cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 01 (2015)" : 11 Documents clear
PERANG PASIFIK DALAM INGATAN PENDUDUK MOROTAI SEPTEMBER 1944-AGUSTUS 1945 Takou, Milton Milton
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Thesis titled, "Pacific War In Memory Population Morotai September 1944-August 1945" is part of a series of Allied counterattack under the control of General Douglas MacArthur who chose the island of Morotai in North Maluku Allied military base, especially air strikes to the seizure of the Philippines and the efforts of neutralizing force enemy in eastern Indonesia. War involving the two powers, the Allies on the one hand and Japan on the other hand is told by residents Morotai experience and resources of the Pacific war literature in Morotai as confirmation. The focus of this study discusses the first, the war between the Allies and Japan at Morotai and the effect on the lives of the natives during the period September 1944 to February 1945. Second, the general state of the Allies and the natives in Borneo Operation period until the end of the war, February-August 1945. The results of this study indicate when the first period September 1944-February 1945, indigenous Morotai suffered badly from Allied-Japanese war, while in the second period, February-September 1945 socio-economic conditions began to improve indigenous, indigenous workers can work at Base Camp Allied. The schools will be opened, and daily activities as usual. Or the general state of the natives is much better than the Japanese occupation. Keywords:Japan, Allied, Indigenous, Base Camp
ANALISIS MAKNA DAN PEMBAGIAN PENGGUNAAN ADVERBIA “TAIHEN DAN TOTEMO” DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG 日本語文における副詞「大変」および「とても」の意味使い分けの解析 Maumina, Abdul Reza
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

I. ABSTRAK 本研究は日本語文における副詞「大変」および「とても」に集中する。この副詞はインドネシアに翻訳すると同じ意味だが、使い分けが大変違うから、日本語学習者にとってはすごく難しいことで、文を作るときよく間違ってしまう可能性が高い。そこでこのテーマを選んで、研究することにした。本研究は日本語の「大変」および「とても」と言う副詞の意味、用法、使い分け、に関することを明らからかにすることを目的とする。データを集める方法は教科書に載せている例文を集めて、それからデスクリプションの理論に基づいて分析する。 分析の結果は「大変」と言う副詞は先ず、程度がはなだしいことを表す。ややかたい表現で話しことばでは「とても」「すごく」のほうがよく使われる。次に普通ではない、意外なものごとに対して使う。プラス評価にもマイナス評価にも使われる。それから、程度がはなはだしいことを誇張する様子を表す。程度がはなはだしいことを誇張的に表し、話者の慨嘆.驚き.感動.丁重などの暗示がこもる。この「たいへん」は「とても」「ひじょうに」「たいそう」が似ているが、「とても」はかなりれせいな表現で、誇張を暗示はない。「ひじょうに」はややかたい表現で、公式の発言などによく用いられる。「たいそう」はやや古風な表現だ。 ところが「とても」と言う副詞は先ず、決まった言い方を伴う副詞。否定を伴う言い方。どうしても無理だという気持ち。次に後ろに打消しや否定の表現を伴って、可能性がまったくない様子を表す。ややマイナスイメージの語。 なお、この研究の成果が日本語教育現場に多少なりとも役立てばと思っている。  
ANALISIS KATA KERJA “KAERU” DAN “MODORU” DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG 日本語の文における「かえる」および「もどる」の意味つかいわけ Palingu, Defi Telly Krisnawaty
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT 現在(げんざい)、日本語文法(にほんごぶんぽう)に関(かん)する研究(けんきゅう)が多(おお)くなったが、日本語(にほんご)の統語論(とうごろん)の類儀語(るいぎご)に関(かん)する「かえる」および「もどる」の研究(けんきゅう)はまだあまりなされていないようである。日本語の学習者(がくしゅうしゃ)にとって、日本語(にほんご)の類義語(るいぎご)の使(づか)い分(わ)け・意味(いみ)がちゃんと分(わ)からなければ、誤解(ごかい)になってしまうからである そこで本稿(ほんこう)は日本語(にほんご)の「かえる および もどる」という類意動詞(るいいどうし)の意味(いみ)および使(つか)い分(わ)け、に関(かん)して明(あき)らかにすることを目的(もくてき)とする。 本研究(ほんけんきゅう)のデータを集(あつ)める方法(ほうほう)は日本語の教書(きょうしょ)に載(の)せている例文(れいぶん)を集(あつ)めて、次(つぎ)にデディステディの類意(るいい)の理論(りろん)に基(もと)づいて分析(ぶんせき)する。それから、レポートを書(か)く際(さい)に記述的(きじゅつてき)の理論(りろん)に基(もと)づいて書(か)くことにする。 分析(ぶんせき)の際(さい)、以下の結果(けっか)を見(み)つけた。「かえる」と言う動詞(どうし)は『元(もと)の所(ところ)』が『以前存在(いぜんそんざい)した所(ところ)』ではあっても『本拠地(ほんきょち)』ではない場合(ばあい)、は『もどる』は使(つか)えるが「かえる」は使(つか)わない。