cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
Kajian Daya Dukung Sumberdaya air berdasarkan analisis ketersediaan dan kebutuhan sumberdaya air: studi kasus Daerah Aliran Sungai Cerucuk, Pulau Belitung Ida Narulita
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2054.35 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i2.181

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang pesat di kota Tanjungpandan, kabupaten Belitung telah meningkatkan penggunaan sumberdaya air. Periode kelangkaan air yang mulai sering dirasakan di kota Tanjungpandan, yang terletak di DAS Cerucuk. Fenomena ini dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi yang sedang berjalan. Analisis daya dukung dilakukan untuk mengetahui status sumberdaya air di Daerah Aliran Sungai Cerucuk, serta kemampuannya dalam mendukung petumbuhan penduduk beserta aktifitas ekonominya secara berkelanjutan. Daya dukung sumberdaya air ditetapkan berdasarkan perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air. Ketersediaan air spasial diduga dengan metode CN (SCS/NRCS), distribusi tegangan airtanah (pF) dan perbedaan konduktifitas hidraulik dengan memanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data dasar yang digunakan meliputi data curah hujan harian dari 5 stasiun yang tersebar di daerah kajian periode 1980 - 2014, data citra satelit landsat tahun 2013, peta tanah, peta geologi. Kebutuhan air diduga berdasarkan data kependudukan dan aktivitasnya untuk setiap kecamatan berdasarkan data statistik tahun 2012. Status dayadukung sumberdaya air di DAS Cerucuk secara umum masih tinggi,  kecuali di perkotaan dimana intensitas pemakaian air sangat tinggi akibat kepadatan penduduk, sehingga daya dukungnya  defisit. Untuk mengatasi kelangkaan air  di  daerah urban pada musim kemarau, diperlukan penampungan air permukaan (embung, kolong, dsb), untuk didistribusikan  pada musim kering.Kata kunci : sumberdaya air, dayadukung , kelangkaan, ketersediaan, kepadatan penduduk. 
Analisis Kondisi Atmosfer dengan Memanfaatkan Citra Satelit Cuaca dan Karakteristik Tanah pada Kejadian Tanah Longsor di Pesisir Barat Lampung sepanjang Tahun 2014 Jaka A. I. Paski
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19438.942 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i2.161

Abstract

Berdasarkan data BNPB pada tahun 2014, terdapat 385 kasus tanah longsor di Indonesia dengan Kabupaten Pesisir Barat Lampung merupakan salah satu wilayah rawan longsor di Provinsi Lampung. Menurut data curah hujan dari Badan Meteorologi dan Geofisika, curah hujan di Kabupaten Pesisir Barat berkisar antara 2.500 - 3.500 milimeter dalam setahun atau 140 - 221 milimeter dalam sebulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah membahas dinamika atmosfer selama terjadi longsor serta karakteristik tanah di Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2014. Analisis dinamika atmosfer pada penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan citra satelit MTSAT BMKG melalui kanal IR1 dan IR3. Dari analisis yang dilakukan, citra satelit MTSAT mampu menggambarkan sebaran awan dan kandungan uap air saat kejadian tanah longsor. Dari hasil analisis data jenis tanah diperoleh bahwa kondisi karakteristik tanah di Pesisir Barat cenderung rentan erosi dengan kemiringan lereng 25-40 % serta ada anomali signifikan dari curah hujan bulanan selama kejadian tersebut.
Metode Kombinasi Weight of Evidence (WoE) dan Logistic Regression (LR) untuk Pemetaan Kerentanan Gerakan Tanah di Takengon, Aceh pamela pamela; Imam A. Sadisun; Rendy Dwi Kartiko; Yukni Arifianti
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2319.397 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i2.219

