cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon" : 45 Documents clear
PENGARUH LIDAH BUAYA ( Aloe vera) TERHADAP WAKTU PENUTUPAN LUKA SAYAT PADA MUKOSA RONGGA MULUT TIKUS WISTAR Ruauw, Emilia F.
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12165

Abstract

PENGARUH LIDAH BUAYA ( Aloe vera) TERHADAP WAKTU PENUTUPAN LUKA SAYAT PADA MUKOSA RONGGA MULUT TIKUS WISTAR Emilia Fisilya Ruauw1), Frans E. Wantania2), Michael A. Leman1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi 2)Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi     ABSTRACT WoundType text or a website address or translate a document. Cancel Showing translation for vacancy Translate instead vacanc Ww is a change network continuity in cellular and anatomy, which can occur in the skin or mucosa of the mouth and continues in process of wound healing. The process of wound healing is a complex cellular processes and focus to return the structural integrity and function of damaged tissue through three phases, namely the inflammatory phase, the proliferative phase and remodeling phase. Aloe vera is a plant that can be found in Indonesia. Aloe vera contains many active substances include accemanan, glucomannan, lignin, vitamine A, vitamine C, enzymes and amino acids that are essential to cell regeneration and wound healing.The purpose of this study is to know the effectiveness of aloe vera on the healing time of cut in the Wistar rat oral mucosa. This study is a laboratory experimental with design post test only control group design, using six male Wistar rats were divided into 2 groups; the treatment group were slashed in the mesial gingival first incisor left and lower right and was given aloe vera as topically and a control group that was not given aloe vera after slashed in mesial gingival first incisor left and lower right. The time of wound healing was observed from the first day after did cutlet until the wound is healed. Aloe vera was taken from the yard of a house at Manado City which has been cultivated for five months. This research was conducted at the Laboratory of Pathology Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi Manado. The results of study showed the average amount of healing time in the control group is longer with a time is 12 days compare to the treatment group with a time is 8 days. The Data from each group were analyzed using normality test and  continued with independent t-test. The results of this study showed that aloe vera has effectiveness  time of wound cut healing in the Wistar rat oral mucosa. Keywords: Aloe vera, oral mucosa, wound healing, Wistar rats. ABSTRAK Luka merupakan perubahan kontinuitas jaringan secara seluler dan anatomi, yang dapat terjadi pada kulit ataupun mukosa mulut dan berlanjut pada proses Penutupan luka. Proses Penutupan luka pada dasarnya merupakan suatu proses seluler yang kompleks dan berfokus untuk mengembalikan keutuhan struktur dan fungsi jaringan yang rusak melalui tiga fase, yaitu fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase remodeling. Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman yang mudah ditemui di Indonesia. 3 Lidah buaya mengandung banyak zat-zat aktif antara lain accemanan, glukomanan, lignin, vitamin A, vitamin C, enzim-enzim serta asam amino yang sangat penting untuk regenerasi sel dan mempercepat Penutupan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lidah buaya terhadap waktu Penutupan luka  sayat pada mukosa rongga mulut  tikus wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post test only control group design dengan menggunakan 6 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan yang  disayat di bagian mesial gingiva gigi insisivus pertama kiri dan kanan bawah dan diberikan lidah buaya secara topikal, dan kelompok kontrol yang tidak diberikan lidah buaya setelah disayat di bagian mesial gingiva gigi insisivus pertama kiri dan kanan bawah. Waktu Penutupan luka diamati dari hari pertama setelah dilakukan sayatan sampai dengan luka sembuh. Lidah buaya diambil dari pekarangan rumah di kota Manado yang sudah dibudidayakan selama lima bulan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rata-rata waktu Penutupan luka pada kelompok kontrol lebih lama, dengan waktu 12 hari dibandingkan dengan kelompok perlakuan dengan waktu 8 hari. Data dari masing-masing kelompok dianalisa menggunakan uji normalitas dan dilanjutkan Independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lidah buaya memiliki pengaruh terhadap waktu Penutupan luka sayat pada mukosa rongga mulut tikus wistar. Kata kunci: lidah buaya (Aloe vera), mukosa oral, Penutupan luka, tikus wistar                                                                      
ANALISIS KANDUNGAN KAFEIN PADA EKSTRAK BUAH KOPI MENTAH DARI PERKEBUNAN MERAPI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Isnindar, Isnindar
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12188

