cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal" : 14 Documents clear
Pekerjaan Sosial dengan Anak dan Keluarga Apsari, Nurliana Cipta
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10022

Abstract

Dalam bekerja dengan anak, seorang pekerjasosial harus mendasarkan intervensinya kepadakepentingan terbaik untuk anak. Konteks yang paling dekat dan mempengaruhikehidupan seorang anak, menurut model iniadalah keluarga. Keluarga adalah tempat utamadan pertama dalam kehidupan seorang anak.Sebuah keluarga dapat berarti keluarga besar,keluarga inti, keluarga orang tua tunggal, keluargadengan orang tua yang berbeda suku, agama danras. Keluarga orang tua tunggal pun beragam,ada yang karena bercerai, meninggal atau tidakdiketahui keberadaan salah satu orang tuanya.Hal-hal tersebut menunjukkan betapa keluarga itumengalami dinamika yang sangat tinggi yangdapat mempengaruhi kesejahteraan anak-anakyang diasuh dalam keluarga tersebut.
ASSESSMENT SISTEM SUMBER INDUSTRI KECIL DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Santoso, Meilanny Budiarti
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10023

Abstract

Industri kecil sering kali menghadapi berbagai permasalahan. Persoalan utama yang biasanyadihadapi oleh industri kecil adalah keterbatasan modal dalam artian tidak mempunyai aksesterhadap sumber modal seperti kredit dari perbankan serta terbatasnya akses ke pasar untukmemasarkan hasil industri mereka. Banyak faktor yang dapat menghambat perkembangan industrykecil. Namun, tersimpan berbagai potensi yang membuat industri kecil tetap mampu bertahan,bahkan berkembang dalam situasi krisis. Salah satu potensi yang dimiliki industri kecil adalahkeberadaannya yang berbasis pada komunitas. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yangtelah dilakukan, di mana terungkap bahwa kekuatan atau sumber potensial yang dimiliki oleh parapengusaha industri kecil adalah ketekunan, motivasi dan visi dalam bekerja sehingga dapatmenghasilkan usaha yang mampu bertahan dan bersaing di tengah gejolak krisis dan persainganglobal. Sistem sumber informal yang mereka miliki adalah hubungan-hubungan sosial di antarasaudara, kerabat dan tetangga sehingga membentuk jaringan sosial informal. Sistem sumberformal yang dimanfaatkan oleh sebagian pengusaha adalah Bank, Departemen Kesehatan RI danMajelis Ulama Indonesia (MUI). Koperasi dan asosiasi pedagang merupakan sistem sumberkemasyarakatan yang dapat membantu pengembangan maupun perkembangan usaha.
Comparative Study on Human Development Index (HDI): Indonesia and Bangladesh Context Nulhaqim, Soni Ahmad; Kamrujjaman, M D
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10018

Abstract

The Human Development Index (HDI) is a development indicator since 1990, operated by theUnited Nations Development Programme. Our entitled “Comparative Study on HumanDevelopment Index (HDI): Indonesia and Bangladesh Context” paper will focus oncomparison of both countries situation. In common scenes Indonesia is in advance thanBangladesh but what is the real situation are exist in both countries will be explained by ourstudy. Here we will compare series data (1980-2011) & its trends, value comparison (2011-2012), of two countries. In this paper we have analysis following segments of two countriesnamed Inequality-adjusted HDI(IHDI), Gender Inequality Index (GII), Multidimensional PovertyIndex (MPI) and Cross-Analysis of Indonesia & Bangladesh related to others relevant data like:Demographic Situation, Education Condition, Health Situation, Gender Observation etc. In ourpaper we have used New method for 2011 data onwards that Published on 4 November 2010(and updated on 10 June 2011), starting with the 2011 Human Development Report the HDIcombines three dimensions: A long and healthy life: Life expectancy at birth, Education index:Mean years of schooling and Expected years of schooling, A decent standard of living: GNI percapita (PPP US$). Hopefully this paper will give us a clear idea about two countries currentsocio-economic condition as well.
Tantangan Pekerjaan Sosial di Masa Depan dalam kaitannya dengan Era Marketing 3.0 dan CSR 2.0 Wibowo, Hery -
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10024

