cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2021)" : 5 Documents clear
Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole Untuk Penetapan Bidang Gelincir Gerakan Tanah di Jajaway, Palabuhanratu, Sukabumi Shinta Kiky Rachmawati; Yayat Sudrajat; Lina Handayani; Dadan Dani Wardhana
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v12i1.354

Abstract

ABSTRAKGerakan tanah di kompleks perkantoran Kabupaten Sukabumi di Jajaway, Palabuhanratu, terjadi di luar perkiraan dan perencanaan pembangunan sebelumnya. Untuk melihat kondisi dan luasan daerah gerakan tanah dan dalam usaha mengurangi resiko kerugian lebih besar, diperlukan identifikasi bidang gelincir gerakan tanah di kompleks tersebut. Bidang gelincir dicari berdasarkan model tahanan jenis yang diperoleh dari survei pengukuran geolistrik. Akuisisi data dilakukan pada 7 lintasan, dengan 6 lintasan berarah utara-selatan dan 1 lintasan berarah barat-timur. Metode akusisi yang digunakan adalah tahanan jenis multielektrode dengan konfigurasi dipole-dipole. Hasil penelitian membuktikan bahwa kondisi perlapisan batuan lepas tetapi lebih berat di atas lapisan lempung merupakan salah satu penyebab kejadian pergerakan tanah. Kejadian itu sangat terlokalisir karena kondisi seperti itu tidak ditemukan pada lintasan lainnya.Kata kunci: bidang gelincir, geolistrik, gerakan tanah, konfigurasi dipole-dipole, tahanan jenisABSTRACTGround movement in the Sukabumi Regency office complex (Jajaway, Palabuhanratu), occurred unexpectedly. To reduce the potential risk, we need to identify the slip surface to detect the possibility of more landslides. The resistivity model by the dipole-dipole geoelectrical method was applied to find the slip surface. Data acquisition was carried out in 7 lines: 6 north-south lines and 1 east-west line. The resistivity models present the distribution of resistivity below the surface. Above this clay layer, there is a higher resistivity layer, which is related to sandy tuff and breccia. The condition might cause the previous creeping type of ground movement. The type of layering is not found in the other lines. Therefore we do not expect a similar ground movement would occur in those lines.Keywords: dipole-dipole configuration, geoelectrical, landslide, resistivity, slip surface
Karakteristik Perubahan Lingkungan Akhir Plistosen - Holosen di Dataran Rendah Aluvial dan Pantai Wilayah Demak, Kudus, Jepara, Pati dan Sekitaranya Rio A.T. Moechtar; Subiyanto Subiyanto; R.I.H Sulistyawan
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v12i1.262

Abstract

ABSTRAKWilayah dataran aluvial hingga pantai daerah Demak, Kudus, Jepara, Pati dan sekitarnya ditutupi endapan sedimen Holosen yang terdiri atas kerikil, pasir, lempung, lanau, dan bongkah batuan gunungapi. Penelitian dilakukan dengan analisis sedimentologi dan stratigrafi terhadap 37 pemboran berskala 1 : 100 dengan ketebalan sedimen antara 0,8 - 18 meter. Berdasarkan korelasi data hasil pemboran diketahui bahwa sedimen Holosen di wilayah ini dapat dibedakan dalam tiga interval proses pengendapan (IPP A- C). Perubahan sedimen secara vertikal dapat diwakili oleh setiap sub-IPP yang merupakan hasil dari proses eksternal sesuai perubahan iklim, fluktuasi muka laut, tektonik dan aktivitas gunungapi. Dari hasil analisis stratigrafi diketahui bahwa perubahan lingkungan pengendapan pada daerah penelitian berhubungan dengan aktivitas proses eksternal di cekungan ini. Peranan proses eksternal ini diharapkan menjadi variabel dalam perumusan kebijakan pengelolaan lingkungan di wilayah Demak, Kudus, Jepara, Pati, dan sekitarnya.Kata kunci: fluktuasi muka air laut, Holosen, lingkungan, tektonik, perubahan iklimABSTRACTThe alluvial plain to the coast of Demak, Kudus, Jepara, Pati, and its surroundings is covered with sedimentary Holocene deposits consisting of gravel, sand, clay, silt, and volcanic rock boulders. The study used sedimentology and stratigraphic analysis of 37 drilling points with sediment thicknesses between 0.8-18 meters. Based on the correlation of drilling results, the Holocene sediments in the area of research can be distinguished in three deposition process (IPP) intervals. Vertically, sediment changes can be represented by each sub-IPP which are the result of external processes according to climate change, sea-level fluctuations, tectonics, and volcanic activity. From the results of the stratigraphic analysis, the changes in the depositional environment in the study area are related to external process activities in the basin. The effects of this external process are expected to be a recommendation in the future environmental development in the Demak, Kudus, Jepara, Pati, and its surroundings.Keywords: sea-level fluctuation, Holocene, environment, tectonic, climate change
Perbandingan Nilai Hazard Kejadian Tsunami di Indonesia Berdasarkan Posisi Garis Khatulistiwa (Katalog Tsunami Indonesia 1802 - 2018) Samsul Anwar
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v12i1.303