Abstract

ANALISIS KANDUNGAN KAFEIN PADA EKSTRAK BUAH KOPI MENTAH DARI PERKEBUNAN MERAPI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Isnindar1), Subagus Wahyuono2), Sitarina Widyarini3), Yuswanto2) 1)Fakultas Kedokteran, Prodi Farmasi, Universitas Tanjungpura 2)Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada 3)Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada ABSTRACT Coffee is one of the plantation species that has long been cultivated and has a fairly high economic value. The main compound in coffee beans is caffein. This compound affects the central nervous system, muscles and kidneys. The purpose of this research was to determine the content of caffeine in unripe coffee berries extract crude chloroform using UV-Vis spectrophotometer. Chloroform extract was obtained from maceration using chloroform. Caffeine content was analyzed using UV-Vis spectrophotometer method. The maximum wavelength measured was 273 nm. Levels of caffeine in chloroform extract of raw coffee fruit was 838 939 ± 1.6103. Keywords: caffeine, coffee, UV-Vis spectrophotometry ABSTRAK Kopi merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Senyawa dominan didalam buah kopi adalah kafein. Senyawa ini mempengaruhi sistem syaraf pusat, otot, dan ginjal. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kandungan kafein dalam ekstrak klororform buah kopi mentah dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Ekstrak kloroform diperoleh dari metode maserasi menggunakan pelarut kloroform. Metode analisis kadar kafein menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh 273 nm. Kandungan kafein dalam ekstrak kloroform buah kopi mentah adalah 838.939±1.6103.   Kata kunci : kafein, kopi, spektrofotometri UV-Vis    
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 7 MANADO Momongan, Mercy M.H.
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12179

Abstract

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 7 MANADO Mercy M. H. Momongan1), Maureen I. Punuh1), Paul A. T. Kawatu1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT The Lack of providing nutrition especially on children, will cause the reducing potency of society development resources in the future. The nutritional problem on teenagers need to get special attention because it can influence their growth and body development, and also to nutritional problem on adult. Adolescence is a period when the changing on physical, cognitive, and psychosocial or behavior happen rapidly. Student achievement is the substance that cannot be separated from study, because study itself is the process whereas the student achievement is the result of study process. This research aimed to know if there was the relation between the nutritional status with student achievement of XI grade students at SMA Negeri 7 Manado.This  research used observational analytic study with cross-sectional design. The Sample on this research was 80 students, which were taken from all XI grade students at SMA Negeri 7 Manado which has the total 411 students, by using the proportional random sampling technique. To determine the nutritional status of the tall of body, it was measured by using microtoise and the weight of body by using digital scale. The student achievement was determined by taking the score of odd semester test result. The result of chi-square correlation test of IMT/U showed that the value of ρ is 0,007 (<0,05), with  correlation koefisien = 0,302,  TB/U significant value ρ = 0,628 (> 0,05). There was a relation between nutritional status with student achievement of XI grade students at SMA Negeri 7 Manado. There was not a relation between nutritional status with student achievement of  XI grade students at SMA Negeri 7 Manado. Keywords: Nutritional Status, Student Achievement ABSTRAK Pemberian gizi yang kurang baik terutama kepada anak-anak, akan menyebabkan menurunnya potensi sumber daya pembangunan masyarakat dimasa yang akan datang. Masalah gizi pada masa remaja perlu mendapat perhatian khusus karena berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tubuh, serta masalah gizi saat dewasa. Masa remaja atau adolescence adalah waktu terjadinya perubahan-perubahan yang berlangsung cepat dalam hal pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial atau tingkah laku. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan suatu proses sedangkan prestasi belajar merupakan hasil dari suatu proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar siswa Kelas XI SMA Negeri 7 Manado. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 80 siswa yang diambil dari seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 7 Manado yang berjumlah 411 siswa, dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Penentuan status gizi tinggi badan diukur dengan microtoise dan berat badan dengan timbangan injak digital. Prestasi belajar ditentukan dengan mengambil hasil nilai ujian semester ganjil. Uji penelitian menggunakan uji statistic chi-square. Hasil uji korelasi chi-square IMT/U diperoleh nilai  ρ sebesar 0,007 (<0,05), dengan koefisien korelasi  = 0,302, sedangkan TB/U nilai signifikan ρ = 0,628 (> 0,05). Terdapat hubungan antara status gizi IMT/U dengan prestasi belajar pada siswa SMA Negeri 7 Manado, tidak terdapat hubungan antara status gizi TB/U  dengan prestasi belajar pada siswa SMA Negeri 7 Manado.   Kata kunci: Status gizi, prestasi belajar  
EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT DI GUDANG FARMASI PSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO Ibrahim, Astuti
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12162

