cover
Contact Name
Indah Juwita Sari
Contact Email
indah.juwitasari@untirta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
biodidaktika@untirta.ac.id
Editorial Address
Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Raya Ciwaru No. 25, Kota Serang, Banten
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
ISSN : 1907087X     EISSN : 25274562     DOI : 10.30870/biodidaktika.v18i1.17311
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya is a peer-reviewed journal that covers research and review articles in Biology and Biology Education.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2022)" : 17 Documents clear
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF BERBASIS APLIKASI ANDROID TENTANG MATERI SEL DAN BIOPROSES SEL UNTUK PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER 1 DI SMAN 13 PADANG Bintang Yantaris; Ardi Ardi
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/biodidaktika.v17i1.16106

Abstract

Interactive media is a teaching material that usually refers to digital services in which it presents text, moving images, animations, and videos. Based on the results of student questionnaires at SMAN 13 Padang, it was found that the materials that were difficult for students to master were cell material and cell bioprocesses. This is because this material is abstract and cell biprocessing which is difficult to understand. Most schools only use teaching materials in the form of powerpoints and LKPD, therefore teachers expect other media that can help teachers and students in the learning process. Researchers conduct research with the aim of producing interactive teaching materials based onapplications android that can help students understand the material. The type of research that the researcher developed was development research with amodel 4D that used 3 stages, namely define, design, and develop, the subject that the researcher took was a biology teacher and 32 students of SMAN 13 Padang. The research that the researchers conducted obtained results in the form of interactive teaching materials basedapplications android onabout cell material and cell bioprocesses for class XI Mathematics and Natural Sciences. And from the research results, the researchers concluded that the interactive teaching materials that the researchers developed were valid and practical.
PENGARUH HORMON AUKSIN SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH PADA BEBERAPA JENIS TUMBUHAN MONOCOTYLEDONEAE DAN DICOTYLEDONEAE A. Muh. Nurfauzan Hanif Debitama; Iga Ayu Mawarni; Ummul Hasanah
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/biodidaktika.v17i1.16111

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh hormon auksin sebagai zat pengatur tumbuh pada beberapa jenis tumbuhan monocotyledoneae dan dicotyledoneae berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan metode deskriptif dari sumber situs Google Scholar. Data kualitatif yang digunakan pada penulisan artikel ini adalah hasil analisis dari berbagai literatur. Data berupa data sekunder dari berbagai hasil penelitian yang telah diterbitkan. Prosedur analisis yang digunakan, yaitu dengan mengelompokkan informasi yang sejenis dan selanjutnya disintesis serta dibuat rumusan kesimpulan. Hasil sintesis diperoleh bahwa hormon auksin sebagai zat pengatur tumbuh memberikan pengaruh yang signifikan terhadap beberapa tanaman monocotyledoneae dan dicotyledoneae. Golongan monocotyledoneae dan dicotyledoneae yang berhasil dianalisis seperti anggrek mokara (Vanda mokara), rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput raja (Pennisetum purpuphoides), tebu (Saccharum officinarum L.), alpukat mentega (Persea americana Mill.), buah naga merah (Hylocereus costaricencis (Web) Britton & Ross), cabai rawit (Capsicum frutensen), cabai keriting (Capsicum annum), gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.), kangkung air (Ipomoea aquatica Forssk.), meranti sabut (Shorea parvifolia Dyer.), dan tanaman karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.). Auksin yang diberikan dapat berasal dari jenis alami ataupun bersifat sintetik, seperti Asam Indol-3-asetat (IAA), Indole Butiric Acid (IBA), atau Naphtalen Acetic Acid (NAA).
Kesiapan Peserta Didik pada Pembelajaran Daring di Era Pandemi Covid-19 pada Mata Pelajaran IPA/Biologi di SMP Negeri 13 Padang Safia Dini Afkarin; Relsas Yogica; Ardi Ardi
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/biodidaktika.v17i1.16101

