cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Teknologi Hasil Perikanan
ISSN : 23374284     EISSN : 26847205     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Media Teknologi Hasil Perikanan adalah berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UNSRAT. Media ini akan mempublikasikan hasil penelitian dan kajian pustaka terbaru dalam bidang Teknologi Hasil Perikanan, khususnya yang berhubungan dengan penerapan teknologi bagi peningkatan kualitas produk perikanan, pengembangan produk baru hasil perikanan, keamanan produk hasil perikanan,pemanfaatan limbah hasil perikanan serta topik lain yang berhubungan erat dengan pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2021)" : 5 Documents clear
Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis terhadap Mutu Ikan Cakalang Asap Gusu, Jahara; Onibala, Hens; Pongoh, Jenki; Taher, Nurmeilita; Dotulong, Verly; Mentang, Feny; Sanger, Grace
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.3.2021.29587

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan ekstrak kulit buah manggis yang dikeringkan selama 4 dan 8 hari sebagai bahan pengawet dan melihat pengaruh tingkat kesukaan konsumen terhadap ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L.) asap yang direndam dalam ekstrak kulit buah manggis. Data hasil pengamatan uji organoleptik yang tertinggi terdapat pada Aroma dengan nilai 8,1 pengeringan 8 hari dengan perendaman 15 menit (A2B1) dalam penyimpanan 0 hari dan data hasil uji organoleptik yang terendah terdapat pada Rasa dengan nilai 2,5 pengeringan 4 hari dengan perendaman 30 menit dalam penyimpanan hari ke-10. Hasil penelitian TVB-N menunjukkan bahwa larutan kulit buah manggis dengan penyimpanan 0 hari sampai hari ke-10 sudah diatas Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) sehingga sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
PENERIMAAN KONSUMEN TERHADAP KALDU BUBUK DARI KEPALA UDANG WINDU (Penaeus manodon) DENGAN BERBAGAI JENIS BAHAN PENGISI Arsyad, Ridwan; Asikin, Andi Noor; Zuraida, Ita
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.3.2021.34146

Abstract

Tiger prawn head naturally has a taste as it contains amino acids which give the food a savory taste. Accordingly, it is possible and necessary to process tiger prawn head into a broth that can be used as a natural food additive in processed products. Broth is made by boiling prawn heads with water to produce a liquid broth. In fact, liquid broth tends to spoil quickly, so it is necessary to change its form to powder (dried broth). This study aims to determine level of consumer preference for powdered broth from tiger prawn head with various types of fillers. Treatments given were a combination of fillers, including control (wheat flour), T1 (combination of wheat flour and tapioca), T2 (combination of wheat flour and cornstarch), T3 (combination of wheat flour and rice flour), and T4 (combination of wheat flour and glutinous rice). Hedonic test used 30 untrained panelists, while data were processed using Randomized Complete Block Design followed by Duncan's test with 95% confidence level. Results of this study showed that addition of fillers could affect panelists’ preference. Moreover, resulting powdered shrimp broth had a fine-grained texture (TI to T4), coarse or easily lumpy (control group), light creamy color (T1 to T4) to brownish yellow (control and comparison groups). Based on consumer acceptance, combination of wheat flour and tapioca (T1) was the best treatment with value of appearance of 8.30 (strongly like), color of 8.23 (strongly like), aroma of 8.33 (strongly like), and taste of 8.30 (strongly like). Kepala udang windu secara alami memiliki cita rasa karena mengandung asam amino yang memberikan rasa gurih pada makanan, sehingga perlu dilakukan pengolahan menjadi kaldu sebagai bahan tambahan pangan alami yang dapat ditambahkan pada produk olahan. Kaldu diperoleh dengan cara direbus menggunakan air sehingga dihasilkan kaldu cair. Kaldu cair akan cepat mengalami kerusakan, sehingga perlu merubah bentuknya menjadi bubuk (kering). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap kaldu bubuk dari kepala udang windu dengan berbagai jenis bahan pengisi. Perlakuan yang digunakan adalah kombinasi bahan pengisi, yaitu kontrol (tepung terigu), T1 (kombinasi tepung terigu dan tapioka), T2 (kombinasi tepung terigu dan maizena), T3 (kombinasi tepung terigu dan tepung beras), serta T4 (kombinasi tepung terigu dan beras ketan). Pengujian hedonik menggunakan 30 orang panelis tak terlatih dan data diolah menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan pengisi dapat mempengaruhi tingkat kesukaan panelis. Kaldu udang bubuk yang dihasilkan mempunyai tekstur berbulir halus pada TI sampai T4, berbulir kasar atau mudah sekali menggumpal pada kontrol, berwarna krem terang pada T1 sampai T4 hingga kuning kecoklatan pada kontrol dan pembanding. Kombinasi tepung terigu dan tapioka (T1) merupakan perlakuan terbaik berdasarkan penerimaan konsumen dengan nilai kenampakan 8,30 (sangat suka), warna 8,23 (sangat suka), aroma 8,33 (sangat suka), dan rasa 8,30 (sangat suka). 
Daun Mangrove Sonneratia alba sebagai Teh Fungsional Mandang, Maria Sherina Sharon; Sahambangun, Dara Enjelia; Masinambou, Charles Dotulong; Dotulong, Verly
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.3.2021.30867