Abstract

EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT DI GUDANG FARMASI PSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO Astuti Ibrahim1), Widya Astuty Lolo1), Gayatri Citraningtyas1) 1)Program studi farmasi FMIPA UNSRAT Manado   ABSTRACT The drug were defined as a substance For diagnosis, reduce pain, treat or prevent disease in humans, animals and plants. The problems are most commonly found on the system storage and distribution of drugs such as which does not use First In First Out (FIFO) and First expired First Out (FEFO) system, alphabetically system, class system of drug treatment, facilities and infrastructure of storage and distribution were insufficient. This study aimed to evaluate the storage and distribution of drugs in the pharmaceutical warehouse at the General Hospital of Prof. Dr. RD Kandou Manado which used an observational study descriptive and evaluative. The results showed that the storage systems and distribution of drugs in the Pharmacy Warehouse at the General Hospital of Prof. DR. RD Kandou are in accordance with the Standards of Pharmaceutical Care Hospital of Ministers of Health Regulation No. 58 Year (2014) but it must be complemented infrastructure and improve the quality of pharmacy services. Keywords: Evaluation, Storage, Distribution, Pharmacy Warehouse.   ABSTRAK Obat didefenisikan sebagai suatu zat yang dimaksudkan untuk dipakai dalam diagnosis, mengurangi rasa sakit, mengobati atau mencegah penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan. Permasalahan yang paling sering ditemukan pada sistem penyimpanan dan pendistribusian obat diantaranya yaitu tidak menggunakan sistem First In First Out (FIFO) dan First expired First Out (FEFO), sistem alfabetis, sistem kelas terapi obat, sarana dan prasarana penyimpanan dan pendistribusian yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan dan pendistribusian obat di gudang farmasi RSUP Prof DR. R.D Kandou Mando menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyimpanan dan pendistribusian obat di Gudang Farmasi Prof DR. R.D Kandou sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58 Tahun (2014) tetapi harus lebih dilengkapi lagi sarana dan prasarana serta meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian.   Kata Kunci : Evaluasi, Penyimpanan, Pendistribusian, Gudang Obat.  
PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN OBAT ANTI HIPERTENSI DAN TERAPI RENDAM AIR HANGAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTARA TAMALANREA MAKASSAR Ilkafah, Ilkafah
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12194

Abstract

PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN OBAT ANTI HIPERTENSI DAN TERAPI RENDAM AIR HANGAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTARA TAMALANREA MAKASSAR   Ilkafah1) 1)Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin   ABSTRACT Hypertension in the elderly is still be number one disease especially in Puskesmas Antara Tamalanrea Makassar. Treatment in hypertension include pharmacological and nonpharmacological therapy. One nonpharmacological therapy is foot bathing in warm water. Foot bathing in warm water er is one of the hypertension therapy that benefit to dilatation of blood vessels and enhancing blood circulation. The aim of this study was to determine differences in the effectiveness of the anti-hypertensive drugs and foot bathing in warm water. This research was a quasy-experimental with two-group pre-post test design and was evolved 52 respondents were divided in two group with purposive sampling. The first group was given foot bathing in warm water 2 times for 15 minutes and was given for 2 weeks, and the second group was given captopril 12.5 mg taken 2 times a day. The datas were analyzed by Wilcoxon signed rank test and Mann Whitney test with significance values ​​p£ 0.05.. Analysis for each intervention using the Wilcoxon rank test with significance level α <0.05 and to effectiveness of both therapies using Mann Whitney Test. The results showed no difference between the foot bathing therapy in warm water and the use of captopril (p = 0.154 and p = 0.675, p> 0.05). Both of foot bathing in warm water and captopril are equally effective in lowering blood pressure in the elderly. Further research is needed to find another therapy to decrease blood pressure. Keywords: Foot bathing in warm water, Hipertension, Elderly   ABSTRAK pada lansia sampai saat ini masih menjadi penyakit nomor satu terutama di wilayah kerja Puskesmas Antara Tamalanrea Makassar. Terapi hipertensi bisa menggunakan farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk penatalaksanaan hipertensi adalah terapi rendam kaki air hangat. Rendam kaki air hangat adalah salah satu terapi hipertensi yang bermanfaat untuk mendilatasi pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan obat anti hipertensi (captopril) dengan rendam kaki air hangat. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan rancangan terapi pada dua kelompok. sampel didapatkan sebanyak 52 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok dengan cara pengambilan sampel purposive sampling. Kelompok pertama diberikan terapi rendam kaki air hangat 2 kali sehari pagi dan sore selama 15 menit dan diberikan selama 2 minggu, sedangkan kelompok kedua diberikan captopril 12,5 mg diminum 2 kali sehari. Analisis untuk tiap intervensi menggunakan uji Wilcoxon Rank Test dengan tingkat signifikasi α < 0,05 sedangkan untuk mengetahui perbedaan keefektifan kedua terapi menggunakan uji Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara terapi rendam kaki air hangat dengan pemberian captopril (p= 0,154 dan p= 0,675  dengan p >0,05). Pemberian terapi rendam kaki air hangat dan captopril sama-sama efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mencari terapi lainnya dalam menurunkan tekanan darah. Kata Kunci : Rendam Kaki Air Hangat, Hipertensi, Lansia  
Wawancara Motivasi Apoteker Untuk Kepatuhan Terhadap Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 Wahyuningrum, Retno
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12189

Abstract

Wawancara Motivasi Apoteker Untuk Kepatuhan Terhadap Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 Retno Wahyuningrum1), Djoko Wahyono2), Mustofa3), Yayi Suryo Prabandari4)1)Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta2)Bagian Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta3)Bagian Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta4)Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakartae-mail : retno2408@yahoo.co.id ABSTRACT The review’s objective is to initiate pharmacists with motivational interviewing as an approach to involve patients in discussions about medication adherence. Motivational interviewing has established as an intervention strategy for addiction management, change in lifestyle behaviors, and adherence to prescribed medications and other treatments. Pharmacist-led motivational interviewing can investigate factors associated with poor adherence to treatment, assess patient ambivalence and/or resistance, and educate patients to encourage treatment-adherent behaviors.Pharmacists can held motivational interviewing to improve patient’s problem solving skill in type 2 diabetes management, mostly self-management of patients with poor long-term glycemic control. Keywords : Type 2 diabetes, Adherence, Pharmacist, Motivational interviewing        ABSTRAK Ulasan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para apoteker mengenai wawancara motivasi, yang merupakan salah satu cara untuk melibatkan pasien dalam diskusi tentang kepatuhan terhadap pengobatan. Wawancara motivasi merupakan salah satu strategi intervensi untuk penatalaksanaan kecanduan, perubahan perilaku gaya hidup, dan kepatuhan terhadap obat yang diresepkan dan perawatan lainnya. Wawancara motivasi dapat digunakan apoteker untuk menyelidiki faktor yang terkait dengan ketidakpatuhan terhadap pengobatan, menilai ambivalensi (keraguan) pasien dan/atau resistensi, dan mendidik pasien untuk mempromosikan perilaku patuh terhadap pengobatan.Apoteker dapat menggunakan wawancara motivasi untuk membantu pasien mengatasi masalah terkait pengelolaan diabetes melitus (DM) tipe 2, terutama pasien dengan kontrol glikemik jangka panjang yang buruk. Kata kunci : Diabetes melitus tipe 2, Kepatuhan, Apoteker, Wawancara motivasi  
ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT SUBETNIS TONSAWANG DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PROVINSI SULAWESI UTARA Mamahani, Angela F.
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12191