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kesiapan peserta didik kelas VII dalam mengikuti pembelajaran daring di SMP Negeri 13 Padang sebagai salah satu aspek penting dari evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan pada Juni 2021 di SMP Negeri 13 Padang. Teknik pengambilan sampel yaitu Proportionate Stratiefied Random Sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas VII yang berjumlah 50 orang. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dengan guru IPA/Biologi yang bertanggung jawab dengan kelas VII di SMP Negeri 13 Padang dan menyebarkan lembaran angket kepada peserta didik. Hasil wawancara terhadap guru di SMP Negeri 13 Padang menunjukkan adanya kendala yang dialami peserta didik selama mengikuti pembelajaran daring seperti adanya peserta didik yang tidak dapat bergabung dan mengikuti kelas daring, kurangnya sarana atau fasilitas pendukung untuk bergabung dalam kelas daring, adanya peserta didik yang kurang memahami dan menguasai penggunaan internet dan sumber belajar dengan baik, dan beberapa peserta didik yang kurang motivasi dan arahan dari orang tua selama mengikuti pembelajaran daring di rumah. Pada hasil observasi awal maka diperoleh tingkat kesiapan peserta didik yang dibagi menjadi 5 aspek yaitu aspek kesiapan diri peserta didik, aspek kesiapan fasilitas, kesiapan konektifitas, kesiapan dukungan orang tua, dan kesiapan referensi belajar. Dari keseluruhan aspek diperoleh rata-rata 69% dengan kriteria siap. Kesimpulan dari hasil analisis kesiapan merupakan identifikasi dari pihak sekolah terhadap kendala dari masing-masing peserta didik dalam mengikuti pembelajaran daring dan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran daring khususnya pada pelajaran IPA/Biologi sehingga kesiapan peserta didik menjadi pengaruh positif pada diri peserta didik
THE INDUCING COMPOUND OF FUSARIC ACID FOR RESISTANCE OF FUSARIUM WILT DISEASE IN FAMILY ORCHIDACEAE Elsi Diana; Endang Nurcahyani
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/biodidaktika.v17i1.16107

Abstract

Orchids are plants that belong to the Orchidaceae family. Orchid have charming flowers because they have various colors, shapes and sizes, and bloom perfectly and are long-lasting. In the process of growth, orchids can be attacked by several diseases, one of which is fusarium wilt caused by the fungus Fusarium oxysporum. Fusarium oxysporum produces a non-specific mycotoxin compound, namely fusaric acid. Fusaric acid at non-toxic concentrations can help induce the synthesis of phytoalexins, which is a form of plant response to inhibit pathogen activity. Based on the results of reviews from several journals, it can be concluded that fusaric acid compounds can be used as resistance compounds to fusarium wilt disease in orchids.
PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI EKOSISTEM TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X SMA/MA Jaridatul Muniroh; Nirwana Anas; Khairuna Khairuna
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/biodidaktika.v17i1.16112

Abstract

Keterampilan proses sains bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja dengan ilmu pengetahuan secara sistematis serta membentuk pola pikir peserta didik secara ilmiah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing pada materi ekosistem terhadap keterampilan proses sains siswa kelas X SMA/MA.Penelitian ini dilaksanakan di MAN Dairi pada tanggal 07 Juni 2021 s/d 15 Juni 2021. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2 Kelas X IPA MAN Sidikalang yang terdiri dari 62 Peserta didik. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Non-probability sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam pembelajaran materi ekosistem menunjukkan persentase nilai yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Nilai rata-rata keterampilan proses sains kelas eksperimen adalah 77,8 dan kelas kontrol adalah 63,1. Dari hasil uji statistik diperoleh hasil perhitungan uji hipotesis peserta didik bahwa thitung diperoleh sebesar 4,6729 dan ttabel diperoleh sebesar 1,6706 dengan taraf signifikansi 5% diketahui bahwa thitung> ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan uji statistik diketahui terdapat pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa kelas X SMA/MA.Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan alternatif model pembelajaran lain yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik.
Surat Pemberitahuan Biodidaktika Biodidaktika
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/biodidaktika.v17i1.16515

Abstract

Surat Pemberitahuan
Inventarisasi dan Identifikasi Penyakit Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Di Kebun Gaga Semanan Nur Imah; Yulistiana Yulistiana; Rina Hidayati Pratiwi
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/biodidaktika.v17i1.16529

Abstract

Penyakit pada tanaman cabai rawit merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam prospek budidaya tanaman cabai rawit, dikarenakan adanya serangan penyakit ini dapat menyebabkan kerugian secara ekonomi. Tujuan dari penelitian adalah menginventarisasi dan mengidentifikasi penyakit pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di kebun Gaga Semanan. Penelitian dilakukan pada tanaman cabai rawit yang terserang penyakit di Kebun Gaga Semanan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di lapangan yaitu teramati gejala penyakit pada tanaman cabai rawit ialah bercak berwarna kecoklatan, berlekuk, mengkerut, dan kering pada buah cabai rawit. Gejala penyakit pada daun bercak-bercak bulat kecil dan klorosis, bagian tengah bercak berwarna putih seperti mata burung serta bercak tua berlubang pada daun, dan pucat pada daun diikuti layu dan menggulungnya daun bagian bawah yang kemudian menjadi layu secara keseluruhan. Berdasarkan hasil isolasi fungi dari sampel tanaman cabai rawit yang memiliki gejala penyakit tersebut teramati fungi dengan ciri bentuk makrokonidia silindris dengan ujung tumpul, bentuk makrokonidia tongkat dengan ujung tumpul, dan bentuk makrokonidia silindris dengan ujung runcing serupa sabit. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fungi yang menyebabkan penyakit pada tanaman cabai rawit di kebun Gaga Semanan teridentifikasi ialah Colletotrichum sp., Cercospora sp., Fusarium sp. 

Page 2 of 2 | Total Record : 17