cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
Lingkungan Terumbu Karang sepanjang pantai gugusan Pulau-Pulau terluar di Perairan Kepulauan Aruah, Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Coral reef environment along coastal outer, in Aruah Archipelgo Waters area, Rokan Hilir District Riau Province Deny Setiady; Ediar Usman
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2087.056 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i1.185

Abstract

Abstrak Secara geografis, Kepulauan Aruah merupakan gugusan pulau-pulau kecil terluar yang  terletak di perairan Selat Malaka, yang berbatasan dengan Malaysia. Metoda penelitian geologi kelautan terdiri dari, Pemetaan geologi pantai dan lepas pantai, penentuan posisi, pengukuran pasang surut, pengukuran kedalaman dasar laut dan pengukuran luas terumbu karang. Hasil pengukuran luas gugusan  Terumbu karang di sekitar Kepulauan Aruah pada waktu pasang yaitu: Pulau Jemur (31.3800 ha), Pulau Kalironggo (39.0229 ha), Pulau Sarong Alang (0.5081 ha), Pulau Pandan (3.5940 ha), Pulau Labuhan Bilik (15.5340 ha), Pulau Tukong Mas (19.4271), Pulau Pasir (25.853), Pulau Batu Adang (43.1740), Pulau Batu Berlayar (70.9140), dan Pulau Batu Mandi (9.0770 ha). Pulau Tukong Simbang terdapat 7 gugusan pulau kecil, dimana  pada saat air laut mengalami surut terendah membentuk satu kesatuan pulau dengan luas mencapai 104,9 ha. Kedalaman dasar laut di daerah penelitian maksimum 80 meter, dengan perbedaan pasang surut maksimum dan surut minimum adalah 5,9 meter di daerah penelitian. Keberadaan batuan Tersier di pantai dan terumbu karang menjadi penyangga keberadaan dan ketahanan gugusan pulau-pulau kecil. Pantai dan lepas pantai Kepulauan Aruah. Hampir seluruh bagian pinggir dari pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Jemur dikelilingi oleh lingkungan terumbu karang, sehingga menambah pesona keindahan perairan dan pantai kepuauan Aruah.  Kata Kunci: Kepulauan Aruah, Lingkungan Terumbu Karang, Pulau terluar, dan geologi kelautan Abstract Aruah Islands located in the  Malacca Strait waters is outer islands cluster and the border Malaysia. Study method consits of coastal geology mapping positioning Low – high Tide measurenment, sea bottom measurenment and Coral reef wide measurenment. High tide coral reef cluster measurenment in Aruah archipelago are:  Jemur Island(31.3800 ha), Kalironggo (39.0229 ha), Sarong Alang  Island (0.5081 ha),  Pandan Island (3.5940 ha),  Labuhan Bilik Island (15.5340 ha), Tukong Mas Island (19.4271), Pasir Island (25.853), Batu Adang Island (43.1740), Batu Berlayar Island(70.9140), dan Batu Mandi Isand (9.0770) ha). There are seven small island Tukong Simbang Island, when low tide forming one island with 104.9 ha square. Maximum depth of seawater is 80 meter dept and differences between low tide and high tide is 5,9 meter in  study area. The existence of Tertiary rocks on the beach and coral reefs into existence and resistance as a buffer of small islands cluster. Almost all of the edges of small islands around the Jemur island is surrounded by coral reefs environment, that adding to the charm and beauty of coastal and waters Aruah Islands  Keywords. Aruah archipelago, Coral reef environment, outer island, and marine geology,
ANALISIS DEFORMASI GUNUNG API BATUR BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS BERKALA TAHUN 2008, 2009, 2013, DAN 2015 DEFORMATION ANALYSIS OF BATUR VOLCANO BASED ON PERIODIC GPS OBSERVATIONS DATA IN 2008, 2009, 2013, AND 2015 Achmad Faris; Estu Kriswati; Irwan Meilano; Dina Anggreni Sarsito
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2132.048 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i1.194

