cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon" : 12 Documents clear
PENGARUH BERKUMUR AIR KELAPA MUDA TERHADAP pH SALIVA Mokoginta, Zuthra P.
PHARMACON Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.15001

Abstract

PENGARUH BERKUMUR AIR KELAPA MUDA TERHADAP pH SALIVA     Zuthra P. Mokoginta1) , Vonny N.S. Wowor1) , Juliatri1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115   ABSTRACT Saliva is one factor that contributes to the development of caries, particularly in the process of demineralization. The low pH in the oral cavity will facilitate the growth of acidogenic bacteria such as Streptococcus mutans and Lactobacillus which is the main cause microorganisms in the process of caries formation. Under normal circumstances, the pH of saliva ranges from 6.8 to 7.2. Saliva is strongly influenced by changes both related to the viscosity, acidity, the composition of ions and proteins in saliva. Coconut is one of the plants that can easily founded in Indonesia, including at North Sulawesi because of the tropical climate. The young coconut water, has long been known as a healthy beverage and contains reducing sugar, potassium, sodium, calcium, vitamin C with a pH of 5.5. This study aims to find out the effect gargling with coconut water of salivary pH. This research is quasy experimental with research design of one group pre and post test using 30 samples of the 89 students population at SMP Negeri 1 Talawaan. Saliva collecting method is by spitting and the measurement of pH is using a digital pH meter. Results showed an average saliva pH before gargling is 7.33 and after gargling is 7.08. results of statistical test of paired t-test  shows that coconut water can significantly reduce the pH of saliva was (p=<0.05). Conclusion Gargling with coconut water proven could decrease the pH saliva Keywords: pH saliva, coconut water   ABSTRAK Saliva merupakan salah satu faktor yang berperan terhadap proses karies khususnya dalam proses demineralisasi. Rendahnya pH saliva dalam rongga mulut akan memudahkan pertumbuhan bakteri asidogenik seperti Streptococcus mutans dan Lactobacillus yang merupakan mikroorganisme penyebab utama dalam proses terjadinya karies. Dalam keadaan normal, pH saliva berkisar antara 6,8-7,2. Saliva sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan baik yang berhubungan dengan viskositas, derajat keasaman, susunan ion dan protein dalam saliva. Kelapa merupakan salah satu tanaman yang mudah ditemui di Indonesia termasuk Sulawesi Utara karena memiliki iklim tropis. Air kelapa muda, sudah sejak lama dikenal sebagai minuman yang menyehatkan, serta mengandung gula reduksi, kalium, natrium, kalsium, vitamin C dengan pH 5,5. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh berkumur air kelapa muda terhadap perubahan pH saliva. Jenis penelitian ini yakni quasy experimental dengan rancangan penelitian one group pre and post test menggunakan 30 sampel dari populasi 89 siswa SMP Negeri 1 Talawaan. Pengumpulan saliva dengan metode spitting dan pengukuran pH saliva menggunakan pH meter digital. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pH saliva sebelum berkumur 7,33 dan setelah berkumur 7,08. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa air kelapa muda dapat menurunkan pH saliva secara signifikan (p=<0,05). Simpulan: Air kelapa muda berpengaruh menurunkan pH saliva. Kata kunci: pH saliva, air kelapa muda  
UJI DAYA HAMBAT PERASAN BUAH JERUK PURUT CITRUS Hytrix TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Dwi putra, Rinaldy Eq
PHARMACON Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.15021

