cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2017)" : 5 Documents clear
Analisis Curah Hujan, Perubahan Tutupan Lahan dan Penyusunan Kurva IDF Untuk Analisis Peluang Banjir: Studi Kasus DAS Cerucuk, Pulau Belitung Ida Narulita; Dyah Marganingrum
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2008.778 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i2.171

Abstract

Saat ini DAS Cerucuk mengalami peningkatan curah hujan harian maksimum dan perubahan tutupan lahan yang siknifikan. Hal ini berpengaruh pada sumber daya air sehingga pengelolaan sumber daya air perlu ditata kembali. Makalah ini bertujuan melakukan analisis curah hujan dan perubahan tutupan-lahan serta pengembangan kurva frekuensi-durasi-intensitas hujan (IDF) untuk analisis potensi banjir di DAS Cerucuk, pulau Belitung. Data dasar yang digunakan adalah data hujan harian Stasiun Hujan Buluh Tumbang dan Stasiun Pilang, serta data citra satelit landsat tahun 1994, 2002 dan 2013. Analisis data curah hujan dilakukan dengan metode statistik, analisis tutupan lahan menggunakan pengolahan digital citra satelit, dan penyusunan kurva IDF menggunakan metode Mononobe. Hasil analisis untuk periode 1994 - 2013 menunjukkan telah terjadi kecenderungan peningkatan curah hujan harian maksimum di kedua stasiun serta perubahan tutupan lahan hutan dan pertanian lahan kering menjadi perkebunan kelapa sawit dan pemukiman. Perubahan ini cenderung meningkatkan jumlah air larian yang berpontensi peningkatan banjir. Perubahan lahan yang terjadi selama periode tersebut menyebabkan penambahan volume air limpasan sebesar 6.5 % yang dapat mengancam keberadaan infratruktur sumber daya air. Oleh karena itu, evaluasi kurva IDF adalah salah satu alat-bantu yang perlu dilakukan agar dampak negatif peningkatan volume limpasan dapat dikurangi. Hal ini cukup krusial mengingat Kota Tanjung Pandan sebagai Ibu Kota Kabupaten Belitung,yang berada di DAS Cerucuk, merupakan tujuan wisata dan mengalami perkembangan sangat pesat ke depan
KAJIAN UPAYA PENGURANGAN RISIKO DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP ANCAMAN BENCANA TANAH LONGSOR (Desa Ndito Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur ) Zakarias Dedu Ghele Raja; Hendarmawan Hendarmawan; Sunardi Sunardi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2355.664 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i2.176

Abstract

ABSTRAKPotensi bencana alam yang tinggi di Indonesia pada dasarnya merupakan refleksi dari kondisi geografis yang sangat khas karena terletak pada pertemuan tiga lempengan tektonik dunia. Bencana alam seperti tanah longsor, gempa bumi, tsunami dan banjir dapat terjadi secara tiba-tiba maupun melalui proses yang berlangsung secara perlahan. Bencana tanah longsor merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi ketika musim penghujan dan sebagai bencana ikutan ketika bencana gempa bumi terjadi. Dengan kondisi tersebut, maka upaya pengurangan risiko bencana, yang merupakan upaya untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan akibat bencana, perlu untuk dilakukan. Salah satu tujuan upaya pengurangan risiko bencana yang sangat penting yakni peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Desa Ndito merupakan salah satu wilayah yang memiliki risiko bencana tanah longsor tinggi. Meskipun demikian, dampak risiko dapat diminimalisir karena tingkat kesiapsiagaan, yang dinilai berdasarkan indikator tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan kesiapsiagaan melalui penelitian dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, sudah cukup tinggi walaupun upaya pengurangan risiko bencana di daerah ini dinilai belum maksimal. Tingginya tingkat pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan,meskipun latar belakang pendidikan mayoritas penduduk hanya tingkat sekolah dasar, disebabkan oleh pengalaman menghadapi bencana tanah longsor yang terjadi akibat gempa di tahun 1992 dan ketika curah hujan tinggi di tahun 2012. Tingkat pengetahuan inilah yang membentuk baiknya sikap dan tindakan partisipasi masyarakat. Di lain sisi, tindakan kesiapan masyarakat dinilai belum baik karena rendahnya rata-rata pendapatan. Kata Kunci      :           Tanah Longsor, Upaya Pengurangan Resiko Bencana, Kesiapsiagaan, Sikap, Pengetahuan dan Tindakan. ABSTRACT High natural disaster potential in Indonesia is basically a reflection of its unique geographical condition as the intersection of three tectonic plates in the world. Natural disasters such as landslides, earthquakes, tsunamis and floods can occur suddenly or within a slow process. Landslide is one of the disasters that most often occurs during the rainy season also as a side effect when earthquake happens. The effort to mimimize the impact caused by the disaster is highly needed in such condition. One of the objectives is to improve community preparedness in facing disaster threats. Ndito is one of the areas with high landslide risk. However, the risk can be decreased by the high level of preparedness, measured by the level of community knowledge, attitudes, and actions with studies using qualitative and quantitative methods, although disaster risk reduction efforts in this area is considered not maximum. The high level of community knowledge about the disaster, despite having the majority of population’seducational background as low as primary school level, is due to their experience of having faced landslides caused by an earthquake in 1992 and heavy rainfall in 2012. The level of knowledge have shaped their good attitudes and community participationactions. On the other hand, community readiness measures is considered not good due to low average income.Key Words :     Landslides, Disaster Risk Reduction Efforts, Preparedness, Attitudes, Knowledge and Action.
SLOPE STABILITY EVALUATION OF VOLCANIC SOIL AT LIWA-BUKIT KEMUNING WEST TRAFFIC ROAD, WEST LAMPUNG Prahara Iqbal; Asep Mulyono; Arifan Jaya Syahbana
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.57 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i2.116

