cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2012)" : 5 Documents clear
Prakiraan bahaya letusan Gunung Api Ijen Jawa Timur Akhmad Zaennudin; Deden Wahyudin; Mamay Sumardi; E. Kusdinar
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.326 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v3i2.40

Abstract

ABSTRAKGunung Ijen di ujung timur Pulau Jawa, merupakan salah satu gunung api yang mempunyai danau kawah di puncaknya dengan ukuran kawah 600x900 m, Ijen menjadi salah satu objek wisata menarik di Jawa Timur. Selain pemandangan yang indah, kawah Ijen menjanjikan belerang yang berlimpah. Tak heran kalau Kawah Ijen selalu ramai dikunjungi wisatawan dan para penambang belerang. Seperti gunung api lainnya Ijen juga sewaktu-waktu dapat menimbulkan bahaya bagi para pengunjung dan masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Ijen. Oleh karena itu, untuk mencegah dan mengurangi risiko yang mungkin terjadi, diperlukan mitigasi bencana melalui prakiraan bahaya gunung api berupa kajian ilmiah untuk mengetahui karakteristik vulkanisme gunung api tersebut. Kajian ini didasarkan pada sifat alamiah gunung api melalui telaahan data geologi, geofi sika, dan geokimia serta data terkait lainnya secara komprehensif dan terintegrasi. Telaahan data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran karakteristik erupsi gunung Ijen sebagai acuan dalam menentukan jenis potensi ancaman bahayanya. Berdasarkan hasil analisis produk erupsi Gunung Ijen pada masa lampau dan interpretasi sejarah geologi, Gunung Ijen sering meletus hebat. Oleh karena itu, perlu diantisipasi bila gunung api tersebut meletus kembali. Disamping volume air danau kawah yang cukup besar dan sangat asam, juga kemungkinan dapat terjadi awan panas bercampur air danau yang tumpah memasuki sungai-sungai yang berhulu di danau kawah. Bila ini terjadi maka akan menjadi lahar letusan yang lebih berbahaya karena selain panas juga bersifat asam. Kuatnya alterasi di daerah lereng bagian atas dan dinding sekitar kawah dapat menyebabkan kegagalan lereng (sector failure) maka bila terjadi erupsi besar dapat memicu terjadinya longsoran puing vulkanik (“volcanic debris avalanche”).Kata kunci: Prakiraan, Bahaya Letusan, Ijen, Jawa TimurABSTRACTMt. Ijen in the eastern tip of Java Island, is a volcano that has a crater lake on its summit. Its crater lake which is about 600 X 900 m in size, Ijen becomes an interesting tourists attraction in East Java. Apart from having a beautiful scenery, Ijen crater produces promissing abundant of sulphur deposits. No wonder that the crater of Ijen is always crowded by tourists and sulphur miners. As well as other volcanoes, may at any time can cause hazards to the visitors and the people who live around the volcano. Th erefore, to prevent and reduce the risks that may occur, a mitigation effort through a volcanic hazard assessment in the form of scientific study to determine the characteristics of volcanism of the volcano is required. This study is based on the nature of the volcano through an integrated research of geological, geophysical, geochemical and other relevant data comprehensively. The data study is hoped can ilustrate the characteristics of Ijen eruption as a reference in determining the kind of potential hazard threat. Based on analysis results of previous eruption products of Ijen volcano and interpretation of its geologic history, this volcano erupted frequently. Therefore, future eruption of this volcano should be anticipated. Apart from the large volume and high acidity of the lake water, the possibility of the occurrence of pyroclastic fl ows mixed up with the lake water spills into the rivers originating from the crater lake may take place. When this matter happens, an eruption lahars may occur and it would be more dangerous because the lahars not only hot but it is also very acid. The strong alteration in the upper slopes and walls around the crater may cause slope failure (sector failure), then if a large eruption occurs it can trigger a volcanic debris avalanche.Keywords: Hazard assessment, eruption, Ijen, East Java 
Identifikasi keluaran air tanah lepas pantai (KALP) di pesisir aluvial Pantai Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat Hendra Bakti; Rachmat Fadjar Lubis; Robert Delinom; Wilda Naily
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2563.784 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v3i2.41