又(また)、「元の所」が『本拠的(ほんきょてき)』ではあっても『以前存在(いぜんそんざい)したところ』でない場合(ばあい)は『帰る』は使(つか)えるが、『もどる』は使(つか)えない。最後(さいご)に、『元(もと)の所(ところ)』が『本拠地(ほんきょち)』であり、『以前存在(いぜんそんざい)した所(ところ)』でもある場合(ばあい)はどちらを用(もち)いても良(よ)い。 最後(さいご)はこの研究(けんきゅう)の成果(せいか)が日本語教育現場(にほんごきょういくげんば)に多少(たしょう)なりとも役立(やくた)てばと思(おも)っている。 Key Word: 日本語の文における「かえる」および「もどる」の意味つかいわけ ABSRAK Dewasa ini, penelitian mengenai Tata Bahasa Jepang sudah banyak di lakukan, tetapi penelitian tentang kata-kata yang mirip dalam bahasa Jepang masih kurang terutama penggunaan kata “kaeru” dan “modoru”. Bagi pembelajar Bahasa Jepang, pembagian pemakaian dan arti kata-kata yang serupa/mirip, jika tidak dipahami dengan baik, maka akan timbul salah kapra/salah mengerti. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud mencari tahu arti dan pembagian pemakaian kata-kata yang serupa yaitu “kaeru” dan “modoru”. Cara pengumpulan data penelitian ini yaitu mengambil contoh-contoh kalimat yang ada dalam buku teks selanjutnya di analisis menurut teorinya Dedi Sutedi, selanjutnya dalam penulisan laporan ini dipakai metode Deskriptif. Hasil analisis adalah sebagai berikut : Meskipun tempat asal sebagai tempat keberadaan sebelumnya, jika tempat tersebut bukan sebagai basis/markasnya, maka kata “modoru” bisa digunakan tetapi kata “kaeru” tidak bisa digunakan.Tempat asal, meskipun sebagai basis/markasnya, jika tempat tersebut bukan sebagai tempat keberadaan sebelumnya, maka “modoru” tidak bisa digunakan. Terakhir, tempat asal adalah sebagai basis/markasnya dan merupakan tempat keberadaan sebelumnya, maka “kaeru” maupun “modoru” bisa digunakan.   Akhirnya harapan saya semoga penelitian ini bermanfaat. Key Word: Makna Kaeru dan Modoru
PERKEMBANGAN MASYARAKAT SANGIHE DI KELURAHAN KOMBOS BARAT TAHUN 2000-2013 DITINJAU DARI ASPEK SEJARAH Bogar, Deivy
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh tentang proses perkembangan masyarakat Sangihe di kelurahan Kombos, dan pola hidup masyarakat Sangihe baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial budaya, agama, sistem pemerintahan dan adat istiadat. Penulisan ini mengambil judul tentang Perkembangan Masyarakat Sangihe di Kelurahan Kombos Barat Tahun 2000-2010 Ditinjau Dari Aspek Sejarah. Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu Heuristik, Kritik analisa, Interpretasi, dan yang terakhir Historiografi. Data diperoleh melalui membaca literatur yang relevan dengan perumusan masalah yang telah ditetapkan, kemudian diklasifikasikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, adapun faktor-faktor yang mendorong terjadinya persebaran orang Sangir antara lain didasarkan pada terjadinya bencana alam, kepadatan penduduk, berkurangnya tingkat kesuburan tanah, mencari lapangan kerja baru, dan sebagainya. Kelurahan Kombos Barat merupakan kelurahan yang penduduknya sebagian besar berasal dari suku Sangihe. Orang Sangir datang merantau ke wilayah Kombos Barat dengan maksud mencari pekerjaan dikarenakan berkurangnya tingkat kesuburan tanah, kepadatan penduduk, mencari lapangan kerja baru dan sebagainya. Mereka bekerja sebagai nelayan, petani ladang, dan tidak sedikit bekerja sebagai buruh dan tukang. Di wilayah ini mereka hidup berbaur dengan masyarakat yang ada di Kombos Barat, sehingga ada yang kawin mawin dengan masyarakat setempat dan akhirnya mereka menetap dan tinggal di wilayah ini. Perkembangan selanjutnya pada bidang ekonomi, pendidikan, sosial budaya, agama, dan adat istiadat.
SEJARAH MAPALUS DI DESA SILIAN DUA KECAMATAN TOMBATU (TAHUN 1978-2006) Inarai, Ferry
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penulisan ini mengambil topik tentang Sejarah Mapalus di Desa Silian Dua Kecamatan Tomabatu (1978-2006). Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu Heuristik, Kritik Analisa, Interpretasi dan tahap terakhir adalah Historiografi. Dalam penelitian ini, penulis juga menggunakan landasan teori dari W.J.S. Poewadarmita, Tumenggung dan Kalempouw yang membahas tentang mapalus. Penulis menyimpulkan bahwa keadaan mapalus di bidang kedukaan, perkawinan dan bangunan rumah di desa Silian Dua kecamatan Tombatu berkembang dengan baik dan sangat berperan aktif dalam menunjang  kehidupan masyarakat desa Silian Dua. Kata kunci : Sejarah, Mapalus, Heuristik, Kritik Analisa, Interpretasi dan Historiografi.
PENGGUNAAN KATA BENDA FORMALITAS “TOKORO” DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG 日本語文における「形式名詞 ところ」の意味使用 Arobaya, Stenlly Ottow Geissler
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam bahasa Jepang, pemakaian keishikimeishi (nomina yang menerangkan fungsinya secara formalitas tanpa memiliki hakekat atau arti yang sebenarnya sebagai nomina) ada banyak. Keishikimeishi tersebut yaitu  : toori, tokoro, toki, koto, uchi, tame, hazu, hou, mama, mono. Pemakaian satu keishikimeishi saja, ada banyak, dan mempunyai pengertian bermacam-macam, sehingga bagi pembelajar bahasa Jepang, itu merupakan salah satu bagian yang menyulitkan. Lebih dari pada itu pembelajar bahasa Jepang jarang meneliti  tentang keishikimeishi. Oleh sebab itu makalah ini memuat tentang salah satu keishikimeishi yakni (tokoro) dan bermaksud untuk meneliti tentang  arti, dan pembagian pemakaian tokoro tersebut dalam kalimat bahasa Jepang. Pengumpulan data dengan cara mengambil contoh kalimat yang ditulis dalam buku pelajaran, internet, selanjutnya dianalisis berdasarkan teori deskrptif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : bahwa arti dan penggunaan tokoro mempunyai arti yang berbeda berdasarkan variasi pola kalimat bahasa Jepang. Pengertian tersebut yaitu : menunjukkan tempat, menunjukkan posisi, menunjukkan tempat tinggal, menunjukkan bagian, menunjukkan tepat pada waktu tertentu,  menunjukkan ketika, menunjukkan  poin, serta menunjukkan  ruang lingkup. Akhir kata semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pendidikan bahasa Jepang.
ANALISIS MAKNA SUMIMASEN DAN GOMENNASAI DALAM FILM “ONE PIECE” 「One Piece」の映画における済みませんおよびご免なさいの意味 Durandt, Debby G.
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT 言語の翻訳学では適当な目的語が翻訳できるように幾つかのしなければいけない原則的なことがある。最近どんな言語を翻訳するには目的語に当たらないことがたくさんある。それらは文化が違うからである。日本語には謝る言葉がたくさんある。それらは「すみません、ごめんなさい、」などがある。この言葉も、感謝するときも使われる。 本論文は 「すみません」および「ごめんなさい」の意味、使い分けに関することを明らかにすることを目的とする。データを集めるにはOne Piece と言う映画にある表現を集めて、それから翻訳理論に基づいて分析する。なお、このレポートを書く時、記述的な理論に基づいて説明する。 研究結果は以下の通りを見つけた。まず、「すみません」と言う言葉は謝る言葉だけではなく、感謝の言葉や以来、呼びかけの時にも使われる。場面や状態によって意味が違う。それから、「ごめんなさい」と言う言葉は謝る言葉だけではなく断る時にも使われる。ただし、立場によって、使い方が異なる。 Key Word: 済みませんおよびご免なさいの意味 ABSTRAK Dalam ilmu penerjemahan, ada beberapa prinsip yang harus dilakukan. Dewasa ini bahasa manapun, banyak sekali terjemahannya tidak tepat sesuai bahasa sasaran. Hal tersebut dikarenakan perbedaan budaya. Dalam bahasa Jepang ungkapan minta maaf ada beberapa. Antara lain kata (Sumimasen dan Gomennasai) dan lain-lain. Ungkapan kata ini juga, bisa dipakai dalam konteks ucapan terima kasih. Makalah ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana arti dan pemakaian Sumimasen dan Gomennasai.Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan ungkapan tersebut dalam film One Piece. Selanjutnya di analisis berdasarkan teori terjemahan, selanjutnya penulisan laporan dengan menggunakan metode Deskriptif. Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: Kata “Sumimasen” tidak hanya dipakai dalam konteks permintaan maaf saja, tetapi juga dalam konteks ungkapan terima kasih, ungkapan permintaan, dan sebagai kata sapaan. Singkat kata, artinya akan berbeda berdasarkan tempat dan situasi. Kata “Gomennasai” tidak hanya dipakai dalam konteks permintaan maaf saja, tapi juga pada waktu menolak. Dengan catatan bahwa, akan berbeda pemakaiannya berdasarkan tingkat sosial. Kata Kunci: Makna Sumimasen dan Gomennasai
PENGGUNAAN JENIS DEIKSIS DALAM KITAB INJIL MARKUS WAIMBO, ANDARIAS
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTION   In dieser Untersuchung wird über die Arten der Deixis in der Bibel “Evangelium nach Markus” gesprochen. Als die theoretische Grundlage verwendet der Schreiber die Meinungen von Klein, Grebe, und Bünting.  Die Arten der Deixis bestehen aus den Personaldeixis, Ortdeixis, Zeitdeixis, und Objektdeixis. Das Problem in dieser Untersuchung ist welche Arten der Deixis, die es im Bibel “Evangelium nach Markus” gibt. Die Untersuchung hat Ziele, um die Arten der Deixis in der Bibel “Evangelium nach Markus” zu analysieren und zu beschreiben und dann  die Arten der Deixis. Der Schreiber benutzt den pragmatische Ansatz und deskriptive Methode, um die Bibel “Evangelium nach Markus” zu analysieren. Die Schlüßfolgerung der Untersuchung zeigt, daß die Bibel “Evangelium nach Markus” die Arten der Deixis enthält, die aus den Personaldeixis, Ortdeixis, Zeitdeixis,  und Objektdeixis bestehen. Die Personaldeixis werden am meisten in dieser Bibel verwendet.   Schlüsselwörter: Deixis, Bibel, Pragmatik
GEREJA MASEHI INJILI DIBOLAANG MONGONDOW (GMIBM) PUSAT KOTAMOBAGU (1923-2014) MAMENTU, DIANA NATALIA
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT ­The  topic of  the research is “Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow” (GMIBM) Pusat Kotamobagu 1923 – 2014. Focus of the research on 3 (three) important points : The beginning of the Gospel in Bolaang Mongondow.How to process of the Christian Evangelical Church in Bolaang Mongondow (GMIBM) Kotamobagu Center was born.The growing of the Christian Evangelical Church in Bolaang Mongondow (GMIBM) Kotamobagu Center since 1923 – 2014. The Methods to used in this research were : Heuristic, Critic and Analyzing, Interpretation, Historiography. Source of the research is show that Gospel comes in Bolaang Mongondow to brought by Europen (Spain, Portugal, Netherlands). Church of Kotamobagu center was born since 1910 – 2014 and then consecrated on February 23 th 1923.
