cover
Contact Name
Sujinah
Contact Email
linguafranca@um-surabaya.ac.id
Phone
+6281330714146
Journal Mail Official
sujinah@pps.um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Sutorejo No. 59 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
ISSN : 23025778     EISSN : 25803255     DOI : http://dx.doi.org/10.30651/lf.v6i1
Jurnal LINGUA FRANCA merupakan media informasi dan penyebarluasan artikel hasil penelitian maupun konseptual dengan bidang garapan yang berhubungan dengan bahasa, sastra, dan pengajarannya. Arjuna Subject : Seni dan Humaniora - Bahasa dan Linguistik
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2020)" : 22 Documents clear
Kesenjangan Sosial Dalam Novel Karya Charles Dickens Dan Hector Malot Oliver Twist Dan Nobody’s Boy Agus Budiman
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.138 KB) | DOI: 10.30651/lf.v4i1.5799

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan dua novel yang mengambil latar belakang, tempat dan waktu yang berbeda, namun kesenjangan sosial digambarkan jelas pada kedua novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Objek material dalam penelitian ini adalah Novel Karya Charles Dickens dan Hector Malot Oliver Twist dan Nobody’s Boy. Adapun objek formal dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural dan kajian bandingan. Data analisis menekankan pada teknik analisis isi. Studi literatur dilakukan dengan cara melakukan telaah terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai sastra bandingan. Hasil dari studi pendahuluan ini dijadikan sebagai dasar penentuan konsep-konsep yang akan diteliti; kedua, mendeskripsikan persamaan dan perbedaan secara tekstual yang terdapat dalam kedua cerita rakyat tersebut. Hasil penelitian ini adalah Kemiripan pada beberapa narasi, dialog, dan juga struktur dalam kedua Novel Oliver Twist dan Nobody’s Boy. Novel tersebut menunjukkan adanya hubungan sastra bandingan antara karya Charles Dickens dengan Hector Malot. Keduanya berusaha menggambarkan kondisi kesenjangan sosial yang ada pada masa tersebut, juga terdapat istilah yang juga sama-sama disebutkan seperti workhouse yang digambarkan sebagai tempat yang tak layak untuk ditinggali dan juga anak-anak mendapatkan perlakuan yang buruk. Kata Kunci : Sastra Bandingan, Kesenjangan Sosial, Novel Oliver Twist
Kajian Mitos dalam Novel Aroma Karsa Karya Dewi Lestari Perspektif Ekologi Budaya Yunita, Galuh Farah Rahma; Sugiarti, Sugiarti
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.2375

Abstract

Lingkungan budaya dengan segala kompleksitasnya mampu memberikan sumbangan terhadap lahirnya mitos. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta-fakta mitos, fungsi mitos, dan keterkaitan mitos dengan lingkungan budaya. Ekologi budaya dipilih sebagai pendekatan, karena masyarakat dan lingkungan budaya tidak dapat dipisahkan dari aspek penciptaan karya sastra. Adapun teori yang digunakan adalah strukturalisme Claude Levi-Strauss berupa miteme yaitu unsur-unsur terkecil dalam mitos. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis untuk mendeskripsikan mitos-mitos dalam novel dengan melibatkan lingkungan budaya. Data penelitian berupa sekuen cerita, kutipan satuan cerita berwujud kutipan langsung, dialog, dan monolog tentang mitos. Sumber data penelitian berasal dari novel Aroma Karsa karya Dewi Lestari. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka berupa membaca novel Aroma Karsa karya Dewi Lestari, dan ditunjang dengan buku dan sumber lain yang relevan dengan rumusan masalah. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data, menganalisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu mengungkapkan fakta-fakta mitos melalui rangkaian peristiwa, miteme yang menghadirkan Puspa Karsa sebagai tokoh sakral, kehidupan Puspa Karsa, dan benda-benda yang terungkap dalamnya. Kehadiran Puspa Karsa dan tokoh-tokoh mitologi lainnya memberikan fungsi tersendiri, salah satunya untuk memberikan pemahaman bahwa ada kekuatan lain yang hidup berdampingan dengan manusia. Lokasi taman Puspa Karsa memanfaatkan Lingkungan budaya masyarakat Jawa Tengah yang melahirkan beragam mitos, namun masih diyakini kebenarannya.
Kajian Kecemasan Neurotik pada Novel Lengking Burung Kasuari Karya Nunuk Y. Kusmiana Dian Prasasti, Bawon Wiji; Sugiarti, Sugiarti
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.2379

