cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik" : 73 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Ubro, Irene
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.3753

Abstract

Abstract: Humans need a certain amount of energy in order to support the growth and activity. Energy can arise due to combustion derived from carbohydrates, fats and proteins in foods consumed by the body, therefore to have enough energy one should consume enough and balanced food.Nutritional status is a state of the body that is the final result of a balance between the nutrients into the body and its utilization. Adolescence (10-19 years) is a period that is often prone to nutritional problems, because in this period there is less and over nutrient intake. This study aims to determine the relationship between energy intake and Student’s Nutrition Status of  Faculty of Medical Education, University of Sam Ratulangi Manado Year 2013. This study was an observational analytic using cross - sectional approach. Results of statistical analysis using the Spearman rank test shows that, the value of the correlation coefficient (r) of - 0.234 on IMT and 0.077 on WHR and p value of < α = 0.05 on IMT and 0.514 > α = 0.05 on WHR. From the results it is concluded that there is a significant relationship between energy intake with BMI, while the relationship between energy intake with WHR there is no significant relationship. Keywords : Energy Intake, Nutritional Status    Abstrak: Manusia membutuhkan energi dalam jumlah tertentu guna untuk menunjang proses pertumbuhan dan melakukan aktifitas. Energi dapat timbul karena adanya pembakaran yang diperoleh dari karbohidrat, lemak dan protein dalam makanan yang di konsumsi oleh tubuh, karena itu agar energi tercukupi perlu  mengkonsumsi makanan yang cukup dan seimbang. Status gizi adalah keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan utilisasinya.Masa remaja (10-19 tahun) merupakan masa yang sering rentan terhadap masalah gizi, dikarenakan pada masa ini terjadi asupan gizi kurang dan asupan gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi dengan status gizi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional (potong lintang). Kesimpulan: Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji spearman rank menunjukkan bahwa, nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,234 pada IMT dan 0,077 pada WHR serta nilai p sebesar < α = 0,05 pada IMT dan 0,514 > α = 0,05 pada WHR. Dari hasil tersbut disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara asupan energi dengan IMT sedangkan hubungan antara asupan energi dengan WHR tidak terdapat hubungan yang bermakna. Kata Kunci : Asupan Energi, Status Gizi
KADAR KLORIDA SERUM PADA LATIHAN FISIK INTENSITAS SEDANG MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Johannes, Roy; Purwanto, Diana S.; Kaligis, Stefana H. M.
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.3589

Abstract

Abstract: Chloride as the major anion in the extracellular fluid plays a role in maintaining fluid and electrolyte balance. One of the factors that influence the levels of serum chloride is sweating during physical exercise. This study aimed to determine  the differenceof serum chloride levels before and after moderate intensity exercise in the students of Faculty of Medicine year 2010 Sam Ratulangi University. This is a pre-exsperimental research with pretest and posttest design with 30 students as samples. The samples were chosen using purposive sampling method and the results were analyzed using paired-sample t-test. The results showed the average levels of serum chloride before and after moderate intensity exercise are 106,10 mEq/L and 107,37 mEq/L while paired-sample t-test significance value (p) is 0,000. From the results can be concluded that there is a significant differences in serum chloride levels before and after moderate intensity exercise in the students of Faculty of Medicine year 2010 Sam Ratulangi University. Keyword: serum chloride, moderate intensity exercise, student of Faculty of Medicine Sam Ratulangi University   Abstrak: Klorida sebagai anion utama dalam cairan ekstraselular berperan dalammemelihara keseimbangan cairan dan elektrolit. Salah satu faktor yang mempengaruhi kadar klorida serum yaitu keluarnya keringat saat melakukan latihan fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar klorida serum sebelum dan sesudah latihan fisik intensitas sedang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi angkatan 2010. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan pretest-posttest design, dengan jumlah sampel 30 orang. Sampel penelitian dipilih dengan purposive sampling dan dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata kadar klorida serum sebelum melakukan latihan fisik intensitas sedang adalah 106,10mEq/L, sedangkan rata-rata kadar klorida serum sesudah melakukan latihan fisik intensitas sedang adalah 107,37 mEq/L. Nilai signifikansi uji t berpasangan pada penelitian ini adalah p=0,000. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kadar klorida serum sebelum dan sesudah latihan fisik intensitas sedang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Angkatan 2010. Kata kunci: klorida serum, latihan fisik intensitas sedang, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
PENGARUH USIA LANJUT TERHADAP HASRAT SEKSUAL PRIA Putong, Claudia A.
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.3706

