cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
Analisis Guncangan Gempa Bumi Lombok dan Palu Tahun 2018 Indriati Retno Palupi; Wiji Raharjo; Oktavia Dewi Alfiani
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v11i2.283

Abstract

Gempa bumi Lombok dan Palu di Sulawesi Tengah pada tahun 2018 mengakibatkan banyaknya kerusakan pada bangunan yang ada di wilayah sekitar gempa bumi. Kedua gempa tersebut sama-sama bersumber dari patahan tetapi memiliki karaekteristik yang berbeda. Gempa bumi di Lombok didahului oleh foreshock dengan jarak tujuh hari dari mainshock sementara gempa bumi Palu mengakibatkan timbulnya fenomena tsunami dan likuefaksi. Salah satu efek yang ditimbulkan akibat gempa bumi dan dirasakan langsung oleh masyarakat adalah guncangan tanah. Guncangan tersebut dapat dirasakan sampai dengan ratusan kilometer dari pusat lokasi gempa bumi dengan berbagai variasi kekuatan yang berbeda-beda, tergantung pada mekanisme fokus, besaran magnitudo gempa bumi itu sendiri dan jarak lokasi dari sumber gempa bumi serta faktor geologi. Atenuasi percepatan tanah merupakan salah satu metode untuk memperkirakan seberapa besar kekuatan guncangan tanah akibat gempa bumi. Dalam penelitian ini digunakan persamaan menurut Campbell (1981), Idriss (2002) dan Fukushima. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa daerah di bagian sisi barat dan timur Pulau Lombok serta hampir semua daerah di Sulawesi Tengah memiliki percepatan tanah yang cukup besar akibat gempa bumi.Kata kunci: atenuasi percepatan tanah, jarak, gempa Lombok, gempa Palu, magnitudo, mekanisme fokus Lombok and Palu earthquake (Central Sulawesi) in 2018 caused such damage to buildings in area around earthquake location. Both of them came from fault but they had their own chacacteristic. Lombok earthquake started with foreshock seven days before mainshock, while Palu earthquake its cause tsunami and liquifaction phenomena. One effect caused by earthquake and felt by peoples is ground shaking. Ground shaking can be felt by people untill hundred kilometers from earthquake location, depended on its focal mechanism, magnitude, the distance of the location and geological factors. Attenuation of Ground Acceleration is one methode to calculate the energy of ground shaking. In this research, we use ground acceleration equation from Campbell (1981), Idriss (2002) and Fukushima. The result showed that in west and east part of Lombok island and most of the area of Central Sulawesi have high ground shaking caused by the earthquake. Keywords: ground acceleration, distance, Lombok earthquake, Palu earthquake, magnitude, focal mechanism
Tingkat Konsolidasi Penurunan Lahan Berdasarkan Metode Asaoka di Lahan Area 1B Blok J di Lokasi JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur Anto Kadyanto
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v11i2.305

Abstract

Tingkat konsolidasi pada lahan lunak dapat ditentukan dengan menggunakan Metode Asaoka (1978). Metode ini dipilih karena penerapannya yang sederhana dan memiliki tingkat akurasi yang dapat diandalkan, merujuk kepada hasil penelitian-penelitian lain. Observasi penurunan lahan dilakukan di Area 1B Blok J, di lokasi JIIPE, Manyar, Gresik Jawa Timur. Metode Asaoka merupakan suatu teknik untuk memperkirakan penurunan tanah dengan menggunakan grafik curve fitting, yaitu proses data-smoothing, pendekatan terhadap kecenderungan data dalam bentuk persamaan model matematika; biasanya digunakan untuk keperluan interpolasi. Dengan cara ini, kebutuhan akan data lapangan dan data pendukung seperti: data laboratorium berupa tekanan air pori, panjang aliran air, koefisien konsolidasi dan regangan maksimum tanah, tidak diperlukan. Validasi data dilakukan dengan memperbandingkan tingkat konsolidasi yang dihasilkan berdasarkan pengamatan dari metode Asaoka dengan desain teknis engineering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsolidasi yang dihitung dari observasi data menggunakan metode Asaoka adalah 96.93% yang terbukti lebih besar daripada desain teknis engineering (95%).Kata kunci: kawasan industri,metode Asaoka, tanah lunak, tingkat pemadatanConsolidation rate on soft soil can be determined using the Asaoka Method (1978). In this study, the method was chosen because of its simple application and has a reliable level of accuracy, referring to the results from other studies. Observation of ground settlement was taken from Area 1B Block J located in JIIPE, Manyar, Gresik, East Java. The Asaoka method is a technique for estimating ground settlement using curve-fitting graph: a process of data-smoothing, approach of data trends in the form of mathematical equations; usually used for interpolation purposes. With this technique, the needs for field data and supporting data such as laboratory data in the form of pore pressure, water flow length, consolidations coefficient, and maximum soil strain, are not required. Data validation is done by comparing the degree of consolidations results based on Asaoka Method observation with the technical design of engineering. The result shows that the consolidation degree calculated from Asaoka Method observational data was 96.93%, which is proven greater than the technical engineering design (95%). Keywords: industrial estate,Asaoka method, soft soil, consolidation degree
Zonasi Intrusi Air Laut pada Sistem Akuifer Tertekan Atas Cekungan Air Tanah Jakarta Mafira Yuwandari; Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah; Mochamad Nursiyam Barkah; Taat Setiawan; Janner Rahmat Sudianto Nababan
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v11i2.310

Abstract

Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia yang terus berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan industri, permukiman, perdagangan, dan jasa. Perkembangan daerah yang seiring dengan pertumbuhan penduduk mengakibatkan kebutuhan air bersih juga semakin meningkat. PDAM masih belum mampu mencukupi kebutuhan air masyarakat sehingga air tanah menjadi sumber air utama untuk kebutuhan harian dan komersil. Pemanfaatan air tanah yang tidak terkendali dapat mempengaruhi kondisi air tanah di Jakarta. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi air tanah di bagian utara CAT Jakarta khususnya pada sistem akuifer tertekan atas (40-140 mbmt) berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan analisis laboratorium melalui 27 (dua puluh tujuh) sumur terpilih. Aliran air tanah daerah penelitian mengarah dari selatan ke utara. Hasil analisis Diagram Piper menunjukkan fasies air tanah daerah penelitian terbagi menjadi empat yaitu Na-HCO3 , Ca-HCO3 , Na-Cl, dan mixed (Ca-Na-HCO3 , Na-Ca-HCO3 , Ca-Na-HCO3 -Cl). Tingkat keasinan air tanah daerah penelitian terbagi menjadi dua zona yaitu tawar dan tawar-payau. Analisis rasio γNa/γCl, TDS terhadap elevasi MAT, DHL terhadap Cl, dan γCl/(γCO3 +γHCO3 ) menghasilkan lima zona intrusi yang mengalami perubahan dari tahun 2015 - 2018 yaitu zona air tawar, zona intrusi air laut sedikit, zona intrusi air laut sedang, zona intrusi air laut agak tinggi, dan zona intrusi air laut tinggi.Kata kunci: cekungan air tanah Jakarta, fasies air tanah, hidrokimia, intrusi air laut Special Capital Region of Jakarta, the capital city of Indonesia, is a rapidly developing city with a rapid growth in industry, population, business, and service. The rapid growth of population in the city has escalated the need for clean usable water. Groundwater has been the main source of water used by the people for daily needs and activities, since PDAM has failed to meet the needs effectively. Groundwater condition in Jakarta is likely to be affected by unauthorized misuses. Therefore, this research was conducted in order to examine the groundwater condition in northern part of Jakarta Groundwater Basin based on field observation and laboratory analysis of 27 selected wells. Groundwater flow in the northern part of Jakarta Groundwater Basin flowed from the south toward the north. Based on Piper Diagram analysis, groundwater facies were divided into four facies: Na-HCO3 , Ca-HCO3 , Na-Cl, and mixed (Ca-Na-HCO3 , Na-Ca-HCO3 , Ca-Na-HCO3 -Cl). Based on the salinity, the groundwater was divided into two zones: fresh water and fresh-brackish water. Based on the ratio of γNa/γCl, TDS to groundwater elevation, EC to Cl, and γCl/(γCO3 +γHCO3 ); there were five intrusion zones in the observed area: fresh water zone, slight seawater intrusion zone, medium seawater intrusion zone, slightly high seawater intrusion zone, and high seawater intrusion zone.Keywords: Jakarta groundwater basin, groundwater facies, hydrochemistry, seawater intrusion
Pola Kejadian Tsunami dan Perkembangan Manajemen Bencana di Indonesia setelah Tsunami Samudra Hindia Tahun 2004: Sebuah Tinjauan Bachtiar W. Mutaqin; Ikhwan Amri; Bagas Aditya
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v11i2.302