Abstract

ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT SUBETNIS TONSAWANG DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PROVINSI SULAWESI UTARA   Angela F. Mamahani1), Herny E.I. Simbala1), Saroyo1) 1)Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi, 95115   ABSTRACT Ethnobotany is a field of science that study the relationship between people (ethnic/community) and their interaction with plants (Kandowangko et al., 2011). Medicinal plants have long been used by traditional communities to treat various diseases. The knowledge of traditional medicine has been passed down from generation to generation (Ruwaidah, 2010). This study aimed to identify the species of medicinal plants that are used by Tonsawang Subethnic community and to describe their utilization. Sampling was conducted using explorative survey method. Data collection was conducted using purposive sampling method. The result showed that there are 40 species of plants from 24 families used in traditional treatment by Tonsawang Subethnic community. The medicinal plants can be eaten, drunk, or used as an external medicine. The medicinal plants are utilized in several ways: boiled; burned; pounded; taped; blended; squeezed; dropped; smeared; brewed in hot water; mixed with other traditional herbs; added salt, sugar, vinegar and coconut oil. Traditional medicinal plants are used for various needs: to treat headaches, intestinal diseases, stomachache, liver diseases, kidney diseases, gastric pain and lung diseases; as a cure for fever, malaria, intestinal parasitism, diarrhea, heartburn, swollen, dizziness, cough, cancer, body odor, itching, cataract and many kinds of external and internal injuries; to stop postpartum bleeding; to speed up recovery rate.  Keywords : Ethnobotany, Medicinal plant, Traditional medicine, Batra, Tonsawang Subethnic ABSTRAK                Etnobotani merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia (etnik/kelompok masyarakat) dan interaksinya dengan tumbuhan (Kandowangko et al., 2011).  Tumbuhan obat telah lama digunakan oleh masyarakat tradisional dalam penyembuhan berbagai macam penyakit. Pengetahuan pengobatan tradisional telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi (Ruwaidah, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan obat yang digunakan masyarakat subetnis tonsawang dan mendeskripsikan cara pemanfaatannya. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode survey exploratif. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 40 jenis tumbuhan dari 24 famili yang digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat Subetnis Tonsawang. Tumbuhan obat dapat dimakan, diminum atau digunakan sebagai obat luar. Tumbuhan obat dimanfaatkan dengan berbagai cara: direbus; diminum; dimakan; dibakar; ditumbuk; ditempel; diblender; diperas; ditetes; dioles; diseduh dengan air panas; dicampurkan dengan ramuan obat tradisional lainnya; ditambahkan garam, gula, cuka, dan minyak kelapa. Tumbuhan obat tradisional digunakan untuk berbagai hal, yaitu: untuk mengobati sakit kepala, usus, perut, liver, ginjal, maag dan paru-paru; sebagai obat demam, malaria, cacingan, diare, panas dalam, bengkak, meriang, batuk, kanker, bau badan, gatal-gatal, katarak, berbagai luka luar dan dalam; menghentikan pendarahan pasca melahirkan; mempercepat penyembuhan luka. Kata kunci: Etnobotani, Tumbuhan obat, Obat tradisional, Batra, Subetnis Tonsawang    
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UPAI KOTA KOTAMOBAGU TAHUN 2015 Paputungan, Wulandari
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12215