Abstract

UJI DAYA HAMBAT PERASAN BUAH JERUK PURUT CITRUS Hytrix TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Rinaldy Eq Dwi putra1), Herriyannis Homenta1), Vonny N.S Wowor1) 1) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115     ABSTRACT Staphylococcus aureus is a type of normal flora in the mouth that may be pathogenic in certain conditions. These bacteria including Gram positive bacteria and the bacteria that cause abscesses in the oral cavity. These bacteria grow rapidly in the anaerobic environment and very difficult destroyed with standard antibiotic regimen. Kaffir Lime fruit is a fruit that contains essential oils that have inhibitory to bacteria by destroying the cell wall and inhibit the formation of the bacterial cell wall. This research was conducted purely laboratory experimental in vitro with the study design post test only control group design. This study aims to determine the inhibitory Kaffir Lime Fruit juice Citrux Hytrix on the growth of Staphylococcus aureus bacteria testing using Kirby-bauer. The results showed the formation of inhibition zone Kaffir Lime fruit juice on the growth of Staphylococcus aureus amounted to 13.05 mm.  The conclusion of this research is Kaffir Lime Citrus fruit juice hytrix have inhibitory effect on the growth of Staphylococcus aureus bacteria in the oral cavity. Keywords: Inhibition test, Fruit Kaffir Lime, Staphylococcus aureus.   ABSTRAK Staphylococcus aureus adalah sejenis flora normal dalam mulut yang dapat bersifat patogen pada kondisi tertentu. Bakteri ini termasuk bakteri Gram Positif dan merupakan bakteri penyebab abses di rongga mulut. Bakteri ini tumbuh cepat pada lingkungan yang anaerobik dan sangat sulit dimusnahkan dengan regimen antibiotik standar. Buah Jeruk Purut merupakan sejenis buah yang memiliki kandungan minyak atsiri yang memiliki daya hambat terhadap bakteri dengan cara merusak dinding sel dan menghambat terbentuknya dinding sel bakteri.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris murni yang dilakukan secara in vitro dengan rancangan penelitian post test only control group design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat perasan Buah Jeruk Purut Citrux Hytrix terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode pengujian Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya zona hambat perasan buah Jeruk Purut terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 13,05 mm.Kesimpulan pada penelitian ini adalah perasan buah Jeruk Purut Citrus hytrix memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yang terdapat di rongga mulut. Kata kunci : Uji daya hambat, Buah Jeruk Purut, Staphylococcus aureus.    
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocymum basilicum L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Yamlean, Paulina V.Y.
PHARMACON Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.19731

Abstract

FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocymum basilicum L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureusPaulina V. Y. Yamlean1) dan Widdhi Bodhi1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Basil leaf has active compounds such as essential oils, alkaloids, saponins, flavonoids , triterpenoids , steroids, tannins and phenols. Some of these chemical ingredients can inhibit the growth of Escherichiacoli , Staphylococcus aureus , and Klebsiellapneumonia bacteria such as alkaloid compounds, atsiridan oil and phenols. The aim of this research is to formulate the liquid soap from the ethanol extract of Basil leaf and to test the antibacterial effectiveness of liquid soap from the ethanol extract of Basil leaf with concentration of 3%, 6% and 9% to Staphylococcus aureus bacteria growth. Liquid soap formulations from the ethanol extract of Basil leaf with concentration 3%, 6% and 9% then done by organoleptic test, pH, high foam, moisture content, free alkali and weight type test. Testing of antibacterial effectiveness on growth of Staphylococcus aureus was done by diffusion method. The results of quality test of liquid soap that meets the requirements according to standard of SNI were organoleptic test, pH, high foam, moisture content, free alkali and weight type test. The results of antibacterial effectiveness test of liquid soap from the ethanol extract of Basil leaf obtained that can inhibit Staphylococcus aureus bacteria, that is with concentration 3%, 6% and 9% which fall into category of strong inhibition zone. Word Keywords : Basil Leaf, Liquid Soap, Antibacterial Effectiveness TestABSTRAKDaun Kemangi memiliki senyawa aktif sepertiminyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoid,triterpenoid, steroid, tannin dan fenol. Beberapagolongan kandungan kimia tersebut dapatmenghambat pertumbuhan bakteri Escherichiacoli, Staphylococcus aureus, dan Klebsiellapneumonia seperti senyawa alkaloid, minyak atsiridan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan sabun cair ekstrak etanol daun Kemangi dan menguji efektivitas antibakteri sabun cair ekstrak etanol daun Kemangi dengan konsentrasi 3%, 6% dan 9% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Formulasi sabun cair ekstrak etanol daun Kemangi dengan konsentrasi 3%, 6% dan 9% dilakukan pengujian organoleptik, pH, tinggi busa, kadar air, kadar alkali bebas dan bobot jenis. Pengujian efektivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dilakukan dengan metode difusi. Hasil pengujian mutu sabun cair yang memenuhi persyaratan sesuai standar yang ditetapkan SNI ialah uji organoleptik, pH, tinggi busa, kadar air, kadar alkali bebas dan bobot jenis. Hasil uji efektivitas antibakteri sabun cair ekstrak etanol daun Kemangi yang diperoleh dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus, yakni dengan konsentrasi 3%, 6% dan 9% masuk dalam kategori zona hambat yang kuat.Kata Kunci: Daun Kemangi, Sabun Cair, Uji Efektivitas Antibakteri 
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SEMBUNG RAMBAT (Mikania micrantha) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans Polakitan, Ivana R.
PHARMACON Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.14998