Abstract

Slope stability modeling conducted on two cut slopes which has two different volcanic soil types at Liwa-Bukit Kemuning west traffic road, Lampung Barat. Numerical simulations is the method which used. This method describe changes in the value of the safety factor when it rains. Results of the analysis illustrates that the highest safety factor was obtained on the slopes of sandy soil. Modeling illustrates also the decreasing safety factor when it rains.
Pergerakan Tanah Ruas Jalan Tol Cikampek – Purbaleunyi Hubungannya dengan Pola Anomali Bouguer subagio subagio
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5889.024 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i2.123

Abstract

Berdasarkan litologinya, daerah penelitian ini yang mencakup lajur jalan tol Purbaleunyi-Cikampek dan sekitarnya tertutupi oleh tiga jenis batuan, yaitu batuan sedimen, batuan gunungapi, dan batuan terobosan. Struktur geologi hanya tersingkap di bagian tengah dan selatan daerah penelitian, berupa sesar, lipatan, kelurusan dan kekar, dijumpai pada batuan berumur Oligosen-Miosen-Pliosen sampai Kuarter. Data geofisika berupa data anomali gayaberat, memperlihatkan pola-pola anomali bergradien tinggi yang tersebar secara acak di semua bagian daerah penelitian, sedangkan pola anomali bergradien rendah hanya dijumpai di bagian utara daerah penelitian. Pola anomali bergradien tinggi diduga karena adanya perbedaan rapatmassa batuan yang tinggi yang disebabkan oleh pensesaran batuan secara vertikal. Ruas jalan Tol Purbaleunyi yang sering mengalami pergerakan tanah berupa tanah longsor dan amblesan tanah di km 80-100 berada di wilayah ini. Data-data gayaberat dan data geologi permukaan tersebut kemudian dianalisis lebih lanjut, sehingga dapat mengetahui hubungan antara pola anomali gayaberat dengan pergerakan tanah di ruas jalan tol tersebut.
Nickel and Chrome Pollutions Identification in the Coastal Area of Kulon Progo, Yogyakarta Ronaldo Irzon
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1909.76 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i2.143

Abstract

Abstract Kulon Progo is located in the southern part of Yogyakarta Special Province, Indonesia. The regency is famous of some tourist beach points. This study discusses the compositiom of beach sand samples in three coastal areas in Kulon Progo: Karangwuni, Glagah, and Congot in relation to environmental issues. Seven samples of four locations were megascopically descripted and analyzed using XRF and ICP-MS for geochemistry contents. Four of samples are beach sands from the surface whilst the others were collected from about 50 cm below surface. Box plots show maximum Cr outlier and minimum most of REE outliers in the group of beach sand samples. Nickel and chrome tenor anomalies were detected in samples from coastline of Karangwuni and Glagah. On the other hand, no Ni and Cr anamalies were indentified in the two samples 200 m from the seashore of Karangwuni nor the two samples near Congot seashore. In the polluted location, the two heavy metals are relatively concentrated in the surface. Two volcanic rock samples from the Andesite domain are selected to trace the origin of the heavy metals. The wastes of basic metal mining in northern Kulon Progo together with urban activities and several industries in Wates were then transported through the Serang River to Indian Ocean. Tidal currents helps the heavy metals to be deposited in the coastal areas near the mouth of Serang River. This study also concluded that folk gold mining activity in Sangon is not the source of Ni and Cr pollution to the coast of Kulon Progo.Keyword: geochemistry, beach sand, Kulon Progo, heavy metals pollution. Sari Kulon Progo berlokasi di bagian selatan Provinsi Daerah Istimewa Jakarta, Indonesia. Kabupaten ini terkenal dengan beberapa lokasi wisata pantai. Studi ini membahas mengenai komposisi pasir pantai pada tiga lokasi pantai di Kulon Progo: Karangwuni, Glagah, dan Congot terkait dengan masalah lingkungan. Tujuh contoh dari empat lokasi penelitian telah dideskripsikan secara megaskopis dan dianalisis kandungan geokimianya menggunakan XRF dan ICP-MS. Empat contoh merupakan pasir pantai yang berasal dari permukaan sedangkan contoh lain berasal dari 50 cm di bawah permukaan. Box plot dengan jelas menunjukkan keberadaan maximum outlier pada Cr dan minimum ourlier pada banyak elemen dari REE pada kelompok contoh pasir pantai. Anomali tinggi nikel dan krom terdeteksi pada seluruh contoh yang berada dekat tepi pantai di Karangwuni dan Glagah. Namun demikian, tidak terdapat anomali Ni dan Cr pada dua contoh yang berasal dari 200 m sebelum tepi pantai Karangwuni maupun dua contoh dari Pantai Congot. Pada titik yang tercemar polusi, dua logam berat ini lebih terkonsentrasi pada bagian permukaan. Dua batuan vulkanik dari wilayah Andesit dipilih dalam menelusuri asal muasal logam berat tersebut. Sampah sisa penambangan logam dasar bersama dengan aktifitas perkotaan dan industri di Kulon Progo telah terbawa oleh aliran Sungai Serang menuju Samudera Hindia. Arus bolak-balik air laut membantu logam berat tersebut terdepositkan di wilayah pantai dekat dengan mulut Sungai Serang. Studi ini turut menyimpulkan bahwa penambangan emas rakyat di Sangon bukan sebagai sumber pencemaran Ni dan Cr di tepi pantai Kulon ProgoKata kunci: geokimia, pasir pantai, Kulon Progo, polusi logam berat

Page 1 of 1 | Total Record : 5