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang rawan terjadinya tsunami. Berdasarkan Katalog Tsunami BMKG, sepanjang tahun 1802 hingga 2018 telah terjadi 219 tsunami di Indonesia. Dengan mempelajari kejadian tsunami pada masa lalu berarti merupakan salah satu langkah mitigasi bencana dalam upaya meminimalisir kerugian yang disebabkan oleh tsunami pada masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah menghitung nilai hazard rasio kejadian tsunami berdasarkan lokasi kejadiannya relatif terhadap garis khatulistiwa. Model Cox Proportional Hazard (Cox PH) menunjukkan bahwa tsunami di wilayah selatan garis khatulistiwa cenderung 50,5% lebih cepat terjadi dibandingkan dengan wilayah utara. Hal ini disebabkan karena wilayah selatan berpotensi lebih besar akan terjadinya kejadian tsunamigenik termasuk gempa bumi, erupsi gunungapi dan penyebab lainnya dari pada wilayah utara. Adanya zona subduksi aktif akibat pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia di wilayah selatan meningkatkan potensi terjadinya tsunamigenik di wilayah tersebut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan hubungan antara garis khatulistiwa dengan kejadian tsunamigenik di Indonesia.Kata kunci: garis khatulistiwa, hazard rasio, Indonesia, model cox ph, tsunami, tsunamigenikABSTRACTIndonesia is a tsunami-prone country. Based on the BMKG Tsunami Catalog, from 1802 to 2018 there were 219 tsunamis in Indonesia. By studying tsunami events in the past means one disaster mitigation measure in an effort to minimize losses caused by tsunamis in the future. The objective of the study is to measure the tsunami hazard ratio based on its location relative to the equator position. Cox Proportional Hazard Model (Cox PH) showed that tsunamis in the southern area tended to happen 50.5% faster compared to the northern area. This is because the southern region has greater potential for tsunamigenic events including earthquakes, volcanic eruptions, and other causes than the northern region. The existence of an active subduction zone due to the confluence of Indo-Australian and Eurasian tectonic plates in the southern region increases the potential for tsunamigenic events in the region. Further research is necessarily needed to explain the relationship between the equator and tsunamigenic events in Indonesia.Keywords: equator, hazard ratio, Indonesia, cox ph model, tsunami, tsunamigenic
Analisis Pengaruh Perubahan Lahan terhadap Debit Banjir pada Sub Das Cibeureum, Kawasan Bandung Utara Fauziyah Hani; Mohamad Sapari Dwi Hadian; Hendarmawan -
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v12i1.330

