cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi" : 36 Documents clear
Status periodontal pelajar umur 12 – 14 tahun di SMP Negeri 2 Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Sompie, Grace M. M.; Mintjelungan, Christy N.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13767

Abstract

Abstract: The growth and developmemental process of adolescence to the adult stage is marked by the presence of physiological and hormonal changes as well as mental and mindset maturity. Adolescents should aware of the needs of dental and oral hygiene in order to prevent the occurence of periodontal diseases. This study aimed to obtain the periodontal status of students aged 12-14 years at SMP Negeri 2 Ranoyapo South Minahasa. This was a descriptive study with a cross sectional design. There were 64 students obtained by using total sampling method. Community Periodontal Index of Treatment Needs (CPITN) was evaluated on them. The results showed that of 64 students aged 12-14 years, 8 had (12.5%) healthy periodontal tissue (Score 0); 3 (4.6%) had gingival bleeding without calculus (score 1); 44 (68.7%) had gingival bleeding associated calculus (Score 2); 9 (14.0%) had periodontal pockets sized 3.5-5.5 mm; and no one had periodontal pocket sized >5.5 mm. Conclusion: Based on CPITN evaluation, most of the students at SMP Negeri 2 Ranoyapo South Minahasa showed gingival bleeding associated with calculus.Keywords: periodontal status, youth, CPITNAbstrak: Proses tumbuh kembang dari masa remaja sampai ke tahap dewasa ditandai dengan adanya perubahan fisiologis dan hormonal serta kematangan mental dan pola pikir. Anak remaja seharusnya memiliki kesadaran terhadap kebutuhan kebersihan gigi dan mulut guna untuk mencengah terjadinya penyakit periodontal, karena itu jika anak remaja kurang kesadaran terhadap kebersihan gigi dan mulut akan memiliki resiko terhadap penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status periodontal pelajar umur 12-14 tahun di SMP Negeri 2 Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan dengan subjek penelitian sebanyak 64 orang yang diperoleh dengan metode total sampling. Community Periodontal Index Treatment Needs (CPITN) dievaluasi pada setiap subyek. Hasil penelitian menunjukkan dari 64 subyek penelitian, skor CPITN tertinggi sebanyak 43 orang (67,2%) yang mengalami perdarahan gingiva disertai kalkulus dan skor CPITN terendah yaitu 4 orang (6,2%) yang mengalami perdarahan gingiva tidak disertai kalkulus. Simpulan: Penilaian status periodontal dengan CPITN mendapatkan sebagian besar pelajar mengalami perdarahan gingival disertai kalkulus.Kata kunci: status periodontal, remaja, CPITN
Uji daya hambat ekstrak biji kopi robusta (Coffea robusta) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis secara in vitro Tilaar, Vilani A. M.; Kaseke, Marie M.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13491

Abstract

Abstract: Enterococcus faecalis is commonly found in the root canal especially in failing treated root canal. These bacteria is resistant against many antibacterials. Recently, natural antibacterials have been developed as alternative antibacterials particularly for oral infection such as Robusta coffee seed extract (Coffea robusta) which contains antibacterial compounds (caffeine, volatile acid, and phenol). This study aimed to obtain the inhibition ability of Robusta coffee seed extract against growth of Enterococcus faecalis in vitro. This was a true experimental study with a post test only control group design. This study used agar diffusion method with well modified technique with 5 times of repetitions. The positive control was chlorhexidine 2% and the negative control was aquades. The results showed that Robusta coffee seed extract could inhibit the growth of Enterococcus faecalis with an average diameter of inhibition zone of 13.8 mm.Keywords: enterococcus faecalis, coffea robustaAbstrak: Enterococcus faecalis sering ditemukan di dalam saluran akar terutama yang gagal terhadap perawatan. Bakteri ini telah resisten terhadap banyak bahan antibakteri. Saat ini telah banyak dikembangkan bahan antibakteri alami sebagai alternatif pengobatan antibakteri khususnya untuk infeksi rongga mulut, yaitu antara lain kopi robusta (Coffea robusta) yang mengandung senyawa antibakteri (kafein, asam volatil, dan fenol). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak biji kopi robusta terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis secara in vitro. Jenis penelitian ialah eksperimental murni (true experimental design) dengan post test only control grup design. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar dengan teknik sumuran. Pengulangan dilakukan sebanyak lima kali. dengan kontrol positif chlorhexidine 2% dan kontrol negatif aquades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi robusta (Coffea robusta) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis dengan rerata diameter zona hambat 13,8 mm.Kata kunci: Enterococcus faecalis, Coffea robusta
Gambaran status kebersihan gigi dan mulut pada pengidap HIV/AIDS di Yayasan Batamang Plus Manado Putrawan, I Putu G.E.; Suling, Pieter L.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14162

