cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
SAPAAN DALAM BAHASA DAYAK TOMUN DI DESA SEKOBAN, KECAMATAN LAMANDAU, KABUPATEN LAMANDAU, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Nicki Pratama
Sintesis Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v12i2.1900

Abstract

Artikel ini membahas sapaan dalam Bahasa Dayak Tomun di Desa Sekoban, Kecamatan Lamandau,Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah. Artikel ini mendeskripsikan (i) jenis-jenis sapaandan (ii) konteks penggunaan sapaan dalam bahasa Dayak Tomun di Desa Sekoban. Dalam penelitianini ditemukan dua jenis sapaan, yaitu sapaan kekerabatan dan sapaan nonkekerabatan. Sapaankekerabatan dibedakan berdasarkan pertalian langsung (hubungan darah) dan pertalian tidaklangsung (hubungan perkawinan). Sapaan nonkekerabatan dikelompokan menjadi lima jenis sapaan,yaitu (1) sapaan berdasarkan pekerjaan, (2) sapaan berdasarkan jasa dan pengaruh (3) sapaanberdasarkan usia, (4) sapaanberdasarkan keakraban, (5) sapaan berdasarkan kemahiran dalambidang tertentu. Konteks penggunaan sapaan dalam bahasa Dayak Tomun di Desa Sekoban dibagimenjadi enam konteks yaitu (1) konteks epistemis berdasarkan pengetahuan tradisi penutur danlawan tutur, (2) konteks sosial, (3) konteks fisik dan sosial, (4) konteks kekerabatan, (5) kontekskeakraban dan (6) konteks usia.
REGISTER SIKAP DAN GERAKAN DALAM TARI KERAKYATAN JARAN KEPANG PAGUYUBAN SARI UTOMO JUNGGUL BANDUNGAN Saras Setyowati
Sintesis Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v12i2.1901

Abstract

Artikel ini membahas register gerakan dalam tari kerakyatan jaran kepang yang berjudul TlatahSuci Wahyu Shima oleh Paguyuban Sari Utomo Junggul, Kecamatan Bandungan yang ditampilkandalam acara Festival Segara Gunung V di Sekatul, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada tahun2017. Ada tiga hal yang dibahas, yaitu (i) hal-hal yang melatarbelakangi, (ii) pengelompokan istilahgerakan, dan (iii) pemaknaan gerakan pada tari kerakyatan jaran kepang yang berjudul TlatahSuci Wahyu Shima oleh Paguyuban Sari Utomo Junggul, Kecamatan Bandungan yang ditampilkandalam acara Festival Segara Gunung V di Sekatul, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada tahun2017. Dari hasil penelitian, dapat dibuat istilah gerak tari dalam suatu glosarium atau kamus keciltentang gerakan-gerakan tari. Pemaknaan gerak tari mununjukkan bahwa setiap gerak tari dapatdiketahui maknanya sesuai dengan bentuk atau sikap pada gerakan yang ditarikan.
JENIS DAN FUNGSI GAYA BAHASA KIASAN PADA LIRIK LAGU BAND NAIF DAN PAYUNG TEDUH Anastasia Tita Pratiwi
Sintesis Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v12i2.1902

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan jenis gaya bahasa kiasan dan fungsi gaya bahasa kiasan pada lirik laguNaif dan Payung Teduh. Ditemukan bahwa lirik lagu band Naif dan Payung Teduh menggunakangaya bahasa kiasan, yaitu (i) personifikasi, (ii) simile atau persamaan, (iii) metafora, dan (iv) ironi.Selain itu, fungsi gaya bahasa kiasan pada lirik lagu band Naif dan Payung Teduh adalah (i)memperindah lirik lagu, (ii) menyembunyikan sesuatu, (iii) menciptakan suasana tertentu, (iv)mempunyai tujuan untuk membujuk, mengingatkan, atau meyakinkan, dan (v) menyindir
MAKIAN DALAM BAHASA MANGGARAI DIALEK COLOL MANGGARAI TIMUR Ranus, Maria Julmitri Grey Wendardins
Sintesis Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v12i2.1903

Abstract

Artikel ini membahas makian dalam bahasa Manggarai dialek Colol Manggarai Timur di desa Colol,Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Artikelini mendeskripsikan (i) sejarah masyarakat Manggarai, keadaan geografis, penduduk, dan keadaanbahasa Manggarai, (ii) jenis-jenis makian menurut referennya dalam bahasa Manggarai dialek CololManggarai Timur, (iii) faktor-faktor yang memengaruhi makian dalam bahasa Manggarai dialekColol Manggarai Timur. Ditemukan ada sebelas jenis makian dalam bahasa Manggarai dialek CololManggarai Timur di desa Colol, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur,Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu (i) makian yang menunjuk pada binatang, (ii) makian yangmenunjuk pada tubuh binatang, (iii) makian yang menunjuk pada sikap atau watak jelek manusia,(iv) makian yang menunjuk pada bagian tubuh manusia, (v) makian yang menunjuk pada mahlukhalus, (vi) makian yang menunjuk pada pekerjaan nista, (vii) makian yang menunjuk pada bendamati, (viii) makian yang menunjuk pada keadaan tertentu, (ix) makian yang menunjuk pada hubunganseksual, (x) makian yang menunjuk pada warna kulit, (xi) makian yang menunjuk pada ukuranbadan. Terdapat empat faktor yang memengaruhi penutur bahasa Manggarai dialek Colol ManggaraiTimur menggunakan makian, yaitu (i) menunjukkan keakraban, (ii) mengungkapkan emosi, (iii)menghina, dan menciptakan kesetaraan sosial.
TINDAK TUTUR DALAM LIRIK LAGU BERTOPIK PENDIDIKAN KARYA MARJINAL DALAM ALBUM TERMARJINALKAN TAHUN 2003 A.K. Ari Prayogi
Sintesis Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v12i2.1904

Abstract

Artikel ini membahas tindak tutur dalam lirik lagu bertopik pendidikan karya Marjinal dalam albumTermarjinalkan tahun 2003, yaitu Belajar Sama-sama dan Mahakebo. Dalam lagu BelajarSama-sama, Marjinal menyoroti pandangan masyarakat mengenai pendidikan. Dalam laguMahakebo, Marjinal menyoroti gelar pendidikan hanya sebagai fomalitas. Tujuan tuturannyaadalah memperluas pemahaman mengenai pendidikan bahwa tempat belajar adalah di segala tempatdan semua orang bisa mengajarkan ilmu dan pengalamannya sehingga bisa juga disebut guru.Terdapat 4 tindak tutur langsung literal, 1 tindak tutur tidak langsung literal, dan satu tindak tuturtidak langsung literal pada Belajar Sama-sama. Lagu Mahakebo berfokus pada gelar pendidikanyang hanya sebagai formalitas. Tujuan tuturannya adalah menyadarkan bahwa pendidikan bukanhanya formalitas dan formalitas seperti itu harus dipertanyakan. Terdapat lima tindak tutur langsungliteral, satu tindak tutur tidak langsung literal, dua tindak tutur langsung tidak literal, dan satutindak tutur tidak langsung literal pada Mahakebo.

Page 1 of 1 | Total Record : 5