cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widya Dharma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2016)" : 16 Documents clear
ANALISIS PEMBELAJARAN LITERASI PADA BUKU PAKET KELAS 1 DALAM KURIKULUM 2013 Juwono, Ignatius Darma
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7811.993 KB)

Abstract

Performa siswa Indonesia di berbagai studi perbandingan antar negara relatif rendah. Progress in International Reading Literacy Study (pIRLS), yang dilakukan pada tahun 2011 menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar Indonesia menempati peringkat keempat dari bawah dari 50 negara yang berpartisipasi. Siswa Indonesia lebih dapat mengingat fakta dan bacaan dan kurang dapat mengintegrasikan ide-ide yang tertuang dalam bacaan, meskipun nilai untuk kemampuan mengingat ini masih di bawah nilai titik tengah. Hal ini cukup bertentangan dengan falcta bahwa pembelajaran membaca telah menjadi bagian utama dari kurikulum Indonesia dan diajarkan mulai dari kelas I sekolah dasar dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pengajaran dalam kurikulum Indonesia sejalan dengan perkembangan Iiterasi dari murid.Literasi adalah kemampuan untuk memahami dan menarik kesimpulan dan suatu bacaan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengembangan Iiterasi diterjemahkan dalam buku paket kurikulum 2013 untuk siswa kelas I SO. Empat buku paket kelas 1 dianalisis dan dibandingkan dengan perkembangan komponen literasi siswa. Analisis komparatif menunjukkan bahwa kurikulum Indonesia kurang dalam melatihkan kesadaran fonologi serta memben kesempatan bagi siswa terlibat dalam aktivitas membaca yang dibimbing maupun mernbaca mandiri. Saran untuk guru kelas pertarna yang meningkatkan pengajaran ini kemudian dibahas.
KETERBACAAN WACANA BUKU TEKS EKSPRESI DIRI DAN AKADEMIK UNTUK SMK DENGAN GRAFIK FRY, TES KLOS, DAN SMOG: STUDI KASUS DI SMK N 1 CILACAP DAN SMK N 4 YOGYAKARTA Widbaryanto, B.; Dewi, Risbe Purnama; Krismawati, Septiana
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6161.983 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan rnengetabui keterbacaan wacana buku teks "Ekspresi Diri" dan "Akadernik" terbitan Kemendikbud tabun 2014. Urgensi penelitian ini adalah (I) memberikan informasi tingkat keterbacaan buku teks kepada para guru dan (2) para guru dalam pernbelajaran dapat rnernilih metode pembelajaran teks yang sesuai untuk siswanya.Formula yang digunakan untuk uji keterbacaan adalah Grafik Fry, res Idos, dan SMOG. Melalui ketiga formula itu dapat diketabui tingkat keterbacaan wacana dari dua buku teks yang dikaji. Selain itu, sejurnlah wacana yang relevan untuk dipergunakan dalam pernbelajaran di SMK dapatdirekomendasikan. Penelitian ini berlokasi di SMK Negeri I Cilacap dan SMK Negeri 4 Yogyakarta. Pemilihan SMK ini didasarkan pada fakta bahwa kedua sekolah tersebut menjadi sekolah percontohan penggunaan Kurikulum 20 J3. Selain itu, karakteristik sekolah tersebut cenderung memiliki kesamaan. Kesamaannya adalah (J) sekolah dipandang berkualitas karena jumlah pelllinatnya sangat banyak, dan (2) jumlahparalel kelas dan kelas vokasional cukup banyak. Penelitian ini tennasuk jenis penelitian kasus, dan paduan antara deskripsi kuantitatif dan kualitatif. HasH penelitian menunjukkan babwa ada wacana yang sesuai dan ada wacana yang kurang sesuai jika diberikan pada siswa SMK.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI DALAM MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI INKLUSIVITAS SISWA-SISWI KATOLIK DI SMU NEGERI YOGYAKARTA Dwi A., Alexander Hendra
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8799.833 KB)

