cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PLATAX
ISSN : 23023589     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Mencakup Penulisan yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian yang dilakukan secara mandiri, atau kelompok, dan berdasarkan Ruang Lingkup Pengelolaan Wilayah Pesisir, Konservasi, Ekowisata, dan Keanekaragaman Hayati Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2014): EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014" : 5 Documents clear
KONDISI IKAN KARANG FAMILI CHAETODONTIDAE DI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT DESA BAHOI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Jacqline Laikun; Ari B Rondonuwu; Unstain N.W.J. Rembet; Stephanus V. Mandagi
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 2 No. 3 (2014): EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.2.3.2014.9121

Abstract

The coral reefs are a sundry of marine life. Which one is reef fish in family Chaetodontidae. This fish is  indicator of the coral reef condition. The aim from the research is : discover of spatial distribution of the reef fish family Chaetodontidae and find out of the intercourse of reef fish family Chaetodontidae with the coral reef presence based on growth of coral form. The research was do in the coral reef at Marine Protected Areas in Bahoi Village District of West Likupang North Minahasa Regency, on Tuesday, December 23rd, 2014. The research is using to do the surveying method. The data is collecting distribution of the fish Chaetodontidae (amount from species and individuals to using by technic visual census). The total of reef fish family Chaetodontidae those found in Marina Protected Areas in Bahoi Village is about 20 species, with total of the individuals at a depth of 3 meters and 10 meters is (56,66 and 57,33 individuals/150m2). Keywords : Coral reefs, Chaetodontidae, Bahoi   ABSTRAK Terumbu karang merupakan tempat berbagai macam biota laut. Salah satu Ikan karang adalah ikan famili Chaetodontidae. Ikan ini merupakan ikan indikator terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini : mengetahui kelimpahan dari ikan karang famili Chaetodontidae. Penelitian ini dilakukan di Daerah Perlindungan Laut Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara, pada hari selasa, tanggal 23 Desember 2014. Penelitian ini menggunakan metode survey. Data yang dikumpulkan adalah kelimpahan ikan Chaetodontidae (Jumlah spesies dan individu dengan menggunakan teknik sensus visual). Jumlah ikan karang famili Chaetodontidae yang di temukan di Daerah Perlindungan Laut Desa Bahoi berjumlah 20 spesies, dengan jumlah individu pada kedalaman 3 meter dan 10 meter berjumlah (56,66 individu/150m2 dan 57,33/150m2 individu). Kata kunci : Terumbu karang, Chaetodontidae, Bahoi 1Bagian dari skripsi 2Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK-UNSRAT 3Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
STRUKTUR KOMUNITAS TERIPANG (HOLOTHUROIDEA) DI KAWASAN PANTAI DESA ONDONG KECAMATAN SIAU BARAT KABUPATEN SIAU TAGULANDANG BIARO1 Syafludin Lagio; Lawrence J.L. Lumingas; Gaspar D. Manu
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 2 No. 3 (2014): EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.2.3.2014.9122

Abstract

Sea cucumbers is a group of marine invertebrates belonging to class  holothuroidea. At this time, the hunting for sea cucumber is not just targetted on the expensive species, but also the cheap one. The exploitation pressure has caused population decline which  can cause changes in their community structure. This research was aimed to understand the types of sea cucumber, analyze the structure of the community sea cucumber which includes the density of individuals, diversity index, the dominance index, interspecific  and the dispersion pattern. Sample collection was done at night at the lowest tide in December, 2013. Based on the research activities in the coastal areas of Ondong, west Siau district, Siau-Tagulandang-Biaro regency, 7 species of holothuroidea were found : Holothuria atra, Holothuria leucospilota, Actinopyga echinites, Actinopyga lecanora, Bohadschia argus, Bohadschia marmorata and bohadschia vitiensis, respectively with mean individual density of 0.797 ind/m2, diversity index (H’ = 1.718), equity index or harmony (e = 0. 883), dominance index (C = 0.218), interspecific association between 7 species forming 5 pairs of positive associations and 16 pairs of negative association andrandomdistribution. Keywords : Structure communities, sea cucumber, Ondong, Sitaro   ABSTRAK Teripangadalah sekelompokinvertebrata lautyang termasuk dalam kelasHolothuroidea. Pada saat ini, perburuanuntukteripangtidak hanyaditargetkanpada spesiesmahal, tetapi jugayang murah. Tekananeksploitasitelah menyebabkanpenurunan populasiyang dapat menyebabkanperubahan pada strukturkomunitasnya. Penelitian inibertujuan untukmemahami jenisteripang, menganalisisstrukturteripangyang meliputikepadatanindividu, indeks keanekaragaman, indeksdominasi, asosiasi antar spesies danpola penyebaran. Pengambilan sampeldilakukanpada malam harisaat surut terendahpada bulan Desember2013.Berdasarkankegiatan penelitiandiwilayah pesisirOndong, kecamatan SiaubaratKabupatenSiau-Tagulandang-Biaro, ditemukan 7spesiesteripang : Holothuriaatra, Holothurialeucospilota, Actinopygaechinites, Actinopygalecanora, Bohadschiaargus, Bohadschiamarmoratadanbohadschiavitiensis,masing-masing dengankepadatan individurata-rata0.797ind/m, indeks keanekaragaman(H' = 1.718), indekskemerataan atau keserasian(e = 0.883), indeksdominansi(C = 0.218), asosiasiantar 7spesiesmembentuk5pasangasosiasipositif dan16pasangasosiasinegatif danpenyebaran acak.   Kata kunci : Struktur komunitas, teripang, Ondong, Sitaro   1Bagian dari skripsi 2Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK-UNSRAT 3Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN FAKTOR KONDISI KERANG TOTOK (Polymesoda erosa) DI HUTAN MANGROVE DESA NUSAJAYA KECAMATAN WASLEI SELATAN KABUPATEN HALMAHERA TIMUR MALUKU UTARA Alfrina Rumbiak; Jan F.W.S. Tamanampo; Gaspar D. Manu
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 2 No. 3 (2014): EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.2.3.2014.9123

Abstract

Clam, Polymesoda erosa is species that live in sandy and muddy substrata of mangrove ecosystem. The aims of this study are to look at the relationship of the shell length and width,body thiekness, body weight and organ weight based on class size to determine the growth. The study also was designed to reveal the conditional factor based on the clam class size. The samples were collected during the day at lowest tide in January 2014. The total is 153 individuals of Polymesoda erosa clam were collected during the study. The result shows thare is a strong positive relationship between body lenght and body weight as shown within  the regression analysis with intercept (a) = 0,470779,  regression coefficient (b) = 0,69095 and correlation coefficient (r) = 0,406357. Based on the r value, it can be concluded that there is strong relationship regarding the length and weight increment as much as 40,63 %.   Keywords : Characteristics Morphometrics and Shellfish totok condition factor Nort Maluku ABSTRAK .         Kerang  totok (Polymesoda erosa) adalah salah satu jenis moluska dalam kelas bivalvia yang hidup di ekosistem mangrove pada daerah yang bersubstrat pasir dan berlumpur. Penelitian ini bertujuan. mengetahui kisaran ukuran panjang cangkang,,lebar cangakang, tubuh, berat tubuh, dan berat organ lunak, selanjutnya mengetahui pertambahan panjang, lebar cangkang, tebal tubuh, berat tubuh, dan berat organ lunak berdasarkan kelas ukuran, dan juga  mengetahui hubungan pertumbuhan panjang cangkang, dan berat cangkang, dan  mengetahui faktor kondisi kerang di setiap kelas ukuran.  Pengambilan sampel di lakukan pada siang hari saat surut terendah pada bulan januari 2014. Berdasarkan kegiatan penelitian di wilayah pesisir Desa Nusajaya Kecamatan Waslei Selatan Kabupaten Halmahera Timur Maluku Utara, dikumpulkani  153 individu kerang totok (Polymesoda erosa). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa setiap pertambahan panjang cangkang akan diikuti dengan pertambahan berat secara proporsional mengikuti nilai Intercept (a) = 0.470779, dan koefisien regresi (b) = 0,690957. Niilai koefisien korelasi (r) = 0. 406357 menyatakan  adanya korelasi positif yang menerangkan terdapat keeratan hubungan  antara pertambahan panjang cangkang dengan pertambahan berat berat tubuh sebesar 40.63 %   Kata kunci :Karakteristik Morfometrik dan Faktor kondisi KerangTotok Maluku utara   1Bagian dari skripsi 2Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK-UNSRAT 3Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi  
Ekopreferensi Dua Jenis Avicennia Terhadap Parameter Lingkungan Di Tegakan Bakau Muara Sungai Wulan Demak Joudy R.R. Sangari
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 2 No. 3 (2014): EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.2.3.2014.9126

Abstract

Studi mengenai ekopreferensi dan dua jenis mangrove (Avicennia marina dan A. alba) dilakukan di tegakan mangrove muara sungai Wulan, Demak. Tujuan penelitian ini diarahkan untuk melihat kemampuan ekopreferensi A. marina dan A. alba terhadap salinitas, jenis sedimen dan kandungan air. Data vegetasi diperoleh dengan menggunakan transek garis yang dikombinasikan dengan cara kuadrat yang dimodifikasi dari Cox (1967) dan Mueller-Dumbois & Ellenberg (1977). Dua stasiun pengumpulan data vegetasi ditentukan secara horisontal dari garis pasang terendah sampai garis pasang tertinggi. Pengukuran parameter lingkungan dilakukan pada transek yang ada dan tanah sampel dianalisis untuk melihat fraksi tekstur. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam hal keragaman vegetasi, tegakan mangrove yang ada di muara Sungai Wulan miskin dalam hal komposisi jenis dibandingkan dengan tegakan mangove yang ada di sepanjang pantai utara Jawa Tengah. Studi ini juga menunjukkan bahwa kehadiran A. marina cenderung menjadi species pelopor dibandingkan dengan A. alba. Diduga hal ini disebabkan oleh kemampuan A marina untuk beradaptasi pada kondisi salinitas dan tipe tanah yang marginal. Kata kunci: Bakau, ekopreferensi, A. marina, A. alba, Muara Sungai Wulan A b s t r a c t Study on ecological preferences of two Avicennia species was carried out in Wulan River, Demak, Central Java. The sudy was aimed at revealing the eco-preference toward salinity, sediment types and water content. Vegetation data were collected by implementing line transect approach combined with quadrate methods modified according to Cox (1967) and Mueller-Dumbois & Ellenberg (1977). Two sites for vegetation data collection were set horizontally from High Tide Mark toward Low Tide Mark. All ecological parameters were measured in situ on the established transects.  The results showed that in term of mangrove species diversity this area is low or marginally poor compared to other mangrove belts along the northern coast of Central Java. The study also showed that the two Avicennia species  are the pioneer species. These two species of Avicennia are adaptable to the salinity and soil types that are poor in term of nutrients content. Key word: mangrove, ecological-preference, A. alba, A. marina, Wulan River estuary 1Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNSRAT Manado
Distribusi dan Kelimpahan Pterapogon kauderni Koumans, 1933 (Apogonidae) di Selat Lembeh Bagian Timur, Kota Bitung Nathasya sheilla Thiffany Carlos; Ari B. Rondonuwu; Vctor N.R. Watung
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 2 No. 3 (2014): EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.2.3.2014.9124

Abstract

This study was aimed at knowing the distribution of Banggai cardinalfish, Pterapogon kauderni, using haphazard survey method. Data collection was done in Lembeh Strait,  Mawali, Batu Lubang, and Kareko. The fish found in 3 locations inhabited several habitats, such as anemone, corals, can, garbage, and sea urchin, in which sea urchin Diadema sp., is the habitat outnumbering the other habitats and the most used. The interesting point of this study is the fish were recorded in branching corals, and even there was one site where sufficient number of branching coral colonies was used as the habitat of Pterapogon kauderni. Thus, this study suggested that the distribution of  Pterapogon kauderni will follow the natural habitat condition and not be always dependent upon the sea urchin colony.   Keywords : Distribution, habitat, dominance ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi ikan capungan Pterapogon kauderni dengan metode survey jelajah. Pengambilan data penelitian dilakukan di Pulau Lembeh, kelurahan Mawali,Batu Lubang, Kareko. Ikan Pterapogon kauderni yang ditemukan pada 3 lokasi penelitian mendiami beberapa jenis habitat, seperti anemone, karang, kaleng/sampah dan bulu babi genus Diadema sp., yang merupakan habitat yang medominasi dibandingkan dengan habitat lainnya. Hal yang menarik dari penelitian ini adalah  ikan Pterapogon kauderni juga teramati di koloni-koloni karang bercabang, dan bahkan di satu lokasi beberapa jumlah koloni karang bercabang yang dijadikan habitat Pterapogon kauderni. Dengan demikian diduga bahwa sebaran populasi Pterapogon kauderni juga akan menyesuaikan dengan kondisi habitat alami yang ada dan tidak akan selalu tergantung pada koloni bulu babi.   Kata Kunci : Distribusi, habitat, dominasi 1 Bagian dari skripsi 2 Mahasiswa Program Studi Agrobisnis Perikanan FPIK-UNSRAT 3 Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulang

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026 Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025 Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024 Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023 Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022 Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021 Vol. 8 No. 2 (2020): ISSUE JULY-DECEMBER 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): ISSUE JANUARY-JUNE 2020 Vol. 7 No. 2 (2019): ISSUE JULY - DECEMBER 2019 Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019 Vol 7, No 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019 Vol. 6 No. 2 (2018): ISSUE JULY-DECEMBER 2018 Vol 6, No 1 (2018): ISSUE JANUARY-JUNE 2018 Vol 6, No 1 (2018): EDISI JANUARI-JUNI 2018 Vol. 5 No. 2 (2017): ISSUE JULY - DECEMBER 2017 Vol. 5 No. 1 (2017): ISSUE JANUARY - JUNE 2017 Vol. 4 No. 2 (2016): EDISI JULI-DESEMBER 2016 Vol. 4 No. 1 (2016): EDISI JANUARI-JUNI 2016 Vol 3, No 2 (2015): EDISI JULI - DESEMBER 2015 Vol. 3 No. 1 (2015): EDISI JANUARI-JUNI 2015 Vol. 2 No. 3 (2014): EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014 Vol. 2 No. 2 (2014): EDISI MEI - AGUSTUS 2014 Vol. 2 No. 1 (2014): Edisi Januari - April 2014 Vol. 1 No. 4 (2013): Edisi September - Desember 2013 Vol. 1 No. 3 (2013): EDISI MEY - AGUSTUS 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): EDISI JANUARI - APRIL 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): (Edisi September - Desember 2012) More Issue