average selling price of eggs from Rp948,561 to Rp1.054.
Perencanaan Penetapan Laba melalui Pendekatan Analisis Break Even Point (BEP) Perusahaan Wingko UD. Tujuh Tujuh Elok Babat - Lamongan Zulyanti, Noer Rafikah
Jurnal Ekonika : Jurnal Ekonomi Universitas Kadiri Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.858 KB) | DOI: 10.30737/ekonika.v2i1.19

Abstract

This research is a type quantitative descriptiveresearch on companies wingko UD TUJUH TUJUH ELOK Babat whit the title “Planing the estabilishment of profit though analysis approach break even point (BEP) on the company wingko UD. TUJUH TUJUH ELOK Babat Lamongan”. Analyzing profit planning methods break even point on wingko to find large companies and large minimum targets to be achieved by the company the stages of analysis used by the autor in the study ware: (1) separation costs (2) The calculation of BEP analysis (3) The calculation of profit planning (4) calculation of Margin Of Safety. The results of the company Wingko UD. SEVEN SEVEN ELOK Tripe show (1) by using analysis Break Even Point can help establish planning on company earnings in 2014 (2) the company wingko UD. Seven Seven Elegant able to achieve a minimum level of sales by reaching a point Break Even Point (3) a large margin of safety can be achieved by the company and did not experience a loss. The conclusion of this research is to use analysis Break Even Point can help to establish large production and total sales volume in order not to experience losses.Keywords : Break Even Point; profit plan Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif pada perusahaan wingko UD.TUJUH TUJUH ELOK Babat dengan judul “perencanaan penetapan laba melalui pendekatan analisis Break even Point perusaan wingko UD.TUJUH TUJUH ELOK Babat Lamongan”. Menganalisis perencanaan laba menggunakan metode break even point pada perusahaan wingkountuk mengetahui besar minimum serta besar target yang harus dicapai oleh perusahaan. Tahap tahap analisis yang harus dilalui oleh penulis adalah: (1) pemisahaan biaya (2) penghitungan analisis BEP (3) perhitungan perencanaan laba (4) perhitungan Margin Of Safety. Hasil penelitian dari perusahaan Wingko UD. TUJUH TUJUH ELOK Babat menunjukkan (1) dengan menggunakan analisis Break Even Point  dapat membantu menetapkan perencanaan laba tahun 2014 pada perusahaan (2) perusahaan wingko UD. Tujuh Tujuh Elok dapat mencapai tingkat minimum penjualan dengan mencapai titik Break Even Point (3) besar margin of safety dapat dicapai oleh perusahaan dan tidak mengalami kerugian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis Break Even Point dapat membantu untuk menetapkan besar produksi dan jumlah volume penjualan agar tidak mengalami rugi.Kata kunci: Break Even Point; Perencanaan Laba
ANALISIS COST VOLUME PROFIT SEBAGAI DASAR PERENCANAAN LABA YANG DIHARAPKAN (STUDI PADA PERUSAHAAN KOPI DI KABUPATEN JEMBER) Ulfah Setia Iswara; susanti susanti
Riset Akuntansi Keuangan Vol 2, No 2 (2017): RAK (Riset Akuntansi Keuangan)
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rak.v2i3.501

Abstract

Suatu perusahaan membutuhkan perencanaan untuk membantu manajemen dalam penaksiran tingkat laba yang ingin diperoleh, dengan analisis Cost-Volume-Profit yang berfokus pada berbagai faktor yang mempengaruhi perubahan dalam komponen laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan analisis CVP sebagai dasar perencanaan laba yang diharapkan untuk tahun 2017. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasusPeneliti mengumpulkan informasi perusahaan kemudian melakukan analisis data. Analisis CVP dilakukan dengan analisis break event point (BEP), contribution margin, dan margin of safety. Hasil penelitian menunjukkan di tahun 2016 margin kontribusi sebesar Rp 144.070.100. Penjualan minimum sebesar Rp 140.695.100 dan titik impas Rp 84.375.000. Perusahaan menetapkan laba sebesar 22% dari tahun sebelumnya. Untuk mencapai laba yang diharapkan, penjualan ditargetkan sebesar Rp 256.071.100 pada tahun 2017. Manajemen dapat menerapkan analisis CVP untuk membantu dalam merencanakan laba di tahun mendatang.
ANALISIS PERENCANAAN LABA PADA PERUM PEGADAIAN PASAR SENTRAL CABANG PALOPO Samsul Bachri; Rahmawati Rahmawati; Siti Nur Aisyah
Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jm001.v1i1.29

