cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Info Persadha
ISSN : 14121956     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Librarianship, Information.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2008)" : 6 Documents clear
Internet, budaya baca baru, Dan tantangan bagi perpustakaan Subagyo, Paulus Ari
Info Persadha Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.677 KB)

Abstract

Hadirnya internet di Indonesia sebenarnya ironis secara ekonomis dan kultural. Internet masih merupakan barang mahal, apalagi budaya baca masyarakat Indonesia juga masih rendah. Namun, kehadiran internet di Indonesia merupakan keniscayaan yang tak terelakkan sehingga internet perlu dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana dan sumber belajar, sebagaimana buku.Internet telah melahirkan budaya maya (cybercultures). Sebagai sarana dan sumber belajar, internet pun melahirkan budaya baca baru dengan empat ”modus”, yakni (1) membaca di layar komputer (screen-reading), (2) mampu memahami gejala multisemiotis (banyak tanda), (3) memiliki kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris, dan (4) memiliki keberaksaraan digital (digital literacy).            Seturut dengan ”modus” budaya baca baru itu, muncul tantangan-tantangan bagi pengelolaan perpustakaan, yaitu (1) penyediaan fasilitas terutama yang berorinetasi cyber, (2) pengembangan layanan, serta (3) penciptaan kultur belajar. 
Fungsionalisasi pustakawan swasta Harsana, Lasa
Info Persadha Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.508 KB)

Abstract

Dalam rangka pengembangan bidang dan tugas, perlu dilakukan pembinaan jabatan struktural dan jabatan fungsional. Jabatan struktural bersifat manajerial yang memerlukan keahlian tersendiri. Sedangkan jabatan fungsional memerlukan ilmu pengetahuan/knowledge, keahlian/skill, kemitraan/corporateness,    kemandirian, dan tanggungjawab/responsibility.            Jabatan fungsional pustakawan bergerak di bidang informasi yang hasil kerjanya sangat diperlukan oleh pejabat-pejabat fungsional lain. Sebab pustakawan melaksanakan tugas dalam bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, dan informasi. Ketiga elemen ini diperlukan oleh para pengambil keputusan/policy maker, pendidik, tenaga medis, penegak hukum, pranata komputer, maupun pekerja sosial di sektor formal maupun di sektor nonformal.            Perkembangan jabatan fungsional pustakawan di Indonesia masih       mengalami berbagai kendala antara lain kurang dipahaminya makna profesi dan fungsional pustakawan, rendahnya image masyarakat, masalah administrasi, kurang pembinaan, dan kurang perhatian lembaga yang bersangkutan. Untuk itu perlu adanya sosialisasi dan pembinaan terus-menerus, berkesinambungan, dan terarah untuk meningkatkan eksistensi pustakawan.
Uji ketergunaan situs web jaringan perpustakaan asosiasi perguruan tinggi Katolik di Indonesia (APTIK) bagi mahasiswa yang sedang menulis skripsi pada tahun akademik 2006/2007 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Suparmo, Paulus Mamok
Info Persadha Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.47 KB)