Abstract

ABSTRAKPenelitian keluaran air tanah di lepas pantai (KALP) merupakan suatu penelitian baru yang saat ini sedang terus dikembangkan. Selain sebagai salah satu pengontrol tingkat salinitas lingkungan biota terumbu, KALP dapat menjadi potensi sumber pencemar dan alternatif penyediaan air bersih di wilayah pesisir dan pantai. Upaya identifikasi telah dilakukan di daerah pesisir aluvial Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Identifikasi KALP dilakukan berdasarkan analisis salinitas, pengukuran hidrogeokimia meliputi sifat kimia fisik air dan unsur penjejak 222Rn pada lokasi terpilih di lintasan laut dan air tanah di daratan. Indikasi kehadiran KALP dijumpai dalam bentuk mata air bawah laut dan rembesan yang dicirikan dengan kandungan salinitas yang rendah dan adanya kandungan 222Rn tinggi. Identifikasi KALP berdasarkan gabungan hasil interpretasi dari metode-metode diatas menunjukkan keluaran air tanah di lepas pantai ini merupakan kendali dari kondisi geologi dan kecepatan aliran air tanah.Kata kunci: keluaran air tanah di lepas pantai, hidrogeokimia, 222Radon, Pulau Lombok UtaraABSTRACTResearch on submarine groundwater discharge (SGD) is a new research which is currently being developed in Indonesia. Apart from being one of salinity level controllers for coral environment, SGD may become an alternative water supply potential and also as a pollutant sources in coastal areas. An attempt of SGD identification had been carried out on the alluvial coast of North Lombok, West Nusa Tenggara Province. Identification of SGD was based on salinity analysis and hydrochemical measurement that includes physical chemistry of water property and radon trace elements known as 222Rn at selected locations at sea track and groundwater on land. Indication of the presence of SGD was found in the form of under seawater springs and seepages which are characterized by low salinity content and the presence of high 222Rn content. Identification of SGD which was based on combined interpretation results of the above methods shows that the output of the groundwater in offshore area is a control of geological conditions and the speed of groundwater flow.Keywords: submarine groundwater discharge, hydrogeochemical, Radon (222Rn), North Lombok island 
Segmentasi tektonik aktif pada Lempeng Mikro Sumatra Bagian Utara (Aceh) ditinjau dari sebaran episenter gempa bumi Lina Handayani; Haryadi Permana; Eddy Z. Gaffar
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.8 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v3i2.37

Abstract

ABSTRAKBeberapa tahun setelah kejadian gempa bumi Aceh 2004, telah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan khususnya di daerah Sumatra. Peningkatan aktivitas ini menimbulkan keingintahuan yang lebih dalam mengenai tektonik daerah ini. Peningkatan jumlah kejadian kegempaan memungkinkan kita untuk memperoleh informasi lebih lanjut sebagai bahan untuk mempelajari tektonik aktif di Sumatra. Penelitian ini meliputi analisis data gempa bumi besar (M>5) di daerah Sumatra bagian utara dengan membandingkan kejadian sebelum dan setelah gempa bumi Aceh. Data gempa bumi menunjukkan adanya pembagian empat daerah kegempaan yang dapat dikaitkan dengan aktivitas pada Cekungan Busur Muka Aceh dan Sesar Simeulue-Nias. Profil sebaran episenter juga menunjukkan kemungkinan kedalaman lajur aktif pada kedua fitur tersebut hingga 40-60 km. Pengelompokan daerah kegempaan dan evaluasi tektoniknya menunjukkan adanya segmentasi tektonik aktif pada Lempeng Mikro Sumatra Bagian Utara.Kata kunci: gempa bumi, seismik, Sumatra Utara, Cekungan Aceh, Busur MukaABSTRACTA few years after the 2004 Aceh earthquake, there has been an increase in seismic activity especially in the Sumatra region. This increase in activity raises a deeper curiosity about the tectonics of this area. The increase in number of seismic events allow us to obtain better data for further study of the active tectonics of Sumatra. This study includes data analysis of major earthquakes (M>5) in the northern Sumatra region by comparing the events prior and post major earthquake of Aceh in December 2004. Earthquake data indicate the existence of division of four regions that can be attributed to the seismic activity of the Aceh fore arc basin and Simeulue-Nias Fault. Epicenters distribution profile also suggests that the depth of the active zone on both features ranges on 40-60 km. Regional grouping of seismicity and evaluation of its tectonics indicate the existence of active tectonic plate segmentation on Micro Plate Tectonics of Northern Sumatra.Keywords: earthquake, seismic, North Sumatra, Aceh Basin, Fore-arc
Model intensitas gempa bumi di Maluku Utara Cecep Sulaeman; Athanasius Cipta
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.046 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v3i2.38

