cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 2 (2015): Desember" : 8 Documents clear
Pemanfaatan Saluran Lindi TPA Begendung untuk Menghisap Biogas dari Sampah Kota Cilegon Pinem, Mekro Permana; Caturwati, Ni Ketut; Septian, Yudi; Mawardi, Aminullah
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan TPA telah terbukti efektif untuk menjadi sumber energi terbarukan. Sampah Kota Cilegon dengan karakterisstik lebih besar komposisi sampah organiknya seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas dalam hal ini metana (CH₄). Produksi metana dari sampah organik terjadi karena aktifitas mikroba tertentu yang menguaraikan sampah organik. Seperti makhluk hidup lainnya, mikroba ini juga keberlangsungan hidupnya sangat tergantung terhadap kondisi alam sekitar untuk mikroba dapat berkembang dan beraktifitas dengan optimum. Metode yang digunakan untuk menangkap biogas dari TPA Begendung dengan pemanfaatan saluran lindi menunjukkan kadar metana yang dihasilkan hanya berkisar 14%-15%. TPA yang dapat dimanfaatkan biogasnya paling tidak mempunyai kadar metana lebih dari 50%, sehingga saluran lindi saja tidak cukup untuk memnafaatkan biogas dari sampah kota. Pengujian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa produksi metana dipengaruhi oleh temperatur lingkungan dimana kondisi lingkungan TPA Begandung temperaturnya berkisar 28°C-34°C. Pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa produksi biogas stabil pada temperatur 30°C.
Pengaruh Sudut Nozzle terhadap Permanent Pressure Drop dan Disscharge Coefficient pada Nozzle Flow Meter Ghurri, Ainul; Tista, SPG Gunawan
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nozzle Flow Meter merupakan salah satu alat ukur aliran berbasis tekanan perbedaan yang banyak digunakan di dalam dunia industri di mana aliran dihitung berdasarkan persamaan bernoulli dengan menghitung pressure drop yang terjadi pada aliran yang melewati sebuah penghalang berbentuk nozzle yang dipasang dalam aliran tersebut. Pengukuran nozzle meter telah dilakukan menggunakan plat nozzle dengan rasio diameter β=0.5 yang memiliki ketebalan 15 mm dan sudut kemiringan nozzle (α) 5°, 10°, 15°, 20°, dan 25°. Pengujian dilakukan pada laju alir volumetric 10 s/d 30 menit L/menit ekivalen dengan bilangan Reynolds (Re) 9000/30000. Posisi pressure tap untuk nozzle flow meter yang diuji dipilih 1 inch di hulu airan plat nozzle dan 1 inch di hilir aliran plat nozzle, sesuai pengujian hasil awal yang menghasilkan kapasitas aliran teoritis yang mendekati nilai aktualnya. Hasill pengujian menunjukkan bahwa sudut nozzle tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permanent pressure drop aliran melintasi plat nozzle. Namun kecenderungannya adalah semakin menurun jika sudut nozzle semakin besar. Permanent pressure drop yang terjadi adalah berkisar 60.1% pada sudut nozzle 25° dan yang tertinggi adalah 60.3% pada sudut 5°. Sudut nozzle yang lebih besar berdampak aliran bergerak lebih konvergen menuju vena contracta dan meminimalisir kehilangan energi pada proses konversi dari energi tekanan ke energi kinetik aliran. Nilai discharge coefficient (CD) yang dihasilkan seluruh pengujian berkisar antara 0.9 s/d 1.07 dimana angka ini tidak jauh berbeda dengan yang ditunjukkan dalam beberapa literatur dan publikasi. Nilai cd yang paling mendekati literatur berdasarkan Re yang diuji adalah untuk sudut nozzle 20°.
Studi Awal Pengolahan Sampah Kota sebagai Energi Baru Terbarukan dengan Anaerobic Biodigester Caturwati, Ni Ketut; Pinem, Mekro Permana; Angga, .
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan hasil samping kegiatan manusia yang seringkali dikesampingkan karena dianggap tidak berguna dan menjadi sumber pencemaran lingkungan. Sebaliknya dunia saat ini mengalami krisis energi akibat cadangan energi fosil yang semakin menipis. Hal ini menuntut dilakukannya pengembangan teknologi pengolahan sampah sebagai sumber energi seperti teknologi anaerobic biodigester. Paper ini menampilkan hasil eksperimen pengolahan sampah organik dengan anaerobic biodigester dengan starter kotoran sapi, kotoran  kambing dan air lindi. Hasil penelitian menunjukkan biogas yang dihasilkan dari starter kotoran kambing memiliki kadar gas metana sebesar 64,3%. Nilai sangat baik mendekati nilai maksimal standar biogas menurut Energy Resources Development Series No. 19 Esca, Bangkok dengan kisaran kandungan metana sebesar 55-65%
Pengaruh Temperatur Sintering terhadap Komposit (TiC-25NiCr) terhadap [(Ti₀,₇-MO₀,₃) 17C-25NiCr] Hasil Pemaduan Mekanik menggunakan Metode Planetary Ball Mill Alhamidi, Ali; Suryana, .; Hilman, M. Luthfi
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The powder mixtures of Ti, C, Ni, Cr and Mo are processed by powder metallurgy process to form ceramics metals (cermet) and sintered at various temperatures of 700°C, 1000 °C, and 1100°C have been investigated. The preparation sample of  the materials using the principle of mechanical alloying for 10 hours with varying molybdenum at 0 and 0,3% XRD analysis shows that there is no consolidated material cermet. However, the formation of TiC with binders NiCr shown occurred. Sample without molybdenum affect size crystallite of TiC and NiCr, the higher temperatures sintering causing size of crystallite TiC size of the less for higher temperatures sintering, while crystallite size of NiCr is much hinger.