Abstract

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SEMBUNG RAMBAT (Mikania micrantha) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans Ivana Renata Polakitan1), Fatimawali2), Michael A. Leman1) 1) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115 2)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Sembung rambat plant (Mikania micrantha) is one weed in Indonesia which has a great potential as one alternative antibacterial. Sembung rambat leaf contains active substances in the form of secondary metabolites such as alkaloids, saponins, flavonoids, steroids, tannins, and terpenoids. However, substances that act as an antibacterial are flavonoids and tannins. Streptococcus mutans is a bacterium that causes dental caries and has the ability to produce the acid sensation in the oral cavity. One way that can be done to cope with Streptococcus mutans is by using sembung rambat.The purpose of this study is to determine whether the extract sembung rambat leaf (Mikania micrantha) have inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans, as well as knowing the amount of inhibition extract sembung rambat leaf (Mikania micrantha) on the growth of Streptococcus mutans. This study is an experimental laboratory research using sinks with a modified method of Kirby-bauer. The samples are taken from the Patokaan village in North Minahasa then extracted by maceration method using 96% ethanol. Streptococcus mutans bacteria are taken from the pure stock bactery Pharmacy Lab. Faculty of Science University of Sam Ratulangi. The result showed inhibition zone diameter of the extract of sembung rambat against Streptococcus mutans by 15 mm and is included in the strong category. From this study it can be concluded that the extract of sembung rambat (Mikania micrantha) have inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans. Keywords: sembung rambat leaf (Mikania micrantha), Streptococcus mutans, inhibition zone ABSTRAK   Tanaman sembung rambat (Mikania micrantha) merupakan salah satu gulma di Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai salah satu antibakteri alternatif. Daun sembung rambat mengandung zat aktif dalam bentuk metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, flavonoid, steroid, tanin, dan terpenoid. Akan tetapi, yang berperan sebagai antibakteri yaitu flavonoid dan tanin. Streptococcus mutans merupakan bakteri penyebab karies gigi dan memiliki kemampuan menghasilkan suasana asam dalam rongga mulut. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi Streptococcus mutans yaitu dengan menggunakan daun sembung rambat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans, serta mengetahui besarnya daya hambat ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan metode modifikasi Kirby-bauer menggunakan sumuran. Sampel daun sembung rambat diambil dari desa Patokaan kabupaten Minahasa Utara kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diambil dari stok bakteri murni Laboratorium Farmasi Fakultas M-IPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian didapatkan diameter zona hambat ekstrak daun sembung rambat terhadap Streptococcus mutans sebesar 15 mm dan termasuk dalam kategori kuat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans.   Kata kunci: daun sembung rambat (Mikania micrantha), Streptococcus mutans, zona hambat
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BIJI PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP BAKTERI Stapyhlococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa Rundengan, Caesar H.
PHARMACON Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.15003

Abstract

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BIJI PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP BAKTERI Stapyhlococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa Caesar H.  Rundengan 1), Fatimawali 1),  Herny Simbala 1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115   ABSTRACT This study aims to determine the antibacterial activity from ethanol extract of seed of pinang yaki (Areca vestiaria) against the growth inhibition of the bacterium Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Pseudomonas aeruginosa using three concentrations of 30%, 60% and 90%. Extraction was done by maceration method using ethanol 96%. Antibacterial activity test was performing using the paper disk diffusion method (Kirby and Bauer diffusion). The results of antibacterial activity test were analyzed by the method of classification according to the antibacterial degree of strength. Data analysis showed that the extract with the concentration of 30%, 60% and 90% had shown inhibition activity against the growth of test bacteria. At the concentration of 30%, 60% and 90% against the bacterium Escherichia coli was categorized in the class of strong, while at the concentration of 60% and 90% against the bacterium Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa was categorized in the class of very strong and extract with concentrations of 30% was categorized in the class of strong against the bacterium Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa. In all three used concentrations, the concentration of 60% was the concentration, which have the greatest inhibition activity against the three bacteria. Keywords: Antibacterial activity, Areca vestiaria, bacterial pathogens, agar diffusion method.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol biji pinang yaki (Areca vestiaria) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa menggunakan tiga konsetrasi yakni 30%, 60% dan 90%. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan cakram kertas (difusi Kirby dan Bauer). Hasil uji aktivitas antibakteri dianalisa dengan metode pengelompokkan berdasarkan tingkat kekuatan antibakteri. Dari analisa data didapatkan bahwa konsentrasi ekstrak 30%, 60% dan 90% telah menunjukkan aktivitas menghambat terhadap pertumbuhan bakteri uji. Pada konsentrasi 30%, 60% dan 90% pada bakteri Escherichia coli termasuk dalam golongan kuat sedangkan konsetrasi 60% dan 90% pada bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa termasuk dalam golongan sangat kuat dan konsentrasi ekstrak 30% termasuk dalam golongan kuat pada Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Pada ketiga konsentrasi yang digunakan, konsentrasi 60% merupakan konsentrasi yang memiliki daya hambat paling besar pada ketiga bakteri.   Kata kunci : aktivitas antibakteri, Areca vestiaria, bakteri pathogen, metode difusi agar.    
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KEMBANG SEPATU ( Hibiscus rosa-sinensis L. ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis SECARA IN VITRO Tamboto, Jessica L.
PHARMACON Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.15002