Abstract

Sastra dan psikologi memiliki kekuatan dalam proses kreatifitas pengarang dalam merangkai peristiwa cerita. Melalui sastra kejiwaan manusia dapat diketahui serta mampu menunjukkan gejala-gejala kejiwaan manusia secara implisit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk kecemasan neurotik dan (2) faktor-faktor penyebab kecemasan neurotik. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Pendekatan Psikologi sastra dipilih karena sastra tidak dapat dilepaskandari perilaku manusia yang membentuknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan kecemasan neurotik melalui novel Lengking Burung Kasuari. Data dalam penelitian ini adalah sekuen cerita, kutipan satuan cerita berwujud dialog dan monolog. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik (a) membaca (b) mengidentifikasi data, dan (c) mengelompokan data sesuai dengan kajian. Sumber data penelitian novel Lengking Burung Kasuari Karya Nunuk Y. Kusmiana. Hasil penelitian dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, bentuk-bentuk kecemasan neurotik berupa fobia spesifik dan fobia sosial yang dialami tokoh dalam menjalani masa kecilnya selama di kota Jayapura. Kedua, faktor-faktor penyebab kecemasan neurotik dialami tokoh utama bersumber pada pengalaman negatif masa lalu, kegagalan katastropik, dan generalisasi dalam kehidupan yang terungkap dengan adanya konflik-konflik batin sendiri rasa cemas, khawatir, perasaan takut, bahkan kurangnya akan pengalaman hidup.
Analisis kohesi gramatikal antarkalimat pada teks narasi siswa sebagai bahan pembelajaran menulis di MTs Assalam Sukabumi Gunawan, Fajrin Indra; Supendi, Deden Ahmad; Setiadi, David
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.2397

Abstract

Kohesi gramatikal merupakan kepaduan bentuk antaraunsur dalam wacana yang diwujudkan dalam sistem gramatikal. Oleh karena itu, perlu diperhatikan pemakaian kohesi gramatikal dalam wacana siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketepatan penggunaan penanda kohesi gramatikal antarkalimat dalam teks narasi siswa dan menjadikan hasil penelitian sebagai bahan pembelajaran menulis bagi siswa kelas VIII MTs Assalam Sukabumi.Subjek penelitian ini adalah teks narasi siswa kelas VIII MTs Assalam Sukabumi. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah piranti kohesi gramatikal antarkalimat dan ketepatan penggunaan kohesi gramatikal antarkalimat dalam karangan narasi siswa kelas VIII MTs Assalam Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan penggunaan piranti kohesi gramatikal antarkalimat dalam teks narasi siswa MTs Assalam Sukabumi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik baca dan catat. Analisis data menggunakan metode trianglasi data, yaitu dengan pengamatan dan analisis.Hasil dalam penelitian penggunaan kohesi gramatikal antarkalimat dalam teks narasi siswa kelas VIII MTs Assalam Sukabumi ada dua. Pertama, penggunaan kohesi gramatikal antarkalimat dalam teks narasi siswa MTs Assalam Sukabumi terdiri dari referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi. Dari data tersebut, penggunaan kohesi gramatikal didominasi oleh elipsis yang kurang digunakan. Kemudian hasil penelitian dijadikan sebagai bahan pembelajaran menulis bagi siswa. ketepatan penggunaan kohesi gramatikal antarkalimat dalam teks narasi siswa kelas VIII MTs Assalam Sukabumi termasuk dalam kategori baik.
Tokoh Perempuan dalam Kaba Sabai Nan Aluih Karya M. Rasyid Manggis dan Novel Senandung Sabai Karya Vera Yuana (Kajian Sastra Bandingan) Erawati, Yolani
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.3712

Abstract

Kaba Sabai Nan Aluih karya M. Rasyid Manggis dan novel Senandung Sabai karya Vera Yuana merupakan dua buah karya sastra yang belatarkan Minangkabau dan menjadikan perempuan Minangkabau sebagai tokoh utamanya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan membandingkan penggambaran tokoh perempuan dalam kaba Sabai Nan Aluih dan novel Senandung Sabai. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitain ini menggunakan pendekatan strukturalisme instrinsik dan kajian sastra bandingan. Sumber data adalah teks dalam kaba Sabai Nan Aluih dan novel Senandung Sabai. Teknik analisis data menggunakan analisis mengalir, yaitu tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Tokoh perempuan dalam kaba Sabai Nan Aluih  dan tokoh perempuan dalam novel Senandung Sabai sama-sama digambarkan sebagai sosok perempuan yang memiliki kecantikan baik dari segi fisik maupun batin. Kedua tokoh, yaitu Sabai Nan Aluih dan Reana Sabai memiliki paras yang cantik, sifat yang baik, dan pemberani. (2) Perbedaan penggambaran tokoh perempuan dalam kaba Sabai Nan Aluih  dan novel Senandung Sabai terletak pada zaman dari kedua karya sastra diciptakan yang digambarkan dari cara berpakaian dan pekerjaan masing-masing tokoh. Perbedaan lain juga terlihat dari permasalahan yang dihadapi tokoh Sabai dalam kaba Sabai Nan Aluih dan tokoh Reana dalam novel Senandung Sabai.
Aspek Sosial dalam Novel Hujan Karya Tere Liye Lestari, Anggraeni Khusnah
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.3829

Abstract

memaparkan mengenai aspek-aspek sosial dan keterkaitan antar aspek sosial yang ada dalam novel Hujan karya Tere Liye
Karakteristik Tindak Tutur Direktif Tokoh protagonis dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan Sidiq, Muhammad; Manaf, Ngusman Abdul
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.3882