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UPAI KOTA KOTAMOBAGU TAHUN 2015 Wulandari Paputungan1), Dina Rombot 1) ,Rahayu H.Akili1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT Typhoid Fever is the a kind of disease that caused by Salmonella typhi bacterial infection. This disease is still be a public health problem especially in development countries. In Indonesia Typhoid Fever is endemic.  It is firmly related with health and clean life behavior (PHBS). The occurrence of typhoid fever in the Upai public health center was 302 cases in 2015. The Purposeof this study was to prove the relationship between health and clean life behavior (PHBS) with the incidence of typhoid fever in the working area of Upai public health center of Kotamobagu city in 2015. Methods.This was an analytic-observational study with used cross sectional study design. The population of this study are all of Typhoid Fever patients on January-August 2015, based on medical record of Upai public health center. The sampels of this study are 75 cases. The research instruments are questionnaire and check list sheets. The data were analyzed by using chi-square method. The result.The study result showed that there is relationship between the habits of washing hands after defecation (p=0,041), the habits of washing hand before eating (p=0,047), the habits of eating outside the house (p=0,030), socio economic level (p=0,047), and there is no correlation between the habits of washing raw foods to be eaten immediately (p=0,774) with the occurrence of typhoid fever. The Conclusion ot this Health and clean life behavior (PHBS) can affect the incidence of typhoid fever. Keywords : Typhoid Fever, Health and Clean Life Behavior (PHBS) ABSTRAK Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri  Salmonella typhi. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan terutama di negara berkembang. Di Indonesia, demam tifoid bersifat endemis.  Penyakit ini berhubungan erat dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat. Angka kejadian demam tifoid di Puskesmas Upai Kota Kotamobagu adalah sebanyak 302 kasus pada tahun 2015. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk membuktikan Hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Upai Kota Kotamobagu Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat survei analitis dengan menggunakan metode cross sectional. Sampelditentukan secara random sampling. Populasi dari penelitian ini adalah semua pasien penderita penyakit demam tifoid pada Januari-Agustus tahun 2015, yang diambil berdasarkan data rekam medik Puskesmas Upai Kota Kotamobagu. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 75 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dan lembar ceklis. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan  rumus uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar (p=0,041), kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan (p=0,047),kebiasaan makan di luar rumah (p=0,030), dan tidak ada hubungan antara kebiasaan mencuci bahan makanan mentah yang akan dikonsumsi langsung dengan kejadian demam tifoid (p=0,774). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada Hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Upai Kota Kotamobagu Tahun 2015. Kata Kunci : Demam Tifoid, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Salmonella typhi
STUDI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA PASIEN CEDERA KEPALA (CONCUSSION) DI RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2014 Chandra, Chrysario
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12190

Abstract

STUDI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA PASIEN CEDERA KEPALA (CONCUSSION) DI RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2014 Chrysario Chandra1), Heedy Tjitrosantoso1), Widya Astuty Lolo1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi ABSTRACT Analgesics are drugs that selectively reduce and eliminate pain which acts in the central nervous system. This research aims to determine analgesic drug used in patients with head injuries in Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital and determine the pattern of Analgesic drug used in patients with head injury. This research is a descriptive study with retrospective data collection based on a medical record in the Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. The sample in this study are patients receiving analgesic head injury. Samples are grouped by age child (1-4th) and adults (>15th), grouped by analgecic drugs used and classified based administration. The result showed that the analgesic drug used is non-opioid analgesics such as Ketorolac (59,61%), Metamizole (28,85%), Paracetamol (3,85%), Mefenamic Acid (1,92%), Antalgin (1,92%) and Ketorolac + Paracetamol (3,85%) . In pediatric patients the most widely used Metamizole (54,55%) and in adult patients most widely used Ketorolac (70,73%). The pattern of drug delivery at the beginning of therapy intravenously (92,30%) and on advanced therapies in oral (96,97%). Keywords: Analgesic, Head Injury ABSTRAK Analgesik merupakan obat yang selektif mengurangi dan menghilangkan rasa sakit yang bertindak dalam sistem saraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obat analgesik yang digunakan pada pasien cedera kepala di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dan mengetahui pola penggunaan obat analgesik pada pasien cedera kepala. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang mendapatkan terapi analgasik cedera kepala. Sampel dikelompokkan berdasarkan umur, anak-anak (1-14 tahun) dan Dewasa (>15 tahun), dikelompokkan berdasarkan obat analgesik yang digunakan, dan dikelompokkan berdasarkan cara pemberian obat analgesik. Hasil penelitian menunjukkan obat analgesik yang digunakan adalah analgesik golongan non-opioid seperti Ketorolac (59,61%), Metamizole (28,85%), Paracetamol (3,85%), Asam Mefenamat (1,92%), Antalgin (1,92%) dan Ketorolac + Paracetamol (3,85%). Pada pasien anak-anak paling banyak menggunakan obat Metamizole (54,55%) dan pada pasien dewasa paling banyak menggunakan obat Ketorolac (70,73%). Pola pemberian obat pada terapi awal secara intravena (92,30%) dan pada terapi lanjutan secara peroral (96,97%). Kata Kunci: Analgesik, Cedera Kepala    
HUBUNGAN ANTARA PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DAN PERAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SARIO KOTA MANADO Yoisangadji, Andri S.
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12181

