cover
Contact Name
Arif Widiyatmoko
Contact Email
usej@mail.unnes.ac.id
Phone
+6281325660100
Journal Mail Official
usej@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung D5 Lantai 1 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Science Education Journal
ISSN : 22526617     EISSN : 25026232     DOI : https://doi.org/10.15294/usej
Core Subject : Education,
This journal publishes original articles on the latest issues and trends occurring internationally in science curriculum, instruction, learning, policy, and preparation of science teachers with the aim to advance our knowledge of science education theory and practice
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2015): July 2015" : 30 Documents clear
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA TEMA PENGLIHATAN BERBASIS GUIDED INQUIRY GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR LOGIS SISWA Uqba, Naela Zulfiyatul; Wiyanto, Wiyanto
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7935

Abstract

Hasil observasi di MTs NU Ungaran menunjukkan bahwa masih rendahnya hasil belajar dan tingkat kemampuan berpikir logis siswa, terutama pada tema penglihatan. Selain itu juga belum adanya alat peraga yang dapat menjelaskan materi penglihatan, sehingga menyebabkan kesulitan siswa dalam memahami materi atau konsep IPA tersebut, oleh karena itu perlu adanya pengembangan media pembelajaran, dalam hal ini adalah alat peraga yang dapat menunjang proses pembelajaran yang juga dapat menjelaskan materi atau konsep IPA yang bersifat abstrak. Selain penggunaan alat peraga perlu adanya penerapan metode pembelajaran, dalam hal ini penerapan alat peraga berbasis guided inquiry yang dapat menunjang peningkatan hasil belajar dan berpikir logis siswa. Desain yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian dilakukan melalui tahap pengkajian masalah dan pengumpulan data, desain produk, validasi, revisi, dan tahap uji coba. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII. Hasil penilaian pakar terhadap alat peraga yang dikembangkan 92,7%, penilaian alat peraga berdasarkan tanggapan guru memperoleh persentase sebesar 82,9% dan rata-rata hasil pretest 42,34 dan rata-rata posttest 78,12 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa alat peraga yang dikembangkan layak dijadikan media pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir logis siswa. The observations result from MTs NU Unggaran indicate that the achievement learning  and student logical thinking was low, especially on eyesight mecanism theme. There is no teaching aids that can explain the eyesight material, that makes students difficulty to understanding the science of matter or concept. Therefore, need for to development of instructional media, in this case especially for teaching aids that can support the learning process can also explain the science material or abstract concepts. Besides using the teaching aid,  there is need for the applicate of learning methods. In this case is the aplication of teaching aid that based of guided inquiry that can support the improvement of achievement learning and students' logical thinking. Design applied in this study is the research and development (Research and Development). The study was conducted through the stages of assessment and data collection issues, product design, validation, revision, and test phase. Subjects were students of class VIII. The result of practicability test eyesight teaching aid from science teacher questionnaire obtained percentage of 82.9%. the pretest average score is 42,34 and the posttest average score is 78,12. It can be concluded that the teaching aid were developed has worthy to increas the learning achievement and logical thinking of student .
PENGEMBANGAN BOOKLET ETNOSAINS FOTOGRAFI TEMA EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA SMP Mahendrani, Kevin; Sudarmin, Sudarmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Booklet Etnosains Fotografitema ekosistem dan pengaruh penerapan booklet terhadap hasil belajar pada siswa di SMP N 21 Semarang. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and development (R&D). Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahapan yaitu Define, Design, Development, dan Implementation. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kelayakan terhadap booklet yang digunakan dinyatakan layak sesuai BNSP dengan rata-rata validasi komponen isi 3,5, kebahasaan 3,7, dan penyajian 3,7. Ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebesar  86,44% dan untuk keaktifan siswa keseluruhan dikategorikan sangat aktif, sedangkan perhitungan menggunakan uji t didapat dinilai thitung(11,627) >ttabel (1,67) dikategorikan pencapaian signifikan. Booklethasil pengembangan mampu meningkatkan hasil belajar dengan N-gain sebesar 0,5 dengan tingkat  pencapaian  sedang. Hasil analisis ini menunjukkan hasil belajar siswa secara klasikal 86,44% dan N-Gain 0,5 dengan kategori sedang dan keaktifan siswa dengan kategori sangat aktif. The research goals were to develop the booklet of Ethnoscience Photography of ecosystems theme and the effect of applying the booklet on learning outcomes of the students in SMP N 21 Semarang. The method used was the Research and development (R & D). The research was conducted in four stages, namely, Define, Design, Development, and Implementation. Based on the results of the research showed that the feasibility of the booklet used was declared eligible in accordance to BNSP with the average of component validation of the content was 3.5, the linguistic was 3.7, and the presentation was 3.7. The learning outcomes in classical completeness was 86.44% and for the overall students activity categorized as very active, while the calculation using the t test obtained score of tcount (11.627)> ttable (1.67) considered as significant achievement. The booklet of the development can improve learning outcomes with N-gain of 0.5 with a moderate level of achievement. The results of this analysis indicated that students learning outcomes in classical was 86.44% and the N-Gain was 0.5 categorized as moderate level and the students’ activity categorized as very active.
PENGEMBANGAN SCIENCEPOLY GAME BERBASIS KONTEKSTUAL SEBAGAI MEDIA SCIENCE-EDUTAINMENT PATA MATERI KALOR DAN PERPINDAHANNYAUNTUK SISWAKELAS VII SMP Chasanah, Lu’luul; Dewi, Novi Ratna
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7937

