Filter By Year

1945 2024


Found 95 documents
Search BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA , by title

Break Event Point Calculation Analysis and Margin of Safety as a Planning of Income Instrument: Analisis Pehitungan Break Even Point dan Margin of Safety Sebagai Alat Perencanaan Laba Muhammad Fadhil Amiros; Yusleli Herawati; Ummasyroh
Jurnal Aplikasi Manajemen dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Aplikasi Manajemen dan Bisnis Oktober 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7344657

Abstract

The development of coffee entrepreneurs in Indonesia is growing rapidly with the support of Indonesia as the fourth largest coffee producer in the world. The company's goal is to make a profit. This study aims to determine and explore the relationship between costs, profits and sales volume. This study uses the calculation of break even point and margin of safety as the basis for profit planning. The research method used is descriptive quantitative. Research data obtained through interviews and financial statements of the Colony Coffee Roastery. Furthermore, classifying costs into fixed costs and variable costs to calculate Break even point and Margin of safety and make profit planning. Based on the calculation of the Arabica coffee BEP of 40.2 kg and Rp. 15,109,992. Robusta coffee as much as 173.8 kg and Rp. 20,683,713 and house blend coffee as much as 140 kg and Rp. 22,264.15. The results of the calculation of the Margin of safety per month show that the three types of products experienced negative results. Koloni Coffee Roastery is advised to move quickly in increasing its sales, Colonies can make marketing strategies such as making promos, selling in smaller packages such as 200 grams and 500 grams and can also use Instagram ads or sell on e-commerce in order to attract customers on the three types of coffee products in order to increase profits in accordance with the results of the calculation of profit planning obtained. The three aspects of management are good and can be maintained.
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN PABRIK GULA NGADIREDJO KEDIRI Wahyuning Setio Kurnianti; Djuma hir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.568 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba pada Perusahaan Pabrik Gula Ngadiredjo Kediri”. Pabrik Gula Ngadiredjo Kediri merupakan salah satu Unit Usaha dari PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) yang bergerak dibidang usaha mengelola bahan baku tebu menjadi produksi utama gula pasir. Untuk mendapatkan data perusahaan, penulis memperoleh data melalui analisis dokumentasi. Dari hasil analisis yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa break even point dapat memberikan pedoman dalam membuat keputusan dan membantu manajemen dalam menentukan banyak sedikitnya penjualan produk untuk memperoleh laba. Manajemen membutuhkan informasi tersebut untuk mengambil keputusan dalam merencanakan laba perusahaan. Dengan mengetahui dampak terhadap laba, manajemen akan memiliki dasar yang kuat untuk memilih setiap alternatif pada tindakan yang akan dipertimbangkan, sehingga manajemen mampu mengambil keputusan secara ekonomis rasional. Kata kunci : Break Even Point, Perencanaan laba
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN PABRIK GULA NGADIREDJO KEDIRI Wahyuning Setio Kurnianti; Djuma hir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.568 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba pada Perusahaan Pabrik Gula Ngadiredjo Kediri”. Pabrik Gula Ngadiredjo Kediri merupakan salah satu Unit Usaha dari PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) yang bergerak dibidang usaha mengelola bahan baku tebu menjadi produksi utama gula pasir. Untuk mendapatkan data perusahaan, penulis memperoleh data melalui analisis dokumentasi. Dari hasil analisis yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa break even point dapat memberikan pedoman dalam membuat keputusan dan membantu manajemen dalam menentukan banyak sedikitnya penjualan produk untuk memperoleh laba. Manajemen membutuhkan informasi tersebut untuk mengambil keputusan dalam merencanakan laba perusahaan. Dengan mengetahui dampak terhadap laba, manajemen akan memiliki dasar yang kuat untuk memilih setiap alternatif pada tindakan yang akan dipertimbangkan, sehingga manajemen mampu mengambil keputusan secara ekonomis rasional. Kata kunci : Break Even Point, Perencanaan laba
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI SALAH SATU ALAT PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA (Studi Pada PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk) Suci Mulya Wijayanti
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 5, No 2 (2013): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.245 KB)