Abstract

ABSTRAKPeta kerentanan gerakan tanah sangat diperlukan sebagai dasar dalam perencanaan tata ruang, pemanfaatan lahan dan mitigasi bencana. Kerentanan gerakan tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kemiringan lereng, arah lereng, litologi, tutupan lahan, elevasi, curah hujan, kelurusan, percepatan gempabumi, kurvatur, arah aliran, jarak dari sungai, dan jalan. Dalam penelitian ini dikembangkan metode pemetaan kerentanan gerakan tanah menggunakan metode kombinasi logistic regression (LR) – weight of evidence (WoE). Metode gabungan ini diharapkan dapat menghasilkan metoda yang menggabungkan kelebihan dari masing-masing metode serta sekaligus mengatasi kelemahan masing-masing metode. Wilayah studi kasus penelitian adalah Takengon, salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang rawan terhadap bencana gempabumi dan gerakan tanah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 251 kejadian gerakan tanah secara acak yang terjadi pada tahun 2000 hingga tahun 2016. Data tersebut dibagi menjadi dua kelompok data, 70% data digunakan sebagai set data analisis untuk penyusunan model dan 30% data digunakan sebagai set data validasi untuk pengujian model. Tahapan penelitian meliputi pembobotan dua belas parameter yang mempengaruhi kerentanan gerakan tanah dengan menggunakan metode WoE. Analisis kombinasi LR-WoE menggunakan parameter hasil pembobotan metode WoE dan kemudian di analisis menggunakan statistik LR. Selanjutnya melakukan analisis perbandingan hasil pemetaan kerentanan gerakan tanah melalui pengujian kurva Receiver Operating Characteristic (ROC). Hasil validasi dan pengujian model menunjukkan bahwa metode kombinasi LR-WoE mempunyai nilai AUC 0,853 yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan metode WoE (AUC 0,830). Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa metode kombinasi LR-WoE memberikan tingkat akurasi yang lebih baik dari metode WoE untuk pemetaan kerentanan gerakan tanah. Metode kombinasi LR-WoE dapat terus dikembangkan dan dapat diusulkan menjadi metode pemetaan gerakan tanah yang akurat, efektif dan ekonomis. Kata kunci: Kerentanan gerakan tanah, Logistic Regression, Takengon, Weight of Evidence. ABSTRACTLandslide susceptibility map is an imperative basic tool for land use application, spatial planning and disaster mitigation. The susceptibility of landslide is influenced by factors such as slope, slope aspect, lithology, land cover, elevation, rainfall, linemeant, peak ground acceleration, curvature, flow direction, distance from rivers, and roads. In this research, a combined method of weight of evidence (WoE) and logistic regression (LR) was applied to assessed its advantages and overcome the limitation of each method. Takengon is an area prone to earthquake disaster and landslide. The 251 landslides from 2000 until 2016 were randomly divided into two groups of modelling/training data (70%) and validation/test data sets (30%).  The research stages include weighting of twelve parameters that affect the susceptibility of landslide using the WoE method. The combination LR-WoE analysis uses the weighted parameter of the WoE method and then analyzed using LR statistics. The validation results using Receiver Operating Characteristic (ROC) curve showed that the LR-WoE method had a better accuracy than the WoE methods, with values of 0,890 higher than that of the WoE method 0,830 prediction. Therefore, it is concluded that the combined method of LR and WoE can provide a promising level of accuracy for landslide susceptibility mapping. Combined LR-WoE method can be developed and proposed to be an accurate, effective and economical method of mapping the landslides susceptibility map. Keywords: Kerentanan gerakan tanah, Logistic Regression, Takengon, Weight of Evidence. 
Tingkat Pencemaran Logam Berat Pada Contoh Tanah dari Pulau Selayar, Kabupaten Lingga Ronaldo Irzon
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3238.709 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i2.204