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO)  DAN PERAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SARIO KOTA MANADO Andri Saputra Yoisangadji1), Franckie R.R Maramis1), Adisti A. Rumayar1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Samratulangi Manado ABSTRACT According to the WHO report of 2013, there were an estimated 8.6 million cases of TB in 2012. Efforts to control TB is by implementing the DOTS strategy that guide the treatment of anti-tuberculosis drugs. In order to ensure the regularity of treatment required a treatment supporter. In the health profile of Indonesia in 2014 showed that the incidence of pulmonary tuberculosis in North Sulawesi province totaled 5226 cases of 176 677 cases. This figure ranks the seventh highest incidence of pulmonary TB of 34 provinces in Indonesia. Based on data from Sario Health Center in 2015, there were 91 cases of tuberculosis in January to November 2015. In September 2015 until October 2015 there was an increase in TB cases. This study is a survey research with cross sectional analytic. The sample is determined by the formula Slovin and accidental sampling method as many as 48 people. Retrieving data using a questionnaire with interview. Analysis of the relationship using chi square test with a degree of confidence of 95% and α = 0.05. The analysis of the relationship between a treatment supporter with medication adherence menunujukkan p value = 0.004, and the relationship between the role of families with medication adherence showed the p value = 0.001. There is a relationship between a treatment supporter and family roles with medication adherence in patients with TB. Suggestion for TB patients should take medication regularly, families should remind patients to take medication, for the treatment supporter should always keep an eye on, for health centers Sario should add health workers. Keywords: Supervisory Swallowing Drugs, Role of Family, Compliance Drinking Drugs, Tuberculosis Patients ABSTRAK Menurut laporan WHO tahun 2013, diperkirakan terdapat 8,6 juta kasus TB pada tahun 2012. Upaya pengendalian TB ialah dengan menerapkan strategi DOTS yaitu pengobatan panduan OAT. Untuk menjamin keteraturan pengobatan diperlukan seorang PMO. Pada profil kesehatan Indonesia tahun 2014 menunjukkan bahwa angka kejadian TB paru di Provinsi Sulawesi Utara berjumlah 5.226 kasus dari 176.677 kasus. Angka ini berada pada urutan ke tujuh tertinggi kejadian TB paru dari 34 Provinsi di Indonesia. Berdasarkan data Puskesmas Sario di tahun 2015, terdapat 91 kasus TB pada Januari sampai dengan November 2015. Pada September 2015 sampai Oktober 2015 terjadi peningkatan kasus TB. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel ditentukan dengan rumus Slovin dan metode accidental sampling sebanyak 48 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Analisis hubungan menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% dan α = 0,05. Analisis hubungan antara PMO dengan kepatuhan minum obat menunujukkan nilai p value = 0,004, dan hubungan antara peran keluarga dengan kepatuhan minum obat menunjukkan p value = 0,001. Terdapat hubungan antara PMO dan peran keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB. Saran bagi pasien TB hendaknya minum obat dengan teratur, bagi keluarga hendaknya mengingatkan pasien untuk minum obat, bagi PMO hendaknya selalu mengawasi, bagi Puskesmas Sario hendaknya menambah petugas kesehatan.   Kata kunci: Pengawas Menelan Obat, Peran Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Pasien Tuberkulosis  

Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): PHARMACON Vol. 13 No. 3 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020) Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon Vol 7, No 4 (2018): Pharmacon Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon Vol 7, No 2 (2018): Pharmacon Vol 7, No 1 (2018): Pharmacon Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon Vol 5, No 3 (2016): Pharmacon Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon Vol 4, No 1 (2015): pharmacon Vol 3, No 4 (2014): pharmacon Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013): pharmacon Vol 2, No 2 (2013): pharmacon Vol 2, No 1 (2013): pharmacon Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue