cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Teknologi Hasil Perikanan
ISSN : 23374284     EISSN : 26847205     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Media Teknologi Hasil Perikanan adalah berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UNSRAT. Media ini akan mempublikasikan hasil penelitian dan kajian pustaka terbaru dalam bidang Teknologi Hasil Perikanan, khususnya yang berhubungan dengan penerapan teknologi bagi peningkatan kualitas produk perikanan, pengembangan produk baru hasil perikanan, keamanan produk hasil perikanan,pemanfaatan limbah hasil perikanan serta topik lain yang berhubungan erat dengan pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
TINGKAT KESUKAAN PADA STEAK IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L.) YANG DIRENDAM DALAM ASAP CAIR Hasan, Hasniar; Kaseger, Bertie Elias; Pongoh, Jenki
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.3.1.2015.8326

Abstract

Fogging is one way of preserving fish processing functions as well as providing odor as well as a simple way and has weaknesses. To over come these weaknesses, it can be attempted use of liquid smoke. The purpose of this study was to determine the level of preference of panelists and sticks pH value tuna mariheted in luquit smoke and followed by drying in an oven, the level of consumer preference were examined induced, appearance, odor, taste and consistency. The results were obtained of the average value pH sticks tuna were soaked in liquit smoke concentrations of 40% (A1), 5,52 and a concentrations of 50% (A2), 5,54 where as the concentrations of 60% (A3) is 5,31. Organoleptic appearance obtained average value is the concentration of 40% is 5,76, whereas the concentration of 50% 6,39, 60%, 6,7. Organoleptic odor obtained an average value of 40%, was 5,19, the concentration of 50%, 5,93, whereas the concentrations of 60%, 5,86. Organoleptic taste obtained average concentrations value of 40%, 5,63, concentration 50% 7,23 and the concentrations of 60% is 7,10. Concistency test gained an average of 40%, 5,76 concentrations of 50%, 6,83 whereas concentrations of 60%, 6,36. Based on research results pH value test and organolptic test at level a tuna fish sticks, are soaked in liquit smoke has a low pH value, organoleptic, odor,appearance, consistencyhas an average value below 6, while the value of the taste test average value above 7,found in concentrations of 50% 7,23 and concentrations 60% values of 7,10. Keywords: Tuna (Katsuwonus pelamis L.). liquid smoke, pH and appearance quality.   Pengasapan merupakan salah satu cara pengolahan ikan yang berfungsi mengawetkan serta memberikan aroma dengan cita rasa yang khas. Produk olahan ini masih bersifat tradisional karena masih menggunakan cara sederhana dan memiliki kelemahan-kelemahan. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, maka dapat di upayakan penggunaan Asap Cair.       Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis dan nilai pH steak cakalang yang direndam dalam asap cair dan dilanjutkan dengan pengeringan dalam oven, tingkat kesukaan konsumen yang diteliti meliputi : kenampakan, Bau, Rasa dan Konsistensi. Hasil penelitian diperoleh untuk nilai rata-rata pH steak Ikan Cakalang yang direndam Dalam Asap Cair konsentrasi 40% (A1), 5,52 dan konsentrasi 50% (A2), 5,54 sedangkan konsentrasi 60% (A3), adalah 5,31. Uji Organoleptik kenampakan diperoleh nilai rata-rata yaitu konsentrasi 40%, adalah 5,76, konsentrasi 50%, 6,39 sedangkan 60%, 6,7. Uji Organoleptik Bau diperoleh nilai rata-rata konsentrasi 40%, 5,19, konsentrasi 50%, 5,93 sedangkan kosentrasi 60%, 5,86. Uji Organoleptik Rasa diperoleh nilai rata-rata kosentrasi 40%, 5,63 konsentrasi 50%, 7,23 dan konsentrasi 60%, 7,10. Uji Organoleptik Kosistensi diperoleh nilai rata-rata 40%, 5,76, kosentrasi 50%, 6,83 sedangkan kosentrasi 60%, 6,36. Berdasarkan hasil penelitian Uji nilai pH dan Uji Organoleptik Tingkat Kesukaan pada Steak Cakalang yang direndam dalam Asap Cair memiliki nilai pH yang rendah, Uji Organoleptik Bau. Kenampakan, Kosnsistensi memiliki Nilai rata-rata di bawah 6, sedangkan untuk Nilai Uji Rasa Nilai rata-rata di atas 7, terdapat pada Konsentrasi 50% dengan Nilai 7,23 dan Konsentrasi 60% Nilai 7,10. Kata kunci: Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L.), asap cair, uji mutu pH dan organoleptik.
KAJIAN MUTU KIMIAWI IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L.) ASAP (FUFU) SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG DAN SUHU DINGIN Wally, Erni; Mentang, Feny; Montolalu, Roike Iwan
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.3.1.2015.8327

Abstract

Fish as a functional food plays an important role for health and preventing diseases. The objective of the study was to difermined the quality of smoked Skipjack (Katsuwonus pelamis L.) found from the traditional market in Bahu Manado. The method of the study was to analyzet the TVB-N by using Conway, pH by using pH meters and water contents by using oven method. The product was storage at 40C and 27-280C ( refrigeratot and room temperature) for 4 days, data were analyzet using statistical test from the triplicate analyzet. The results obtained, the TVB-N value of smoked Skipjack (Katsuwonus pelamis L.) at 0 day storage in 27-280C (A1B1) and refrigerator 40C (A1B2) was 11,2 mg/100gr, 2 days storage 27-280C (A2B1) is 44,8 mg/100gr and 40C (A2B2) is 19,6 mg/100gr, and 4 days storage in 27-280C (A3B1) is 56 mg/100gr and 40C (A3B2) is 28 mg/100gr. The pH value storage at 40C was 5,7 and no differents among the sample, in contrast at 27-280C value varied from 5,7 to 6,3 and 6,6. The water contents storage at 27-280C were at 0 day (A1B1) is 62,5%, 2 days (A2B1) is 62,8% and 4 days (A3B1) is 63,8% and storage 40C were 0 day (A1B2) is 59%, 2 days (A2B2) is 61,1% and 4 days (A3B2) is 62,7%. Based on the results of the TVB-N value, pH and water contents of smiked Skipjack (Katsuwonus pelamis L.) found from the traditional market at Bahu Manado were acceptable until 4 days storage. While the smoked Skipjack (Katsuwonus pelamis L.) storage at 27-280C (room temperature) acceptable until 2 days storage.   Keywords: Skipjack (Katsuwonus pelamis L.), Smoke, Study Quality, Chemical, TVB-N, pH, Moisture.
TOTAL BAKTERI PADA SOSIS YANG DI-COATING DENGAN MIOFIBRIL ASAP CAIR SELAMA PENYIMPANAN Burdam, Reynerd S; Dien, Henny Adeleida; Palenewen, Joyce CV
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.3.1.2015.6899

Abstract

Food is high in nutrients, and therefore easily contaminated by microorganism especially bacterium. So that the food need to use good packaging. Edible coating is a type of modern packaging which is categorized as biodegradable packaging. The coating materials can be eaten with products. Fish protein can be made adible coating (myofibril protein) and can be added smoke liquid as a preservative as well as anti-bacterial or antioxidant. The purpose of the present study was to determmine the total bacterial count in fis sausages coated by myofibril protein with smoked liquid addition and without smoked liquid and stored at room temperature (28?29ºC) and refrigerator temperature (10?13ºC). Each sample store at room temperature for 0, 1,2, 3, 4 days and refigerator temperature for 0, 2, 4, 6 days. The result shown that total bacterial count in fish sausages coated by mifibril protein with smoked liquid lower than that of fish sausages without coating, both for stored in room temperature or in refigerator temperature as well.Keywords: Total Bacterial Count, fish sausages, smoked liquid.  Bahan pangan mengandung nutrisi yang tinggi, oleh sebab itu mudah terkontaminasi dengan bakteri. Agar supaya bahan pangan tersebut tahan lama dan tidak terkontaminasi dengan bakteri perlu mengunakan kemasan yang baik. Edible coating merupakan suatu jenis kemasan modern dimana kemasan ini selain mudah terurai oleh lingkungan dapat langsung dimakan bersama produk. Bahan dasar dari protein ikan dibuat edible coating (myofibril protein), dan dapat ditambahkan asap cair sebagai pengawet karena bersifat anti bakteri dan oksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung Total Bakteri pada sosis ikan yang dicoating dengan myofibril asap cair dan tanpa asap cair selama penyimpanan. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif yaitu menganalisa dan memberikan gambaran secermat mungkin mengenai suatu individu, keadaan, gejala, atau kelompok tertentu. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu bahan baku daging ikan Black Marlin untuk pembuatan edible coating dan sosis sebagai aplikasi. Masing-masing sampel disimpan pada suhu kamar (28?29°C) dengan lama penyimpanan 0, 1, 2, 3, 4 hari, dan pada suhu kulkas (13°C) dengan lama penyimpanan 0, 2, 4, 6 hari. Pertumbuhan bakteri yang paling banyak terdapat pada sampel (C) sosis tidak dicoating. Pertumbuhan bakteri yang paling rendah adalah pada sampel (A) sosis dicoatingdengan asap cair dan sampel B dengan penyimpanan suhu ruang dan suhu kulkas.Kata kunci: sosis ikan, coating, myofibril, Eschericia coli.
STUDI PENGERINGAN IKAN LAYANG (Decapterus sp) ASIN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PENGERING SURYA Imbir, Elieser; Onibala, Hens; Pongoh, Jenki
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.3.1.2015.8328