ANALISIS KATA KERJA “KAERU” DAN “MODORU” DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG 日本語の文における「かえる」および「もどる」の意味つかいわけ Palingu, Defi Telly Krisnawati
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT 現在(げんざい)、日本語文法(にほんごぶんぽう)に関(かん)する研究(けんきゅう)が多(おお)くなったが、日本語(にほんご)の統語論(とうごろん)の類儀語(るいぎご)に関(かん)する「かえる」および「もどる」の研究(けんきゅう)はまだあまりなされていないようである。日本語の学習者(がくしゅうしゃ)にとって、日本語(にほんご)の類義語(るいぎご)の使(づか)い分(わ)け・意味(いみ)がちゃんと分(わ)からなければ、誤解(ごかい)になってしまうからである そこで本稿(ほんこう)は日本語(にほんご)の「かえる および もどる」という類意動詞(るいいどうし)の意味(いみ)および使(つか)い分(わ)け、に関(かん)して明(あき)らかにすることを目的(もくてき)とする。 本研究(ほんけんきゅう)のデータを集(あつ)める方法(ほうほう)は日本語の教書(きょうしょ)に載(の)せている例文(れいぶん)を集(あつ)めて、次(つぎ)にデディステディの類意(るいい)の理論(りろん)に基(もと)づいて分析(ぶんせき)する。それから、レポートを書(か)く際(さい)に記述的(きじゅつてき)の理論(りろん)に基(もと)づいて書(か)くことにする。 分析(ぶんせき)の際(さい)、以下の結果(けっか)を見(み)つけた。「かえる」と言う動詞(どうし)は『元(もと)の所(ところ)』が『以前存在(いぜんそんざい)した所(ところ)』ではあっても『本拠地(ほんきょち)』ではない場合(ばあい)、は『もどる』は使(つか)えるが「かえる」は使(つか)わない。又(また)、「元の所」が『本拠的(ほんきょてき)』ではあっても『以前存在(いぜんそんざい)したところ』でない場合(ばあい)は『帰る』は使(つか)えるが、『もどる』は使(つか)えない。最後(さいご)に、『元(もと)の所(ところ)』が『本拠地(ほんきょち)』であり、『以前存在(いぜんそんざい)した所(ところ)』でもある場合(ばあい)はどちらを用(もち)いても良(よ)い。 最後(さいご)はこの研究(けんきゅう)の成果(せいか)が日本語教育現場(にほんごきょういくげんば)に多少(たしょう)なりとも役立(やくた)てばと思(おも)っている。 Key Word: 日本語の文における「かえる」および「もどる」の意味つかいわけ ABSRAK Dewasa ini, penelitian mengenai Tata Bahasa Jepang sudah banyak di lakukan, tetapi penelitian tentang kata-kata yang mirip dalam bahasa Jepang masih kurang terutama penggunaan kata “kaeru” dan “modoru”. Bagi pembelajar Bahasa Jepang, pembagian pemakaian dan arti kata-kata yang serupa/mirip, jika tidak dipahami dengan baik, maka akan timbul salah kapra/salah mengerti. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud mencari tahu arti dan pembagian pemakaian kata-kata yang serupa yaitu “kaeru” dan “modoru”. Cara pengumpulan data penelitian ini yaitu mengambil contoh-contoh kalimat yang ada dalam buku teks selanjutnya di analisis menurut teorinya Dedi Sutedi, selanjutnya dalam penulisan laporan ini dipakai metode Deskriptif. Hasil analisis adalah sebagai berikut : Meskipun tempat asal sebagai tempat keberadaan sebelumnya, jika tempat tersebut bukan sebagai basis/markasnya, maka kata “modoru” bisa digunakan tetapi kata “kaeru” tidak bisa digunakan.Tempat asal, meskipun sebagai basis/markasnya, jika tempat tersebut bukan sebagai tempat keberadaan sebelumnya, maka “modoru” tidak bisa digunakan. Terakhir, tempat asal adalah sebagai basis/markasnya dan merupakan tempat keberadaan sebelumnya, maka “kaeru” maupun “modoru” bisa digunakan.   Akhirnya harapan saya semoga penelitian ini bermanfaat. Key Word: Makna Kaeru dan Modoru

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 40 (2022) Vol 30 (2022) Vol 29 (2022) Vol 28 (2022) Vol 27 (2022) Vol 26 (2021) Vol 25 (2021) Vol 24 (2021) Vol 23 (2021) Vol 22 (2021) Vol 21 (2021) Vol 20 (2021) Vol 19 (2021) Vol 18 (2021) Vol 17 (2021) Vol 16 (2021) Vol 15 (2020) Vol 14 (2020) Vol 13 (2020) Vol 12 (2020) Vol 11 (2020) Vol 10 (2020) Vol 9 (2020) Vol 8 (2020) Vol 2, No 2 (2019) Vol 2, No 1 (2019) Vol 1, No 3 (2019) Vol 1, No 2 (2019) Vol 1, No 1 (2019) Vol 7 (2019) Vol 6 (2019) Vol 5 (2019) Vol 4 (2019) Vol 3 (2019) Vol 3, No 3 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018) Vol 2, No 3 (2018) Vol 2, No 2 (2018) Vol 2, No 1 (2018) Vol 1, No 3 (2018) Vol 1, No 2 (2018) Vol 1, No 1 (2018) Vol 2, No 3 (2017) Vol 2, No 2 (2017) Vol 2, No 1 (2017) Vol 1, No 5 (2017) Vol 1, No 4 (2017) Vol 1, No 3 (2017) Vol 1, No 2 (2017) Vol 1, No 1 (2017) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2016) Vol 2, No 1 (2016) Vol 1, No 1 (2016) Vol 1, No 01 (2015) Vol 4, No 5 (2015) Vol 4, No 4 (2015) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 01 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2013): WISUDA AGUSTUS 2013 Vol 1, No 1 (2013) Vol 1 More Issue