Abstract

Berbagai analisis pemasaran mengatakan bahwa saat ini dunia memasuki era Marketing3.0, dimana dunia industri sudah harus memandang individu (konsumen) dianggapsebagai mahluk yang bukan rasional dan emosional, namun juga memiliki kebutuhan danrasa spiritual. Artinya, dibutuhkan sebuah cetak biru baru bagi pemikiran terkait strategipertumbuhan perusahaan. Dengan bahasa yang lain, dapat dikatakan bahwaPerkembangan ini, ternyata selaras dengan perkembangan CSR, yang semakin tidakbersifat charitas semata, namun semakin tergabung dengan grand strategy perusahaan.Kemajuan tersebut, dikenal dengan nama Corporate Social Responsibility 2.0, yaitusebuah semangat untuk memperbaiki segela kekurangan dari strategi CSR sebelumnya.Mengamati perkembangan tersebut, maka sangat perlu kiranya bagi praktisi pekerjaansosial untuk tetap berperan serta aktif dalam perkembangan pemikiran dunia ini. Hal inimengingat bahwa ranah pekerjaan sosial, terutama pekerjaan sosial industri sangat dekatdengan isu perkembangan marketing 3.0 dan CSR 2.0 yang memang berpotensimengubah wajah dunia industri kedepan
PEKERJAAN SOSIAL DALAM SETTING KEBENCANAAN -, Tukino -
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10020

Abstract

Profesi pekerjaan sosial memiliki peranpenting dalam penanggulangan bencanabaik pada saat pra bencana, tanggapdarurat maupun pasca bencana. Padasaat pra bencana, kontribusi pekerjaansosial berfokus pada upaya penguranganrisiko bencana, antara lain melaluikegiatan; peningkatan kesiapsiagaanmasyarakat dan mitigasi dalammenghadapi kemungkinan terjadinyabencana, pemetaan kapasitasmasyarakat, dan melakukan advokasi keberbagai pihak terkait kebijakanpenanggulangan bencana. Pada saattanggap darurat, pekerjaan sosialmembantu pemulihan kondisi fisik danpenanganan psikososial dasar bagi korbanbencana. Pada saat pasca bencana,pekerjaan sosial melakukan upayapemulihan kondisi psikologis korbanbencana, khususnya mengatasi traumadan pemulihan kondisi sosial, sertapengembangan kemandirian korbanbencana.
KEARIFAN LOKAL,KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN PENANGANAN BENCANA Raharjo, Santoso Tri
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10021

Abstract

Masyarakat Indonesia kaya akan beragam bencana alam yang seringkali terjadi, namundibalik itu semua juga kaya sumber-sumber lokal dalam upaya mengatasi kehidupantermasuk mengatasi bencana alam tersebut. Kesadaran untuk mengangkat dan menggalikembali pengetahuan lokal atau kearifan budaya lokal adalah karena kemajuan ekonomidan sosial masyarakat dunia sekarang telah diiringi oleh pelbagai kerusakan lingkungan.Pembelajaran dan penggalian terhadap sumber-sumber kearifan budaya lokal (indigenous) menjadi penting dan menguat dalam dekade belakangan ini. Pekerjaan sosial perlumemahami beragam sumber lokal yang telah lama tumbuh dan berkembang dalammasyarakat, sebagai alternatif upaya penanganan masalah sosial masa kini dan masamendatang.
PEKERJAAN SOSIAL DALAM SETTING KEBENCANAAN Tukino, Dr. Drs. Tukino, M.Psi
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.945 KB) | DOI: 10.24198/share.v3i2.11736

Abstract

Indonesia telah dinyatakan sebagai salahsatu negara paling rawan bencana.Menurut International Strategy for DisasterReduction (ISDR), Indonesia mendudukiurutan ke-7 di antara negara-negara yangrawan bencana. Kenyataan terusmenunjukkan bagaimana Indonesia tetaprentan terhadap bencana baik yangdisebabkan oleh alam seperti gempa bumi,tsunami, gunung meletus dan lainnyamaupun non alam seperti banjir, penyakitmenular, kebakaran hutan dan lainnya,serta bencana sosial berupa konflik sosialdi berbagai daerah.
Comparative Study on Human Development Index (HDI): Indonesia and Bangladesh Context Soni Ahmad Nulhaqim; M D Kamrujjaman
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10018

