cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2013)" : 5 Documents clear
REFLEKSI TRAGEDI 1965 DALAM NOVEL AMBA KARYA LAKSMI PAMUNTJAK: SEBUAH PENDEKATAN HISTORIS Antonius Hendrianto
Sintesis Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i2.1010

Abstract

Artikel ini mengkaji hubungan antara sejarah dan sastra yang melahirkan refleksi tragedi 1965 dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak dengan pendekatan historis menggunakan teori Georg Lukacs. Hubungan tersebut dapat ditemukan dengan membaca historical authenticity, historical faithfulness, dan authenticity of local colour. Kajian ini menunjukkan fungsi realitas historis di dalam novel. Pembebasan masyarakat dari tawanan masa lalu yang kelam adalah implikasi sosial yang diharapkan dari novel Amba.Kata kunci : Pendekatan historis, Tragedi 1965, Historical authenticity, Historical faithfulness, authencity of local colour, Refleksi
CITRA DIRI PEREMPUAN DALAM ANTOLOGI PUISI PEREMPUAN PENYAIR INDONESIA TERKINI KARTINI 2012: SEBUAH PENDEKATAN SEMIOTIKA Diana Mariska Yakomina Jago
Sintesis Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i2.1011

Abstract

Penelitian tentang Citra Diri Perempuan dalam Antologi Puisi Perempuan Penyair Indonesia Terkini Kartini 2012 Sebuah Pendekatan Semiotika bertujuan untuk memberikan manfaat secara psikologi sosial bagi pengarang perempuan di Indonesia saat ini. Penelitian ini sebagai bentuk apresiasi terhadap banyaknya karya pengarang perempuan yang mengangkat topik mengenai citra diri dan eksistensi wanita dalam kaitannya dengan Tuhan, alam, dan sesama. Penelitian ini dilakukan secara studi pustaka dengan memadukan teori citra diri perempuan dan teori semiotika menurut A. Teeuw. Hasil penelitian ini memaparkan kaitan antar kode bahasa, kode sastra, dan kode budaya. Penelitian ini mejelaskan mengenai citra diri pengarang perempuan dalam antologi puisi Perempuan Penyair Indonesia Terkini Kartini 2012 dan kode bahasa, kode sastra, dan kode budaya dalam kaitannya dengan citra diri wanita dalam antologi puisi Perempuan Penyair Indonesia Terkini Kartini 2012. Kode-kode semiotik A.Teuuw saling berkaitan. Kode bahasa merupakan sistem kode primer, kode sastra merupakan sistem kode sekunder dan kode budaya merupakan aplikasi sistem kode primer dan sekunder. Tanpa adanya bahasa, sebuah karya sastra tidak akan terwujud dan tersebar melalui kebudayaan masyarakat tertentu.Kata kunci : Citra diri, Puisi, Semiotika, A. Teeuw
MANTRA BAHASA DAYAK BENUAQ: STUDI TENTANG JENIS, PROSES RITUAL, DAN GAYABAHASA Yorensius Y.
Sintesis Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i2.1012

Abstract

Mantra merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang terdapat pada suku-suku bangsa di Indonesia. Suku Dayak Benuaq, salah satu sub-suku Dayak, juga memiliki mantra. Bagi masyarakat suku Dayak Benuaq, mantra memiliki dua fungsi, yaitu fungsi magis dan fungsi religius. Dalam penelitian ini, peneliti akan meneliti mantra suku Dayak Benuaq yang biasanya digunakan dalam ritual pengobatan orang sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis-jenis mantra pengobatan suku Dayak Benuaq beserta proses ritualnya dan juga memamparkan gaya bahasa yang digunakan pada mantra pengobatan Dayak Benuaq.Terdapat dua rumusan masalah dalam penelitian ini. Apa saja jenis-jenis mantra pengobatan suku Dayak Benuaq serta bagaimana proses ritualnya? Gaya bahasa apa saja yang digunakan pada mantra pengobatan Dayak Benuaq? Peneliti melakukan penelitian di Desa Besiq, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Propinsi Kalimantan Timur. Dari penelitian ini ditemukan tujuh belas jenis mantra pengobatan pada suku Dayak Benuaq yang terdiri dari dua puluh empat teks mantra. Proses ritual dari setiap mantra berbeda-beda tergantung dari syarat-syarat yang dimiliki oleh mantra tersebut. Kemudian, terdapat dua gaya bahasa dalam mantra pengobatan suku Dayak Benuaq. Gaya bahasa tersebut adalah gaya bahasa perulangan dan gaya bahasa kiasan.Kata kunci : Mantra, Bahasa Dayak Benuaq, Jenis mantra, Struktur mantra.
STRUKTUR, MAKNA, DAN FUNGSI MANTRA HINDU-JAWA Desmond Sekarbatu A.
Sintesis Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i2.1013

Abstract

Tulisan ini berisi hasil kajian tentang struktur, makna, dan fungsi mantra Hindu Jawa. Dengan mengkaji mantra secara struktur, makna dan fungsi, dipercaya mantra akan lebih dapat dimengerti tidak hanya sebagai sebuah bacaan yang terkesan mistis, tetapi juga memiliki unsur estetis dan pelajaran kehidupan.Kata Kunci : Mantra, Truktur, Makna, Fungsi.
PERJALANAN PASCAKOLONIAL DALAM TAMASYA DENGAN PERAHU BUGIS KARYA ZUBER USMAN Christopher Allen Woodrich
Sintesis Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i2.1009

Abstract

During the colonial period journeys were acts of conquest, attempts to create order by limiting the world through which one passed by what could be seen and charted. Postcolonial journeys, however, seek the freedom offered by a delimited environment and use it as a site of resistance against an oppressive power. An early Indonesian example, although by no means the earliest, can be found in ZuberUsmans Tamasya dengan Perahu Bugis. Written in 1943, during the Japanese occupation, the short story details a mans trip from Surabaya to Makassar. Although it remains presented in colonial terms, the story offers postcolonial techniques, including an emphasis on the journey itself and the possibility of an unending journey, rendering the colonial techniques used a replay of the colonial journey. Through this, the story succeeds in sending a message that the Japanese overlords were unable to completely subjugate the Indonesian people through colonisation: chaos is still possible.Key words : Zuber Usman, Pascakolonial, Perjalanan pascakolonial

Page 1 of 1 | Total Record : 5