Abstract

Indonesia memiliki catatan sejarah yang panjang dengan bencana tsunami. Dari sejumlah kejadian tsunami yang ada, tsunami Samudra Hindia tahun 2004 dinilai sebagai bencana alam yang paling mematikan sepanjang abad dan paling berperan dalam mengubah paradigma manajemen kebencanaan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pola kejadian tsunami dan perkembangan manajemen bencana di Indonesia setelah tsunami tahun 2004 dengan memanfaatkan database tsunami dan tinjauan literatur. Sebanyak 22 kejadian tsunami telah tercatat di Indonesia selama 2005-2018, di mana sebagian besar lokasi tsunami terkonsentrasi di Pulau Sumatera bagian barat dan bersumber dari Samudra Hindia. Tujuh kejadian diantaranya menimbulkan dampak signifikan, termasuk dua tsunami terakhir yang dipicu oleh faktor non seismik. Sistem manajemen bencana sebenarnya telah mengalami perubahan secara besar-besaran setelah tsunami tahun 2004, mulai dari berlakunya peraturan perundang-undangan tentang penanggulangan bencana, pembentukan institusi baru untuk penanggulangan bencana, hingga konstuksi sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS). Meskipun telah berfokus pada upaya preventif, dampak tsunami dalam beberapa tahun terakhir masih cukup besar. Hal ini dipengaruhi oleh 4 faktor utama: (1) konsentrasi penduduk yang tinggi di area bahaya tsunami, (2) terbatasnya infrastruktur diseminasi peringatan dini, (3) kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan evakuasi mandiri tanpa menunggu peringatan, dan (4) sistem peringatan dini tsunami belum mempertimbangkan faktor non seismik.Kata kunci: manajemen bencana, peringatan dini, pola spasial, tsunami, IndonesiaIndonesia has a long history with the tsunami. From numerous tsunami events in the world, the 2004 Indian Ocean tsunami was considered as the deadliest natural disaster of the century and had the most role in changing the paradigm of disaster management in Indonesia. This study aims to review the spatial pattern of tsunami events and the development of disaster management in Indonesia following the 2004 tsunami through the tsunami database and literature review. At least there are 22 tsunami events were recorded in Indonesia in the period of 2005-2018, where most of its locations were concentrated on the western part of Sumatra Island and sourced from the Indian Ocean. We had identified that seven of these events have significant impacts, including the last two tsunamis triggered by non-seismic factors. The disaster management system has actually improved drastically following the 2004 tsunami, such as the enactment of laws and regulations on disaster management, the establishment of special institutions for disaster management, and the construction of a tsunami early warning system (InaTEWS). Although it has focused on preventive measures, tsunami impacts in recent years are still quite large. This situation is affected by four factors: (1) high and dense population in the tsunami hazard area, (2) limited infrastructure for early warning dissemination, (3) lack of public awareness to conduct evacuations following the disaster events, and (4) early warning systems for tsunami has not considered yet the non-seismic factors.Keywords: disaster management, early warning, spatial pattern, tsunami, Indonesia
Prediksi Tipe Longsor di Desa Clapar Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Dipol-dipol Muhardi Muhardi; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v11i2.290

Abstract

Desa Clapar merupakan salah satu desa di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang tergolong daerah rawan longsor. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi tipe longsor dengan menganalisis bidang gelincir berdasarkan sebaran nilai resistivitas secara lateral. Penelitian ini mengaplikasikan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi dipol-dipol. Pengukuran dilakukan di dua lokasi, yaitu lereng bukit sebelah barat dan timur kawasan pemukiman, yang masing-masing terdiri dari 2 dan 3 lintasan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidang gelincir pada lokasi pertama mempunyai nilai resistivitas sebesar 2,93 - 47,43 Ωm, berupa lapisan lempung dengan bidang berbentuk relatif rata pada kedalaman 4,5 - 15,0 meter. Demikian juga dengan bidang gelincir pada lokasi kedua yang mempunyai nilai resistivitas sebesar 1,32 - 14,38 Ωm, berupa lapisan lempung dengan bidang berbentuk relatif rata pada kedalaman 1,5 - 7,0 meter. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tipe longsor di Desa Clapar diprediksi sebagai longsor translasi.Kata kunci: bidang gelincir, Clapar, konfigurasi dipol-dipol, metode geolistrik resistivitas, tipe longsor Clapar Village is one of the village in Banjarnegara Regency, Central Java, which is classified as landslides prone area. This study aims to predict the landslides type by analyzing the slip surface based on the distribution of resistivity values laterally. This study applied the geoelectrical resistivity method of dipole-dipole configuration. The measurements were conducted in twoareas, on the hill slope western and eastern of the settlement area, which was consist of 2 and 3 lines, respectively. Thestudy results show that the slide surface in the first area has resistivity value of 2.93 - 47.43 Ωm inferred as relatively flat clay layer at a depth of 4.5 - 15.0 meters. While The slip surfacein the second area has a similar case with resistivity value of 1.32 - 14.38 Ωm inferred as a clay layer at a depth of 1.5 - 7.0 m. In addition, the landslides type in Clapar Village is predicted as a translational landslides. Keywords: slip surface, Clapar, dipole-dipole configuration, geoelectrical resistivity method, landslides type

Page 1 of 1 | Total Record : 5