Abstract

The Human Development Index (HDI) is a development indicator since 1990, operated by theUnited Nations Development Programme. Our entitled “Comparative Study on HumanDevelopment Index (HDI): Indonesia and Bangladesh Context” paper will focus oncomparison of both countries situation. In common scenes Indonesia is in advance thanBangladesh but what is the real situation are exist in both countries will be explained by ourstudy. Here we will compare series data (1980-2011) & its trends, value comparison (2011-2012), of two countries. In this paper we have analysis following segments of two countriesnamed Inequality-adjusted HDI(IHDI), Gender Inequality Index (GII), Multidimensional PovertyIndex (MPI) and Cross-Analysis of Indonesia & Bangladesh related to others relevant data like:Demographic Situation, Education Condition, Health Situation, Gender Observation etc. In ourpaper we have used New method for 2011 data onwards that Published on 4 November 2010(and updated on 10 June 2011), starting with the 2011 Human Development Report the HDIcombines three dimensions: A long and healthy life: Life expectancy at birth, Education index:Mean years of schooling and Expected years of schooling, A decent standard of living: GNI percapita (PPP US$). Hopefully this paper will give us a clear idea about two countries currentsocio-economic condition as well.
Tantangan Pekerjaan Sosial di Masa Depan dalam kaitannya dengan Era Marketing 3.0 dan CSR 2.0 Hery - Wibowo
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10024

Abstract

Berbagai analisis pemasaran mengatakan bahwa saat ini dunia memasuki era Marketing3.0, dimana dunia industri sudah harus memandang individu (konsumen) dianggapsebagai mahluk yang bukan rasional dan emosional, namun juga memiliki kebutuhan danrasa spiritual. Artinya, dibutuhkan sebuah cetak biru baru bagi pemikiran terkait strategipertumbuhan perusahaan. Dengan bahasa yang lain, dapat dikatakan bahwaPerkembangan ini, ternyata selaras dengan perkembangan CSR, yang semakin tidakbersifat charitas semata, namun semakin tergabung dengan grand strategy perusahaan.Kemajuan tersebut, dikenal dengan nama Corporate Social Responsibility 2.0, yaitusebuah semangat untuk memperbaiki segela kekurangan dari strategi CSR sebelumnya.Mengamati perkembangan tersebut, maka sangat perlu kiranya bagi praktisi pekerjaansosial untuk tetap berperan serta aktif dalam perkembangan pemikiran dunia ini. Hal inimengingat bahwa ranah pekerjaan sosial, terutama pekerjaan sosial industri sangat dekatdengan isu perkembangan marketing 3.0 dan CSR 2.0 yang memang berpotensimengubah wajah dunia industri kedepan
PEKERJAAN SOSIAL DALAM SETTING KEBENCANAAN Tukino - -
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10020

Abstract

Profesi pekerjaan sosial memiliki peranpenting dalam penanggulangan bencanabaik pada saat pra bencana, tanggapdarurat maupun pasca bencana. Padasaat pra bencana, kontribusi pekerjaansosial berfokus pada upaya penguranganrisiko bencana, antara lain melaluikegiatan; peningkatan kesiapsiagaanmasyarakat dan mitigasi dalammenghadapi kemungkinan terjadinyabencana, pemetaan kapasitasmasyarakat, dan melakukan advokasi keberbagai pihak terkait kebijakanpenanggulangan bencana. Pada saattanggap darurat, pekerjaan sosialmembantu pemulihan kondisi fisik danpenanganan psikososial dasar bagi korbanbencana. Pada saat pasca bencana,pekerjaan sosial melakukan upayapemulihan kondisi psikologis korbanbencana, khususnya mengatasi traumadan pemulihan kondisi sosial, sertapengembangan kemandirian korbanbencana.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue