Unnes Science Education Journal
This journal publishes original articles on the latest issues and trends occurring internationally in science curriculum, instruction, learning, policy, and preparation of science teachers with the aim to advance our knowledge of science education theory and practice
Articles
34 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 1 (2016): February 2016"
:
34 Documents
clear
PEMBELAJARAN SAINS MODEL SERVICE LEARNING SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN HABITS OF MIND DAN PENGUASAAN KETERAMPILAN BERPIKIR INVENTIF
Rahzianta, Rahzianta;
Hidayat, Muhammad Luthfi
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v5i1.9646
Abstrak ___________________________________________________________________ Pengembangan pola pikir peserta didik merupakan tuntutan yang harus dipenuhi pada era global. Partnership of 21st Century Skills mengidentifikasi bahwa peserta didik abad ke-21 harus mampu mengembangkan keterampilan kompetitif yang berfokus pada pengembangan keterampilan berfikir tingkat tinggi (Higher order thingking skills).Dibutuhkan model pembelajaran yang menunjang kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan tersebut. Service learning merupakan salah satu model pembelajaran dapat digunakan untuk menunjang pengembangan pola pikir. Service learning adalah cara belajar mengajar yang menghubungkan tindakan positif dan bermakna di masyarakat dengan pembelajaran akademik, perkembangan pribadi, dan tanggung jawab sosial sehingga peserta didik mengenal kemampuan mereka. Model ini dapat digunakan untuk pembentukan Habits of Mind terutama dalam aspek self regulation, berfikir kritis dan berfikir kreatif. Bahkan Costa dan Kallick serta Campbell mengklaim Habits of Mind sebagai karakteristik perilaku berpikir cerdas yang paling tinggi dalam memecahkan masalah dan merupakan indikator kesuksesan dalam akademik, pekerjaan dan hubungan sosial. Selain itu, service learning juga dapat membentuk kemahiran berfikir inventif yang juga menjadi salah satu komponen penting dari abad ke-21. Kemahiran ini meliputi enam elemen yaitu fleksibilitas dan kompleksitas, regulasi diri, sifat ingin tahu, kreativitas, mampu mengambil resiko dan pemikiran tahap tinggi. Kemampuan berpikir inventif yaitu berupa idea yang bersifat inovatif atau mungkin dalam bentuk kerja diharapkan mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Abstract ___________________________________________________________________ Developing the mindset of learners is a demand that must be met at the global era. Partnership of 21st Century Skills learners identified that the 21st century should be able to develop competitive skills that focus on developing higher level thinking skills (Higher order thingking skills) .Dibutuhkan learning models that support the ability of learners in facing these challenges. Service learning is a learning model can be used to support the development mindset. Service learning is a teaching and learning method that connects a positive and meaningful action in the community with academic learning, personal growth, and social responsibility so that learners know their capabilities. This model can be used for the formation of Habits of Mind, especially in the aspect of self-regulation, critical thinking and creative thinking. Even Costa and Kallick and Campbell claim Habits of Mind as the behavioral characteristics of the most high smart thinking in problem solving and is an indicator of success in academic, work and social relationships. In addition, service learning can also form an inventive thinking skills are also one of the important components of the 21st century. Proficiency includes six elements of flexibility and complexity, self-regulation, curiosity, creativity, capable of taking risks and thinking high stage. Inventive thinking skills in the form of innovative ideas that are or may be in the form of work is expected to yield new innovations that benefit the wider Â
DESAIN PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN TOPIK TUAS PADA TUBUH MANUSIA
Waluyo, Pujo Setyo;
Sudjito, Debora Natalia;
Pattiserlihun, Alvama
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v5i1.9647
Abstrak ___________________________________________________________________ IPA Terpadu merupakan salah satu wujud dari model pembelajaran terpadu yang dianjurkan untuk diterapkan pada semua jenjang pendidikan, namun dalam pelaksanaannya masih banyak kendala yang dialami guru. Penelitian ini bertujuan memberi contoh RPP IPA Terpadu “Tuas pada Tubuh Manusia†dan mengetahui hasil belajar IPA ketika diterapkan dalam pembelajaran. Responden penelitian ini adalah 24 siswa kelas VIII dengan alat pengumpulan data berupa RPP, lembar observasi, lembar kuisioner, dan tes evaluasi. Selama RPP diajarkan, lembar observasi diisi oleh seorang observer sedangkan siswa diminta mengerjakan tes evaluasi dan mengisi lembar kuisioner di akhir pembelajaran. Selanjutnya semua data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari penelitian ini diperoleh hasil: sebanyak 92% siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dan 95% siswa mendapatkan nilai minimal 75 pada tes evaluasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa RPP IPA Terpadu tentang tuas pada tubuh manusia berhasil memadukan biologi dengan fisika, membuat siswa antusias belajar IPA, dan memahami materi yang diajarkan. Abstract ___________________________________________________________________ Integrated Sciences is one form of integrated learning model which is recommended to be applied at all levels of education, but in practice there are still many constraints experienced teachers. This study aims to give an example RPP Integrated Science "lever on the Human Body" and determine learning outcomes when applied in teaching science. The respondents of this study were 24 students of class VIII with data collection tools such as lesson plans, observation sheets, sheet questionnaires, and evaluation tests. During RPP taught, observation sheets filled out by an observer while students are asked to do the test evaluation and to complete a questionnaire at the end of the lesson. Furthermore, all data were analyzed descriptively qualitative. From this research result: as much as 92% of students actively involved in learning and 95% of students scored at least 75 on the test evaluation. So it can be concluded that the RPP Integrated Sciences of the lever on the human body successfully combines biology with physics, make students enthusiastic to learn science, and understand the material being taught.
PERAN PROGRAM ADIWIYATA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SISWA: STUDI KASUS DI SMK NEGERI 2 SEMARANG
Rakhmawati, Darning;
Prasetyo, Andreas Priyono Budi;
Ngabekti, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v5i1.9648
Abstrak ___________________________________________________________________ Program Adiwiyata merupakan program pemerintah yang diciptakan akibat penurunan kualitas lingkungan. Siswa sebagai bagian dari masyarakat perlu dididik mengenai kepedulian terhadap lingkungan yang dapat ditumbuhkan melalui pendidikan. Penelitian mengenai Adiwiyata telah banyak dilakukan namun informasi peran Adiwiyata dalam mengembangkan terbentuknya karakter peduli lingkungan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Adiwiyata dalam pengembangan karakter peduli lingkungan di Sekolah Adiwiyata Mandiri SMK Negeri 2 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, terdiri dari informan utama dan informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan empat aspek Program Adiwiyata berperan dalam menciptakan situasi dan kondisi yang mendukung pengembangan karakter peduli lingkungan. Abstract ___________________________________________________________________ Adiwiyata program is a government program that was created as a result of environmental degradation. Students as part of the community need to be educated about caring for the environment that can be cultivated through education. Research on Adiwiyata has much to do but get Adiwiyata role in developing the character formation of environmental awareness is still limited. This study aims to analyze the role Adiwiyata in the development of environmentally conscious character in Adiwiyata Independent School SMK Negeri 2 Semarang. This study used a qualitative approach case study. Subjects selected by purposive sampling technique, consisting of key informants and informant support. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Technique authenticity of data using triangulation techniques and resources. The results showed that the implementation of the four aspects of Adiwiyata role in creating conditions that support the development of environmentally conscious character.
PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOENERGI MENERAPKAN MODEL SCIENCE INTEGRATED UNTUK MELATIH KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENGEKSPLORASI SUMBER BELAJAR
Parmin, Parmin;
Khusniati, Miranita;
Prasetyoningsih, Dwi
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v5i1.9649
Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun bahan ajar Bioenergi dengan menerapkan model science integrated. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Sesuai hasil penelitian yang telah diperoleh, dapat disimpulkan; penerapkan Model Science Integrated dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengeksplorasi sumber belajar di masyarakat dan mampu menyampaikan kejadian-kejadian di masyarakat, setelah melakukan eksplorasi dari berbagai sumber belajar. Sebagian besar mendapatkan nilai A dan AB, tidak ada mahasiswa yang mendapatkan nilai di bawah B dan mahasiswa merespon baik, pembelajaran Bioenergi menerapkan Model Science Integrated. Abstract ___________________________________________________________________ The aim of research was to improve students' ability in compiling teaching materials of Bioenergy by applying the model of integrated science. Research using action research methods class. According to the results of research that has been obtained, it can be concluded; Integrated Science appied in order to improve the ability of students to explore learning resources in the community was able to convey the events in the community, after exploration of a variety of learning resources. Most get an A and AB, no students who score below B and the students responded well.
LITERASI SAINS DAN AKTIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE SHARED
Ardianto, Didit;
Rubini, Bibin
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v5i1.9650
Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan capaian literasi sains siswa baik aspek konten, proses dan sikap sains siswa setelah mendapatkan pembelajaran IPA terpadu dengan tipe shared. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran IPA terpadu dengan tipe shared. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-postest design. Instrumen yang digunakan dalam penelitain ini terdiri dari tes pilihan ganda untuk menjaring capaian konten dan proses sains siswa, skala sikap untuk menjaring sikap sains siswa serta lembar observasi aktivitas siswa yang digunakan untuk menjaring aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA terpadu dengan tipe shared dapat meningkatkan kemampuan literasi sains baik aspek konten, proses dan sikap sains. Capaian konten, proses dan sikap sains siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan dalam kategori sedang. Karakteristik pembelajaran IPA terpadu dengan tipe shared yang diimplementasikan yaitu; dapat mengembangkan kemampuan literasi sains siswa, bersifat student centered, berbasis pada pendekatan proses, aktivitas yang dominan selama proses pembelajaran aktivitas eksperimen dan diskusi. Abstract ___________________________________________________________________ This study were to describe the achievements of students’ science literacy in science content, process and attitude after get integrated science learning with shared type. In addition, this study also aims to provide an overview of students’ activity on integrated science learning with shared type. The method used in this research is quasi-experimental design with one group pretest-posttest design. Instruments used in this research consists of multiple-choice tests to encompass the achievements of student’s science content and process, attitude scale to capture the students’ science attitude as well as student activity observation sheet that is used to capture the activity of students during the learning process. The results show that integrated science learning with shared types can be improve students’ science literacy in content, process and science’s attitude. Achievement of content, process and science attitudes of students overall has increased in the medium category. The characteristics of integrated science learning with shared types are implemented can be develop students' science literacy skills, student centered, based on the process approach, the dominant activity during the learning process of experimentation and discussion activities.
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA BONEKA EDUKATIF MATERI SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN PADA SISWA KELAS VII MTs NEGERI GAJAH
Kharitsa, Itsna Syafi’;
Widiyatmoko, Arif;
Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v5i1.9651
Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan alat peraga boneka edukatif untuk meningkatkan hasil belajar dan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII B MTs Negeri Gajah tahun ajaran 2015/2016 pada semester ganjil. Pengumpulan data hasil belajar yang didapatkan dari pretest dan posttest, lembar observasi sikap ilmiah siswa dan lembar angket tanggapan siswa dan guru terhadap alat peraga boneka edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga boneka edukatif layak digunakan karena mempunyai nilai kelayakan dari segi media sebesar 93,74% dan segi materi 93,51% dengan kriteria sangat layak. Hasil belajar kognitif dianalisis menggunakan uji N-gain dan uji t yang menunjukkan peningkatan sedang yaitu 0,544 pada uji N-gain setelah itu diuji menggunakan uji t menunjukkan nilai thitung>ttabel (11,481>2,00) dikategorikan bahwa hasil belajar kognitif meningkat secara signifikan. Sikap ilmiah siswa juga mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya. Rasa ingin tahu siswa mendapatkan skor 79,04%, teliti mendapatkan skor 81,97%, dan bekerja sama mendapatkan skor 82,23%. Dengan demikian, alat peraga boneka edukatif merupakan alat peraga yang layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan sikap ilmiah siswa.  Abstract ___________________________________________________________________ This research aims to determine the properness and effectiveness of teaching aids educational doll to increase learning outcomes and scientific attitudes. This research use Research and Development (R&D) method. Sampel was class VII B MTs Negeri Gajah students in odd semester of academic year 2015/2016. The data of learning outcomes was collectied by using pretest and posttest, observation sheet of students’ scientific attitude, and questionnaire sheet of students and teacher response towards teaching aids educational doll. The results show that the teaching aids educational doll is proper to be applied because it has proper value in terms of media amounted to 93,74% and 93,51% in term of material with criteria very proper. Cognitive learning outcomes were analyzed using N-gain test and t-test which showed modest increase that is 0,544 to test N-gain after it was tested using the t test showed the value tcount > ttable (11.481 > 2.00) considered that the cognitive learning increased significantly. Scientific attitude of students also increased at every meeting. Curiosity of students get a score of 79.04%, carefully get a score of 81.97%, and work together to get a score of 82.23%. Thus, teaching aids educational doll props is a viable and effective media used to improve learning outcomes and scientific attitude of students.
