cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2018)" : 5 Documents clear
Analisis Hasil Pengukuran Terrestrial Laser Scanner untuk Deteksi Rekahan dalam kaitannya dengan Analisis Struktur Geologi (Studi Kasus: Tebing Citatah 125, Jawa Barat) Gusti Ayu Jessy Kartini; Irwan Gumilar; Budi Brahmantyo; Brian Bramanto; Nia Haerani
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2636.821 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i3.177

Abstract

Scanline adalah salah satu metode yang umum digunakan untuk mengobservasi dan mengukur rekahan pada suatu bidang permukaan, namun metode ini memiliki beberapa keterbatasan. Salah satunya adalah sulitnya melakukan sampling pada area ekstrim sehingga dapat membahayakan operator. Mengacu pada keterbatasan tersebut, terrestrial laser scanner menjadi salah satu metode yang potensial untuk menutupi keterbatasan tersebut. TLS dapat merekam jutaan point cloud yang dapat merepresentasikan permukaan tanpa harus mengukurnya secara langsung, yang kemudian dapat menjadi metode pendukung dalam akuisisi data rekahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rekahan menggunakan TLS yang kemudian dibandingkan dan divalidasi dengan metode scanline (studi kasus: Tebing Citatah 125, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat). Penelitian ini dimulai dengan akuisisi data rekahan dengan menggunakan metode scanline dan TLS yang hasilnya kemudian dianalisis dengan diagram rose. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa TLS memiliki potensi sebagai metode pendukung untuk akuisisi data rekahan. Hal tersebut dibuktikan dengan kemiripan hasil orientasi rekahan pada Tebing Citatah 125 menggunakan TLS terhadap hasil metode scanline pada orientasi rekahan arah timur laut-barat daya dengan kemiringan relatif tegak 30o-90o.
ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI PENYEBAB RUNTUHNYA MASA BATUAN DI PANTAI SADRANAN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, DIY Hanang Samodra; Sam Permanadewi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2599.691 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i3.209

Abstract

ABSTRAKKejadian runtuhnya masa batugamping di lokasi wisata Pantai Sadranan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta pada 17 Juni 2015 menyebabkan meninggalnya 4 wisatawan lokal. Peristiwa geologi ini dipicu oleh sistem retakan batuan (kekar) berarah timurtimurlaut-baratbaratdaya, yang meskipun bukan arah utama retakan tetapi mempunyai kerapatan cukup tinggi (3-4 kekar/meter). Kehadiran ceruk abrasi yang membentuk rongga memanjang, yang tidak kuat menahan bobot masa batuan di atasnya sehingga daya dukung batuan terlewati ikut bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Upaya nyata mitigasi bencana geologi dari segala aspek sudah harus dimulai oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, yaitu dalam rangka menciptakan harmoni antara kehidupan masyarakat dengan lingkungan geologi di mana mereka tinggal.Kata kunci: retakan batuan, cerukABSTRACTRock fall of limestones mass at tourist destination of Sadranan Beach, Gunungkidul Regency, Yogyakarta on June 17, 2015 led to the death of 4 local tourists. These geological events triggered by NNE-SSW rock fractures system, which despite not the main direction of fractures but has a fairly high density (3-4 fractures/meter). The presence of sea-level notches forming elongated curvatures that can not hold weight of the top of limestones mass takes responsibility for this incident.Real geological disaster mitigation efforts of all aspects has to be initiated by the government of Gunungkidul Regency, in order to create harmony between the life of community with the geological environment where they live.Key words: rock-fractures, sea-level notches. 
RELOKASI HIPOSENTER DAERAH SEKITAR PACITAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULATED ANNEALING Indriati Retno Palupi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.366 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i3.191