Daya Output Optimal pada Jenis Solar Cell Monocrystalline dan Plycrystalline Yehzekiel, .; Siregar, Yulianta; Helmi, Hasdari; Syahrawardi, .; Afron, .
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan solar cell yang optimal dengan menggunakan 2 Jenis solar cell 100 Wp yaitu Monocrystalline dan Polycrystalline dan dilakukan di gedung Departement Teknik Elektro, Universitas Sumatera Utara, pada bulan oktober 2015. Jenis Monocrystalline menggunakan sudut kemiringan solar cell 0°-60°, sementara jenis Polycrystalline menggunakan reflektor (Cermin) dengan sudut reflektor 50°, 60°, 70°. Hasil daya output optimal yang diperoleh untuk Monocrystalline adalah sebesar 100 Watt, pada jam 12.00 WIB dengan sudut kemiringan reflektor 60° dan sudut kemiringan solar cell 10°.
Pengaruh Variasi Suhu terhadap Proses Self Tempering dan Variasi Waktu Tahan pada Proses Tempering terhadap Sifat Mekanis Baja AISI 4140 Nandiawan, Desga Hita; Sunardi, .; Fawaid, Moh.
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan salah satu jenis logam yang banyak dimanfaatkan untuk keperluan industry. Baha AISI 4140 adalah salah satu jenis baja yang banyak digunakan pada komponen mesin misalnya roda gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifak mekanis pada baja AISI 4140 dengan menggunakan varisi waktu pada proses tempering suhu pada proses self tempering. Pada penelitian ini, material terlebih dulu dipanaskan pada suhu 850°C kemudian ditahan dengan waktu 14 dan 28 menit kemudian didinginkan dengan media oli SAE 20. Pada saat proses pendinginan suhu yang harus dicapai adalah 200°C. Nilai ketangguhan terbesar pada saat proses tempering adalah 0,341 (J/mm²) dengan waktu tahan 120 menit, sedangkan pada saat proses self tempering ketangguhan terbesar pada suhu 600° dengan nilai 0,375 (J/mm²). Laju korosi terbesar pada saat proses tempering martensit yang mulai terbentuk didinginkan dengan cepat kemudian dipanaskan kembali sehingga membentuk martensit temper. Sedangkan pada proses self tempering martensit yang terbentuk belum sempurna dikarenakan pendinginan cepat pada saat quench.
Pemanfaatan Buah Seri (Muntingia Calabura L) untuk Pembuatan Asam Asetat menggunakan Bakteri Acetobacter Xylinum Hasfita, Fikri; Maulinda, Leni; Devi, Ayu Sari
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah seri (Muntingua Calabura L) merupakan tumbuhan neotropik yang pemanfaatannya belum maksimal padahal di dalam buah seri diketahui mengandung karbohidrat yang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan asam asetat. Asam asetat atau asam cuka adalah senyawa organik yang mengandung gugus asam karboksilat, yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Kandungan karbohidrat yang tinggi dalam buah seri memungkinkan untuk difermentasikan menghasilkan asam asetat. Pembuatan asam asetat berbahan baku buah seri dilakukan secara fermentasi menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum yang dilakukan dalam dua tahap yaitu fermentasi alkohol dan fermentasi asetat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas buah seri (Muntingua Calabura L) sebagai bahan baku asam asetat dengan menganalisa pengaruh waktu fermentasi 3, 6, 9, 12 hari, dan volume filtrat 500, 550, 600, dan 650 ml, terhadap karakteristik asam asetat yang dihasilkan. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar asam asetat tertinggi pada waktu fermentasi 9 hari dengan jumlah alkohol sebanyak 650 ml yaitu 1,369 %. Hasil densitas untuk asam asetat telah memenuhi nilai standar densitas yaitu sebesar 1,055-1,083 gr/ml, dari waktu fementasi 3-12 hari, sedangkan untuk yield asam asetat nilai tertinggi diperoleh 40.00%. Nilai pH terbaik diperoleh pada waktu fermentasi 9 hari  dengan penambahan jumlah alkohol sebesar 650 ml yaitu 5,49.
Rancang Bangun Cycloconverter untuk Sinkronisasi Pembangkit Tenaga Listrik Haryanto, Heri; Hidayat, Ahmad; Munarto, Ri
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cycloconverter adalah rangkaian elektronika daya yang memiliki kemampuan untuk mengubah besar tegangan dan frekuensi jala-jala. Rangkaian cycloconverter satu fasa pada Tugas akhir ini dibentuk oleh 8 buah SCR yang penyulutannya dilakukan oleh dua bauh IC cintrol phasa (TCA 785) digunakan untuk  mengatur tegangan keluaran pada cycloconverter. Untuk ATmega 16 juga dapat digunakan sebagai pengukur frekuensi jala-jala. Cycloconverter satu fasa pada tugas akhir ini akan digunakan sebagai alat sinkronisasi pembangkit tenaga listrik. Untuk sinkronisasi pembangkit tenaga listrik memiliki beberapa syarat seperti tegangan, frekuensi dan fasa antara pembangkit harus sama. Dengan cycloconverter ini dapat mengatur tegangan keluaran pembangkit tenaga listrik sehingga dapat dilakukan sinkronisasi walaupun tegangan keluaran kedua pembangkit tenaga listrik tersebut berbeda.

Page 1 of 1 | Total Record : 8