cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2016)" : 5 Documents clear
PRINSIP KASIH SAYANG: PRINSIP BERBAHASA YANG MEMARTABATKAN ANAK Sony Christian Sudarsono
Sintesis Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i2.919

Abstract

Berbahasa dengan anak memiliki kekhasan tersendiri sehingga prinsip-prinsip berbahasa dalam kajian pragmatik seperti Prinsip Kerja Sama, Prinsip Kesopanan, dan Prinsip Belas Kasih perlu disesuaikan dengan kekhasan bahasa untuk anak. Oleh karena itu, ditawarkanlah Prinsip Kasih Sayang yang merupakan paduan ketiga prinsip berbahasa tersebut dan yang sudah disesuaikan untuk kondisi anak. Prinsip Kasih Sayang memiliki empat maksim, yaitu (i) maksim simpleksitas, (ii) maksim kepositifan, (iii) maksim kejujuran, dan (iv) maksim kenyamanan. Perumusan prinsip ini merupakan bagian dari usaha memartabatkan anak.Kata kunci: bahasa anak, prinsip berbahasa, prinsip kasih sayang, pragmatik.
SAPAAN DALAM BAHASA MANGGARAI DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Maria Angelina Sartika
Sintesis Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i2.920

Abstract

Dalam artikel ini disajikan hasil penelitian tentang sapaan dalam bahasa Manggarai di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hal yang dibahas adalah (i) jenis sapaan dalam bahasa Manggarai berdasarkan referen yang ditunjuknya dan (ii) faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan sapaan dalam bahasa Manggarai. Dari penelitian, ditemukan bahwa sapaan dalam bahasa Manggarai berdasarkan referannya dapat dibedakaan atas sapaan hubungan kekerabatan, sapaan profesi dan jabatan, sapaan nama diri, dan sapaan kata ganti. Adapun faktor yang mempengaruhi penggunaan sapaan dalam bahasa Manggarai adalah faktor perbedaan profesi dan jabatan, perbedaan status sosial, perbedaan jenis kelamin, perbedaan keakraban, perbedaan usia/umur, dan perbedaan hubungan kekerabatan.
PENGULANGAN KATA DALAM BAHASA DAYAK SEBERUANG DI SEKUBANG, KECAMATAN SEPAUK, KALIMANTAN BARAT Biata Nursianti
Sintesis Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i2.922

Abstract

Tulisan ini membahas pengulangan kata dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat. Ada dua hal yang dibahas, yaitu jenis-jenis dan makna pengulangan kata dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat lima jenis pengulangan dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat, (1) pengulangan seluruh, (2) pengulangan sebagian, (3) pengulangan dengan variasi fonem, (4) pengulangan yang berkombinasi dengan pengimbuhan, (5) pengulangan progresif, dan (6) pengulangan regresif. Pengulangan sebagian dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang, kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat terdiri atas pengulangan sebagian dengan awalan te- dan pengulangan sebagian dengan awalan be-. Pengulangan yang berkombinasi dengan pengimbuhan dalam bahasa Dayak Seberuaang di Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat, yaitu imbuhan bah atau lah dalam bahasa Indonesia. Pengulangan dalam bahasa Dayak Seberuang menimbulkan berbagai macam makna, yaitu (1) banyak, (2) jamak, (3) bermacammacam, (4) perihal yang disebut pada bentuk dasar, (5) berstatus sebagai, (6) agak, (7) berulangkali, dan (8) saling.Kata kunci: pengulangan kata, jenis kata ulang, makna kata ulang.
NAMA-NAMA KAMPUNG BERUNSUR OK DALAM BAHASA NGALUM KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG, PAPUA W. Yuventus Opki
Sintesis Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i2.923

Abstract

Tulisan ini membahas nama-nama kampung yang berunsur OK dalam bahasa Ngalum di Pegunungan Bintang, Papua. Ada tiga hal yang dibahas dalam tulisan ini, yaitu (i) sejarah, letak gegografis, serta letak demografis Suku Ngalum, (ii) nama-nama kampung yang berunsur OK dalam bahasa Ngalum, dan maksud atau fiolosofi nama-nama kampung yang berunsur OK dalam bahasa Ngalum. Berikut ini disajikan hasil penelitiannya. Proses penamaan kampung dalam berunsur OK dalam bahasa suku Ngalum selalu diikuti dengan proses penciptaan serta kisa-kisah peristiwa melalu cerita folklor dan diikuti sesuai dengan fenomena alam yang terjadi di seluruh wilayah atau daerah di Pegunungan Bintang. Nama-nama kampung yang berunsur Ok dalam bahasa Ngalum, yakni Oksibil, Okaom, Okbape, Oksop, Oksebang, Okbab, Okmakot, Okmabil, Okatem, Okbon, Okdenom, Okbon, Oksirka, Okbemtaru, Okyop, Oklip, Oknangul, Okiwur, Oktasin, Oksapmin, dan Okdenom. Makna filosofi yang dapat disimpulkan bahwa Ok berfilosofi pada kehidupan manusia alam, dan pengetahuan. Oleh karena itu, Ok atau air selalu dimaknai sebagai sumber kesuburan dan kehidupan dengan menyebutnya sebagai Muk dan Ok.Muk berarti susu kehidupan. Ok melambangkan suatu identitas klen dan symbol hakikat kehidupan itu sendiri karena Ok mendatangkan dan menciptakan kehidupan yang hakiki, yakni kesuburan hidup bagi manusia, tumbuhan, tanaman, dan ternak serta menciptakan pembaharuan, kesejukan, perdamaian, keselamatan, kesucian, ketenangan, ketabahan, ketentraman, kedewasaan, dan nilai-nilai hidup.Kata kunci: penamaan, OK, bahasa Ngalum, Papua.
NEGASI DALAM BAHASA IBAN Maria Magdalena Sinta Wardani; Zhang Huiye
Sintesis Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i2.918

Abstract

This article aims to describe the form and types of negation in the Iban language. The study was conducted in Semunying Jaya, District Jagoi Babang Bengkayang, West Kalimantan during September 2015. The data was collected by observation, interview, record, and notes. The researchers analyze the data by agih method with the basic techniques such as direct dividing element technique and advanced technique of deletion (Sudaryanto, 2015:50). The form of negation in Iban language is formulated and presented informally. The results showed that the negation in the Iban language is a basic form and free morpheme. The word used as a marker of negation is ndak no, ukai not, bedau not yet, nadai none, ngai not want, and anang dont. The type of negation contained in Iban language is the negation assertions, perfective negation, imperfective negation, negation of existence, negative refusal, and negative imperative.Keywords: negation, negative sentences, Iban language

Page 1 of 1 | Total Record : 5