Abstract

UJI DAYA  HAMBAT EKSTRAK DAUN  KEMBANG  SEPATU ( Hibiscus  rosa-sinensis L. ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis SECARA IN VITRO Jessica Lesly Tamboto1),  Heriyannis Homenta2),  Juliatri1) 1Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, UNSRAT Manado, 95115 2Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, UNSRAT Manado, 95115   ABSTRACT Hibiscus plant (Hibiscus rosa-sinensis L.) known as ornamental plants but widely used as medicinal plant. Hibiscus leaves contain a variety of antibacterial compounds such as alkaloids, glycosides, flavonoids, tannins, phenols and sapponin. Periodontitis is a disease caused by bacterial infection such as Porphyromonas gingivalis that occurs in the gingiva and tooth supporting tissues with the clinical picture in the form of chronic inflammation of the gingiva, periodontal tissue destruction, alveolar bone loss, formation of periodontal pockets and tooth loss. The purpose of this study to determine the inhibiting of hibiscus leaves to the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria as the caused of periodontitis by measuring the diameter of the resulting inhibition zone. This study was an experimental study with Kirby-bauer modified method using disk. Hibiscus leaves were extracted by maceration method using ethanol 96% as a solvent. The results showed with average diameter value of the inhibition zone that produced by hibiscus leaves extract in five petri dishes are 9.7 mm. It can be concluded that Hibiscus leaves extract can inhibite the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria. Keywords: Hibiscus plant, Porphyromonas gingivalis, periodontitis, inhibition zone ABSTRAK Tanaman kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) merupakan tanaman yang dikenal sebagai tanaman hias namun banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Daun kembang sepatu mengandung berbagai senyawa yang bersifat antibakteri seperti alkaloid, glikosida, flavonoid, tanin, fenol dan saponin. Periodontitis merupakan penyakit akibat infeksi bakteri di antaranya Porphyromonas gingivalis yang terjadi di daerah gingiva dan jaringan pendukung gigi dengan gambaran klinis berupa inflamasi kronis pada gingiva, desktruksi jaringan periodontal, kehilangan tulang alveolar, terbentuknya poket periodontal, gigi goyang dan gigi tanggal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya hambat daun kembang sepatu terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis penyebab periodontitis dengan mengukur diameter zona hambat yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode modifikasi Kirby-bauer menggunakan disk/cakram. Daun kembang sepatu diekstraksi dengan metode maserasi dan menggunakan etanol 96% sebagai pelarut. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan ekstrak daun kembang sepatu pada lima cawan petri sebesar  9,7 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kembang sepatu memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis.   Kata kunci: Kembang sepatu, Porphyromonas gingivalis, periodontitis, zona hambat  
EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT SALURAN CERNA DAN SALURAN NAFAS BERDASARKAN ANALISIS ABC-VEN SELAMA PERIODE JANUARI-APRIL 2016 Citraningtyas, Gayatri
PHARMACON Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.17754

