Filter By Year

1945 2024


Found 7 documents
Search PERPUSTAKAAN DI ERA GENERASI DIGITAL NATIVE

PERAN PERPUSTAKAAN DAN PUSTAKAWAN DALAM MENGHADAPI GENERASI DIGITAL NATIVE Silvi Oktavia
BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.556 KB) | DOI: 10.17977/um008v3i12019p081

Abstract

Lingkungan dan teknologi akan terus-menerus berubah. Satu-satunya kepastian tentang masa de-pan adalah bahwa secara signifikan berbeda dengan hari ini. Pustakwan harus cerdas membaca tanda zaman agar profesi mereka tidak menuju ke liang kubur sehingga tidak bisa bangkit sela-manya. Apa yang harus dilakukan oleh Pustakawan masa kini sehingga mereka menjadi idaman bagi pemustaka sekarang, sebagai jembatan harapan pustakawan masa depan dalam menghadapi pemustaka yang hadir pada masa mereka. Perpustakaan adalah salah satu unit di lembaga pendidikan yang memiliki peran untuk mendukung pembelajaran sepanjang hayat dengan menyediakan berbagai macam informasi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Seiring dengan perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi, pengguna saat ini telah berubah secara radikal. Mulai dari perilaku mereka dalam mencari informasi dengan memanfaatkan internet, cara mereka belajar sambil bermain game atau mendengarkan musik serta kesenangan mereka dalam berkolaborasi dan berbagi informasi melalui jaringan. Mereka disebut sebagai generasi digital native. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui peran, usaha, kemampuan, dan peluang perpustakaan dan pustakawan dalam menghadapi generasi digital native pada era masyarakat informasi.  Jenis data kajian ini adalah kualitatif dengan sumber data literature review. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pustakawan sebaiknya meningkatkan kompetensi diri dan melakukan transformasi perpustakaan untuk persiapan menghadapi keberagaman karakteristik generasi digital native.
MENATA ULANG LAYOUT FASILITAS PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KRISTEN PETRA SESUAI KEBUTUHAN GENERASI DIGITAL NATIVE Felecia, Felecia; Wulandari, Dian; Halim, Siana
Journal of Documentation and Information Science Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Association of Indonesian Library and Information Professionals

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.921 KB) | DOI: 10.33505/jodis.v2i2.137

Abstract

One aspect of library quality is as ?library as a place?. As the main aspect that influences customer satisfaction, the library as a place needs to get attention from the library including structuring the layout of library facilities. This study aims to determine the layout of library facilities according to the needs of the native digital generation at the Christian Petra University Library. If library facilities are arranged with a good layout, there will be an increase in productivity, work efficiency and will have an impact on customer satisfaction. The Head of the Library and/or structural officials were chosen as respondents because they were more aware of the relationship between the sections and understood the needs of the generation of digital natives currently served. The method used in this study is systematic layout planning by adopting the ARC (Activity Relationship Chart) technique to show the level of importance between departments/sections, and the results will be used as a replacement of flows between departments/sections. CRAFT is used as a computer simulation tool to improve facility layout (re-layout) by minimizing the moment of movement between facilities. The results showed that it was necessary to rearrange Petra?s UK library facilities on each floor, in which the results of this study was surely tested through a questionnaire for students who were digital native generation and were the largest users of the library.
PERPUSTAKAAN DI ERA GENERASI DIGITAL NATIVE Sukirwan Arwan
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 2 (2020): Edisi 2
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v4i2.105

Abstract

Abstract: A library must be able to provide information and provide services in accordance with the needs of the user community (pemustaka). With the development of information technology which is very fast, without realizing it, it has a very big influence on changes in the character and behavior of the community, especially changes in behavior in seeking information. Potential readers in today's digital era are the digital native generation. The digital generation that grew up in the digital era (in an era of very rapid ICT development) has different characters and behaviors from previous generations. The influence of ICT on changes in behavior and character cannot be prevented or avoided as well as a challenge for libraries. Therefore, like it or not, libraries must have the courage to improve themselves to change and improve the quality of their services from various aspects in accordance with the development and changes of the character of the users, if they do not want to be left behind, libraries must be adaptable to change, friendly to the librarian. in order to answer the era of the birth of this net generationKeyword: Digital native generation, library services, librarian competence.Abstrak: Sebuah perpustakaan harus mampu menyediakan informasi serta memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat penggunanya (pemustaka). Dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat tanpa disadari berpengaruh sangat besar pada perubahan karakter serta prilaku dari masyarakat terutama perubahan prilaku dalam mencari informasi. Pemustaka potensial di era digital saat ini yaitu generasi digital native. Generasi digital yang tumbuh di era digital (di era perkembangan TIK sangat pesat) memiliki karakter serta prilaku yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Pengaruh TIK terhadap perubahan prilaku maupun karakter tersebut tidak bisa dicegah maupun dihindari serta menjadi tantangan tersendiri bagi perpustakaan. Oleh karena itu, mau tidak mau perpustakaan harus berani berbenah diri untuk merubah dan meningkatkan kualitas pelayanannya dari berbagai segi sesuai dengan perkembangan serta perubahan-perubahan dari karakter pemustaka jika tidak ingin ditinggalkan, Perpustakaan harus adaptable with change, friendly dengan pemustakanya Kompetensi pustakawan menjadi kata kunci agar dapat menjawab era lahirnya generasi nett iniKata Kunci: Generasi digital native, layanan perpustakaan, kompetensi pustakawan.
Implementasi Sistem ATM Buku di Perpustakaan “Suatu Terobosan Pelayanan Sirkulasi Buku untuk Generasi Digital Native” Daniel Pandapotan Hutapea
Media Pustakawan Vol 24, No 1 (2017): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.122 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i1.170

Abstract

Perpustakaan Universitas Ma Chung sebagai sebuah perpustakaan perguruan tinggi memiliki karakteristik pemustaka dengan komposisi yang didominasi mahasiswa sebagai generasi digital native. Mereka terbiasa memperoleh informasi dengan cepat, melakukan beberapa hal secara bersamaan (multitasking), menyukai games, serta lebih menyukai network/ kerjasama dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Atas dasar ini perpustakaan mengembangkan dan mengimplementasikan sistem ATM Buku yang mampu melayankan proses sirkulasi mandiri sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Permasalahan di awal adalah bagaimana caranya agar layanan bisa maju seperti perpustakaan perguruan tinggi lainnya dengan biaya seefisien mungkin. Kolaborasi tim pengembang ATM Buku yakni pustakawan, dosen dan mahasiswa menjadi kunci sukses dalam terbentuknya sistem ini. Hasil dari penerapan ATM Buku, meningkatnya jumlah kunjungan pengguna perpustakaan dan meningkatnya aktivitas intelektual seperti pelatihan dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan seminar, pengabdian masyarakat, bahkan hingga tercapainya perolehan pemasukan bagi perpustakaan melalui ide-ide kreatif lainnya. Organisasi dapat maju karena konsentrasi pengembangannya sudah beralih ke taraf strategis manajerial dan pekerjaan teknis bisa otomatis menjalankan sistem pelayanan yang cepat, tepat dan ekonomis.
Implementasi smart library dalam menghadapi generasi digital native di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat Dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Ngesti Gandini
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.316 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4127

Abstract

Di era digital native ini sudah banyak perpustakaan yang menerapkan dan menggunakan teknologi digital dalam kegiatan perpustakaan, baik itu pelayanan kepada pemustaka maupun kegiatan teknis sehari-hari. Perpustakaan dilengkapi dengan sistem aplikasi perpustakaan yang lengkap dan canggih seperti penggunaan sistem layanan mandiri dengan berbasis RFID (radio frequency identification), sistem teknologi komunikasi, dan lain sebagainya. Hal ini yang melatarbelakangi perlunya pengembangan perpustakaan yang mendukung keberadaan generasi digital natives. Konsep Smart Library atau perpustakaan pintar yang berbasis teknologi merupakan jawaban bagi kebutuhan generasi digital natives di perpustakaan. Konsep Smart Library ini yang mulai diimplementasikan di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM.
Internet Sebagai Media Edukasi Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan Bagi Generasi Digital Native Widiastuti Furbani; Winda Sari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 1 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i1.3240

Abstract

Internet hadir sebagai sebuah infrastruktur dan jaringan operasional yang menunjang efektifitas maupun efisiensi operasional perpustakaan yang berfungsi sebagai sarana publikasi, komunikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan. Penggunaan internet dalam pencarian informasi di kalangan digital natives menjadi tantangan bagi para pustakawan untuk meningkatkan kualitas layanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang penggunaan internet sebagai media edukasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan di perpustakaan UIN Mataram. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ini terdiri dari kepala perpustakaan, staf / pegawai perpustakaan dan mahasiswa.Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian melakukan analisis data. Hasil penelitian menujukkan bahwa perpustakaan UIN Mataram memanfaatkan internet dalam pengembangan sistem otomasi dan koleksi digital sehingga mempermudah pustakawan dan pemustaka dalam penelusuran informasi.Terdapat fasilitas penujang internet seperti WiFi namun koneksi jaringan yang masih kurang lancar sehingga diperlukan adanya perbaikan. Perpustakaan juga perlu mempersiapkan SDM dalam menghadapi generasi digital natives.
Implementasi smart library dalam menghadapi generasi digital native di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat Dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Gandini , Ngesti
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4127

Abstract

Di era digital native ini sudah banyak perpustakaan yang menerapkan dan menggunakan teknologi digital dalam kegiatan perpustakaan, baik itu pelayanan kepada pemustaka maupun kegiatan teknis sehari-hari. Perpustakaan dilengkapi dengan sistem aplikasi perpustakaan yang lengkap dan canggih seperti penggunaan sistem layanan mandiri dengan berbasis RFID (radio frequency identification), sistem teknologi komunikasi, dan lain sebagainya. Hal ini yang melatarbelakangi perlunya pengembangan perpustakaan yang mendukung keberadaan generasi digital natives. Konsep Smart Library atau perpustakaan pintar yang berbasis teknologi merupakan jawaban bagi kebutuhan generasi digital natives di perpustakaan. Konsep Smart Library ini yang mulai diimplementasikan di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM.

Page 1 of 1 | Total Record : 7