Abstract

Penulisan dalam penelitian ini membahas tentang analisis perencanaan laba pada perum pegadaian pasar sentral cabang palopo. Penelitian ini didasari pada pemikiran bahwa pentingnya perhitungan biaya volume laba untuk mencapai target laba pada perusahaan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah perencanaan laba dapat meningkatkan laba perusahaan pada perum pegadaian pasar sentral cabang palopo. Salah satu bagian yang penting pada perusahaan adalah perhitungan biaya volume laba untuk mencapai target laba yang diinginkan. Data yang digunakan berasal dari objek penelitian yaitu laporan keuangan selama 2 periode pada perum pengadaian pasar sentral cabang palopo. Analisis data yang digunakan adalah biaya-volume-laba (cost-volume-profit). Dari hasil penilaian dengan analisis biaya-volume-laba dan kaitannya dengan perencanaan laba, maka dapat disimpulkan bahwa selama 2 tahun terakhir (2011-2012) Perum Pegadaian Pasar Sentral Cabang Palopo mengalami peningkatan laba pada tahun 2011 sebesar Rp. 428.613.984, pada tahun 2012 sebesar Rp. 492.953.187.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA (PT. BANK SULUT, DI MANADO) MAMARIMBING, MERRY; PELLENG, F.A.O . PELLENG; TAMENGKEL, L. F.
JURNAL ADMINISTRASI BISNIS (JAB) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Administrasi Bisnis
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35797/jab.4.4.2016.13831.%p

Abstract

ABSTRACK : Financial performance analysis band is used assessing business continuity, stability, profitability of any company. And each company will not be sparated from a variety of problems. The many problems that arise can not be resolved immediately. Analysis is required really precise and accurate. The method that band is used in this research uses in this research uses descriptive quantitative method. And ratio analysis profitability. And the result of this research is based on that; in 2013 a calculation using the ratio of profitability with gross profit margin formula : gross profit / net sales = 56%, net profit margin: net profit after tax / net sales = 41.57% the earning power of total investment: profit before tax / total assets = 26.64%, return on equity: profit after tax / shareholders equity = 16.91% and in 2014, gross profit margin: gross profit / net sales = 48.38% decrease the net profit margin: net profit after tax / net sales = 34.24% decrease compared to the year 2013, the earning power of the total investment: profit before tax / total assets = 72.87% an increase compared to 2013. Return on equity: profit after tax / shareholders equity = 14.28% decrease as well. And in 2015 , a decline in gross profit margin: gross profit / net sales = 37.30%. net profit margin: net profit after tax / net sales = 24.48% . earning power of the total investment: profit before tax / total assets = 46.83%. Return on equity: profit after tax / shareholders equity = 10.26% . compared to the year 2013 was not too decrease compared to 2014 and 2015 there is a decrease in income. Keywords: financial performance in the profit planning
ANALISIS COST-VOLUME-PROFIT (CVP) UNTUK PERENCANAAN LABA PADA PT SAKA AGUNG ABADI DI SAMARINDA Murfat Effendy, Nindy Pratiwi Elfreda Aplonia lau
EKONOMIA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.029 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the level of break-even point that PT Saka Agung Abadi did not suffer losses and analyze the sales rate how PT Saka Agung Abadi can achieve profit increase of 20%. The analytical tool used in this research is the analysis of Cost-Volume-Profit (CVP), which includes the analysis of Break Even Point Analysis and Profit Planning. Data obtained using the techniques of documentation and observation.PT Saka Agung Abadi is a company engaged in the cement manufacturing industry. Type production is portland cement, white cement, and cement mix. Based on the results of research conducted on the sales report and cost of PT Saka Agung Abadi was found that the break even point for 2015 in rupiah at Rp33,402,243,293 and the unit amounted to 516 546 units. The results of the profit to be obtained by the company in 2016 by targeting terjadikenaikan by 20% from last year's profit is 284 595 406. The results of the calculation of the level of sales to be achieved. Tingkatpenjualan calculation results to be achieved in supporting the planning of the targeted profit amounted Rp284.595.406 sebelumnyayaitu amounted Rp37.511.783.347. Assuming that the company's 2016 sale price and the total costs incurred are likely to remain unchanged or hypothesis accepted.
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN PENJUALAN PADA TINGKAT LABA YANG DIHARAPKAN (Studi Kasus pada Perhutani Plywood Industri Kediri Tahun 2013-2014) Vivin Ulfathu Choiriyah; . Moch. Dzulkirom AR.; Raden Rustam Hidayat
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 35, No 1 (2016): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.675 KB)

Abstract

This study aims to determine the sales planning on anticipated profit levels and to determine the distribution ot the sales of each product to achieve the expected profit by using analysis Break Even Point. This analysis is one tool used by management companies for help in knowing how big a certain level of sales, so companies do not profit and loss (break-even). This type of research is descriptive research with quantitative approach, the source of the data used is secondary data with data collection techniques using financial data document Perhutani Plywood Industry Kediri. The survey results revealed that after the separation semivariabel costs into fixed and variable costs showed that BEP mix occurred in sales of Rp 43,851,836,859.48, - and the margin of safety amounted to 50.51%. The company wants increase in profit for 2015 amounted to Rp 11,519,848,193, - the sale of plywood that must be achieved as much as 1,695,576.41 shares or Rp 88,614,216,869.27, -. Based on the analysis, it was concluded that the sales plan on the level of the expected profit is proven to generate profits as expected, so the break even point analysis can be used as a reference company management in decision making. Keyword: Break Even Point, Costs, Sales and Profit. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan penjualan pada tingkat laba yang diharapkan dan untuk mengetahui sebaran penjualan masing-masing produk dalam mencapai laba yang diharapkan dengan menggunakan Analisis Break Even Point. Analisis ini merupakan salah satu alat yang digunakan oleh manajemen perusahaan untuk dapat membantu dalam mengetahui seberapa besar tingkat penjualan tertentu, sehingga perusahaan tidak memperoleh laba dan juga tidak mengalami rugi (impas). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumen data keuangan Perhutani Plywood Industri Kediri. Hasil penelitian diketahui bahwa setelah dilakukan pemisahan biaya semivariabel ke dalam biaya tetap dan variabel menunjukkan bahwa BEP mix terjadi pada penjualan sebesar Rp 43.851.836.859,48,- dan margin of safety sebesar 50,51%. Perusahaan menginginkan kenaikan laba untuk tahun 2015 sebesar Rp 11.519.848.193,- maka penjualan plywood yang harus dicapai sebanyak 1.695.576,41 lembar atau sebesar Rp 88.614.216.869,27,-. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa rencana penjualan pada tingkat laba yang diharapkan terbukti menghasilkan laba sesuai dengan yang diharapkan, sehingga analisis break even point dapat dijadikan acuan bagi manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan. Kata Kunci : Break Even Point, Biaya, Penjualan dan Laba.
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA (Studi Pada CV. Langgeng Makmur Bersama Lumajang Periode 2012-2014) Muhamad Yusuf Andrianto; Nengah Sudjana; Devi Farah Azizah
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 35, No 2 (2016): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.348 KB)

Abstract

It was trying derive profit maximum survival company to keep going from time to time, good management and efficient is management be able to manage and make decisions useful for survival companies to the porpose. One approach that is used in planning profit management analytics break even point.Through break even point company can easily to determine sales volumes needed to reach the desired profit. The research aims to analyze financial report 2014 to plan profit 2015. The kind of research is descriptive with the quantitative approach, instrument data collection using interviews and documentation in financial data CV. Langgeng.Makmur.Bersama.city of Lumajang. The results of this research show that the calculation of the BEP (mix) in 2014 to Rp 5.143.925.585 while the BEP (units) of 3.365 units. In sales and profit planning company by 2015 achieve to Rp1.500.000.000. To acheive the increase profit then have to raise sales of 11.869 units or amounting to Rp19.003.566.736. Calculation based on sales and profit planning 2015 then retrieved the Margin Of Safety of 72.97%. This indicates that the company get tolerance decreased sales of 72.97%. When the company experienced a drop in sales exceeding 72.97% the company will suffer losses. Keyword: Sales Volumes, BEP mix, Margin Of Safety ABSTRAK Perusahaan berusaha memperoleh laba yang maksimal agar kelangsungan hidup perusahaan terus berjalan dari waktu ke waktu, manajemen yang baik dan efisien adalah manajemen yang dapat mengelola serta mengambil keputusan yang berguna bagi kelangsungan hidup perusahaan guna untuk mencapai tujuan.  Salah satu pendekatan yang digunakan manajemen dalam perencanaan laba adalah analisis Break Even Point. Melalui Break Even Point perusahaan dapat dengan mudah untuk menentukan volume penjualan yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat laba yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan tahun 2014 untuk merencanakan laba tahun 2015. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, alat pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi pada data keuangan CV. Langgeng Makmur Bersama kota Lumajang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perhitungan BEP (mix) pada tahun 2014 sebesar Rp5.143.925.585 sedangkan BEP (unit) sebesar 3.365 unit. Dalam penjualan dan perencanaan laba perusahaan merencanakan laba untuk 2015 sebesar Rp 1.500.000.000. untuk mencapai kenaikan laba, maka harus menaikan penjualan sebesar 11.869 unit atau sebesar Rp 19.033.566.736. Berdasarkan perhitungan penjualan dan perencanaan laba tahun 2015 maka diperoleh Margin Of Safety sebesar 72,97%. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan mendapatkan toleransi penurunan penjualan sebesar 72,97%. Apabila perusahaan mengalami penurunan penjualan melebihi 72,97% maka perusahaan akan mengalami kerugian. Kata Kunci: Volume Penjualan, BEP mix, Margin Of Safety  

Page 8 of 40 | Total Record : 395