Abstract

EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT SALURAN CERNA DAN SALURAN NAFAS BERDASARKAN ANALISIS ABC-VEN SELAMA PERIODE JANUARI-APRIL 2016Gayatri Citraningtyas1), Vionita M. Mumek1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACTPlanning and procurement are important things in drug management cycle to realize the needs that have been approved. Ineffective planning and procurement will effect to waste over in budgeting, cost over to procurement and undistributed drug which can be damaged or expired, so it must be controlling by using ABC-VEN analysis. The aims of this research were to evaluate  planning and procurement of drug at hospital pharmacy department of Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. It is a descriptive research, and the datas were collected from report and interview. The result shows that planning and drug procurement at hospital pharmacy department of Prof. Dr. R.D. Kandou Manado did not effect for some drugs that can be seen from the difference of quantity determination and procurement, price determination at the time of planning and procurement, out of stock drug, delayed of drug shipping, delayed of payment, distributor was not to supply the drug because unavailable materials. The affect of ABC-VEN analysis of gastrointestinal and respiratory drug can be seen from the priority drug kept being held such as vital drug category with maximal cost and the prime priority drug that should be reduced at procurement.Keywords : Planning, Procurement, ABC – VEN analysisABSTRAK            Perencanaan dan pengadaan merupakan hal penting dalam siklus manajemen obat untuk merealisasikan kebutuhan yang telah disetujui. Perencanaan dan pengadan yang tidak efektif akan mengakibatkan pemborosan anggaran, pembengkakan biaya pengadaan, obat tidak terdistribusi dengan baik sehingga obat menjadi rusak atau kadaluarsa, karena itu diperlukan evaluasi dalam mengendalikan kebutuhan obat menggunakan analisis ABC-VEN. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado terhadap obat saluran cerna dan obat saluran nafas. Jenis penelitian bersifat deskriptif dan data diperoleh dari laporan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tidak efektif untuk beberapa obat dilihat dari penentuan jumlah dan pengadaan yang berbeda, penentuan harga pada saat perencanaan dan pengadaan yang berbeda, adanya kekosongan obat, terjadi keterlambatan pengiriman obat, keterlambatan pembayaran, distributor tidak menyanggupi penyediaan obat karena tidak tersedianya bahan baku. Pengaruh Analisis ABC-VEN terhadap obat saluran cerna dan saluran nafas dapat dilihat obat-obat yang menjadi prioritas utama untuk tetap diadakan yakni obat yang masuk kelompok vital dengan serapan biaya yang maksimal dan obat-obat yang menjadi prioritas utama untuk dikurangi pada saat pengadaan.Kata Kunci : Perencanaan, Pengadaan, Analisis ABC-VEN 
UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) PERASAN MURNI BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Rambet, Lumimuut G.
PHARMACON Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.15000

Abstract

UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) PERASAN MURNI BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Lumimuut Gloria Rambet1), Olivia Waworuntu1), Paulina N. Gunawan1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115 2Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115     ABSTRACT Dental and oral hygiene that is less noticed can cause various diseases in the oral cavity. One cause of diseases of the oral cavity is by a fungi. Candida albicans is a type of pathogenic fungi from class of deuteromycota. This often occurs in denture users due to lack of awareness on oral hygiene care and for this reason, an increase of fungi colonies occurs causing inflammation around the denture stomatitis. Applying antifungal is one option, that is by using the juice of garlic (Aliium sativum). The purposes of this study is to determine and measure the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of pure garlic juice on the growth of Candida albicans. This study is a pure experimental research study with turbidimetry test and spectrophotometry. Garlic that has been cleaned, squeezed with a juicer, then pure juice is taken. Candida albicans is staken from the pure stock Laboratory Medical Faculty of Sam Ratulangi University. The result of this study shows that the minimum inhibitory concentration (MIC) of pure garlic (Allium sativum) on the growth of Candida albicans is the concentration of 50%. Keywords: Garlic (Allium Sativum), Minimum Inhibitory Concentration (MIC), Candida albicans ABSTRAK Kebersihan gigi dan mulut yang kurang diperhatikan dapat menyebabkan berbagai penyakit dalam rongga mulut. Salah satu penyakit rongga mulut disebabkan oleh jamur. Candida albicans merupakan jenis jamur pathogen dari golongan deuteromycota. Sering terjadi pada pengguna gigi tiruan karena kurangnya kesadaran untuk merawat kebersihan rongga mulut membuat koloni jamur meningkat sehingga menyebabkan peradangan disekitar gigi tiruan yang dikenal dengan istilah denture stomatitis. Pemberian antifungi merupakan salah satu pilihan, yaitu dengan menggunakan perasan bawang putih (Allium sativum). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengukur Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) perasan murni bawang putih terhadap pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan penelitian Randomized Pretest-Postest control group design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode serial dilusi dengan metode pengujian turbidimetri dan spektrofotometri. Bawang putih yang telah dibersihkan, diperas menggunakan juicer kemudian diambil perasan murni. Candida albicans diambil dari stok jamur murni Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi hambat minimum (KHM) perasan murni bawang pputih (Allium sativum) terhadap pertumbuhan Candida albicans didapat pada konsentrasi 50%. Kata kunci: Bawang putih (Allium sativum), Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), Candida albicans  
PENENTUAN KANDUNGAN TOTAL FENOLIK, FLAVONOID, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI KUSO MAFOLA (Drynaria quercifolia L.) Engka, Theresia
PHARMACON Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.15004

