cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kultivasi
ISSN : 14124718     EISSN : 2581138X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Kultivasi diterbitkan oleh Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Agustus, dan Desember. Kultivasi mempublikasikan hasil penelitian dan pemaparan ilmiah dari para dosen dan peneliti di bidang budidaya tanaman. Bidang kajian yang dipublikasikan jurnal ini diantaranya adalah agronomi, pemuliaan tanaman, ilmu gulma, teknologi benih, teknologi pasca panen, ilmu tanah, dan proteksi tanaman.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2019)" : 12 Documents clear
Respons pertumbuhan dan hasil tanaman hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) terhadap kombinasi jarak tanam dan jenis pupuk kandang di dataran medium Sukasari, Sumedang Ruminta Ruminta; Tati Nurmala; Aep Wawan Irwan; Yakup Antonius Surbakti
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.152 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.22436

Abstract

Sari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jenis pupuk kandang yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman hanjeli (Coix Lacryma-jobi L.). Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Desember 2015 hingga bulan Mei 2016 di desa Sindangsari, Sukasari, Sumedang. Lokasi penelitian memiliki ketinggian ± 800 m di atas permukaan laut (dpl) termasuk tipe iklim C3 menurut klasifikasi Oldemann. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari sembilan perlakuan dengan tiga kali ulangan, sehingga total terdapat 27 petak percobaan, yaitu  jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang ayam 5 ton/ha, jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang kambing 5 ton/ha, jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang sapi 5 ton/ha, jarak tanam 50 x 75 cm + pupuk kandang ayam 5 ton/ha, jarak tanam 50 x 75 cm + pupuk kandang kambing 5 ton/ha, jarak tanam 50 x 75 cm + pupuk kandang sapi 5 ton/ha, jarak tanam 50 x 100 cm + pupuk kandang ayam 5 ton/ha, jarak tanam 50 x 100 cm + pupuk kandang kambing 5 ton/ha, jarak tanam 50 x 100 cm + pupuk kandang sapi 5 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh jarak tanam dan jenis pupuk kandang terhadap indeks luas daun, bobot kering akar, dan bobot biji per rumpun. Secara keseluruhan perlakuan jarak tanam 50 x 75 cm + pupuk kandang ayam memberikan pengaruh lebih baik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan jumlah malai per rumpun.Kata Kunci: Hanjeli, jarak tanam, pupuk kandang  Abstract. The objectives of this experiment were to obtain the best of Plant Spacing and Manure Type for growth and yield of job’s tears. This experiment was conducted from Desember 2015 to May 2016 at Sukasari Sumedang. Location of experiment have altitude of about ± 800 metres above sea level and climate type was C3 (Oldemann climate type). Experimental design used randomized block design (RBD), that consisted of nine treatments with three replications, so there are 27 experimental plots. The treatments were plant spacing 50 x 50 cm + chicken manure 5 ton/ha, plant spacing 50 x 50 cm + goat manure 5 ton/ha, plant spacing 50 x 50 cm + cow manure 5 ton/ha, plant spacing 50 x 75 cm + chicken manure 5 ton/ha, plant spacing 50 x 75 cm + goat manure 5 ton/ha, plant spacing 50 x 75 cm + cow manure 5 ton/ha, plant spacing 50 x 100 cm + chicken manure 5 ton/ha, plant spacing 50 x 100 cm + goat manure 5 ton/ha, plant spacing 50 x 100 cm + cow manure 5 ton/ha. The result of this research showed that plant spacing and manure type affected leaf area index, root dry weight, and seed weight. Plant spacing 50 x 75 cm + chicken manure 5 ton/ha gave a better effect on plant height, the number of leaves, number of tillers, and number of panicles.Keywords: Job’s tears, plant spacing, manure
Pengaruh komposisi media tanam dan waktu aplikasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang (Solanum tuberosum L.) G2 kultivar medians di dataran medium Jatinangor Jajang Sauman Hamdani; Tessa Prima Dewi; Wawan Sutari
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.638 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.21617

Abstract

Sari. Kentang termasuk jenis sayuran komersial bernilai tinggi yang dapat dijadikan sebagai pangan alternatif. Rendahnya ketersediaan benih kentang  dapat berpengaruh terhadap produksi kentang. Terbatasnya lahan penanaman kentang di dataran tinggi sehingga diperlukan ekstensifikasi di dataran medium melalui rekayasa media tumbuh dan hormon tumbuh yang bisa mengurangi efek negatif penanaman kentang di dataran medium.  Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara komposisi media tanam dengan waktu aplikasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang G2 kultivar Medians di dataran medium Jatinangor. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama adalah komposisi media tanam dan faktor kedua adalah waktu aplikasi zat pengatur tumbuh sitokinin dan paclobutrazol. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi komposisi media tanam dengan waktu aplikasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang G2. Komposisi media tanah, kompos, arang sekam, dan cocopeat (perbandingan ( ) 1:1:1:1) menunjukkan tinggi tanaman, luas daun, bobot kering tanaman, jumlah ubi dan bobot ubi per tanaman tertinggi. Waktu aplikasi 20 hari setelah tanam (HST) sitokinin dan 40 HST paclobutrazol dapat menekan tinggi tanaman namun menghasilkan jumlah ubi dan bobot ubi per tanaman tertinggi. Kata Kunci: kentang, media, sitokinin, paclobutrazol, dataran  Abstract. Potatoes are a high-value commercial vegetable that can be used as an alternative food. The low availability of potato seeds affect potato production. The limited area of potatoes in the highlands caused extensification in the medium land is needed through engineering of growing media and growth hormones. It probably can reduce the negative effects of planting potatoes on the medium lands of Jatinangor. The experiment was carried out at the Ciparanje Station, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Jatinangor. The experiment was using Randomized Block Design with factorial treatment.  The first factor was the growing media compositions, while the second factor was the times of growth regulating substances application. The experimental results showed that there was no interaction effect of the growing media compositions and times of growth regulating substances application to growth and yield of the G2 potato seed. Compositions of soil, compost, husk charcoal, and cocopeat (1:1:1:1) showed plant height, leaf area, dry weight, numbers of tubers, and weights of tubers per plant were higher than other treatments. The times of application 20 days after planting (DAP) cytokinin and 40 DAP paclobutrazol suppressed plant height, however it produce numbers and weights of tubers per plant were higher. Keywords: potatoes, growing media, cytokinin, paclobutrazol, medium land

Page 2 of 2 | Total Record : 12