Abstract

Zona subduksi merupakan salah satu sumber gempa yang ada di Pulau Jawa. Berdasarkan pola penyebaran gunungapi, diketahui zona subduksi di Pulau Jawa semakin curam dari barat ke timur, terutama di Kabupaten Pacitan. Adanya perbedaan sudut zona subduksi ditengarai dapat menjadi penyebab munculnya gempa besar di sekitar Pacitan sehingga diperlukan gambaran pola sebaran sumber gempa bumi (hiposenter). Relokasi hiposenter menjadi penting untuk menempatkan hiposenter mendekati dengan arah pola zona subduksi. Dengan metode simulated annealing, hiposenter terpetakan lebih mendekati dengan pola zona subduksi.
PEMBUATAN PROTOTIPE DAN PEMODELAN NUMERIK TIANG KOLOM BETON PADA LERENG TANAH RESIDUAL VULKANIK DAERAH KUBULIKUJAYA, LAMPUNG BARAT Prahara Iqbal
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2324.996 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i3.195

Abstract

Pembuatan prototipe tiang kolom beton dan pemodelan kestabilan lereng dengan perkuatan tiang kolom beton telah dilakukan. Lereng yang dijadikan model adalah lereng tanah residual vulkanik daerah Kubulikujaya, Lampung Barat. Prototipe kolom beton dibuat melalui pencanpuran antara semen, pasir, abu terbang, abu sekam padi, dan air dengan konsentrasi tiap material yang berbeda. Kolom beton dibuat dengan menggunakan tiga formula pencampuran, masing-masing formula dibuat 30 prototipe. Kemudian prototipe diuji kuat tekan, diuji kuat geser, dan dimodelkan kestabilan lerengnya menggunakan kolom beton. Hasil analisis dan pemodelan menggambarkan bahwa faktor keamanan lereng (SF) dapat meningkat akibat pemasangan tiang kolom beton, yaitu dari SF=1,481 ke SF=1,598. Kolom beton yang dapat meningkatkan kuat geser adalah kolom beton formula 3. Konfigurasi tiang kolom beton yang dibutuhkan untuk menaikkan nilai faktor keamanan lereng yang memiliki geometri PxT 36x30 m adalah: tiang per 3 meter horizontal, panjang tiang 10-27 meter, dan dipasang pada bagian atas, tengah, serta bawah lereng.
Sistem Imbuhan Air Tanah Karst Pada Sub-sistem Hidrogeologi Wonosari – Baron, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Berdasarkan Analisis Isotop 18O dan 2H Taat Setiawan, ST. MT.; Soeharti Isnaini; Novi M.A Asghaf; Idham Effendi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1801.003 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i3.235

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi sistem imbuhan air tanah karst Kab. Gunungkidul, khusunya sub-sistem Wonosari Baron, berdasarkan analisis isotop stabil air tanah (18O dan 2H). Hasil penelitian menunjukkan beberapa karakter sistem imbuhan air tanah. Air tanah pada dataran Wonosari menunjukkan keterkaitan dengan imbuhan yang bersifat lokal hingga menengah. Air tanah pada mata air permanen dan sistem sungai bawah tanah Bribin – Seropan menunjukkan keterkaitan dengan sistem imbuhan yang bersifat regional. Air tanah pada kompleks mata air Baron dan Ngobaran menunjukkan keterkaitan dengan imbuhan yang bersifat lokal hingga regional.Kata kunci : isotop 18O dan 2H, air tanah karst, Gunungkidul.AbstractThis research was conducted to identify karst groundwater recharge of Gunungkidul Regency, especially the Wonosari Baron sub-system, based on stable isotope analysis of groundwater (18O and 2H). The results show some character of groundwater recharge system. Groundwater on the Wonosari plain shows a correlation with local to medium-recharge system. Groundwater in permanent springs and the Bribin - Seropan underground river system show a linkage to the regional recharge system. Groundwater in the Baron and Ngobaran springs complex is associated with local to regional recharge system.Keywords : isotope of 18O and 2H, karstic groundwater, Gunungkidul.

Page 1 of 1 | Total Record : 5