Abstract

1\!juan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) sudah membantu siswa-siswi Katolik di SMU Negeri Yogyakarta untuk mengembangkan nilai-nilai inklusivitas di dalam diri mereka. Nilai-nilai inklusivitas yang diteliti mencakup aspekkognitif (awareness), aspek afektif dan aspek praksis alau dialog. Penelitian ini berbentuk survey dengan mengajukan kuesioner sebanyak 45 items kepada siswa-siswi Katolik yang berisikan pernyataan-pernyalaan dari ketiga aspek inklusivitas tersebul. Sampel penelitian ini adalah 33 siswa-siswi Katolik di SMU Negeri I dan SMU Negeri 2 Sleman, Yogyakarta. Selain menggunakan kuesioner, penelitian ini juga menggunakan metode wawancara, yakni kepada Kepala Sekolah, Guru Agama Katolik dan responden. Hasil penelitian menunjukkan: (I) siswasiswi belum memiliki kesadaran pentiugnya mengembangkan dan mewujudkan nilai-nilai inklusivitas; (2) PAK di SMU kurang dapat membimbing siswa-siswi untuk mengembangkan nilai-nilai inklusivitas, terutama dalam aspek praksis; (3) keteladanan orang tua, tokoh-tokoh agama dan masyarakat serta kearifan lokal dalam budaya setempat lebih membantu siswasiswi mengembangkan nilai-nilai inklusivitas daripada mala pelajaran PAK. Rekomendasi yang diberikan penulis dalam penelitian ini bahwa PAK perin didukung dengan adanya kultur sekolah yang inklusif yang menjamin terbentuknya relasi lintas iman yang mengembangkan nilai-nilai inklnsivitas siswa-siswi.
DESIGNING TASK-BASED INTERMEDIATE LISTENING MATERIALS FOR ELESP OF SANATA DHARMA UNIVERSITY Lasut, Patricia Angelina
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4536.112 KB)

Abstract

Jntermediate Listening adalah salah satu mata kuliah wajih yang diherikan kepada para mahasiswa semester kedua di Program Studi Pendidikan Bahasa Ioggris di Universitas Sanata Dharma. Mata kuliah ini akan melatih keterampilan menyimak mereka untuk mempersiapkan para mahasiswa mengbadapi mata kuliah menyimak lanjutan yang akan mereka ambil di semester mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk membekali mahasiswa keterarnpilan menyimak tingkat menengah guna mempersiapkan mereka untuk mata kuliah menyimak tingkat lanjut yang akan mereka peroleh di semester yang lehill tinggi. Penelitian ini akan mendesain materi pembelajaran berbasis tugas untuk mata kuLiab Intermediate Listening menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan. Materi yang didesainakan berguna untuk meningkatkan keterampilan mendengarkanmahasiswa.
IDENTIFYING LEARNING AND TEACHING MODELS ACCORDING TO DRIYARKARA Winarti, Eny
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4490.756 KB)

Abstract

Driyarkara is recognized as an important person for his contribution to education. He is known to be one of the founders of Sanata Dharma University and was the first rector. He is also considered to be the first modern Indonesian philosopher. Unfortunately, despite his contribution, not many people know much about him. In Sanata Dharma, his name is often mentioned, but few people discuss his philosophy and contributions. For this reason, this study was intended to identifY Driyarkara's models for education and the manifestation of his thought in his teaching. To fulfill this purpose, document studies were implemented. The results of the study revealed that he was the follower of progressive education. His thought was also reflected not only in his teaching, but also in his relation with the people in education field around him who were.
PENGARUH PROGRAM PPKMB TERHADAP KESADARAN DIRI, KESADARAN BELAJAR. CITA-CITA, PERSAHABATAN DAN KEGEMBIRAAN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN FISII Suparno, Paul
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7296.152 KB)