Abstract

Proses pembusukan ikan dapat disebabkan oleh aktivitas enzim dalam tubuh ikan, aktivitas mikroorganisme, atau proses oksidasi lemak oleh oksigen dari udara. Oleh karena itu pentingnya tindakan proses pengolahan dan pengawetan ikan. Pengawetan ikan secara tradisional maupun semi modern berupa pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak. Berkurangnya kadar air juga akan terjadi selama proses pengeringan, sehingga makin memperpanjang daya awet ikan asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ikan layang yang dikeringkan dengan cara pengeringan yang berbeda yaitu yang digantung dan yang direbahkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan bagian dari metode kuantitatif yang dilaksanakan di Laboratorium. Adapun perlakuan yang dilakukan yaitu Rak 1, 2, 3 dan 4 dengan posisi ikan layang di gantung dan Rak 1, 2, 3 dan 4 dengan posisi ikan di rebahkan. Di ketahui bahwa Ikan layang asin yang dikeringkan selama 8 jam dalam alat pengering surya dengan perlakuan pada rak bagian atas dengan posisi ikan di gantung memiliki nilai rata- rata kadar air terendah, sedangkan nilai rata –rata organoleptik secara umum pada rak bagian terngah memiliki nilai terendah. Perubahan suhu dalam alat pengering sangat ditentukan oleh suhu lingkungan di luar dalam hal ini pengaruh sinar matahari yang menembus alat pengering surya yang digunakan. Suhu tertinggi pada siang hari yaitu pada jam 14:00 Wita atau jam 2 sore hari.   Kata kunci: Layang (Decapterus sp), ikan asin, pengeringan matahari.
KARAKTERISTIK ORGANIOLEPTIK OTAK-OTAK IKAN YANG DIBERI EDIBLE COATING KARAGINAN DENGAN PENAMBAHAN ASAP CAIR Bariah, Eka Irma Q; Berhimpon, Siegfried; Mongi, Eunike Louisje
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.3.1.2015.8329

Abstract

Edible coating is a new type of packaging made of biopolymer. The advantages of edible coating is enable to protect the food product, the original appearance of the product can be maintained and the product can be eaten as well as environmentally friendly. The study aim was to look at the organoleptic characteristics of fish cake coated with edible coating of carrageenan were given a liquid smoke. The treatments  given were variation of carrageenan concentration i,e. 0%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, 3%. The experiment was designed using a Completely Randomized Design (CRD). To determine the effect of treatments, the data were tested using organoleptical tests consists of hedonic and texture.The results shown that hedonic test of the appearance and color of the raw sample have significant effect (p>0,05), while the other test showed no significant effect (p>0,05). However, the organoleptical score for taste, smell and texture shown a tendency that the fish cake coated, have  higher score than without coated. Keywords: Edible coating, Carrageenan, Fish cake, Liquid smoke.

Page 1 of 1 | Total Record : 5