Abstract

Situs web Jaringan Perpustakaan APTIK (JP APTIK) adalah salah satu penyedia informasi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa universitas anggota APTIK yang sedang mengerjakan skripsi. Situs web JP APTIK perlu dievaluasi agar menjadi situs web yang semakin bermanfaat optimal bagi mahasiswa penulis skripsi. Salah satu cara mengevaluasi situs web JP APTIK  adalah melakukan penelitian uji ketergunaan atau usability testing.            Penelitian uji ketergunaan situs web JP APTIK ini untuk mengetahui tingkat ketergunaan situs web JP APTIK, mengidentifikasi masalah yang ditemui pengguna, dan mengetahui  perubahan yang harus dilakukan pada situs web JP APTIK.            Sepuluh peserta (participants) dipilih untuk melakukan uji ketergunaan. Kesepuluh peserta diminta mengerjakan soal, diwanwancarai dan diamati perilakunya pada saat uji ketergunaan berlangsung. Perekaman proses uji ketergunaan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Camtasia Studio 4 dan alat perekam suara. Data yang diperoleh dianalisis untuk memperoleh kesimpulan penelitian.            Hasil penelitian yang diperoleh ialah bahwa lima menu halaman awal situs web JP APTIK merupakan menu yang mudah digunakan. Kemudahan dipelajari ditunjukkan dari langkah benar yang dilakukan pada saat mengakses situs, pemahaman istilah menu, dan respon situs.            Ditemukan juga bahwa terdapat ketidaksinkronan beberapa  informasi di situs web JP APTIK. Selain itu beberapa istilah  menu dan bahasa disusulkan oleh peserta uji untuk diubah.
Internet, budaya baca baru, Dan tantangan bagi perpustakaan Paulus Ari Subagyo
Info Persadha Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya internet di Indonesia sebenarnya ironis secara ekonomis dan kultural. Internet masih merupakan barang mahal, apalagi budaya baca masyarakat Indonesia juga masih rendah. Namun, kehadiran internet di Indonesia merupakan keniscayaan yang tak terelakkan sehingga internet perlu dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana dan sumber belajar, sebagaimana buku.Internet telah melahirkan budaya maya (cybercultures). Sebagai sarana dan sumber belajar, internet pun melahirkan budaya baca baru dengan empat modus, yakni (1) membaca di layar komputer (screen-reading), (2) mampu memahami gejala multisemiotis (banyak tanda), (3) memiliki kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris, dan (4) memiliki keberaksaraan digital (digital literacy). Seturut dengan modus budaya baca baru itu, muncul tantangan-tantangan bagi pengelolaan perpustakaan, yaitu (1) penyediaan fasilitas terutama yang berorinetasi cyber, (2) pengembangan layanan, serta (3) penciptaan kultur belajar.
Fungsionalisasi pustakawan swasta Lasa Harsana
Info Persadha Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka pengembangan bidang dan tugas, perlu dilakukan pembinaan jabatan struktural dan jabatan fungsional. Jabatan struktural bersifat manajerial yang memerlukan keahlian tersendiri. Sedangkan jabatan fungsional memerlukan ilmu pengetahuan/knowledge, keahlian/skill, kemitraan/corporateness, kemandirian, dan tanggungjawab/responsibility. Jabatan fungsional pustakawan bergerak di bidang informasi yang hasil kerjanya sangat diperlukan oleh pejabat-pejabat fungsional lain. Sebab pustakawan melaksanakan tugas dalam bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, dan informasi. Ketiga elemen ini diperlukan oleh para pengambil keputusan/policy maker, pendidik, tenaga medis, penegak hukum, pranata komputer, maupun pekerja sosial di sektor formal maupun di sektor nonformal. Perkembangan jabatan fungsional pustakawan di Indonesia masih mengalami berbagai kendala antara lain kurang dipahaminya makna profesi dan fungsional pustakawan, rendahnya image masyarakat, masalah administrasi, kurang pembinaan, dan kurang perhatian lembaga yang bersangkutan. Untuk itu perlu adanya sosialisasi dan pembinaan terus-menerus, berkesinambungan, dan terarah untuk meningkatkan eksistensi pustakawan.
Uji ketergunaan situs web jaringan perpustakaan asosiasi perguruan tinggi Katolik di Indonesia (APTIK) bagi mahasiswa yang sedang menulis skripsi pada tahun akademik 2006/2007 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Paulus Mamok Suparmo
Info Persadha Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situs web Jaringan Perpustakaan APTIK (JP APTIK) adalah salah satu penyedia informasi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa universitas anggota APTIK yang sedang mengerjakan skripsi. Situs web JP APTIK perlu dievaluasi agar menjadi situs web yang semakin bermanfaat optimal bagi mahasiswa penulis skripsi. Salah satu cara mengevaluasi situs web JP APTIK adalah melakukan penelitian uji ketergunaan atau usability testing. Penelitian uji ketergunaan situs web JP APTIK ini untuk mengetahui tingkat ketergunaan situs web JP APTIK, mengidentifikasi masalah yang ditemui pengguna, dan mengetahui perubahan yang harus dilakukan pada situs web JP APTIK. Sepuluh peserta (participants) dipilih untuk melakukan uji ketergunaan. Kesepuluh peserta diminta mengerjakan soal, diwanwancarai dan diamati perilakunya pada saat uji ketergunaan berlangsung. Perekaman proses uji ketergunaan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Camtasia Studio 4 dan alat perekam suara. Data yang diperoleh dianalisis untuk memperoleh kesimpulan penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh ialah bahwa lima menu halaman awal situs web JP APTIK merupakan menu yang mudah digunakan. Kemudahan dipelajari ditunjukkan dari langkah benar yang dilakukan pada saat mengakses situs, pemahaman istilah menu, dan respon situs. Ditemukan juga bahwa terdapat ketidaksinkronan beberapa informasi di situs web JP APTIK. Selain itu beberapa istilah menu dan bahasa disusulkan oleh peserta uji untuk diubah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6