Abstract

Abstract : Nowadays there is an increasing prevalence of elder people all around the world, including Indonesia. With increasing age, several health problems occurred, such as the influence of older age to sexual desire which is commonly occurred in elder men. This is a descriptive-observational study, which is aimed to evaluate the influence of aging to sexual desire in male. 57 men aged 60-74 years on the area of Prof Dr. R. D. Kandou Hospital from November 2013 to January 2014 were involved in this research. Instruments that were used in this research are ADAM (Androgen Deficiency in Aging Male) questionnaire and AMS (Aging Male Symptoms) questionnaire to assess the sexual function in elder men. This study showed that among 57 respondents aged 60-74 years old, through ADAM and AMS questionnaire, 28 (49%) subjects had mild orgasm dysfunction, 27 (47,4%) subjects had moderate decrease in sexual coitus, 24 (42%) subjects had mild decrease in sexual desire, and 29 (51%) subjects had mild erection dysfunction. Older age influence the sexual function in men. Further  studies using larger samples and complete research procedures, including laboratory examination, are needed to assess the influence of older age to male sexual desire. Keywords : older age, male, sexual desire   Abstrak : Dewasa ini jumlah penduduk usia lanjut (60 tahun ke atas) di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, mengalami peningkatan. Seiring dengan peningkatan usia, terjadi berbagai masalah kesehatan, termasuk di antaranya adalah pengaruh usia lanjut terhadap hasrat seksual yang banyak terjadi pada pria usia lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usia lanjut terhadap hasrat seksual pria. Desain penelitian adalah observasional deskriptif. Sebanyak 57 orang pria usia lanjut berusia 60-74 tahun yang berada di area RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada periode November 2013 hingga Januari 2014 menjadi subjek di dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner ADAM (Androgen Deficiency in Aging Male) dan AMS (Aging Male Symptoms) untuk menilai fungsi seksual pada pria usia lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 57 responden dengan rentang usia 60-74 tahun melalui kuesioner ADAM dan AMS didapatkan 28 orang (49%) gangguan orgasme ringan, 27 orang (47,4%) penurunan frekuensi senggama sedang, 24 orang (42%) penurunan hasrat seksual ringan dan 29 orang (51%) gangguan ereksi ringan. Usia lanjut berpengaruh terhadap hasrat seksual pada pria. Studi lanjutan dengan jumlah sampel lebih banyak dan prosedur penelitian lebih lengkap, mencakup pemeriksaan laboratorium, diperlukan untuk meneliti lebih jauh mengenai pengaruh usia lanjut terhadap hasrat seksual pria. Kata kunci : usia lanjut, pria, hasrat seksual
HUBUNGAN TINGGI BADAN DENGAN PANJANG TULANG FEMUR PADA ETNIS SANGIHE DI MADIDIR URE Mangayun, Novitasari
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.4395