Abstract

Abstract: Human immunodeficiency virus (HIV) is a virus that attacks the immunity system. Poor oral hygiene could be a major risk of opportunistic infections because HIV weaken the immune system capability to fight and cure any kind of infections. This study was aimed to obtain the dental health status of patients with HIV/AIDS at Yayasan Batamang Plus Manado by using Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). The OHI-S index according to Green and Vermilion is an evaluation by adding the total score of Debris Index (DI) and Calculus Index (CI). This was a descriptive study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using purposive sampling technique. There were 30 people as respondents in this study. The result showed that the average of OHI-S score was 2.2 which was categorized as fair according to WHO. Conclusion: The oral hygiene status of patients with HIV/AIDS at Yayasan Batamang Plus Manado was categorized as fair.Keywords: human immunodeficiency virus, oral hygiene. Abstrak: Human immunodeficiency virus (HIV) ialah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Buruknya status kebersihan gigi dan mulut dapat mengakibatkan rentannya infeksi oportunistik pada rongga mulut karena virus HIV melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut pada pengidap HIV/AIDS di Yayasan Batamang Plus Manado yang dinilai dengan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). Indeks OHI-S menurut Green dan Vermillion merupakan penjumlahan Debris Index (DI) dan Calculus Index (CI). Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kebersihan gigi dan mulut pengidap HIV/AIDS di Yayasan Batamang Plus Manado sebesar 2,2, yang menurut kategori WHO termasuk kategori sedang. Kata kunci: human immunodeficiency virus, kebersihan gigi dan mulut
Hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan jaringan periodontal pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Manembo-nembo Bitung Lestari, Dian P.; Wowor, Vonny N.S.; Tambunan, Elita
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13926

Abstract

Abstract: Oral health is very important because it can influence our daily activities and other parts of the body. Periodontal disease occurs in the supporting structures of teeth that can cause tooth loose as well as tooth loss. The relationship between periodontal disease and some systemic diseases such as type 2 diabetes mellitus (T2DM) is increasing over the past years. Public knowledge of T2DM and the relationship of this disease and periodontal disease is still poor. This study was aimed to obtain the relationship between the level of knowledge of oral and dental health and the status of periodontal tissues in patients of T2DM. This was a descriptive analytical study with a cross-sectional design. This study was conducted at RSUD Manembo-nembo Bitung. Respondents were 65 patients of T2DM who completed the questionnaires and their periodontal status were examined. The results showed that 52.3% of patients had unvaforable category of knowledge of dental and oral health and 83.1% had periodontal status in gingivitis category. The chi-square test showed a p value of 0.001 (p <0.05). Conclusion: There was a significant relationship between the level of knowledge of oral dan dental health and the periodontal status of T2DM patients at RSUD Manembo-nembo Bitung.Keywords: the level of, periodontal status, type 2 diabetes mellitus Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena hal ini bisa menyebabkan gangguan aktifitas sehari-hari, bahkan mengganggu kesehatan tubuh lainnya. Penyakit periodontal mengenai jaringan pendukung gigi yang dapat menyebabkan gigi goyang bahkan tanggal. Hubungan antara penyakit periodontal dan beberapa penyakit sistemik seperti diabetes melitus tipe 2 (DMT2) meningkat beberapa tahun ini, salah satunya akibat rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tersebut dan hubungan dengan penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dan status jaringan periodontal pada penyandang DMT2. Jenis penelitian yaitu deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di RSUD Bitung dengan responden berjumlah 65 penyandang DMT2, yang diperiksa status periodontal dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai kesehatan gigi dan mulut dalam kategori kurang baik sebesar 52,3% dengan status periodontal yaitu kategori gingivitis sebesar 83,1%. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan nilai p = 0,001 (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status periodontal pada penyandang DMT2 di RSUD Manembo-nembo Bitung. Kata kunci: tingkat pengetahuan, status periodontal, DMT2
Kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea Massie, Nikita S. W.; Wowor, Vonny N. S.; Tendean, Lydia
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13651

Abstract

Abstract: A qualified life is the hope of every elderly, which means that they can enjoy they elderly life happily. Tooth loss can cause dysfunction that affect the quality of life. Well-made denture can replace the missing teeth and restore the dysfunction. This study aimed to obtain the life quality of elderly at Kecamatan Wanea. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population in this study consisted of elderly as many as 329 people that used dentures. The total samples were 77 respondents obtained by using purposive sampling method. This study was carried out at Kecamatan Wanea from February till August 2016. OHIP 14 quitionary was used as the instrument in this study. The life quality measurement score showed that the functional limitation dimension was 151.5; physical disability dimension was 140; psychical disability dimension was 106; social disability dimension was 99.5; hampered dimension was 102.5; and life quality measurement score was 122.7. Conclusion: The life quality of elderly using dentures at Kecamatan Wanea was quite good.Keywords: life quality, elderly, denture user.Abstrak: Hidup yang berkualitas merupakan sesuatu yang diinginkan lansia sehingga bisa menikmati masa tua dengan penuh makna, membahagiakan, dan berguna. Kehilangan gigi dapat menimbulkan gangguan fungsi yang berpengaruh pada kualitas hidup. Gigi tiruan yang dibuat dengan baik untuk menggantikan gigi yang hilang dapat memulihkan fungsi yang terganggu, dan akan berdampak pada kualitas hidup penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini ialah lansia yang memakai gigi tiruan sebanyak 329 orang. Sampel berjumlah 77 lansia yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan di Kecamatan Wanea pada bulan Febuari sampai dengan Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner OHIP 14. Hasil penelitian menunjukkan skor pengukuran kualitas hidup berdasarkan dimensi keterbatasan fungsi sebesar 151,5; dimensi rasa sakit fisik sebesar 148; dimensi ketidaknyamanan psikis sebesar 112; dimensi ketidakmampuan fisik sebesar 140; dimensi ketidakmampuan psikis sebesar 106; dimensi ketidakmampuan sosial sebesar 99,5; dimensi keterhambatan sebesar 102,5; dan skor pengukuran kualitas hidup sebesar 122,7. Simpulan: Kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea umumnya tergolong baik.Kata kunci: kualitas hidup, lansia, pengguna gigi tiruan
Hubungan periodontitis dengan penyakit jantung koroner pada pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Ticoalu, Jolanda P.; Kepel, Billy J.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14222

Abstract

Abstract: Periodontitis is one of the factors causing systemic disease. It is often associated with increasing signs of inflammation and it is also an indicator of the risk factors of coronary heart disease (CHD). Infection of periodontal structures can accelerate the form of atherosclerosis that causes coronary heart disease due to systemic inflammation through the release of endotoxins, proteins, or acute phase reactors. This was a case control analytical study with a cross sectional design conducted at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from August to September 2016. There were 40 respondents (20 CHD patients and 20 non-CHD patients) obtained by using total sampling method. Periodontal disease indexes of the samples were evaluated by using periodontal disease index of Ramfjord 1959. The Chi-square test showed a p value of 0.01. Conclusion: There was a significant relationship between periodontitis and coronary heart disease in patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. Keywords: periodontitis, Coronary Heart Disease (CHD) Abstrak: Periodontitis merupakan salah satu faktor penyebab penyakit sistemik. Pada periodontitis sering didapatkan peningkatan tanda-tanda inflamasi yang juga merupakan salah satu indikator dari faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK). Infeksi struktur periodontal dapat mempercepat pembentukan aterosklerosis yang menjadi penyebab PJK dengan cara menimbulkan inflamasi sistemik melalui pelepasan endotoksin, protein, atau reaktor fase akut. Jenis penelitian ialah analitik menggunakan case control dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada bulan Agustus sampai September 2016. Terdapat 40 responden (20 pasien PJK dan 20 pasien non PJK) diperoleh dengan menggunakan metode total sampling. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran indeks penyakit periodontal menggunakan pengukuran PDI Ramfjord 1959. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan nilai p=0,01 (0,01<0,05) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara periodontitis dengan PJK pada pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara periodontitis dengan penyakit jantung koroner pada pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.Kata kunci: periodontitis, penyakit jantung koroner (PJK)

Page 4 of 4 | Total Record : 36