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik  tindak tutur direktif tokoh protagonis. Tindak tutur direktif yang digunakan adalah tindak tutur memohon. Objek penelitian ini adalah novel Cantik Itu Luka  karya Eka Kurniawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tata cara pengumpulan data adalah membaca karya sastra dan mengerti adanya masalah yang ada dalam karya sastra itu sendiri, mengidentifikasi masalah, menentukan alat untuk mengupas fokus penelitian seperti menentukan pendapat ahli yang dianggap cocok untuk memecahkan masalah, inventarisasi, membuat simpulan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif untuk mendeskripsikan data yang menjadi objek kajian dan dikutip secara langsung. Hasil penelitian menyatakan terdapat tujuh tintak tutur direktif memohon yang dituturkan oleh beberapa tokoh seperti Dewi Ayu, Salim, dan Adinda  yang memiliki watak protagonis. Dari tuturan memohon watak tokoh protagonis tergambar sangat jelas. Dan dikaitkan dengan konteks mereka bertutur. Kata kunci : Protagonis, tindak tutur direktif. kesantunan berbahasa
Pemerolehan Bahasa Sunda Pada Muhammad Nathan Putra Syahrul Anak Usia 4 Tahun : Kajian Fonologi Irma Pratiwi Pratiwi, Irma Irma
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.4015

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menyaran pada analisis pemerolehan bahasa sunda pada anak berusia 4 tahun, dengan objek penelitian yang bernama Muhammad Nathan Putra Syahrul  dengan berfokus terkait kajian bunyi suara atau fonologi. Tujuannya untuk melihat seberapa jauh perkembangan dalam aspek fonologi pada anak Nathan dalam memperoleh bahasa sunda. Di usia 4 tahun merupakan fase anak memiliki kosa kata yang tentunya banyak dan bisa berbicara lancar layaknya orang dewasa, walaupun huruf yang disebutkan belum sepenuhnya sesuai. Pembendaharaan kata yang dihasilkan di usia 4 tahun yang di kemukakan oleh lenneberg, sebanyak kurang lebih 1520 kata. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis bahasa sunda Karawang dengan data berupa percakapan Nathan saat petang bersama keluarganya. Penelitian ini menggunakan media berupa rekaman video, yang berdurasi 10:49 dengan pembendaharaan kata yang diujarkan oleh anak berusia 4 tahun, berjenis kelamin laki-laki yang bernama Nathan. Dari hasil tersebut rumusan masalah yang akan diteliti yaitu apa saja bunyi vokal yang ia ujarkan pada saat itu? berapa banyak kosa kata sunda yang ia ketahui pada percakapan tersebut? Berapa banyak bunyi konsonan yang ia ujarkan pada saat itu? apakah terdapat diftong dan bunyi glotal? Dan aspek fonologisnya lain. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis kualitatif dengan mendeskripsikan segala aspek fonologis lalu menguraikannya.
Pudarnya Pesona Bahasa Indonesia di Media Sosial (Sebuah Kajian Sosiolinguistik Penggunaan Bahasa Indonesia) Arsanti, Meilani; Setiana, Leli Nisfi
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.4314

Abstract

Pesona bahasa Indonesia saat ini semakin memudar terlebih dengan menjamurnya media sosial. Pengguna media sosial yang disebut warganet kerap menggunakan istilah-istilah atau kosakata yang tidak sesuai dengan aturan kebahasaan. Hal tersebut berdampak pada cara komunikasi masyarakat Indonesia karena terbawanya bahasa yang digunakan pada media sosial dalam kehidupan sehari-hari baik lisan maupun tulis. Penggunaan bahasa pada status media sosial warganet dari perspektif sosiolingistik menjadi kajian dalam tulisan ini. Artikel ini ditulis dengan harapan memberikan wawasan kepada pembaca terkait perkembangan bahasa Indonesia di era modernisasi.
Pengajaran Bahasa dan Sastra di Era Digital (Era Digital, Era Masyarakat Global) Budiyono, Sri
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.4315

Abstract

Era digital sering disebut pula dengan era mondial, ataupun era global. Era digital merupakan istilah yang di gunakan dalam dunia digital, yaitu dunia yang menggunakan jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer. Era digital merupakan media baru yang sering digunakan untuk menggambarkan teknologi digital. Media baru ini memiliki karakteristik khusus yang dapat dimanipulasi, bersifat jaringan atau internet. Selain wahana internet, misalnya seperti media cetak, telivisi, majalah, maupun koran, dan lainnya yang sejenis bukanlah termasuk dalam kategori media baru. Media massa akan beralih ke media baru atau dunia internet karena adanya pergeseran peradaban dalam sebuah penyampaian informasi dan penggunaaan teknologi. Berkaitan dengan pernyataan di atas, artikel ini bertujuan mengulas dampak atau kelebihan dan kerugian pembelajaran bahasa dengan wahana baru yang berada di era 4.0. Hal yang tidak mustahil kalau semua perubahan pastilah ada imbas baik dan buruknya. Demian pula yang terjadi pada era 4.0 atau era digital ini.

Page 2 of 3 | Total Record : 22