Abstract

Abstract: Identification is one of the most important examinations to determine somebody’s identity. Body length estimation is one of the parameter in forensic anthropology and helps establish a person’s biological profile. Body length can be estimated by long bones measurement, including femur. The objective of this study is to determine the correlation of body length and femur length on adult Sangihe in Madidir Ure. This study is an analytical descriptive using cross-sectional design. This study was conducted in Madidir Ure with a total of 94 subjects consisting of 56 males and 38 females. The samples were chosen with purposive sampling method and analysed with Pearson correlation and simple linear regression. The result showed strong correlation between body length and femur length, with value of  (r)  0537 in total subjects, 0,658 in males and 0,650 in females. Equations that were made from the result of simple linear regression are, Body length = 104,662 + 1,740 x femur length for males, body length = 104,298 + 1,410 x femur length for females and body length = 97,265 + 1,824 x femur length in total subjects. Keyword: Identification, body length, femur length, etnis Sangihe, Madidir Ure.   Abstrak: Identifikasi ialah pemeriksaan penting dalam menentukan kejelasan identitas seseorang. Pengukuran tinggi badan merupakan suatu parameter antropologi forensik dan membantu dalam membangun profil biologis seseorang. Tinggi badan dapat ditentukan dengan tulang panjang, termasuk tulang femur.Peneltian ini bertujuan untuk menentukan hubungan panjang badan dengan panjang tulang femur pada Etnis Sangihe di Madidir Ure. Penelitian ini merupakan penelitin deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional, penelitian ini dilakukan di Madidir Ure dengan sampel berjumlah 94 orang yang terdiri dari 56 orang laki-laki dan 38 orang perempuan. Sampel diambil dengan cara purposive sampling dan dianalisis dengan korelasi pearson serta analisis regresi linier sederhana, dan didapatkan hubungan yang kuat antara panjang badan dengan panjang tulang femur dengan koefisien korelasi  (r) keseluruhan adalah 0,537, pada laki-laki 0,658 dan pada perempuan 0,650. Dari hasil analisis regresi linier sederhana didapatkan rumus PB laki-laki = 104,662 + 1,740 x panjang femur, PB perempuan = 104,298 + 1,410 x panjang femur dan secara keseluruhan PB = 97,265 + 1,824 x panjang femur. Kata kunci: Identifikasi, Tinggi badan, panjang femur, etnis sangihe, madidir ure.
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL HIGH DENSITY LIPOPROTEIN DARAH DENGAN KADAR HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN PADA REMAJA OBES Surentu, Jonathan Hanni
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.3684

Abstract

Abstract: World Health Organization declared that obesity was a global epidemy (1,7 billion people obese). Obesity has a strong correlations with low high-density lipoprotein cholesterol (HDLc) level. Low HDLc level is the risk factor of coronary heart disease (CHD). High sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) is an inflammatory marker in our body. Joint Committee of American Heart Association recommend hs-CRP examination as a risk factor of CHD. The research have aim to know the correlations of HDLc level with hs-CRP on obese adolescent. This research was an observational analytic cross-sectional approach. The population of this research are all obese students at Faculty of Medicine Sam Ratulangi University Manado with Body Mass Index (BMI) ≥ 95th centile, and the samples are all of the population. The result, more of half (58,8%) obese adolescents have normal HDLc level. And also found that more of half (52,9%) obese adolescents have hs-CRP level with intermediate risk  and two samples (11,8%) with high risk. The result of statistical analysis using the Spearman test showed the correlations (r) = -0,219 and the significance (p) = 0,399. There was no correlations between HDLc level with hs-CRP in obes adolescent. Keywords: Obesity, adolescent, HDLc, hs-CRP, CHD     Abstrak: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan obesitas sebagai epidemik global (1,7 miliar penduduk dunia obes). Obesitas memiliki hubungan yang erat dengan rendahnya kadar kolesterol high density lipoprotein (HDL) darah. Rendahnya kadar kolesterol HDL merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK). High sensitivity C-reactive protein  (hs-CRP) merupakan suatu penanda peradangan dalam tubuh. Joint Committee of American Heart Association merekomendasikan pemeriksaan hs-CRP sebagai faktor risiko PJK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol HDL darah dengan kadar hs-CRP pada remaja obes. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Mahasiswa obes Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado dengan IMT pada persentil ≥ 95. Sampel diambil dari seluruh populasi. Hasil penelitian didapatkan lebih dari setengah (58,8%) remaja obes memiliki kadar  kolesterol HDL di atas normal. Didapati juga lebih dari setengah (52,9%) remaja obes memiliki kadar hs-CRP dengan risiko menengah dan dua sampel (11,8%) dengan risiko tinggi. Hasil uji statistik spearman antar dua variabel didapati koefisien korelasi (r) = -0,219 dan nilai signifikansi (p) = 0,399. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara  kadar kolesterol HDL darah dengan kadar hs-CRP pada remaja obes. Kata kunci: Obesitas, remaja, kolesterol HDL, hs-CRP, PJK
ANALISIS PENGARUH TINGGI HAK SEPATU TERHADAP NYERI KAKI PADA PRAMUNIAGA KOSMETIK DI MANADO Sinta, Christiana Ruri
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.4081

