cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Teknologi Hasil Perikanan
ISSN : 23374284     EISSN : 26847205     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Media Teknologi Hasil Perikanan adalah berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UNSRAT. Media ini akan mempublikasikan hasil penelitian dan kajian pustaka terbaru dalam bidang Teknologi Hasil Perikanan, khususnya yang berhubungan dengan penerapan teknologi bagi peningkatan kualitas produk perikanan, pengembangan produk baru hasil perikanan, keamanan produk hasil perikanan,pemanfaatan limbah hasil perikanan serta topik lain yang berhubungan erat dengan pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2017)" : 5 Documents clear
EKSTRAKSI KOLAGEN TULANG IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) MENJADI GELATIN DENGAN ASAM KLORIDA Singkuku, Febri Triani; Onibala, Hens; Agustin, Agnes Triasih
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.5.3.2017.16846

Abstract

Protein of fish can be divided into 3 main groups i.e. myofibril protein which exist mostly in meat, sarcoplasmic protein present in the blood and stroma protein which can be found in the skin and fish bones. Fish waste can be processed into highly value product such as gelatin. Gelatin is the final product after collagen from the skin or animal bones were hydrolysis. The main resources for making gelatin was the skin or bones of cattle and pigs. The objective of this study was to obtain the gelatin from the skeletal bone of skipjack tuna which were extracted using varied concentration of hydrochloric acid (1, 3, and 5%) . This study used a complete randomized design. The data were analyzed by ANOVA (analysis of variance) using JMP software. The gelatin has a rendemen value varying between 2.5–16,25%, water content 7,75–9,75%, protein level 17,6–48,2% and fat content 0,6–3%. The results showed that the gelatin from the skeletal bone of skipjack tuna can be used as food additives (BTP) due to its high protein value, and can assist the reduction of organic waste from fishery industry due to its economical value. Protein ikan dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu protein myofibril yang terdapat pada daging, protein sarkoplasma yang ada pada darah dan protein stroma yang terdapat pada kulit dan tulang ikan (limbah ikan). Limbah ikan dapat diolah menjadi bahan yang memiliki daya jual seperti gelatin. Gelatin merupakan hasil hidrolisis kolagen dari kulit atau tulang hewan. Pada umumnya gelatin diolah dari kulit atau tulang sapi dan babi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gelatin dari tulang ikan cakalang yang diekstrak menggunakan larutan asam klorida(HCI) yang bervariasi (1, 3, dan 5%). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang didapatkan dianalisis dengan uji ANOVA (analysis of variance) dengan bantuan software JMP. . Gelatin yang dihasilkan memiliki nilai rendemen bervariasi antara 2,5–16,25%, kadar air 7,75–9,75%, kadar protein 17,6–48,2% dan kadar lemak 0,6–3%. Hasil penelitian menunjukkan potensi tulang ikan cakalang yang diekstraksi menjadi gelatin memiliki nilai protein yang baik sehingga dapat dijadikan bahan tambahan pangan (BTP), dan memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga dapat membantu proses pengurangan limbah organik industri perikanan
KOMPOSISI KIMIA, SENYAWA BIOAKTIF DAN ANKGA LEMPENG TOTAL PADA RUMPUT LAUT Gracillaria edulis Musa, Susanti; Sanger, Grace; Dien, Henny Adeleida
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.5.3.2017.16865

Abstract

This study was conducted to determine the proximate composition, bioactive compound and total plate count (TPC) in Gracilaria edulis seaweed. This research used descriptive explorative method. The results showed the average value of moisture content (77.7%); protein content (39.4%); fat content (8.1%); carbohydrates by difference (71.7%); ash content (20.7%) and very low bacterial count. Phytochemical test results show this seaweed contains alkaloids, saponins, flavonoids, and triterpenoids compounds. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi proksimat, senyawa bioaktif dan angka lempeng total (ALT) pada rumput laut Gracilaria edulis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kadar air (77,7%); protein (39,4%); kadar lemak (8,1%); karbohidrat (71,7%); kadar abu (20,7%) dan jumlah bakteri yang sangat rendah. Hasil uji fitokimia menunjukkan rumput laut ini mengandung  senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, dan triterpenoid.
PENANGANAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) HIDUP DENGAN DENGAN MENGGUNAKAN ES SEBAGAI PENGAWET Maraja, Mafrian Kris; Salindeho, Netty; Pongoh, Jenki
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.5.3.2017.16849

Abstract

Imotilization of fish is one way of handling techniques by using low temperature (cooling). Cooling (cold chain) is applied to transport live fish so that the weight of the load during transportation could be reduced and fish do not experience stress during transportation. This technique is more advantageous when compared with the wet transportation system by using water. After the fish fainted, fish could be re-awakened by returning the fish to the pond with the aid of sufficient aeration to facilitate fish regain consciousness. This study aims to determine the rate of stunning, the speed of awareness, and mortality of nile tilapia fish which was treated and stored at different temperatures and times. This study used a factorial completely randomized design (RAL) with 2 treatments namely, storage method (A) treatment consisting of 2 storage levels (Temperature 10-12 ° C and 14-16 ° C); and storage time (B) consisting of 4 levels (2, 4, 6 and 8 hours). The optimum time of fainting fish is at a temperature of 14-16 ° C that is 8.19 min. For re-awakening, the optimum time is 48 seconds when fish was stored for 2 hours. The best mortality rate was achieved at storage temperature ± 14-16 ° C because after 6 hours storage the mortality rate was only 20.8%, but by the maximum storage (8 hours) the mortality has reached 87.5%, Meanwhile at a storage temperature of ± 10-12 ° C, the mortality has reached 50% after 6 hours and 100% at 8 hours.Pemingsanan ikan merupakan salah satu cara teknik penanganan dengan pengunaan suhu rendah (pendinginan). Pemingsanan dengan suhu rendah diaplikasikan untuk transportasi ikan hidup dengan tujuan mengurangi berat beban selama transportasi dan supaya ikan tidak mengalami stress selama transportasi. Teknik ini lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan transportasi sistem basah dengan menggunakan air. Setelah dipingsankan ikan kembali disadarkan dengan mengembalikan ikan ke kolam air habitatnya dengan dibantu aerasi yang cukup agar ikan kembali sadar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan pemingsanan, kecepatan penyadaran, dan mortalitas ikan nila yang dipingsankan dan disimpan pada suhu dan waktu berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 perlakuan yaitu, perlakuan metode penyimpanan (A) yang terdiri atas 2 taraf penyimpanan (Suhu 10–12°C dan 14–16°C); perlakuan lama penyimpanan (B) yang terdiri atas 4 taraf (2, 4, 6 dan 8 jam). Waktu optimum kecepatan pingsan adalah pada suhu 14–16°C yaitu 8,19. Untuk penyadaran kembali, waktu optimumnya adalah 48 detik, pada ikan nili yng disimpan 2 jam. Pada penyimpanan suhu ±14-16°C didapat tingkat mortalitas terbaik karena sampai penyimpanan 6 jam tingkat mortalitasnya hanya 20,8%, namun sampai penyimpanan maksimum ( 8 jam) sudah mencapai 87,5%, sedangkan pada suhu penyimpanan ±10-12°C , setelah 6 jam mortalitasnya sudah mencapai 50% dan saat 8 jam tingkat mortalitasnya sudah mencapai 100%.
UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BUAH MANGROVE Sonneratia alba DI DESA NUNUK KECAMATAN PINOLOSIAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN SULAWESI UTARA Paputungan, Zulkifli; Wonggo, Djuhria; Kaseger, Bertie Elias
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.5.3.2017.16866

Abstract

Sonneratia alba is one of the most common mangrove plants found in coastal countries in Asia an including Indonesia, Malaysia Philippines, India, and China. The fruit of this plant is widely used as a medicinal ingredient and is believed to have potential as a source of antioxidants. The purpose of this study is to study the antioxidant activity in S. alba fruit 2–3cm diameter which originated from coastal area of Desa Nunuk, Kecamatan. Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, North Sulawesi. Testing of antioxidant activity of mangrove fruit was done by phytochemical and DPPH (1,1-diphenyl-2-picrilhidrazil). The result of phytochemical analysis showed that S. alba fruit contain alkaloid, flavonoid, phenolic, tannin, and steroid compound. Additionally, the IC50 value was 296.54 ppm. Sonneratia alba salah satu tanaman mangrove yang banyak ditemukan di pesisir negara-negara di Asia antara lain di Indonesia, Malaysia Filipina, India, dan Cina. Buah dari tanaman ini banyak digunakan sebagai bahan obat dan diyakini memiliki potensi sebagai sumber antioksidan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mempelajari aktivitas antioksidan pada buah S. alba yang berdiameter 2–3cm yang diambil di sekitar pesisir pantai Desa Nunuk, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. Pengujian aktivitas antioksidan buah mangrove dilakukan dengan uji fitokimia dan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil analisa fitokimia menunjukkan bahwa buah S. alba mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, tannin, dan steroid. Selain itu nilai IC50 adalah 296.54 ppm.
KANDUNGAN FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii Lantah, Puji Lestari; Montolalu, Lita ADY; Reo, Albert Royke
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.5.3.2017.16785

Abstract

The objective of the study was to determine the phytochemical content and antioxidant activity of Kappaphycus alvarezii seaweed extracted with methanol solvent. The extract was obtained by maceration of dried seaweed. Phytochemical tests were performed to determine the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, triterpenoids and steroids. Kaphaphycis alvarezii seaweed antioxidant activity was tested by DPPH method (1-1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). A phytichemical test revealed that there was not any alkaloids, flavonoids, saponins, steroids and triterpenoids content in methanol extract Kappaphycus alvarezi. The antioxidant activity by DPPH method showed the high IC50 value (163.82 ppm) It is indicated that the antioxidant activity of Kappaphycus alvarezii of dried seaweed extracted with methanol was very weak. The negative result from phytochemical test was speculated caused by the drying process of seaweed samples, the type of seaweed itself, and the insufficiency of desalting process. The unsaturated fatty acids was suspected to act as antioxidant in this type of seaweedTujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang diekstraksi dengan pelarut metanol. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi terhadap rumput laut kering. Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan steroid. Aktivitas antioksidan rumput laut Kaphaphycis alvarezii diuji dengan metode DPPH (1-1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian memperlihatkan tidak terdeteksinya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan triterpenoid pada ekstrak metanol Kappaphycus alvarezi. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan nilai IC50 sebesar 163.82 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan rumput laut Kappaphycus alvarezii kering yang diekstraksi dengan metanol sangat lemah. Tidak terdeteksinya kandungan fitokimia diduga karena sampel rumput laut dikeringkan dengan sinar matahari langsung, jenis rumput laut ini tidak memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dan proses desalting yang tidak maksimal. Aktivitas antioksidan yang sangat lemah dari rumput laut ini diduga berasal dari kandungan asam lemak tak jenuh

Page 1 of 1 | Total Record : 5