Abstract

Perekonomian suatu wilayah dapat meningkat dengan keterdapatan logam berat. Namun demikian, kelimpahan logam berat juga mempengaruhi karakter indeks pencemaran sebagai pertimbangan pengembangan daerah. Pulau Selayar merupakan daerah penelitian yang terletak di Kabupaten Lingga dan dari sisi geologi hanya dibangun oleh Granit Muncung dan Kompleks Malihan Persing. Meski belum diketahui keterdapatan timah dalam jumlah massif, Pulau Selayar diketahui memiliki potensi bauksit. Karakterisasi kadar dan indeks pencemaran logam berat di Pulau Selayar untuk dalam beberapa jenis tanah terkait prospeksi sebagai daerah tempat tinggal menjadi tujuan penelitian ini. Indeks pencemaran yang dipadukan dengan aspek geohazard, daya dukung lahan, dan sosio-ekonomis dapat dijadikan pijakan mengenai pengembangan suatu wilayah. Enam contoh tanah dengan karakter berbeda telah diambil dan diperiksa kadar logam beratnya menggunakan ICP-MS di Laboratorium Pusat Survei Geologi. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Mn, V, dan As merupakan logam berat paling melimpah. Tiga pola kelimpahan logam berat contoh tanah terdeteksi yang juga menunjukkan kesamaan sumber, yaitu: pelapukan granit, tambang bauksit yang telah lama ditinggalkan, dan tambang bauksit yang masih berproduksi. Kandungan sangat rendah pada tanah pelapukan granit menunjukkan bahwa batuan induk tidak pernah mengalami alterasi hidrotermal dengan pengayaan As. Tingginya kadar As pada empat contoh lain disebabkan oleh faktor antropogenis. Kadar Mn dan V yang tinggi menjadi pembeda antara tanah pada lokasi penambangan bauksit aktif terhadap yang telah lama diabaikan. Polusi tertinggi pada wilayah penelitian ditunjukkan oleh arsenik sehingga perlu diatasi bila lokasi studi kelak dikembangkan sebagai wilayah pemukiman. Secara khusus, wilayah penambangan bauksit di Sembuang terindikasi tercemar vanadium pada tingkat rendah.
EVALUASI VEGETASI MANGROVE SEBELUM DAN SESUADAH REBOISASI BERDASARKAN DATA POLEN DI KAWASAN GEOPARK CILETUH-PELABUHAN RATU winantris - winantris
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6364.221 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i2.142

Abstract

Fungsi geopark  salah stunya adalah  konservasi bentang alam di suatu kawasan meliputi konservasi sumber genetik.  Hutan mangrove yang berada disekitar Pantai Cikadal sebelum mengalami kerusakan merupakan kawasan hutan dengan tingkat heterogenitas tinggi (data BKSDA). Tumbuhan  mangrove mengalami kerusakan parah akibat penebangan berlebihan oleh masyarakat sekitar. Tujuan penelitian untuk menganalisis struktur tumbuhan mangrove sebelum mengalami kerusakan berdasarkan data polen. Sampel daimbil pada lima titik di lahan mangrove pada kedalaman 50 cm. Preparasi sampel menggunakan metode standar asam hiroflorid. Kegiatan reboisasi mangrove di mulai tahun 2012 yang melibatkan masyarakat pecinta lingkungan (POKMASI, Kelompok Masyarakat Konservasi).  Reboisasi masih sangat terbatas dikarenakan  ketersediaan bibit dari perhutani. Spesies yang ditanam adalah  Rhizhopora mucronata dan Rhizophora apiculata. Program reboisasi perlu ditingkatkan untuk mencapai hasil yanng optimal. Hasil penelitian polen dari kedalaman 50 cm yang diambil dari  kawasan mangrove menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan dalam struktur jenis tumbuhan mangrove. Ditemukan  delapan belas jenis tumbuhan mangrove yang pernah tumbuh di kawasan tesebut, duabelas jenis diantaranya punah. Avicennia yang pada saat ini eksistensinya terancam dan sangat sulit ditemukan, pernah menjadi tumbuhan utama pembentuk mangrove sebelum mengalami kerusakan. Sedikitnya ada lima jenis Avicennia dan dua jenis  Rhizophora yang merupakan dua genus dominan pada saat itu.

Page 1 of 1 | Total Record : 5