Abstract

Abstract : The using of high heels can caused chronic defect and probability increase traumatic. The short period effect to the user of high heels especially for those who are rarely using them is medical infection of joint and foot swelling with foot pain in bone. This research purpose to know the connection of high of shoes heels and foot pain in bone. The method is analytic research by using cross sectional study approach, involve 30 subjects. It was done in november 2013 at megamall multimart, samrat multimart, golden and bahu freshmart. The data have got by interview and compare the pain scale, measuring the high of shoes heels and questionnaire. The research result indicated that the high of shoes heels average used by the cosmetic sales girls during her working are 5 cm(30%) and 7 cm(34%). and after measurements were taken and tested using a pain scale correlation test there is no significant difference in values ​​(P> 0.05). From bivariant analysis using correlation test indicated that the result was not significant (p=0,18). Conclusion : there is not significant relation between the high of shoes heels and the foot pain in bone. Key words: the high heels , the foot pain in bone.   Abstrak: Penggunaan sepatu hak tinggi dapat menyebabkan kerusakan kronis dan meningkatkan kemungkinan terjadi trauma. Efek  jangka pendek bagi pengguna sepatu hak tinggi khusus bagi mereka yang jarang menggunakannya yaitu peradangan sendi dan pembengkakan kaki serta nyeri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tinggi hak sepatu dengan nyeri kaki. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan studi potong lintang, sampel yang diambil 30 orang dan dilaksanakan pada bulan November 2013 di Multimart Megamall, Multimart Samrat, Golden dan Freshmart Bahu. .Data diperoleh dengan wawancara dan mencocokkan skala nyeri, pengukuran tinggi hak sepatu serta kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tinggi hak sepatu yang digunakan pramuniaga kosmetika selama bekerja yaitu 5 cm (30%) dan 7 cm (34%) dan setelah dilakukan pengukuran skala nyeri dan diuji menggunakan uji korelasi tidak terdapat perbedaan nilai yang bermakna (p> 0.05). Hal ini terlihat pada hasil uji korelasi antara tinggi hak sepatu dengan nyeri kaki setelah pemakaian sepatu hak tinggi (p=0.18). Simpulan: tinggi hak sepatu tidak berpengaruh pada nyeri kaki. Kata kunci: nyeri kaki, sepatu hak tinggi.
GAMBARAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK BEBERAPA JENIS HANDPHONE YANG DIGUNAKAN MAHASISWA KEDOKTERAN ANGKATAN 2013 Wowor, Rich V.
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.4386

Abstract

Abstract: Mobile phone is a source of potentially harmful radiation. The form of signals in two radiation field, the near magnetic field and the remote magnetic field. This research is quantitative, with a cross-sectional approach. The results of the study, the highest standby electromagnetic waves is BlackBerry smartphone, while lowest  one is the Samsung. At the calling modes, highest is Blackberry and Nokia and the  lowest one is Samsung. At the receiving modes the biggest wave is Blackberry, lowest is Samsung. Based on the results of the ANOVA test it was found that there is a significant difference (p = 0.003, p <0.05) in the fourth electromagnetic waves smartphone brands when making a call. While in standby and receive calls no significant difference (p = 0.120 and p = 0.115, p> 0.05). Therefore, no difference statistically and required further analysis (post-hoc) to test the Least Significant Difference (LSD) or the Least Significance difference (LSD). There is a significant difference between the top of the electromagnetic wave smartphone brands Samsung, Nokia, and Blackberry at the time of call. While all four brands of smartphones is apparently the difference electromagnetic waves of the Samsung and Nokia with significant difference (p = 0.001), followed by the differences between the Samsung and Blackberry (p = 0.002). It can also take a look at the difference in the mean difference of the four brands of electromagnetic waves where the average difference between Nokia and Samsung is the smallest (-4.035), followed by the difference between the Samsung with Blackberry (-4.001). Keywords: handphone, electromagnetic wave, radiation field.   Abstrak: Handphone merupakan sumber radiasi potensial yang membahayakan. Signal telepon seluler yang dikirim membentuk dua buah lapangan radiasi yakni, medan magnet dekat dan medan magnet jauh. Penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian, smartphone saat standby tertinggi Blackberry, terendah Samsung. Saat panggilan tertinggi Blackberry dan Nokia, terendah Samsung. Saat menerima panggilan, terbesar adalah Blackberry, terendah Samsung. Berdasarkan hasil uji ANOVA terdapat perbedaan bermakna (p = 0,003; p<0,05) induksi elektromagnetik pada keempat merk smartphone saat melakukan panggilan. Sedangkan pada saat standby dan menerima panggilan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p = 0,120 dan p = 0,115; p > 0,05).  Oleh karena tidak terdapat perbedaan secara statistik maka diperlukan analisis lanjutan (post-hoc) dengan melakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) atau Least Significance Diferrence (LSD). Terdapat perbedaan yang bermakna atas induksi elektromagnetik smartphone antara merk Samsung, Nokia, dan Blackberry pada saat melakukan panggilan. Sedangkan dari keempat merk smartphone tersebut ternyata perbedaan induksi elektromagnetik antara merk Samsung dan Nokia memiliki perbedaan yang paling signifikan (p = 0,001) kemudian diikuti oleh perbedaan antara merk Samsung dengan Blackberry (p = 0,002). Hal ini dapat juga kita lihat pada selisih perbedaan rerata dari keempat merk tersebut dimana selisih rerata induksi elektromagnetik antara merk Samsung dengan Nokia merupakan yang terkecil (-4,035) kemudian diikuti oleh selisih antara merk Samsung dengan Blackberry (-4,001). Kata kunci: Handphone, induksi elektromagnetik, lapangan radiasi.
Hubungan Kebisingan Terhadap Tekanan Darah Pada Pekerja Lapangan PT. Gapura Angkasa Di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado Montolalu, Shinly Suzana
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.3643

Abstract

Abstract: Environmental noise is unwanted sound, which induces physiological alteration on individuals exposed to it. The effect of noise in causing health disorder depends on the intensity, frequency and length of exposure to noise. The purpose of this research is to determine the correlation between noise and blood pressure on PT. Gapura Angkasa field workers in Sam Ratulangi Airport Manado. The research methodeology used is observational study using cross sectional design. The research was conducted between October to December 2013. Subjects are 30 field workers of PT. Gapura Angkasa in Sam Ratulangi Airport Manado selected through questionnaire, inclusion and exclusion criteria. Data analysis performed by Fisher Exact Tests using SPSS. The result showed that there are 18 people (60%) with increased systolic blood pressure and 14 people (46,7%) with increased diastolic blood pressure exposed by noise intensity over 85 dB. There are 3 people (10%) with increased systolic blood pressure and only 1 people with increased diastolic blood pressure exposed by noise intensity under 85 dB. In conclusion, it shows that there are increasing of systolic blood pressure (p = 0,032) and diastolic blood pressure (p = 0,018) significantly.Keywords: Systolic, Diastolic, Blood Pressure, Noise Intensity    Abstrak: Bising lingkungan merupakan suara yang tidak dikehendaki yang dapat menyebabkan perubahan fisiologis pada setiap individu yang terpapar bising tersebut. Pengaruh kebisingan terhadap timbulnya gangguan kesehatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu intensitas, frekuensi dan lamanya terpapar kebisingan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kebisingan terhadap tekanan darah pada pekerja yang terpajan kebisingan di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah studi Observasional dengan desain cross sectional, yang dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember. Subjek penelitian adalah 30 pekerja lapangan PT. Gapura Angkasa di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado yang dipilih melalui kuesioner, kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan uji statistic Fisher Exact Test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 18 orang (60%) mengalami peningkatan tekanan darah sisitolik dan 14 orang (46,7%) mengalami peningkatan tekanan darah diastolik yang terpapar intensitas bising > 85 dB. Terdapat 3 orang (10%)  mengalami peningkatan tekanan darah sisitolik dan hanya 1 orang mengalami peningkatan tekanan darah diastolik yang terpapar dengan intensitas bising < 85 dB. Kesimpulan, hal itu menunjukan peningkatan tekanan darah sistolik (p = 0,032) dan tekanan darah diastolik (p = 0,018) yang berarti p < 0,05.Kata Kunci: Sistolik, Diastolik, Tekanan Darah, Intensitas Bising
STRES TERHADAP DAYA TAHAN BELAJAR PADA MAHASISWA ANGKATAN 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Talumewo, Veyna Reysa
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.3758