Abstract

Minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA timbul jika pembelajarannya menyenangkan. Media pembelajaran science-edutainment diperlukan dalam proses pembelajaran  IPA karena menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar. Sciencepoly Game berbasis kontekstual dapat menjadi media science-edutainment untuk materi kalor dan perpindahannya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan dan mengetahui kelayakan sciencepoly gamemenurut pendapat dari ahli media dan ahli materi. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Langkah-langkah penelitian diadopsi dari penelitian pengembangan menurut Sugiyono 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sciencepoly game layak digunakan dalam pembelajaran IPA materi kalor dan perpindahannya. Hal ini terbukti dari hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi serta dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan hasil 93,75%, validasi oleh ahli materi menunjukkan hasil 96,67%, ketuntasan klasikal sebesar 83,33% dan perhitungan N-gain menunjukkan hasil 0,68 dengan kriteria sedang  yang artinya sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran. Sciencepoly game dapat memotivasi siswa untuk belajar dan siswa dapat menghubungkan materi kalor dan perpindahannya ke dalam kehidupan nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan sciencepoly game berbasis kontekstual sebagai media science-edutainment sangat layak dan efektif digunakan pada materi kalor dan perpindahannya untuk siswa kelas VII SMP. ObservationStudents’s motivation in science lesson appears if the learning process fun. Sciencepoly game learning media is needed in science learning process because makes students fun so that students have motivation more to study. Sciencepoly game contextual can be science-edutainment media in kalor subject. Objectives of the study are develop and know properness of sciencepoly game from the result of the media expert and lesson expert.The method of the study isResearch &Development (R&D).This study shows that sciencepoly game  proper to used  in science leraning in kalor subject. It proved from validation of media expert, lesson expert and standart of minimum completeness. Validation of media expert shows 93,75%, validation of lesson 96,67%, standart of minimum completeness 83,33% and N-gain 0,68 with medium criteria . Sciencepoly game can motivate the students to study and the students can relate kalor lesson subject in daily life. Based of the result of the study sciencepoly gameis very proper to used as learning media. The result of the study can be concluded that development of sciencepoly game contextual learning media as science-edutainment media very proper and effective to used in kalor subject 7 grade of junior high school. 
PENGEMBANGAN AUDIO VISUAL SISTEM SIRKULASI DARAH YANG BERPENDEKATAN SAINTIFIK Ariwibowo, Puguh; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7938

Abstract

Pembelajaran IPA terpadu dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Selain itu pemanfaatan media pembelajaran juga belum maksimal. Berdasarkan hasil observasi di SMPN 7 pati dan wawancara dengan guru IPA diperoleh hasil, bahwa di SMPN 7 Pati sudah menggunakan Kurikulum 2013,  dalam hal sarana prasarana sudah cukup baik contohnya dibeberapa kelas sudah terdapat LCD proyektor untuk menunjang proses pembelajaran. Namun kenyataan dalam lapangan, guru  belum memanfaatkan sarana dan prasarana tersebut dan lebih banyak menggunakan buku teks atau panduan IPA daripada menggunakan media. Hal ini menyebabkan siswa merasa kesulitan untuk memahami materi IPA yang bersifat abstrak. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa media audio visual yang berpendekatan saintifik. Media audio visual yang berpendekatan saintifik dikembangkan bertujuan untuk mengetahui kelayakan media dan efektifitas penggunaan media dalam proses belajar. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Produk yang telah dikembangkan selanjutnya divalidasi oleh pakar kemudian dilakukan uji coba skala kecil dan uji coba skala besar. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data validasi produk oleh pakar, angket tanggapan siswa, angket tanggapan guru dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil validasi media oleh pakar memperoleh 92% dan validasi materi oleh pakar memperoleh 90%.  Hasil tanggapan siswa dan guru terhadap media audio visual menyatakan sangat layak. Hasil belajar siswa melalui tes memperoleh rerata nilai pretest 54,5 dan rerata nilai postest 78,0. Hasil pretest-postest kemudian dianalisis dengan uji Gain dan memperoleh skor 0,50 dengan kriteria sedang. Sesuai dengan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa media audio visual sistem sirkulasi darah yang berpendekatan saintifik layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Integrated science teaching can improve the effectiveness of learning. In addition, the use of instructional media is also not used optimally. Based on the observation in SMP 7 Pati and interview with the science teachers, it can be showed that the school has already used 2013 curriculum, and the media is also well prepared by the school because the school has provided LCD projector in every class. However, the reality showed that, the teachers had not used the facilities and prefer to use more textbooks or science books rather than using the media. Thus, the students felt difficult to understand abstract science material. Learning media developed in this research was audio visual media based on scientific approach. The purpose of this research was to determine the feasibility and effectiveness of media in the learning activity. The method used in this research was Research and Development (R & D). The products were developed, and then validated by experts and afterwards tested in small and large-scale trials. The data analyzed in this study were product validation by experts, students interview sheets, teachers interview sheets, and students learning achievement. The result of the media validation by experts was  92%. Meanwhile, the material validation was 90%. The results of students and teachers interview sheets to audio visual media resulted in very feasible criteria. From the results of students learning tests, mean value of 54.5 could be obtained in pretest. Meanwhile, 78.0 mean value was obtained in post test. Then, the pretest and post test results were analyzed with gain test, that resulted in a score of 0.50, which was a decent value. According to the results of the research, it was concluded that the audio visual media of circulatory system based on scientific approach is feasible and effective to use in learning activity 
PENGEMBANGAN MEDIA EDUKATIF SCIENCE-POLY BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA TEMA ENERGI DALAM KEHIDUPAN Najah, Nailatun; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7939

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP menggunakan KTSP disajikan secara terpadu, menekankan pada pengalaman langsung dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan media edukatif science-poly berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Hasil penelitian di SMP Negeri 36 Semarang menunjukkan bahwa media science-poly berbasis PBL layak digunakan karena nilai kelayakan dari segi media 95,06% dan segi materi 94,44% dengan kriteria sangat layak. Hasil belajar kognitif menunjukkan peningkatan sedang yaitu 0,56 pada uji N-gain setelah itu diuji menggunakan uji t menunjukkan nilai thitung> ttabel (12,25>1,98) dikategorikan bahwa hasil belajar kognitif meningkat secara signifikan. Hasil belajar afektif dan psikomotorik juga mengalami peningkatan disetiap pertemuan. Kemampuan berpikir kritis peserta didik juga mengalami rerata peningkatan dari lima indikator sebesar 0,46 dengan menggunakan uji N-gain, hal ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat dengan kategori sedang. Dengan demikian, media edukatif science-poly berbasis PBL merupakan media yang layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dan kemampuan berpikir kritis. Learning natural science at junior high school based on KTSP is presented integrally which emphasizes on direct experience and fun. This research aimed to determine the feasibility and effectiveness of science-poly educational media based on Problem Based Learning (PBL) to increase students’ achievement and critical thinking skill. The research used Research and Development (RnD) design. The result of the research at Junior High School 36 Semarang showed that science-poly educational media based Problem Based Learning (PBL) was feasible to be used because its feasibility from media aspect was 95.06% and from material validation was 94.44%. Cognitive learning achievement was analyzed by using N-gain test which showed medium improvement that was 0.56. After that, it was analyzed by using t-test which showed that t-value was higher than t-table (12.25>1.98). It could be said that students’ achievement improved significantly. Affective and psychomotor learning achievement also increased in each meeting. Critical thinking skills of students also gained average improvement based on five indicators which was 0.46 by using the N-gain test. This demonstrated a boost in critical thinking skills of students which was considered to be medium. Thereby, science-poly educational media based Problem Based Learning (PBL) was a viable and effective media to improve students’ achievement and critical thinking skills.
PENGEMBANGAN ASESMEN AUTENTIK PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Irsyad, Muhammad; Sukaesih, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7940

Abstract

Implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran IPA mengharuskan agar pembelajaran IPA menerapkan penilaian yang komprehensif dan berimbang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SMP Negeri 2 Kendal, didapatkan bahwa penilaian yang digunakan guru masih mengacu pada tingkatan kognitif rendah dengan menggunakan paper and pencil test, sedangkan aspek afektif dan psikomotorik belum terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan asesmen autentik pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan dan mendeskripsikan keefektifan asesmen autentik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Asesmen autentik dinyatakan sangat layak dengan rerata persentase skor oleh validator asesmen sebesar 91,18% dan validator bahasa sebesar 89,71%. Hasil tanggapan siswa mengenai keterbacaan asesmen autentik diperoleh rerata skor 86% dengan kriteria sangat baik. Uji n-gain digunakan untuk mengetahui efektivitas asesmen autentik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Jumlah siswa yang mencapai n-gain dengan kriteria sedang dan tinggi sebanyak 27 siswa dari 30 siswa dengan persentase 90%. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan asesmen autentik efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil tanggapan guru terhadap penggunaan asesmen autentik memperoleh rerata persentase 91,25% dengan kriteria sangat praktis. Curriculum implementation in 2013 on science learning requires that learning science implement a comprehensive and balanced assessment. Initial observation result on SMPN 2 Kendal shows that teachers use assessment still refers to the cognitive levels low by using a paper and pencil test, whereas affective and psychomotor aspects have not been implemented. This researches to determine the feasibility of authentic assessment in interaction of living organism with the environment theme and determine the effectivity of authentic assessment to improve student’s critical thinking skills. This research used Research and Development (R&D) method. Authentic assessment is stated very decent with the mean percentage substance validator score of 91.18% and language validator of 89.71%. The results of student’s responses on authentic assessment obtain a mean score of 86% with a very well criteria. N-gain test is used to determine the effectiveness of authentic assessment to improve student’s critical thinking skills. Students who achieve n-gain medium and high criteria is 27 students of 30 students with a percentage of  90%. It shows that the use of authentic assessment is effective to improve student’s critical thinking skills. The results of teacher’s responses on authentic assessment obtain a mean score of 91.25% with a very practical criteria.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU PADA MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH–PERTANYAAN SOCRATIK (MPBM-PS) TEMA CARBON CYCLE UNTUK SISWA SMP KELAS VII Sulistiani, Hani; Sumarni, Woro; Pribadi, Tyas Agung
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengetahui tingkat kelayakan, efektivitas, dan tanggapan guru dan siswa mengenai kepraktisan modul IPA Terpadu pada MPBM-PS Tema Carbon Cycle. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 32 Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII H sebanyak 32 siswa untuk uji coba skala besar. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Untuk mengetahui tingkat kelayakan modul digunakan instrumen angket. Keefektifan modul dalam meningkatkan hasil belajar diukur menggunakan instrumen tes pretest dan posttest. Kemudian tanggapan guru dan siswa diukur menggunakan instrumen angket. Hasil penilaian kelayakan modul pada tahap I menyatakan modul ”lolos” ke tahap penilaian berikutnya, yaitu penilaian kelayakan tahap II. Penilaian kelayakan tahap II didapat bahwa kelayakan komponen isi (substansi), penyajian, dan kebahasaan modul dikatakan “layak digunakan tanpa revisi”. Ketuntasan klasikal siswa mencapai 93.75 % dengan normalitas gain rata-rata sebesar 0.753 dan tergolong pada kriteria tinggi. Aktivitas dari 32 siswa, 31 siswa tergolong pada kriteria diatas baik. Guru dan siswa menilai kemodulan dan kepraktisan modul dengan kriteria sangat baik. Simpulan yang dapat diperoleh adalah Modul IPA Terpadu pada Model Pembelajaran Berbasis Masalah–Pertanyaan Socratik (MPBM-PS) Tema Carbon Cycle layak digunakan dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. This study aims to develop, determine the feasibility, effectiveness, and the responses of teachers and students about the practicality of Integrated Science module on MPBM-PS Themes Carbon Cycle. Type of this study is the Research and Development (R & D). The experiment was conducted in SMP Negeri 32 Semarang. The sample in this study were students of class VII H as many as 32 students to large-scale trials. Samples were taken by random sampling technique. The instrument used to determine the feasibility of the module is a questionnaire instrument. The effectiveness of the module in improving learning outcomes were measured using the test instrument pretest and posttest. And then the teacher and student responses were measured using questionnaires. The results of the feasibility assessment module in stage I declare the module "passes" to the next stage of assessment, namely the phase II feasibility assessment. Phase II feasibility assessment found that the feasibility of the content component (substance), presentation, and linguistic module is said to "fit for use without revision". Classical completeness students achieve normality 93.75% with an average gain of 0.753 and belonging to the high criteria. Activity of 32 students, 31 students are belonging to the above criteria either. Teachers and students assess kemodulan and practicality module with the criteria very well. The conclusions of this study are the Integrated Science Module on Problem Based Learning Model-Socratic Questioning (MPBM-PS) Carbon Cycle Scene fit for use and effectively to increase the result of student learning. 
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI IPA TERPADU TOPIK PERUBAHAN MATERI BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA. Jazuli, Mim; Wardani, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan alat evaluasi berbasis kontekstual untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Langkah awal pada penelitian ini dimulai dengan observasi. Berdasarkan hasil observasi, guru belum memiliki alat evaluasi untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengembangkan alat evaluasi berbasis kontekstual untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Desain penelititan ini adalah penelitian Research and Development dengan uji coba skala kecil pada kelas IX B, uji coba skala besar pada VIII C, dan uji pemakaian pada kelas VII F SMP Negeri 2 Boja. Data penelitian yang akan diambil adalah penilaian alat evaluasi oleh pakar, angket keterbacaan siswa dan guru, uji validitas, realibilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran soal, tes kemampuan berpikir kritis siswa dan angket tanggapan siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa penilaian alat evaluasi oleh pakar memperoleh rata-rata skor 3,63 dengan kriteria layak, tanggapan siswa memperoleh skor 90,56%, dan tanggapan guru sbesar 100% dengan kriteria sangat baik. Kemampuan berpikir kritis siswa diukur dengan alat evaluasi memperoleh skor rata-rata 72,71% dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat evaluasi IPA terpadu topik perubahan materi berbasis kontekstual untuk mengukur kemampuan berkir kritis siswa valid dan layak digunakan. This research is done to know the expediency of contextual based evaluation tool to measure students’ critical thinking ability. First step in this research begins with observation. Based on the observation result, teachers hadn’t have evaluation tool to measure students’ critical thinking. Therefore, the research is done to develop contextual based evaluation tool to measure students’ critical thinking. The research design is research and development with small scale experiment on XI B class, the big scale experiment on VIII C class, and consumption test to VII F in Junior High School 2 Boja. Research data to be retrived is the valuation by epert evaluation tool, test validity, reability, distinguishing, and level of dificulty, test students’ critical thinking and questionnaire responses of student and teacher. Its result shows that the developed evaluation tool is valid and suitable to be used with average score 3,63 from the experts, studentss response achievement is 90,56% and teacher response achievement is 100% with excellent criteria. Students’ critical thinking is measured by evaluation tool  shows that the average score is 72,71% which is included to good criteria. The conclusion is the contextual based changing material topic of integrated science evaluation tool is valid and suitable to use.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS ETNOSAINS TEMA ENERGI DALAM KEHIDUPAN UNTUK MENANAMKAN JIWA KONSERVASI SISWA Rahayu, Wiwin Eka; Sudarmin, Sudarmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7943