Abstract

Analisis break even point adalah suatu alat atau teknik yang digunakan oleh manajemen untuk mengetahui tingkat penjualan tertentu perusahaan sehingga  tidak mengalami laba dan tidak pula mengalami kerugian. Analisis break even point digunakan untuk mengetahui tingkat volume penjualan sebelum perusahaan mengalami untung dan mengalami rugi sehingga hal tersebut dapat digunakan manajer untuk menentukan perencanaan penjualan. Perencanaan  penjualan yang telah direncanakan oleh perusahaan dapat digunakan untuk menentukkan laba yang diinginkan. PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk mempunyai produk lebih dari satu sehingga biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak hanya untuk memproduksi satu produk saja. Selain itu, banyaknya perusahan lain yang memproduksi produk sejenis dengan merek yang berbeda dan tingkat konsumsi masyarakat yang masih rendah yaitu sekitar 10-11 liter per kapita per tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai penerapan analisis break even point, mendeskripsikan gambaran perencanaan penjualan dan mendeskripsikan penjualan minimal yang harus dipertahankan. Berdasarkan hasil penelitian PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk pada tahun 2012 tingkat break even point yang diperoleh sebesar Rp 1.566.399.244.858. Perencanaan penjualan yang direncanakan pada tahun 2013, 2014 dan 2015 sebesar Rp 3.658.375.257.915, Rp 4.318.113.498.723 , Rp 6.169.524.838.854 dengan penjualan minum sebesar Rp 3.315.568.318.435. Kata kunci: break even point, perencanaan penjualan dan laba
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI SALAH SATU ALAT PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA (Studi PADA PT. WISMILAK INTI MAKMUR, TBK) Fajri Razak
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 19, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.713 KB)

Abstract

This research aims to describe the application of the break-even point analysis, as the representation of forecasted minimum sales that must be maintained by PT. Wismilak Inti Makmur Tbk. This is a quantitative research, using descriptive analysis method. This research used secondary data from Indonesia Capital Market Directory (ICMD), the summary of company performance, and financial reports obtained from BEI. The result of this research showed that the value of break even point of PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, in total is Rp 886,588,290,219. That number is the accumulation of both clove and filtered units. Rp. 142,806,167,552from 326,041,478pieces of cloves and Rp. 743,782,122,667 from 1,349,876,810 pieces of filtered cigarettes. The forecasted sales of PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, are 3,304,000,000 cigarettes in 2014,  3,561,000,000 cigarettes in 2015, and 3,818,000,000 cigarettes in 2016, by safety limit of 44%. Minimum sales that must be obtained by PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, to achieve the expected profit of 25%,is Rp 2,278,373,066,646, Rp 366,986,265,768 from 837,868,186 piecesof clove cigarettes and Rp 1,911,386,800,878 from 3,468,941,562 pieces of filters cigarettes. Keywords: Break-even point, sales planning, minimum sales. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan analisis break even point, gambaran perencanaan penjualan dan penjualan minimal perusahaan yang harus dipertahankan oleh PT. Wismilak Inti Makmur. Tbk. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD), ringkasan kinerja perusahaan, dan laporan keuangan yang didapat dari BEI. Hasil penelitian ini menunjukan bahwanilai break even point PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, sebesar Rp 886,588,290,219, masing-masing                  Rp 142,806,167,552 dan 326,041,478 batang untuk rokok jenis kretek, Rp 743,782,122,667 dan 1,349,876,810 batang untuk rokok filter. Perencanaan penjualan PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, pada tahun 2014 sebesar 3,304,000,000 batang, pada tahun 2015 sebesar 3,561,000,000 batang, dan pada tahun 2016 adalah sebesar 3,818,000,000 batang, dengan batas keamanan sebesar 44%. Penjualan minimal yang harus dicapai oleh PT Wismilak Inti Makmur Tbk, agar perusahaan dapat mencapai laba yang diinginkan sebesar 25% yaitu dengan melakuan penjualan sebesar Rp 2,278,373,066,646, masing-masing Rp 366,986,265,768 dan 837,868,186 batang untuk rokok kretek, Rp 1,911,386,800,878 dan 3,468,941,562 batang untuk rokok filter.   Kata Kunci: break even point, perencanaan penjualan, penjualan minimal
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN PENJUALAN PADA TINGKAT LABA YANG DIHARAPKAN (Studi Kasus pada Perhutani Plywood Industri Kediri Tahun 2013-2014) Vivin Ulfathu Choiriyah; . Moch. Dzulkirom AR.; Raden Rustam Hidayat
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 35, No 1 (2016): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.675 KB)

Abstract

This study aims to determine the sales planning on anticipated profit levels and to determine the distribution ot the sales of each product to achieve the expected profit by using analysis Break Even Point. This analysis is one tool used by management companies for help in knowing how big a certain level of sales, so companies do not profit and loss (break-even). This type of research is descriptive research with quantitative approach, the source of the data used is secondary data with data collection techniques using financial data document Perhutani Plywood Industry Kediri. The survey results revealed that after the separation semivariabel costs into fixed and variable costs showed that BEP mix occurred in sales of Rp 43,851,836,859.48, - and the margin of safety amounted to 50.51%. The company wants increase in profit for 2015 amounted to Rp 11,519,848,193, - the sale of plywood that must be achieved as much as 1,695,576.41 shares or Rp 88,614,216,869.27, -. Based on the analysis, it was concluded that the sales plan on the level of the expected profit is proven to generate profits as expected, so the break even point analysis can be used as a reference company management in decision making. Keyword: Break Even Point, Costs, Sales and Profit. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan penjualan pada tingkat laba yang diharapkan dan untuk mengetahui sebaran penjualan masing-masing produk dalam mencapai laba yang diharapkan dengan menggunakan Analisis Break Even Point. Analisis ini merupakan salah satu alat yang digunakan oleh manajemen perusahaan untuk dapat membantu dalam mengetahui seberapa besar tingkat penjualan tertentu, sehingga perusahaan tidak memperoleh laba dan juga tidak mengalami rugi (impas). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumen data keuangan Perhutani Plywood Industri Kediri. Hasil penelitian diketahui bahwa setelah dilakukan pemisahan biaya semivariabel ke dalam biaya tetap dan variabel menunjukkan bahwa BEP mix terjadi pada penjualan sebesar Rp 43.851.836.859,48,- dan margin of safety sebesar 50,51%. Perusahaan menginginkan kenaikan laba untuk tahun 2015 sebesar Rp 11.519.848.193,- maka penjualan plywood yang harus dicapai sebanyak 1.695.576,41 lembar atau sebesar Rp 88.614.216.869,27,-. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa rencana penjualan pada tingkat laba yang diharapkan terbukti menghasilkan laba sesuai dengan yang diharapkan, sehingga analisis break even point dapat dijadikan acuan bagi manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan. Kata Kunci : Break Even Point, Biaya, Penjualan dan Laba.
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA (Studi Pada CV. Langgeng Makmur Bersama Lumajang Periode 2012-2014) Muhamad Yusuf Andrianto; Nengah Sudjana; Devi Farah Azizah
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 35, No 2 (2016): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.348 KB)

Abstract

It was trying derive profit maximum survival company to keep going from time to time, good management and efficient is management be able to manage and make decisions useful for survival companies to the porpose. One approach that is used in planning profit management analytics break even point.Through break even point company can easily to determine sales volumes needed to reach the desired profit. The research aims to analyze financial report 2014 to plan profit 2015. The kind of research is descriptive with the quantitative approach, instrument data collection using interviews and documentation in financial data CV. Langgeng.Makmur.Bersama.city of Lumajang. The results of this research show that the calculation of the BEP (mix) in 2014 to Rp 5.143.925.585 while the BEP (units) of 3.365 units. In sales and profit planning company by 2015 achieve to Rp1.500.000.000. To acheive the increase profit then have to raise sales of 11.869 units or amounting to Rp19.003.566.736. Calculation based on sales and profit planning 2015 then retrieved the Margin Of Safety of 72.97%. This indicates that the company get tolerance decreased sales of 72.97%. When the company experienced a drop in sales exceeding 72.97% the company will suffer losses. Keyword: Sales Volumes, BEP mix, Margin Of Safety ABSTRAK Perusahaan berusaha memperoleh laba yang maksimal agar kelangsungan hidup perusahaan terus berjalan dari waktu ke waktu, manajemen yang baik dan efisien adalah manajemen yang dapat mengelola serta mengambil keputusan yang berguna bagi kelangsungan hidup perusahaan guna untuk mencapai tujuan.  Salah satu pendekatan yang digunakan manajemen dalam perencanaan laba adalah analisis Break Even Point. Melalui Break Even Point perusahaan dapat dengan mudah untuk menentukan volume penjualan yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat laba yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan tahun 2014 untuk merencanakan laba tahun 2015. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, alat pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi pada data keuangan CV. Langgeng Makmur Bersama kota Lumajang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perhitungan BEP (mix) pada tahun 2014 sebesar Rp5.143.925.585 sedangkan BEP (unit) sebesar 3.365 unit. Dalam penjualan dan perencanaan laba perusahaan merencanakan laba untuk 2015 sebesar Rp 1.500.000.000. untuk mencapai kenaikan laba, maka harus menaikan penjualan sebesar 11.869 unit atau sebesar Rp 19.033.566.736. Berdasarkan perhitungan penjualan dan perencanaan laba tahun 2015 maka diperoleh Margin Of Safety sebesar 72,97%. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan mendapatkan toleransi penurunan penjualan sebesar 72,97%. Apabila perusahaan mengalami penurunan penjualan melebihi 72,97% maka perusahaan akan mengalami kerugian. Kata Kunci: Volume Penjualan, BEP mix, Margin Of Safety  
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN TOTAL PENJUALAN DAN LABA (STUDI PADA UMKM RIZKY BAROKAH MALANG) Naro, Ikhsan Aprilian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.138 KB)

Abstract

Break-even point analysis is an analytical technique used by management to determine at what level company neither suffer a loss nor gain profit. Break-even point analysis is used by companies to determine the sales that must be achieved so that they do not suffer any loss. The purpose of this research is to describe the application of break-even point analysis and to describe the sales planning and the minimum sales that must be achieved by Rizky Barokah, an MSME, in order to reach the desired profit in the period of 2017. The descriptive research uses the company’s sales data from 2014 to 2016, where the data of 2016 is used as the basis for 2017’s sales volume and and profit planning. The results of the analysis show that the company’s BEP mix is IDR 363,408,491.71, or at the level of 28,739 units. The calculation of margin of safety is 56.72%. The company wants to increase the profit up to 31.13%. Therefore, the total sales should reach 65,925 units, where the sales of original fermented soybean chips should reach 24,882 units, flavored fermented soybean chips should reach 23,744 units, apple chips should reach 8,710 units, and jackfruit chips should reach 8,619 units.Keywords : break-even point, sales planning, profit
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA (Studi Kasus Pada Penerbit Intrans Publishing) Cheriza Haryo Yudanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.041 KB)

Abstract

Laba merupakan hal penting dalam perusahaan dan salah satu tolak ukur tujuan perusahaan, maka perencanaan laba menjadi bagian penting pula dalam menentukan skenario manajerial perusahaan. Budiwibowo (2012) menyatakan bahwa manajemen memerlukan pedoman berupa perencanaan. Selain memuat langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam mencapai tujuannya, perencanaan dapat menjadi alat ukur dan dasar evaluasi atas realisasi capaian perusahaan. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui perhitungan analisis Break Even Point pada Penerbit Intrans Publishing dalam perencanaan labanya. Untuk mengetahui bagaimana perencanaan penjualan Penerbit Intrans Publishing dengan mendasarkan pada analisis perhitungan Break Even Point yang dilakukannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Lokasi penelitian di Wisma Kalimetro Jl. Joyosuko Metro No. 42 Merjosari Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2016 tingkat break even point yang diperoleh sebesar Rp. 189.473.130 atau sebesar 3.408. Perencanaan penjualan pada tahun 2016 sebesar Rp. 1.056.450.000.kata kunci : Break Even Point, Perencanaan Penjualan dan Laba
ANALISIS PERHITUNGAN TITIK IMPAS (BREAK EVEN POINT) DENGAN METODE MARGIN KONTRIBUSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN ROTI “BAYU SARI” PETANAHAN Suprajitno, Dwi
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 14 No 1 (2015)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.122 KB) | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v14i1.177

Abstract

Dalam penyusunan perencanaan laba, manajemen perlu mengetahui sejauh manaketerkaitan faktor-faktor biaya, harga jual, serta volume penjualan danpengaruhnya terhadap laba perusahaan. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisisperhitungan titik impas dengan metode margin kontribusi seabagai alatperencanaan laba. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalahmenggunakan pendekatan kontribusi marjin dalam penghitungan BEP baik dalamunit produk maupun dalam Rp penjualan untuk 3 bulan produksi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pada tingkat perencanaan 10% yaitu pada produksi 203.810unitKeyword : Break event point, kontibusi marjin

Page 1 of 10 | Total Record : 95