Abstract

ABSTRAKNilai percepatan tanah di Maluku Utara diperoleh berdasarkan metoda Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) dengan menggunakan perangkat lunak Earthquake Risk Model (EQRM) yang dikembangkan oleh Geoscience Australia. Nilai percepatan tanah selanjutnya dikonversi menjadi intensitas gempa bumi menggunakan persamaan Atkinson dan Kaka. Model sumber gempa bumi yang digunakan sebagai masukan dalam analisis ini adalah zona subduksi Filipina, Thrust Maluku Barat, Thrust Maluku Timur, Sesar mendatar Sorong, Sesar mendatar Sula, dan sesar-sesar yang terdapat di Pulau Morotai, Halmahera, Obi, dan Taliabu. Hasil analisis menunjukkan nilai percepatan tanah di wilayah Maluku Utara berkisar antara 0,07 hingga 1,1 g. Nilai tersebut setara dengan intensitas gempa bumi V MMI hingga IX MMI. Berdasarkan nilai kesetaraan tersebut intensitas gempa bumi di Maluku Utara dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu, daerah dengan intensitas < VII MMI, VII – VIII MMI, dan intensitas > VIII MMI.Kata kunci: intensitas, percepatan puncak, model sumber gempa bumi, PSHAABSTRACTPeak ground acceleration value in North Maluku was obtained based on Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) method by using a Software for Earthquake Risk Model (EQRM) which is developed by Geoscience Australia. Further ground acceleration value is converted into earthquake intensity by using Atkinson and Kaka Equation. The earthquake sources model which is used as an input in this analysis are Philippines Subduction, West Maluku thrust, East Maluku thrust, Sorong strike slip Fault, Sula strike slip Fault and faults which are located in Morotai, Halmahera, Obi, and Taliabu Islands. Analysis result shows that the Peak ground acceleration values in the North Maluku region range between 0.07 g and 1.1 g. This value is equal with earthquake intensity of MMI V up to MMI IX scale. Based on this equality value, the intensity of earthquake in North Maluku can be divided into three groups, namely region with intensity of < VII of MMI scale, VII –VIII of MMI scale, and the intensity of > VIII of MMI scale.Keywords: intensity, peak ground acceleration, earthquake source, PSHA
Vulkanisme dan prakiraan bahaya Gunung Api Anak Ranakah, Nusa Tenggara Timur Deden Wahyudin
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.816 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v3i2.39

Abstract

ABSTRAKGunung Anak Ranakah (2247,5 m dpl) adalah gunung api termuda yang baru lahir pada 28 Desember 1987, terletak di Kabupaten Manggarai, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gunung api muda ini muncul di antara pegunungan Mandosawu dan Ranakah yang sebelumnya diketahui sebagai kompleks gunung api yang sudah tidak aktif. Berdasarkan batuan penyusun Kompleks Gunung Mandosawu-Ranakah dan pola erupsi Gunung Anak Ranakah tahun 1987-1988, karakter, tipe, dan skala erupsi berikut pola penyebaran produk erupsinya di masa mendatang tidak akan jauh berbeda dengan erupsi sebelumnya, kecuali ada perubahan yang sangat drastis. Dengan memperhatikan jenis, volume, dan jarak/pelamparan produk erupsi di masa lalu, erupsi Gunung Anak Ranakah dapat diklasifi kasikan ke dalam erupsi eksplosif dan efusif bertipe Stromboli-Vulkano berskala kecil sampai menengah. Potensi bahaya primer erupsi Gunung Anak Ranakah terdiri atas aliran piroklastika (awan panas), jatuhan piroklastika (lontaran batu dan abu vulkanik), gas beracun, dan aliran lava. Sementara jenis bahaya sekunder adalah guguran batuan dan lahar. Dari potensi bahaya erupsinya, kawasan rawan bencana gunung api Anak Ranakah dapat dibagi menjadi tiga kawasan yaitu Kawasan Rawan Bencana III, II dan I.Kata kunci: Anak Ranakah, gunung api muda, vulkanisme, prakiraan bahayaABSTRACTAnak Ranakah volcano (2247,5 m asl) is the youngest volcano which was born on 28 December 1987, located in Manggarai Regency, Flores, East Nusa Tenggara Province. This young volcano appeared in between Mandosawu and Ranakah Mountains which was formerly known as an extinct volcanic complex. Based on the rock forming of Mandosawu-Ranakah volcanic complex and eruption type of Anak Ranakah volcano in 1987-1988, the character, type, and scale of future eruption could be not much different from the latest eruptions, except there is a substantial change of eruption style. Based on the type, volume, and distribution of the latest eruption products, the eruption of Anak Ranakah Volcano, can be classifi ed as explosive and effusive of small to medium scale of Strombolian-Vulcanian eruption types. The potential primary hazard of Anak Ranakah eruption consists of pyroclastic fl ows (nue ardantes), pyroclastic falls (ballistic trajectory rocks and volcanic ash), poisonous gas and lava fl ows. Meanwhile, the secondary hazards are rock avalanches and lahars. Based on its potential hazards the volcanic hazard of Anak Ranakah can be divided into three volcanic hazard zones namely Volcanic Hazard Zone III, II and I.Keywords: Anak Ranakah, young volcano, volcanism, hazards assessment

Page 1 of 1 | Total Record : 5