Abstract

Penelitian didasari dengan masih terbatasnya sumber belajar yang dapat digunakan oleh siswa secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan modul IPA terpadu berbasis etnosains dengan tema energi dalam kehidupan untuk menanamkan jiwa konservasi siswa untuk dapat mengetahui kelayakan, keefektifan modul IPA yang telah dikembangkan, dan untuk mengetahui tingkat karakter konservasi siswa melalui implementasi modul IPA yang dikembangkan. Penelitian menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan R&D (Research and Development). Data penelitian yang didapatkan dianalisi secara deskriptif persentase. Hasil uji kelayakan modul IPA terpadu tahap I untuk keseluruhan penilaian pakar dinilai positif dan lolos validasi tahap I. Hasil validasi tahap II oleh pakar isi sebesar 85%, oleh pakar bahasa sebesar 82,5%, dan oleh pakar penyajian sebesar 90%. Berdasarkan hasil analisis hasil belajar, ketuntasan klasikal hasil pre test saat implementasi modul yang dikembangkan sebanyak 4 siswa dari 34 siswa sedangkan ketuntasan klasikal hasil post test sebanyak 30 siswa dari 34 siswa dengan nilai gain sebesar 0,58 denga kriteria sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa modul IPA terpadu yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran IPA. Hasil observasi dan angket, tingkat karakter siswa berada pada tingkat mulai berkembang. The research based on the limited source of study that is used by the student. The arm of this research is to develop science modul that based on ethnoscience with a theme is energi in lif for leading the conservation soul of the student get appropriateness, effectivennes of the science modul which has been being developed, and do know the conservation character level. The research uses research and development (R & D). data of the research which is getten by the researcher is analyzed in percentage descriptive. The result of the feasibility test of science module step one for all experts is regarded positive and pass the validation step one. The result of validation step two by the content expert is 85%, the language expert is 82,5%, and the presentation expert is 90%. According to the analysis result of the study, the classical thoroughness pre test when module implementation which is developed 4 students of 34 students while the classical thoroughness post test are 30 students of 34 students with n-gain score are 0,58 in average criteria. This result shows that integrated science module that is effectively for learning science. The result of the observation and  questionnaire character of conservatian show that the level of student character begin to increase.  
PENGEMBANGAN ASESMEN AUTENTIK BERBASIS INKUIRI PADA MATERI KLASIFIKASI BENDA Triamijaya, Setya; Haryani, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7944

Abstract

Asesmen autentik pembelajaran IPA kurikulum 2013 mencakup penilaian baik dalam proses dan hasil pembelajaran yang meliputi penilaian aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kelayakan asesmen autentik berbasis inkuiri pada materi klasifikasi benda serta profil hasil belajar siswa.Langkah awal pada penelitian ini dimulai dengan observasi. Hasil observasi menunjukkan, guru masih mengacu pada penilaian tugas akhir yang diperoleh siswa untuk ranah kognitif dan belum mengembangkan penilaian afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengembangkan asesmen autentik berbasis inkuiri. Desain penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development (R&D) dengan uji coba skala kecil pada kelas VII, Uji coba skala besar pada VIIB dan uji pemakaian pada kelas VII A SMP Kristen 1 Blora. Berdasarkan hasil validasi dari pakar asesmenmemperoleh presentase sebesar 89,13% dan untuk bahasa memperoleh presentase sebesar 90,10% dengan kriteria sangat layak. Hasil angket tanggapan siswa dan guru pada uji coba produk memperoleh skor presentase sebesar 82,7% dan 90% dengan kriteria sangat layak, maka asesmen autentik berbasis inkuiri dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil analisis ketuntasan klasikal lebih dari 85% siswa telah mencapai ketuntasan belajar pada aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Authentic assessment in science learning in the curriculum of 2013 includes an assessment of learning process as well the result of learning process that includes assessing aspects of knowledge, attitudes, and skills. The research purposes was to determine the feasibility authentic assessment based on inquiry on the matter of classification of objects as well as the profile of students learning outcomes. First step in this research begins with observation. Based on the observaion result, the assessment by teachers still refers to cognitive assessment, whereas affective and psychomotor aspects have not been performing well.The research was used a Research and Development (R & D) method. The phase of research were divided into three groups: small scale experiment on VII class, large scale scale experiment on the VII A, and product testing to VII B.. Based on the results of the validation by assessment experts obtained a percentage of 89,13% and for language experts obtained a percentage of 90,10% which is a remarkable criteria. The results of the students’ and teacher’s interview sheet on product trials scored a percentage of 82,7% and 90% which is a remarkable criteria. The validation results of the experts, responses of science teacher and students’ feedback, the authentic assessment based on inquiry deemed relevant to be used in science teaching. Based on the results of the analysis of classical completeness, more than 85% of students have achieved mastery learning on aspects of knowledge, attitudes and skills.

Page 3 of 3 | Total Record : 30