Abstract

PENENTUAN KANDUNGAN TOTAL FENOLIK, FLAVONOID, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI KUSO MAFOLA                   (Drynaria quercifolia L.)   Theresia Engka1), Max R.J. Runtuwene2), Jemmy Abidjulu2) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 2)Jurusan Kimia FMIPA UNSRAT Manado, 95115   ABSTRACT The aims of this research were to study the antioxidant activity of methanol extracts from the rhizome of kuso mafola (Drynaria quercifolia L.) and to determine the total phenolic and flavonoid content. The study began with a maceration process using methanol to obtain a concentrated extract. Extraxt was tested against antioxidant activity with DPPH assay, and then determined the total phenolic and flavonoid contents. The results showed that the methanol extract of kuso mafola rhizome has antioxidant acivity with IC50 value of 128, 822 µg/mL, total phenolic content 97, 143 mg/kg, and total flavonoid content 4,45 mg/kg. Keywords: kuso mafola, methanol extract, antioksidan   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol umbi kusomafola (Drynaria quercifolia L.) serta menentukan kandungan total fenolik dan flavonoidnya. Penelitian dimulai dengan proses maserasi menggunakan pelarut metanol hingga diperoleh ekstrak pekat. Ekstrak pekat kemudian diuji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan ditentukan kandungan total fenolik dan flavonoidnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol umbi kuso mafola memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 128,822 µg/mL, kandungan total fenolik sebesar 97, 143 mg/kg, dan kandungan total flavonoid sebesar 4,45 mg/kg.   Kata Kunci: Kuso mafola, ekstrak metanol, antioksidan    
UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK METANOL BUNGA SOYOGIK (SAURAUIA BRACTEOSA DC.) Lisi, Anastasia K.F.
PHARMACON Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK METANOL BUNGA SOYOGIK (Saurauia bracteosa DC.) Anastasia Kazia Friany Lisi1), Max R. J. Runtuwene 2), Defny S. Wewengkang 1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 2)Jurusan Kimia FMIPA UNSRAT Manado, 95115     ABSTRACT These study aims to analyze the phytochemical compounds and the antioxidant activity of the methanol extract of soyogik flowers. The study begins with a phytochemical test. Extraction of powder of soyogik flower by maceration using methanol. The methanol extract was determined for the total flavonoid content with AlCl3 method and was tested for the antioxidant activity with DPPH method. The results showed that the methanol extract of soyogik flower containing the compounds of phenolic, flavonoids, alkaloids, steroids and saponins. The methanol extract also have total flavonoid content amounted to 11,140 mg/kg and antioxidant activity by the IC50 value amounted to 128,573 µg/mL. Keywords: Saurauia bracteosa DC., phytochemicals test, antioxidants, total flavonoid content.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa fitokimia dan mempelajari aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol bunga soyogik. Penelitian dimulai dengan melakukan uji fitokimia. Ekstraksi serbuk bunga soyogik dengan cara maserasi menggunakan metanol. Ekstrak metanol kemudian ditentukan kandungan total flavonoid dengan metode AlCl3 dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol bunga Soyogik mengandung senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid, steroid dan saponin. Ekstrak metanol bunga Soyogik juga memiliki kandungan total flavonoid sebesar 11,140 mg/kg dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 128,573 µg/mL. Kata Kunci: Saurauia bracteosa DC., uji fitokimia, antioksidan, kandungan total flavonoid.    

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): PHARMACON Vol. 13 No. 3 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020) Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon Vol 7, No 4 (2018): Pharmacon Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon Vol 7, No 2 (2018): Pharmacon Vol 7, No 1 (2018): Pharmacon Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon Vol 5, No 3 (2016): Pharmacon Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon Vol 4, No 1 (2015): pharmacon Vol 3, No 4 (2014): pharmacon Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013): pharmacon Vol 2, No 2 (2013): pharmacon Vol 2, No 1 (2013): pharmacon Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue