Filter By Year

1945 2024


Found 6 documents
Search Urban Legend

IMPROVING MOTIVATION OF LEARNING ENGLISH SUBJECT THROUGH INTEGRATION OF URBAN LEGEND LITERACY - A SHORT PLAY IN NARRATIVE TEXT OF TENTH GRADE STUDENTS AT SMAN 8 MALANG Evi Maria K.; Prambudi Nur Adhitama
EDUCAFL : Journal of Education of English as Foreign Language Vol 3, No 2 (2020): EDUCAFL
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.educafl.2020.003.02.05

Abstract

This study aims at implementing integration teaching technique between Urban legend literacy with short-play in narrative text for educational purposes It uses as teaching strategies on improving students motivation and to raise further comprehension on important value of narrative text. The researh design was Classroom Action Research (CAR) design with qualitative approach. Interview guide, questionnaire, and rating scale were used as research instruments. The steps were planning, implementing observing, and reflecting. The participants of this study were tenth grade (X) students from the class of MIPA 6 and IPS 1 & 2 in SMAN 8 Malang. The data was analyzed qualitatively. Regarding the result of this present study, it is showed that this integration teaching technique was significantly effective and appropriate to be applied for tenth grade students, This technique also encourages students in discovering diverse range of National Urban Legend Literacy to be preserved. This study gave contributions in supporting English language learning in Indonesia, increasing the students’ motivation in learning English, and making the process of teaching and learning English becoming more interesting
URBAN LEGEND KUCHISAKE ONNA Muhammad Naufal Akbar; Pitri Haryanti
MAHADAYA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v2i2.8268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi dan faktor pendorong dari kemunculan urban legend kuchisake onna. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Menghasilkan data yang menunjukan bahwa, meski urban legend kuchisake onna memiliki berbagai macam variasi seperti, korban gagal operasi, seorang wanita gila, hingga istri yang dianiaya oleh suaminya. Alasan munculnya kembali legenda ini adalah agar anak-anak langsung pulang dan tidak bermain pada malam hari. Urban legend kuchisake onna juga selalu berubah mengikuti kapan dan dimana diceritakannya, namun tetap mengikuti ceita asal bahwa ia adalah wanita cantik yang mengenakan masker demi menutupi mulutnya yang sobek. Dengan demikian urban legend kuchisake onna sudah ada sejak zaman dulu dan dimunculkan kembali sebagai suatu alasan agar aturan dipatuhi. Kata kunci: Urban Legend, Kuchisake Onna, Jepang, Budaya
Mistikasi dalam Urban Legend: Film Horor di Indonesia Pasca Orde Yusuf Kurniawan
Jurnal Ceteris Paribus Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Humanities, Andalas University, Padang, West Sumatra in cooperation with Kato Institute.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jcp.v2i1.19

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjabarkan pergulatan pembuatan film horor berupa kelahiran dan perkembangannya pada masa pasca Orde Baru. Film horor pasca Orde Baru mengambil latar perkotaan dan menggunakan tokoh atau sosok profesional, atau pelajar muda dengan wajah yang semakin menarik. Hal ini berbanding terbali dengan film horor sebelumnya, yang menggunakan legenda atau cerita rakyat lokal (lokal). Dalam film horor Pasca Orde Baru, karakter hantu hadir di hadapan publik dalam teror psikologis. Selain itu, hampir seluruh alur cerita, kisah terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat (legenda) kota, atau mitos legenda urban (urban legend). Salah satu film masa ini adalah berjudul, Jelangkung. Film ini menandai maraknya kembali film horor sejak era Reformasi. Gambar-gambar dalam film ini diambil dengan gaya video musik televisi Film horor Indonesia pasca Orde Baru merupakan salinan yang menarik dari perjuangan antara "tradisi" dan "modern", atau antara "alasan" dan "irasionalitas", yang membawa kepercayaan pada hal-hal mistis menjadi bagian dari kehidupan, dan terus tumbuh dalam masyarakat urban yang dianggap modern dan rasional. Kata kunci: Orde Baru, teror psikologis, Jelangkung, tradisi, modern
Urban Legend Kolor Ijo: Konstruksi Ketakutan di Jakarta, 2003-2005 Endi Aulia Garadian
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol 1, No 1 (2022): Vol. 1, No. 1, Juni 2022
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v1i1.26450

Abstract

This study explores the fear of the Jakartan citizen in 2003-2005 caused by the “Kolor Ijo” issue. It deploys local history as an approach by focussing on Cengkareng, one of the areas in Jakarta. However, this study places locality in a broader framework, placing a petite narrative on a grand narrative. Kolor ijo figure is an urban legend who is believed to have a habit of covering and abusing virgin women or girl. The social memory becomes a primary source to reconstruct the fear apart from using sources from the mass media, news on television, and the Kolor Ijo soap opera. As the study conducted by Maurice Halbwachs, social memory becomes important data because it acts as an intermediary between the community and historians who are studying a historical issue at the local level. Furthermore, this research highlights the intersection between the media, gossip, and gossip as a medium that plays an active role in spreading the fear of Kolor Ijo in the people of Jakarta. This study develops an argument where people's fears are manifested in the fabric of daily life through a construction process in such a way that circulates and is amplified by those medium.Studi ini mengeksplorasi ketakutan masyarakat Jakarta pada 2003-2005 yang disebabkan oleh isu “kolor ijo”. Penelitian ini menerapkan sejarah lokal dengan focus ke wilayah Cengkareng, salah satu wilayah di Jakarta. Meski demikian, studi ini tetap meletakkan lokalitas dalam kerangka yang lebih luas, menempatkan narasi kecil pada narasi yang lebih besar. Sosok kolor ijo merupakan legenda kota (urban legend) yang dipercaya punya kebiasaan merudung dan merudapaksa perempuan-perempuan perawan. Dalam merekonstruksi ketakutan ini, memori sosial masyarakat menjadi sumber yang dianalisis secara maksimal, selain penggunaan sumber-sumber dari media massa, pemberitaan di televisi, dan sinetron Kolor Ijo. Sebagaimana kajian yang dilakukan oleh Maurice Halbwachs, memori sosial menjadi data yang penting karena ia menjadi perantara antara masyarakat dengan sejarawan yang sedang mendalami sebuah persoalan sejarah di tingkat lokal. Lebih jauh, riset ini menyoroti interseksi antara media, gossip, dan rumor di masyarakat sebagai wahana yang berperan aktif dalam menyebarkan ketakutan terhadap kolor ijo di tengah masyarakat Jakarta. Studi ini mengembangkan sebuah argumen dimana ketakutan masyarakat mewujud dalam jalinan kehidupan sehari-hari lewat proses konstruksi sedemikian rupa yang bersirkulasi dan diamplifikasi oleh tiga wahana tersebut.
Wisata Urban Legend Cirebon Permana, Candra; Fona, Zahara; Zanuardi, Rizki Fadillah
Journal of Sharia Tourism and Hospitality Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Sharia Tourism and Hospitality
Publisher : Department of Sharia Tourism, Faculty of Islamic Economics and Business UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/jetour.v1i2.28

Abstract

Kekeratonan Cirebon merujuk pada kesultanan atau kerajaan yang terletak di wilayah Cirebon, Jawa Barat, Indoesia. Kesultanan Cirebon memiliki sejarah yang kaya dan panjang, dengan pengaruh dari budaya Jawa, Sunda, Islam, Arab, dan Tionghoa. Kekeratonan Cirebon merupakan salah satu warisan budaya bersejarah di Indonesia. Tujuan di buatnya artikel ilmiah ini untuk mengetahui sejarah dari beberapa daerah di kota Cirebon yang belum terkuak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka dan studi kasus. Adapun instrumennya ialah sumber-sumber terdata, membaca jurnal penelitian dan pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat kami simpulkan bahwa slogan “The Gate Of Secret” bukanlah hanya sebatas kalimat. Tetapi memiliki makna yang sangat berarti jika kita menelusuri setiap sudut-sudut kota Cirebon. “The Gate Of Secret” berarti “Gerbang Rahasia”, yang dapat juga disimpulkan bahwa kota Cirebon merupakan gerbang dari rahasia.
Urban Legend & Seni Tradisi Ceprotan: Warisan Budaya Sebagai Pendidikan Karakter Generasi Anak Wijaya, Yasin Surya
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7187

Abstract

Kajian ini menggali urban legend dalam seni tradisi Ceprotan dan mencari relevansinya dalam pendidikan karakter pada generasi anak. Penelitian dilakukan melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan strategi kasus tunggal. Objek penelitian berupa seni tradisi Ceprotan di Desa Sekar, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Data bersumber dari informan, tempat & peristiwa, juga dokumen/arsip yang dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten. Data diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi sumber data dan review informan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis alir dengan prosedur reduksi data, display, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni tradisi Ceprotan di Desa Sekar merupakan seni budaya lokal yang muncul berdasar urban legend lokal. Ceprotan tidak hanya sekedar upacara tradisi namun didalamnya terkandung nilai filosofi yang secara turun-temurun diwariskan dari generasi ke generasi. Seni tradisi Ceprotan juga relevan apabila dikaitkan dengan pendidikan karakter bagi generasi anak. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kisah, simbol, dan prosesi Ceprotan dapat digunakan sebagai sumber pendidikan karakter anak tentang kejujuran, keberanian, kerja keras, gotong royong, toleransi, spiritualitas, serta rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6