Abstract

ABSTRAKSub DAS Cibeureum merupakan bagian dari Kawasan Bandung Utara. Pertumbuhan jumlah penduduk mengakibatkan pembangunan terus meningkat dan karena kondisi udaranya sejuk serta pemandangannya indah, Kawasan Bandung Utara menyebabkan lokasi ini banyak diminati. Akibat pemanfaatan lahan untuk pembangunan villa dan kawasan wisata adalah terjadinya perubahan lahan setiap tahunnya. Kawasan Bandung Utara berada di kawasan perbukitan, tersusun oleh batuan vulkanik dan memiliki curah hujan yang cukup tinggi (±1500 - 2500 mm/tahun), sehingga lokasi ini sebagai kawasan resapan air yang baik sehingga memiliki potensi airtanah yang besar. Namun, perubahan lahan yang terus menerus terjadi mengakibatkan kawasan resapan tidak berfungsi dengan baik dan memperbesar debit limpasan permukaan. Akibatnya dapat terjadi krisis sumber daya air dan menyebabkan permasalahan baru salah satunya adalah banjir di hilir sungai. Oleh karena itu, perlu diketahui seberapa besar perubahan tata guna lahan di Sub DAS Cibeureum dan dampaknya terhadap besar debit limpasan di hilir Sub DAS. Dalam penelitian ini penulis menganalisis perubahan lahan dan besar koefisien run-off di Sub DAS Cibeureum pada tahun 2006, 2009, 2011, 2015, 2016, dan 2017. Selanjutnya penulis mengitung besar debit banjir rencana periode ulang 2, 5, 10, 20, 50, dan 100 tahun dengan menggunakan metode rasional. Dari hasil perhitungan didapat bahwa nilai koefisien run-off meningkat setiap tahunnya yang mengakibatkan perhitungan debit banjir rencana berubah dan meningkat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan infrastruktur bangunan air atau saluran drainase untuk pengelolaan air perlu dilakukan evaluasi setiap tahunnya dikarenakan tutupan lahan dan nilai koefisien run-off dapat berubah setiap tahunnya.Kata kunci: debit banjir, Kawasan Bandung Utara, koefisien limpasan, perubahan tutupan lahanABSTRACTCibeureum sub-watershed is part of the North Bandung area. The growth in population has resulted in development continuing to increase and due to the cool air conditions and beautiful scenery, the North Bandung area has made much in demand. The result of land use for the construction of villas and tourist areas is that the land changes every year. The North Bandung area is located in a hilly area, composed of volcanic rocks, and has a fairly high rainfall (± 1500 - 2500 mm / year), so this is a good water catchment area meaning has great groundwater potential. However, land changes that continue to occur have resulted in the infiltration area not functioning properly and increasing the discharge of surface run-off. As a result, a water resource crisis can occur and cause new problems, one of which is flooding downstream of the river. Therefore, it is necessary to know the extent of land-use change in the Cibeureum Sub-watershed and its impact on the amount of run-off discharge downstream of the Subwatershed. In this study, we analyzed land changes and the run-off coefficient in the Cibeureum sub-watershed in 2006, 2009, 2011, 2015, 2016, and 2017. Next, we calculated the flood discharge plans for the return period of 2, 5, 10, 20, 50, and 100 years using the rational method. From the results, it was found that the run-off coefficient value increases every year and it causes the design flood discharge to changes and increases as well. Therefore, it can be concluded that in planning water infrastructure or drainage channels for water management it is necessary to evaluate every year because the land cover and run-off coefficient values can change every year.Keywords: flood discharges, North Bandung Area, run-off coefficient, land-use change
Bencana Kekeringan di Wilayah Taman Bumi Nasional Karangsambung-Karangbolong: Pengontrol, Dampak, dan Ketahanan Sugeng Purwo Saputro; Dwi Ratih Purwaningsih; Rahmi Mulyasari
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v12i1.323

Abstract

ABSTRAKKaranggayam dan Karangsambung di Kabupaten Kebumen termasuk ke dalam zona bahaya tinggi terdampak bencana kekeringan. Kedua daerah tersebut memiliki variasi batuan yang lengkap mulai dari batuan beku, batuan sedimen, hingga batuan metamorf, dan termasuk ke dalam wilayah Taman Bumi Nasional Karangsambung-Karangbolong. Prediksi dan penentuan area yang masih memiliki cadangan air tanah menjadi hal yang vital untuk segera dilakukan guna mengurangi dampak dari bencana tersebut, ditunjang dengan pengetahuan mengenai pengontrol utama dari parameter penyebab bencana kekeringan di daerah Karanggayam dan Karangsambung. Observasi lapangan dan analisis geospasial dipilih menjadi metode karena dinilai lebih efisien untuk penelitian ini, serta didukung dengan hasil analisis statistik dari data sekunder. Fisiognomi tanah, kondisi geologi, dan angka infiltrasi yang merupakan bagian dari delapan karakteristik geografi dan geomorfologi, dinilai menjadi pengontrol utama dari parameter penyebab bencana kekeringan yang terjadi di Karanggayam dan Karangsambung. Ketiga karakteristik tersebut berperan dalam mempersempit kemungkinan area cadangan air tanah menjadi hanya berada di sekitar lembah antiklin dan lereng sayap antiklin bagian selatan-tenggara (S-SE). Seluruh hasil penelitian ini dapat berfungsi untuk membantu pemerintah daerah dan pengelola taman bumi dalam membuat berbagai macam perencanaan dan kebijakan terkait Taman Bumi Nasional Karangsambung-Karangbolong.Kata kunci: bencana, cadangan air tanah, Kebumen, kekeringan, taman bumiABSTRACTKaranggayam and Karangsambung in Kebumen Regency included in the high danger zone affected by drought. Both areas have complete rock variations ranging from igneous, sedimentary, to metamorphic rocks, and are included in the Karangsambung-Karangbolong National Geopark. Prediction and determination of areas that still have groundwater reserves are vital to be carried out immediately to reduce the disaster’s impact, supported by the knowledge of the main controllers of drought-causing parameters in both areas. Field observations and geospatial analysis were chosen because they were considered more efficient and supported by the results of statistical analysis from secondary data. Soil physiognomy, geological conditions, and infiltration rates are considered the main controllers causing drought disasters in Karanggayam and Karangsambung areas. These three characteristics narrow down the possibility that the groundwater reserve area is only around the anticline valley and the south-southeast (S-SE) side of the anticline wing. All of the results of this study can help local governments and geopark management to make various plans and policies related to the Karangsambung-Karangbolong National Geopark.Keywords: disaster, groundwater reserves, Kebumen, drought, geopark

Page 1 of 1 | Total Record : 5