Abstract

Mahasiswa Pendidikan Fisika Semester I, USD, pada TA 2015-2016, mendapatkan program pembinaan kepribadian dan pembelajaran PPKMB yang dilakukan selama satu semester dengan bahan gabungan dari program Universitas dan ballan dari FKIP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumbangan program PPKMB terhadap tingkat kesadaran diri,kesadaran belajar, cita-cita, persahabatan, dan kegembiraan pada mahasiswa Pendidikan Fisika, semester I tersebut. Sampelnya adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Fisika semester I yang beljumlah 47 orang. Treatmen yang digunakan adalah pendampingan mahasiswa dengan program PPKMB. Secara umum acara pendampingan itu dilakukan sebagaiberikut: pendamping memberikan peugantar ten tang bahan, mahasiswa memikirkan dan merefieksikan secara pribadi, dilanjutkan sharing dalam kelompok kecil, dan wakil dari tiap kelompok mengungkapkan dalam pleno apa yang dialamidan diperoleh. Instrurnen yang digunakan berupa kuesioner, catatan lapangan, dan lembar kerja mahasiswa. Data dianalisissecara statistik untuk melihat tingkat masing-masing unsur dan perkembangan yang teljadi, sedangkan data kualitatif dianalisis secara kualitatif. Hasilnya rnenunjukkan bahwa tingkat kesadaran diri, cita-cita, dan persahabatan dengan ternan tinggi; kesadaran belajar cukup; tingkat kesadaran diri dan kesadaran belajar rnereka mengalami perkembangan dari bulan pertama ke bulan ketiga; serta mabasiswa gembira belajar di USD.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR) PADA MATAPELAJARAN PPKn TERHADAP KESADARAN SISWAAKAN NILAI KEDISIPLINAN, CINTA TANAH AIR, GLOBALISASI, DAN DEMOKRASI Wahana, Paulus; Mayasari, Elisabeth Desiana
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7560.84 KB)

Abstract

Sebagai pendidikan nilai dan moral PPKn membantu siswa dalam mengembangkan kesadarannya akan nilai-nilai yang termuat dalam hal yang menjadi obyek pembabasannya. Siswa diharap dapat menemukan, merasakan, serta memabami nilai yang termuat dalam hal atau obyek yang sedang dibabas, diharapkan siswa merniliki kepekaan untuk merasakan nilai-nilai bagi hidupnya, mernikirkan dengan benar dalam usaba mewujudkan nilai-nilai yang memang menjadi tujuan bagi bidupnya, dan akhiroya diharapkan siswa mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan uotuk bertindak secara moral dapat dipertanggungjawabkan mewujudkan nilai-nilai yang telab ditemukan tersebut. Dalam rangka mengembangkan kesadaran siswa akan nilai-nilai melalui pembelajaran PPKn, peneliti menerapkan model pembelajaran paradigm a pedagogi reflektif pada Siswa SD Kelas II, Kelas 111, Kelas IV dan Siswa SD Kelas V. Pengguoaan model pembelajaran pedagogi reflektif, berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai kedisiplinan untuk siswa kelas II, kesadaran siswa akan nilai cinta tanab air untuk siswa kelas III, kesadaran siswa akan nilai globalisasi untuk siswa kelas IV, dan kesadaran siswa akan nilai demokrasi untuk siswa kelas V. Hal itu ditunjukan pada hasil analisis statistik bahwaada kenaikan rata-rata kesadaran siswa akan nilai-nilai tersebutdari pre-test ke post-test secara signifikan, (p = 0,000 < a =0,05).
KESULITAN-KESULITAN PESERTA PENDIDIKAN DAN LATmAN PROFESI GURU BK MEMPEROLEH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL DITINJAU DARI JENJANG SEKOLAH DAN MASA KERJA Hastuti, M.M. Sri; Sinaga, Juster Donal
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8078.815 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi kesulitankesulitan guru BK SMP dan SMAIK berlatar pendidikan SI Bimbingan dan Konseling memperolch kompetensi pedagogik dan profesional dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru BK (pLPG) pada tabun 2014 di Rayon 38 Yogyakarta yang di selenggarakan pada gelombang 7 dan 10. Kesulitan-kesulitan ituditinjau dari jenjang sekolah dan masa kerja. Data dikumpulkan melalui Kuesioner Kesulitan Peserta PLPG berbentuk skala Likert (koefisien reliabilitas Cronbach Alpha 0.908). Hasil penelitian menunjukkan, pertama, perolehan kompetensi pedagogik dan profesional bagi mayoritas guru BK berada pada tingkat: (a) sedang untuk 39,5% peserta gelombangke-7 dan 42,1% peserta gelombang ke-IO (b) sedang untuk sebagian besar guru BK SMP (63,2%) dan guru BK SMAIK (21,1%) (e) sedang untuk sebagian besar guru BK SMP dan SMAIK (63,2%), dengan masa kerja 0- IO tabun, sedang untuk sebagian guru BK (15,8% ) dengan masa kerja 11-20 tahun, dan sebagian kecil guru BK (5,3 %) dengan masa kerja 20-31 tabun. Kedua, perolehan untuk sebagian besar kompetensi profesional (pengembangan program BK, bimbingan k1asikal dan konseling individual, pemberian layanan BK dan evaluasi program BK) itu tidak mudah, dan penelitian tindakan BK itu mudah. Ketiga, perolehan kompetensi pcdagogik, khususnya pemahaman individu, itu mudah.
ANALISIS PEMBELAJARAN LITERASI PADA BUKU PAKET KELAS 1 DALAM KURIKULUM 2013 Ignatius Darma Juwono
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performa siswa Indonesia di berbagai studi perbandingan antar negara relatif rendah. Progress in International Reading Literacy Study (pIRLS), yang dilakukan pada tahun 2011 menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar Indonesia menempati peringkat keempat dari bawah dari 50 negara yang berpartisipasi. Siswa Indonesia lebih dapat mengingat fakta dan bacaan dan kurang dapat mengintegrasikan ide-ide yang tertuang dalam bacaan, meskipun nilai untuk kemampuan mengingat ini masih di bawah nilai titik tengah. Hal ini cukup bertentangan dengan falcta bahwa pembelajaran membaca telah menjadi bagian utama dari kurikulum Indonesia dan diajarkan mulai dari kelas I sekolah dasar dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pengajaran dalam kurikulum Indonesia sejalan dengan perkembangan Iiterasi dari murid.Literasi adalah kemampuan untuk memahami dan menarik kesimpulan dan suatu bacaan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengembangan Iiterasi diterjemahkan dalam buku paket kurikulum 2013 untuk siswa kelas I SO. Empat buku paket kelas 1 dianalisis dan dibandingkan dengan perkembangan komponen literasi siswa. Analisis komparatif menunjukkan bahwa kurikulum Indonesia kurang dalam melatihkan kesadaran fonologi serta memben kesempatan bagi siswa terlibat dalam aktivitas membaca yang dibimbing maupun mernbaca mandiri. Saran untuk guru kelas pertarna yang meningkatkan pengajaran ini kemudian dibahas.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI DALAM MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI INKLUSIVITAS SISWA-SISWI KATOLIK DI SMU NEGERI YOGYAKARTA Alexander Hendra Dwi A.
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1\!juan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) sudah membantu siswa-siswi Katolik di SMU Negeri Yogyakarta untuk mengembangkan nilai-nilai inklusivitas di dalam diri mereka. Nilai-nilai inklusivitas yang diteliti mencakup aspekkognitif (awareness), aspek afektif dan aspek praksis alau dialog. Penelitian ini berbentuk survey dengan mengajukan kuesioner sebanyak 45 items kepada siswa-siswi Katolik yang berisikan pernyataan-pernyalaan dari ketiga aspek inklusivitas tersebul. Sampel penelitian ini adalah 33 siswa-siswi Katolik di SMU Negeri I dan SMU Negeri 2 Sleman, Yogyakarta. Selain menggunakan kuesioner, penelitian ini juga menggunakan metode wawancara, yakni kepada Kepala Sekolah, Guru Agama Katolik dan responden. Hasil penelitian menunjukkan: (I) siswasiswi belum memiliki kesadaran pentiugnya mengembangkan dan mewujudkan nilai-nilai inklusivitas; (2) PAK di SMU kurang dapat membimbing siswa-siswi untuk mengembangkan nilai-nilai inklusivitas, terutama dalam aspek praksis; (3) keteladanan orang tua, tokoh-tokoh agama dan masyarakat serta kearifan lokal dalam budaya setempat lebih membantu siswasiswi mengembangkan nilai-nilai inklusivitas daripada mala pelajaran PAK. Rekomendasi yang diberikan penulis dalam penelitian ini bahwa PAK perin didukung dengan adanya kultur sekolah yang inklusif yang menjamin terbentuknya relasi lintas iman yang mengembangkan nilai-nilai inklnsivitas siswa-siswi.

Page 1 of 2 | Total Record : 16