Abstract

The purpose of this review is to explore the antioxidant capacity of Sonneratia alba mangrove leaves to be developed into functional tea. The data collection was done by collecting literature through various types of databases (big data) including Google Scholar, Microsoft Academic, DOAJ, BASE, and DIMENSION. Articles were limited to research and review papers published between 2016 to 2020 . The following keywords were used: mangrove, Sonneratia alba, functional tea, phytochemicals, IC 50 DPPH, and yields. The results obtained from a literature study revealed that the extended extraction time with boiling water on the mangrove material can increase the yield. Also, literature searches indicated that the extraction of S. alba young leaves for 40, 50 and 60 minutes with boiling water resulted in phenolic, flavonoid, terpenoid, steroid, tannin and alkaloid phytochemical compounds. The existence of these compounds denoted the presence of antioxidant properties in the extracts. Furthermore, previous studies signified a higher phenol content and IC50 DPPH in S. alba leaves. The data from collected articles suggested that young leaves of S. alba mangrove could be developed as functional tea, rich in antioxidants and resistance in high temperature.Tujuan penulisan artikel ini adalah menggali potensi antioksidan daun mangrove Sonneratia alba untuk dikembangkan menjadi teh fungsional. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran literatur melalui berbagai jenis database (big data) diantaranya yaitu Google Scholar, Microsoft Academic, DOAJ, BASE, Crossref, dan DIMENSION. Penelusuran dipersempit pada artikel ilmiah dan hasil review jurnal yang terbit antara tahun 2016–2020. Kata kunci yang digunakan untuk pencarian adalah mangrove, Sonneratia alba, teh fungsional, fitokimia, IC50 DPPH, dan rendemen. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa semakin lama proses ekstraksi dengan air mendidih pada bahan sediaan dapat meningkatkan rendemen. Selanjutnya, daun muda mangrove S. alba yang diekstraksi 40, 50 dan 60 menit dengan air mendidih memiliki kandungan senyawa fitokimia jenis fenolik, flavonoid, terpenoid, steroid, tanin dan alkaloid. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut membuktikan adanya potensi antioksidan pada suatu ekstrak. Bahkan, penelitian-penelitian sebelumnya juga membuktikan bahwa daun S. alba memiliki nilai total fenol dan IC50 DPPH yang tinggi. Data-data hasil penelusuran literatur tersebut secara umum memperlihatkan bahwa daun muda mangrove S. alba bisa dikembangkan menjadi teh fungsional kaya antioksidan dan tahan suhu tinggi.Key words: S. alba leaves, antioxidants, functional tea
Aktivitas Antikanker Serviks Rumput Laut Gracilaria sp. Luringunusa, Ekklesia; Sanger, Grace; Harikedua, Silvana Dinaintang; Mentang, Feny
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.3.2021.31692

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit kanker urutan ketiga terbesar didunia. Beberapa dekade terakhir, metode pengobatan kanker yang sudah digunakan dalam dunia pengobatan yakni tindakan operasi, radiasi, dan kemoterapi. Sebanyak sepertiga penderita kanker diperkirakan dapat disembuhkan dengan tindakan bedah dan radiasi, namunnya bagi dua pertiga lainnya terutama pada penyakit kanker yang telah menyerang ke organ lain, diperlukan modalitas terapi yang bersifat sistemik yaitu kemoterapi. Tujuan penulisan artikel ilmiah ini untuk menemukan senyawa antikanker baru, yang sangat penting untuk pengobatan kanker dari rumput laut, karena rumput laut adalah salah satu produk laut sumber terbesar metabolit kimia aktif.  Penelusuran literature menggunakan kata kunci, Gracilaria sp, kanker serviks, HPV, obat antikanker serviks. Metode pengumpulan literature mengunakan elelectronic data base: PubMed, Web of Science, Science Direct, and Google Scholar. Hasil yang diperoleh: Dapat disimpulkan bahwa Gracilaria sp. yang mempunyai aktifitas sitotoksik melawan sel Hela sebesar IC50 13,8 – 71,4% (µg/ml), sehingga dapat dijadikan sumber obat antikanker serviks. Rumput laut Gracilaria sp. yang tumbuh melimpah di Indonesia dapat digunakan didalam pengobatan untuk menurunkan tingkat kasus dan kematian akibat kanker. 
Analisis Kimia dan Uji Organoletik Selai Rumput Laut Euchema Spinosum Damopolii, Niki Sirwanto; Kaseger, Bertie; Damongilala, Lena; Onibala, Hens; Pandey, Engel; Makapedua, Daisy; Sanger, Grace
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.3.2021.29920

Abstract

Eucheuma spinosum as a quality processed product that has added value. Jam is an ingredient with a gel or semi-gel consistency that is made from the pulp of the fruit. The gel or semi-gel consistency in jam is obtained from the interaction of pectin compounds derived from fruit or pectin added from outside, sucrose and acid sugars. This study aims to analyze the chemistry, including water content test, ash content test, and crude fiber test and organoleptic test for seaweed Eucheuma spinosum jam. In chemical analysis tests and organoleptic tests of Eucheuma spinosum seaweed jam, the water content in Euchema spinosum seaweed jam obtained the lowest results (A2B3), which was 29.75% while the largest (A2B2) was 34.50%, the ash content In Euchema spinosum seaweed jam got the greatest result from treatment (A1B3) by 1%, the crude fiber content in Euchema spinosum seaweed jam got the greatest result in treatment (A2B2 and A2B3) which was 0.015% and the lowest (A1B2) which was equal to 0 , 05%, the Organoleptic Test for the highest appearance test was found in A1B1 with a mean value of 8.69, A2B2 taste with a mean value of 8.44, A1B3 aroma with a mean value of 8.00 and treatment of 150 gr sugar - 0 ml, and A1B1 texture with a value Average 8.56. Eucheuma spinosum sebagai suatu produk olahan yang bermutu dan memiliki nilai tambah. Selai adalah bahan dengan konsistensi gel atau semi gel yang dibuat dari bubur buah. Konsistensi gel atau semi gel pada selai diperoleh dari interaksi senyawa pektin yang berasal dari buah atau pektin yang ditambahkan dari luar, gula sukrosa dan asam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kimia yang diantaranya  uji kadar air, uji kadar abu, dan uji serat kasar dan uji organoleptik selai rumput laut eucheuma spinosum. Dalam pegujian analisis kimia dan uji organoleptik selai rumput laut eucheuma spinosum di dapatkan hasil kadar air pada selai rumput laut Euchema spinosum mendapatkan hasil terendah (A2B3) yaitu sebesar 29,75% sedangkan yang terbesar (A2B2) yaitu sebesar 34,50%, Kadar abu pada selai rumput laut Euchema spinosum mendapatkan hasil terbesar dari perlakuan (A1B3) sebesar 1%, Kadar serat kasar pada selai rumput laut Euchema spinosum mendapatkan hasil paling besar pada perlakuan  (A2B2 dan A2B3)  yaitu sebesar 0,015% dan terendah (A1B2) yaitu sebesar 0,05%, Uji Organoleptik untuk uji kenampakan tertinggi terdapat pada A1B1 dengan nilai rerata sebesar 8,69 , rasa A2B2 dengan nilai rerata 8,44 , aroma A1B3 dengan nilai rerata 8.00 dan perlakuan 150 gr gula – 0 ml, dan tekstur A1B1 dengan nilai rerata 8.56.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5