Abstract

Abstract: Stress is the physical and psychological disorders caused by the changes and demands of life which influenced either by environmental and individual performance within that environment. Excess of stress can affect the health and learning ability of students. Stress in medical students is a phenomenon encountered throughout the world. This study aims to confirm the effect of stress on learning durability of students of class 2013 Sam Ratulangi University Faculty of Medicine. Methods: This research is an observational analytic using a cross-sectional study method and samples of 100 students. Result: Result found as many as 48,4% students who experience stress. Existing data is tested using Kendall's Tau correlation test, p-value is 0.136, indicating that the result of this study shows no effect of stress on durability of learning in1st semester students of class 2013 Sam Ratulangi University Faculty of Medicine. Key Words: Stress, learning durability.    Abstrak: Stres adalah gangguan pada fisik dan psikis yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan, yang dipengaruhi baik oleh lingkungan maupun penampilan individu didalam lingkungan tersebut. Stres yang berlebihan ini dapat mempengaruhi kesehatan dan kemampuan belajar dari mahasiswa. Stres pada mahasiswa kedokteran merupakan fenomena yang ditemui di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara stres terhadap daya tahan belajar mahasiswa angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan menggunakan metode cross sectional study dan sampel berjumlah 100 mahasiswa. Hasil: Didapati, sebanyak 48,4%  mahasiswa yang mengalami stres Data yang ada diuji menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau, nilai p yang didapatkan adalah 0,136,  menunjukkan bahwa hasil penelitian ini tidak mempunyai pengaruh antara stres dengan daya tahan belajar pada mahasiswa semester 1 angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Kata Kunci: Stres, daya tahan belajar.
Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Bawang Merah ( Allium cepa L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Sarson, Moh. Rizki R.
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.3698

Abstract

Abstract: Backround - Shallots (Allium cepa L) is one of  the plant that can be used as a traditional medicine. Method - This study was performed by using onion leaf to determine the inhibitory against the growth of Escherichia coli. Onion leafs extracted by maceration using 95%  alcohol. The extract of the Onion leaves was diluted with distilled water to reach concentration of 1000 ppm, 3000 ppm, and 10,000 ppm. The test of inhibition effect of the extract of onion leaves was performed by using the papper disc method. Results - The results showed all the leaves of onion extract concentration did not produce a clear zone on the media. Conclusion - onion leaf extract has no inhibition on the growth of the bacterium Escherichia coli. Keywords: Allium cepa L, Leaf onion, Extraction, Escherichia coli  Abstrak: Latar Belakang: Bawang merah (Allium cepa L) merupakan salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai obat tradisional. Metode - Penelitian dilakukan dengan menggunakan daun bawang merah untuk mengetahui daya hambatnya terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Daun bawang merah di ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi memakai Alkohol 95%. Ekstrak daun bawang merah  dilarutkan dengan aquades hingga mencapai konsentrasi 1000 ppm, 3000 ppm , dan 10.000 ppm. Uji daya hambat ekstrak daun bawang merah  menggunakan metode cakram disc. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan semua konsentrasi ekstrak daun bawang merah tidak menghasilkan zona bening pada media. Kesimpulan – Ekstrak daun bawang merah tidak memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli.Kata Kunci: Allium cepa L, Daun bawang merah, Ekstraksi, Escherichia coli.