Abstract

ABSTRAKGunung Batur yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali, terakhir meletus pada tahun 2000. Pada 2009 terjadi peningkatan aktivitas vulkanis di Gunug Batur walaupun tidak terjadi letusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola deformasi pada Gunung Batur serta keterkaitannya dengan peningkatan vulkanis pada tahun 2009. Analisis didasarkan pada pola vektor pergeseran dan pola regangan masing-masing titik pengamatan GPS berkala pada area Gunung Batur tahun 2008, 2009, 2013, dan 2015. Berdasarkan pengamatan GPS Oktober 2008-November 2009 pola deformasi menunjukkan adanya inflasi dengan pola vektor pergeseran titik pengamatan GPS dominan ke arah luar dari Gunung Batur, selain itu pola regangan memperlihatkan bahwa pada area bagian utara dan timurlaut Gunung Batur dominan terjadi ekstensi. Pada pengamatan GPS untuk periode November 2009-Februari 2013 pola deformasi menunjukkan adanya deflasi pada Gunung Batur dengan pola vektor pergeseran titik pengamatan GPS berarah menuju Gunung Batur dan pola regangan memperlihatkan bahwa pada area Gunung Batur terjadi kompresi. Kata Kunci: Gunung Batur, deflasi, deformasi, pergeseran, GPS, inflasi, regangan. ABSTRACTBatur volcano located in Bangli, Bali, last erupted in 2000. Increased in the volcanic activity occurred in 2009 but did not followed by eruption. This study aims to determine ground deformation pattern in Batur volcano and its association with the increased in volcanic activity in 2009 based on the pattern of displacement vector and strain using 2008-2015 campaign GPS data. During period of October 2008-November 2009, Batur Volcano experience inflation and strain pattern shows that the area of the north and northeast of Batur Volcano experienced extension. During November 2009-February 2013, Batur Volcano experienced deflation with GPS displacement directed towards Batur Volcano and a strain pattern of compression around Batur Volcano. Keywords: Batur Volcano, deflation, deformation, displacement, GPS, inflation, strain.
Water Sea Quality Study at Jakarta Bay due to Reclamtion and The Development of Giant Sea Wall (GSW) Mardi Wibowo
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.883 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i1.198

Abstract

To overcome many problems in Jakarta such as: flood, tide flood, lack of water resources and land, the government decided to build a giant sea wall (GSW). Development GSW on Jakarta Bay is a form of intervention of technology on the water sea environment, so its will surely had an impact especially to the water sea quality (BOD, DO and salinity). Aim of this study is to know magnitude of sea water quality changes due to the construction of GSW .This study was conducted with computation modeling using software MIKE-2,1 Eco Lab module. Based on this study, GSW development will give significant impact to sea water quality  especially waters in the formed polder. The quality of waters in formed polder significantly decreased, especially of the value of BOD . Value of BOD is rise more than 100 % and value of DO is decrease more than 20 % andsalinityis decrease more than 2 percent .To prevent a trend of decreasing the sea water quality in Jakarta Bay that caused GSW development, must be done with prevention act from upstream part before the waters entrance to Jakarta Bay.
Relokasi Gempabumi Teleseismic Double-Difference di Wilayah Bali – Nusa Tenggara dengan Model Kecepeatan 3D Tio Azhar Prakoso Setiadi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2951.79 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i1.149

Abstract

Bali dan Nusa Tenggara memiliki kondisi tektonik yang komplek. Aktivitas seismik umumnya pada wilayah penelitian berasal dari subduksi lempeng Indo-Australia (Busur Sunda), patahan naik busur belakang, dan juga aktivitas vulkanis. Penelitian dilakukan untuk mengetahui seismisitas, pola tektonik dan menghitung sudut penujaman lempeng di wilayah Bali hingga Nusa Tenggara berdasarkan metode relokasi Teleseismic Double-Differencedengan model kecepatan 3D. Data yang digunakan adalah data katalog gempabumi BMKG pada periode pengamatan Januari 2010 – Februari 2017 sebanyak 4201 kejadian gempabumi. Hasil relokasi menunjukkan pola sebaran gempabumi yang didominasi oleh gempa-gempa dangkal di wilayah barat daerah penelitian, dan semakin ke arah timur semakin dalam, yang mengindikasikan bahwa gempa tersebut berasal dari zona subduksi
Variasi Gas Radon dan Aktivitas Kegempaan di Sekitar Patahan Opak Bambang Sunardi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2498.195 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i1.166

Abstract

Monitoring gas radon di dalam tanah telah dilakukan secara kontinyu selama dua tahun terakhir di sekitar patahan Opak Yogyakarta sebagai salah satu upaya mitigasi bencana gempa. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi radon dan aktivitas kegempaan yang terjadi di sekitar patahan Opak serta mengeksplorasi munculnya prekursor untuk gempa lokal. Monitoring data radon dilakukan di dua lokasi yaitu di daerah Pundong dan Piyungan, sedangkan aktivitas gempa di sekitar patahan Opak diperoleh dari data repositori gempabumi BMKG.  Eksplorasi anomali radon untuk melihat adanya prekursor gempa dilakukan dengan menerapkan metode korelasi. Anomali radon ditetapkan apabila rasio simpangan koefisien korelasi (Sk) dengan deviasi standar (Ds) lebih kecil dari -1.  Hasil penelitian menunjukkan peningkatan emisi gas radon berkorelasi dengan kenaikan frekuensi kejadian gempa. Penerapan metode korelasi memperlihatkan beberapa anomali radon yang dapat diklasifikasikan sebagai prekursor gempa di sekitar patahan Opak. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat konsistensi hasil monitoring anomali radon dengan kejadian gempa di sekitar patahan Opak.

Page 1 of 1 | Total Record : 5