PENDAMPINGAN GURU BIOLOGI KOTA SEMARANG DALAM MENGEMBANGKAN INSTRUMEN PENILAIAN OTENTIK PADA KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
Prasetyo, Andreas Priyono Budi;
Sukaesih, Sri;
Hadiyanti, Lutfia Nur
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v5i1.9652
Abstrak ___________________________________________________________________ Berdasarkan diskusi awal dengan beberapa guru Biologi pada kegiatan MGMP, teridentifikasi bahwa salah satu sebab mengapa instrumen penilaian masih lebih berfokus untuk menilai pengetahuan (aspek kognitif) adalah karena keterbatasan pengetahuan (lack of knowledge) dan keterbatasan keterampilan untuk berkreasi (lack of  skills) untuk mengembangkan sendiri variasi jenis instrumen dan teknik penilaian otentik. Oleh sebab itu, solusi yang tepat adalah pendampingan guru dalam bentuk pelatihan dalam jabatan (in service training). Pendampingan ini dilaksanakan dalam bentuk focus group discussion (FGD) dan model pendampingan partisiporis. Setelah kegiatan pendampingan guru lebih mengerti berbagai variasi AA untuk diaplikasikan dengan munculnya diagram Venn, diagram Vee, peta konsep, lembar observasi, penilaian diri, tes dan sebagainya dalam RPP. Hasi refleksi penerapan AA dalam pembelajaran menunjukkan bahwa siswa lebih aktif berpikir dan produktif. Abstract _______________________________________________________________ Pre-eliminary discussion with Biology teachers showed that a reason why learning assessment is still focussing on cognitive aspect is because of lack of knowledge and skill to develop various authentic assessments (AA). The best solution to overcome this problem is conducting in-service training for the teachers community. This training was conducted by focus group discussion and participatory training. It is found that teachers developed more various AA in Biology learning such as Venn diagram, Vee diagram,concept map, observation sheet, self assessment, test and others after training. Reflection of AA application in the classroom also showed that students became more actively thinking and were more productive when learning. Â
MEDIA ELECTRONIC PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN TREND PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
Taufiq, Muhamad;
Sudarmin, Sudarmin;
Savitri, Erna Noor;
Amalia, Andin Vita
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v5i1.9559
Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan trend hasil belajar mahasiswa menggunakan media Electronic Portofolio yang teruji valid. Metode Penelitian dan Pengembangan diterapkan pada perkuliahan Praktikum IPA Dasar dengan menerapkan media Electronic Portofolio. Dari hasil uji pakar media dan pakar evaluasi merekomendasikan bahwa media Electronic Portofolio yang dikembangkan mendapatkan persentase kelayakan sangat layak dengan nilai presetase 96.55% sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran IPA. Electronic Portofolio dapat menggambarkan dan meningkatkan trend prestasi mahasiswa dengan baik dari tiap projek maupun produk pembelajaran yang dilakukan selama perkuliahan. Abstract ___________________________________________________________________ The aim of the research was to improve student learning outcomes trend using Electronic portfolio media that proven valid. Research and Development Methods were applied to the lectures of Basic Science Practicum by implementing Electronic portfolio media. From the results of the evaluation experts and media experts, it was recommended that the developed Electronic portfolio media eligibility got a very decent percentage with 96.55%. Therefore, it can be used in science teaching and learning. Electronic Portfolio was able to describe and improve student achievement with a good trend of each project as well as the products of learning undertaken during the lectures. Â
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN IPA BERVISI KONSERVASI UNTUK MEMBENTUK SIKAP PEDULI LINGKUNGAN
Susilo, Heru;
Prasetyo, Andreas Priyono Budi;
Ngabekti, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v5i1.9562
Abstrak ___________________________________________________________________ Desain pembelajaran IPA bervisi konservasi dikembangkan oleh guru untuk mencapai kompetensi siswa dalam program pembelajaran. Desain pembelajaran lebih ditekankan pada implementasi pendidikan konservasi sebagai upaya menghadapi permasalahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran IPA bervisi konservasi dan menguji pengaruhnya terhadap sikap lingkungan. Desain pembelajaran dikembangkan menggunakan pendekatan R&D dengan tahap analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan uji coba produk. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) desain pembelajaran dalam bentuk silabus dan RPP dinyatakan valid oleh validator. Lima validator memberikan skor > 80%. (2) penggunaan desain pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap sikap peduli lingkungan. Hasil uji ANAVA pada tiga kelompok (kelompok siswa yang terlibat dengan pembelajaran masing masing 50%, 75%, dan 100%) menunjukkan perbedaan rata-rata skor sikap lingkungan secara signifikan. Abstract ___________________________________________________________________ A learning design is usually developed by teachers to achieve students’ competencies in learning program. It is strongly related to the implementation of conservation education as the solution of global conservaton issue. This research was aimed at developing biology learning design grounded in conservation education and examining the effect of the use of the learning design on students’ environmental attitude. The learning design was developed through research and development (R&D) approaches, such as needs analysis, draft development, and field testing steps.The findings showed that (1) the learning design, in the form of lesson plan and sylabus was validly assessed by validators. Five expert judgement showed that conservation learning design was very valid (got score more than 80% respectively). (2) the used of the learning design brought a significant effect on students environmental attitude. Anova showed that there were significant different of mean score of environmental attitudesamong three goup (students that engage to the learning design 50%, 75%, 100% respectively).
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR EKOLOGI KURIKULUM 2013 BERMUATAN SETS MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING
Winarti, Yayuk;
Indriyanti, Dyah Rini;
Rahayu, Enni Suwarsi
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v5i1.9564
Abstrak ___________________________________________________________________ Materi pembelajaran bermuatan SETS dan model pembelajaran PBL dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan ekologi dan meningkatkan pemahaman materi ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan validitas, kepraktisan, dan efektivitas bahan ajar serta mendiskripsikan karakteristik bahan ajar yang dikembangkan. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Desain penelitian uji coba skala luas menggunakan pretest-posttest control group design dan posttest-only control design. Hasil validasi bahan ajar yang dilakukan oleh ahli pendidikan, ahli materi dan praktisi pendidikan dengan rata-rata nilainya 91,67 (amat baik). Kepraktisan bahan ajar menurut siswa sebesar 91,00 (sangat baik) dan menurut guru sebesar 98,50 (sangat baik). Berdasarkan hasil belajar kognitif, sikap dan keterampilan modul yang dikembangkan efektif. Karakteristik modul ekologi hasil pengembangan yaitu materinya diawali dengan permasalahan sehari-hari yang ada disekitar kita. Permasalahan ditutup dengan pertanyaan yang mengarahkan ke pemahaman tentang SETS. Hasil belajar kelas kontrol dan kelas perlakuan terjadi perbedaan yang signifikan, baik pada penilaian kognitif, sikap dan keterampilan Abstract ___________________________________________________________________ Learning materials contain SETS and PBL learning model can be used to solve the problems of ecology and to increase the understanding of ecological materials. This research is aimed to determine the validity, practicality, and effectiveness of learning materials and to describe the characteristics of the developed learning materials. The research method is a research and development. Design of large scale trials using a pretest-posttest control group design and posttest-only control design.The results of the validation materials made by education experts, materials expert and practitioners of education have average mark of 91.67. The practicality of materials according to the students of 91.00 and according to the teachers of 98.50. Based on the resuts of cognitive learning, attitudes and skills of developed modules, it works effectively. Characteristics of ecological module from that development is that the material is staryed from daily life problems around us. The issue is closed with a question leading to an understanding of the SETS. The results of study control class and experiment occurs a significant difference, both on the cognitive assessment, attitudes and skills.   Â