cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
ISSN : 20881886     EISSN : 25800663     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2020)" : 14 Documents clear
ANALISIS DAMPAK PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP GURU DAN PESERTA DIDIK PERSPEKTIF TEORI ETIKA Imam
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak ditetapkannya Covid 19 menjadi pandemi dan isu global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di seluruh dunia, sejak itu pula Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan melaksanakan pembelajaran secara online, setelah surat edaran dikeluarkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan.Keputusan ini mengejutkan seluruh civitas akademika MAN Bangkalan, terutama guru dan siswa. Kegiatan belajar yang harus dilakukan secara tiba-tiba dan pertama tentu saja mengalami banyak kendala. Di antaranya adalah lemahnya pemahaman guru dan siswa terhadap pembelajaran online, minimnya akses dan persiapan. Secara etis, pembelajaran ini membutuhkan kajian secara khusus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak-dampakpembelajaran jarak jauh atau pembelajaran online terhadap guru dan siswa dan analisisnya berdasarkan teori etika Teleologi; Egosime dan utilitarianisme. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi serta dilengkapi dengan survei (wawancara online).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran online memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlanjutan proses belajar mengajar di MAN Bangkalan. Di antara dampaknya adalah materi yang disampaikan tidak maksimal dan sulit diakses oleh siswa secara optimal, menguras banyak energi dan pikiran, membuat guru dan siswa merasa bosan dan malas karena harus berada di rumah dan minimnya monitoring. Tinjauan analisis dampak pembelajaran online ini berdasarkan teori etika egoisme menyebutkan, pembelajaran online bertujuan kamaslahatan bersama bukan karena ego pribadi, sehingga dinilai kurang baik. Sedangkan menurut etika utilitarianisme dapat dilihat dari dua sisi. Secara umum, pembelajaran online di MAN Bangkalan tidak memberikan banyak manfaat bagi guru dan siswa, sehigga dinilai kurang baik, tetapi jika pembelajaran online dikaitkan dengan situasi tertentu, seperti adanya pandemic Covid 19, maka dapat memberikan banyak manfaat, karena cara ini adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh untuk kelangsungan pembelajaran.
RELEVANSI EPISTEMOLOGI, JIWA DAN AKAL DALAM PERSPEKTIF IBNU THUFAIL Shofiyatul, Nisa
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Islam merupakan hasil pemikiran para filsuf yang membahas tentang kemanusiaan, ketuhanan, kenabian, dan alam yang dilandasi oleh Al-Quran dan hadis sebagai suatu aturan yang logis dan sistematis. Dalam pemikiran filsafat Islam tersebut memadukan antara wahyu dengan akal, akidah dengan hikmah, agama dengan filsafat. Dalam filsafat Islam banyak terdapat tokoh-tokoh, salah satu diantaranya yaitu Ibnu Thufail. Beliau memiliki disiplin ilmu yang sangat tinggi dalam berbagai bidang. Selain beliau ahli dalam berfilsafat, Ibnu Thufail juga ahli dibidang yang lainnya, seperti ilmu kedokteran, matematika, astronomi, dan sebagai seorang penyair yang handal. Dalam penyampaian ilmu mengenai filsafat, Ibnu Thufail menggunakan metode berkomunikasi lewat kisah yang sangat menarik, agar orang-orang awam lebih mudah memahami apa yang telah disampaikan Ibnu Thufail tersebut. Tokoh Ibnu Thufail memiliki beberapa pemikiran, seperti metafisika, jiwa, fisika, epistimologi, dam rekonsiliasi. Dalam pemikiran epistimologi Ibnu Thufail menjelaskan bahwa pengalaman dapat dilihat dari pengetahuan indrawi. Kemudian pemikiran mengenai jiwa merupakan seorang makhluk yang tinggi martabatnya.
MEMBEDAH PEMIKIRAN IKHWAN AL-SAFA TENTANG SINERGI SAINS DAN AGAMA Ivani, Muhammad; PS, Alaika M. Bagus Kurnia
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pandangan dunia modern, sains selalu terpisah dengan agama. Sains merupakan ilmu yang bersifat ilmiah, sementara agama bersifat non-ilmiah berasal dariTuhan. Sains dapat di cari keberadaan nya dengan cara sebuah penelitian terhadap sesuatu. Sementara agama sudah tercantum dalam suatu rangkaian tulisan yaitu kitab suci yang memuat firman-firman Tuhan. Dari sini terjadilah pengecualian dengan pemisahan antara sains dengan agama. Penelitian ini menjelaskan tentang hubungan antara ilmu pengetahuan atau sains dengan agama menurut sebuah kelompok filosof di daerah Timur yakni Ikhwan al-Safa. Dalam pemikiran Ikhwan al-SafaSains dan agama adalahdua aspek Ketuhanan yang memiliki kesamaan dalam tujuan tertinggi yaitu Tuhan yang Maha Esa.
GENEALOGI CAROK DI MADURA; PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL Azis, Abd; AR, Zaini Tamin; Muksin
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kaca mata hukum, carok adalah kriminalitas yang harus didera pidana. Dalam perspektif nilai-nilai etika, “tradisi” ini jelas adalah sesuatu yang tercela. Namun, bagi sebagian orang Madura, carok adalah penegakan harga diri dan penyelamatan kehormatan. Penelitian ini berupaya menganalisis genealogi carok pada masyarakat Madura. Dengan metode kualitatif dan kerangka baca fenomenologis dan psikologi sosial, penelitian ini mengungkapkan temuan bahwa: Pertama, bagi masyarakat Madura, carok adalah wujud tanggung jawab individu dan keluarga Madura dalam mengembalikan pranata sosial ke keadaaan semula, setelah dirusak oleh orang lain lewat perbuatan melecehkan dan mempermalukan. Kedua, pelaku mengalami tekanan baik dari dalam diri, lingkungan keluarga maupun lingkungan sosialnya. Hal ini disebabkan karena kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi. Dorongan id yang besar dan tuntutan super ego yang belum terselesaikan, menyebabkan pelaku berada dalam ketidakberdayaan, mengalami keletihan emosi dan kecenderungan pada pribadi yang depresif. Akhirnya, carok menjadi alternatif penyelesaian. Penulis memberikan rekomendasi, antara lain: 1) Perlu upaya revitalisasi untuk menegakkan kembali otoritas dan kewibawaan Negara, terutama dalam mengontrol sumber kekerasaan; 2) Perlu upaya penyadaran pada masyarakat Madura tentang pelaku carok, agar lebih mengedepankan pengekspresian hasrat lewat budi bahasa ketika sedang menghadapi setiap bentuk konflik, terutama yang berpangkal pada pelecehan harga diri.

Page 2 of 2 | Total Record : 14