HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September dengan proses peer-review dan open access. Memiliki p-ISSN: 2549-6700 dan e-ISSN:2549-6719 , diterbitkan oleh Program Studi pendidikan matematika STKIP Andi Mattappa Pangkep.
HISTOGRAM Berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, praktisi dan pengkaji dalam disiplin ilmu pendidikan matematika terutama pada pengembangan model pembelajaran dan pengembangan perangkat serta istrument pembelajaran matematika
Articles
58 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram"
:
58 Documents
clear
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP BALA KESELAMATAN PALU PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL
Sindi Geby Sintia;
Bakri Mallo;
Pathuddin Pathuddin;
Sukayasa Sukayasa
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2612
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang profil kemampuan literasi matematis siswa kelas VIII SMP Bala Keselamatan Palu dalam menyelesaikan soal pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian dilakukan di SMP Bala Keselamatan Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang siswa yang terdiri dari satu siswa berkemampuan tinggi (AD) satu siswa berkemampuan sedang (CT) dan satu siswa berkemampuan rendah (AP). Data kemampuan literasi matematis siswa diperoleh dengan tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada siswa AD mampu memenuhi indikator literasi pada level 5, siswa CT mampu memenuhi indikator literasi pada level 3 dan siswa AP mampu memenuhi indikator literasi pada level 2. Â
DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEET BASED ON CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
soffi widyanesti priwantoro;
Citra Permata Sari;
Syariful Fahmi;
Widayati widayati
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2615
The students had difficulty in understanding comparative material in mathematics subject, especially its application in everyday life. In addition, there was no Contextual Teaching and Learning-Based Student Worksheet (LKPD) on comparative material. This research belonged to a development research that aimed to produce and determine the feasibility of Student Worksheet (LKPD) with CTL approach on comparative material. This research used Research and Development (R&D) method based on ADDIE model consisting of five phases: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subjects of this research were material experts, media experts and students of SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta. Data collection instruments of this research were interview and questionnaire. The validation results by material experts obtained an average score of 139 with good criteria, while the validation results by media experts obtained an average score of 172 with very good criteria. Based on the results of student responses, it was obtained an average score of 61.32 with good criteria. Therefore, it can be concluded that the Contextual Teaching and Learning-Based Student Worksheet on comparative material was feasible to use.
METAKOGNISI SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI MATRIKS
Anggita Maharani;
Misni Misni
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2627
Kemampuan metakognisi siswa dalam hal pemecahan masalah terkait matematika matriks dideskripsikan pada penelitian ini. Data kualitatif digunakan oleh peneliti guna memperoleh gambaran terkait metakognisi siswa dalam memecahkan suatu masalah mengenai matematika matriks. Maka, penelitian deskriptif-kualitatif termasuk dalam penelitian ini. Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Tukdana menjadi subjek penelitian yang dipilih oleh peneliti. Dari delapan belas siswa dipilih tiga siswa dengan kemampuan metakognisi rendah, sedang dan tinggi. Soal tes dan wawancara diterapkan oleh peneliti sebagai teknik pengumpulan data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh oleh peneliti, memperlihatkan bahwa: Subjek S1 mempunyai metakognisi dengan kemampuan tinggi mampu menjalankan kegiatan terkait metakognisi seperti, melakukan pemantauan pada tiap-tiap langkahnya, melakukan suatu perencanaan, melakukan evaluasi tindakan pada masing-masing tahapan pemecahan dan melakukan evaluasi untuk hasil akhir, serta dapat melaksanakan seluruh kegiatan metakognisi untuk memecahkan suatu masalah di tahap Polya. Subjek S2 memiliki metakognisi dengan kemampuan sedang, karena S2 dapat melakukan kegiatan metakognisi di tahap pemahaman masalah, serta melakukan perencanaan pemecahan masalah, tetapi S2 kurang maksimal dalam melakukan aktivitas memantau dan evaluasi hasil yang diperolehnya. Subjek S3 memiliki metakognisi rendah, karena S3 belum mampu melaksanakan aktivitas metakognisi dengan baik.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY (AR) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS
Triayuningsih Permata Suci;
Anies Fuady;
Surya Sari Faradiba
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2629
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivitas augmented reality terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis pada materi bangun ruang. Jenis penelitian adalah penelitian semu dengan subjek penelitian kelas X Tata Busanasejumlah 18 siswa  dan X Tata Boga sejumlah 18 siswa  di SMK Budi Utomo Kepanjen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian pre test post test, angket respon dan wawancara. Rata – rata gain kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 0,80 dan 0,41. Sehingga media augmented reality terbukti 80% efektif untuk menumbuhkan kemampuan kreatif matematis siswa. Nilai pre test dan post test pada kelas eksperimen yang menggunakan agumented reality lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Keaktifan siswa pada proses pembelajaran yang menggunakan augmented reality lebih baik. This study aims to determine the effectiveness of augmented reality on the ability to think creatively and mathematically in geometric material. This type of research is quasi-research with 18 students in class X Fashion Design and 18 students in X Catering at SMK Budi Utomo Kepanjen. The data collection techniques were pre-test, post-test, response questionnaires, and interviews. The average gain of the experimental class and control class is 0.80 and 0.41. So that augmented reality media is proven to be 80% effective for growing students' mathematical creative abilities. The pre-test and post-test values in the experimental class that used augmented reality were higher than in the control class. Student activeness in the learning process using augmented reality is better.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kecemasan Matematis Siswa
Fitri Andini Ritonga;
Asrul Asrul
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2632
proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi terdiri dari seluruh siswa Kelas X Proyek Madrasah Aliyah Swasta UNIVA Medan. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 2. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Kuesioner kecemasan matematika dengan 26 item disajikan sebagai instrumen. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana t-test. Teknik analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics 23 untuk pengujian validasi, pengujian reliabilitas, pengujian normalitas, pengujian keseragaman, dan pengujian regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan matematika siswa menurun melalui penggunaan model pembelajaran berbasis proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah agar siswa mengungkapkan permasalahan pembelajaran matematika tanpa rasa takut dan cemas. Penelitian ini berimplikasi pada sekolah yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek yang dipadukan dengan penerapan model pembelajaran lain untuk mengatasi kecemasan matematika siswa.
Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Matematika Tipe HOTS berdasar Langkah Polya pada Siswa Kelas VII
Putri Malida Rasma Dewi;
Sutarni Sutarni
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2639
Penelitian ini terkait penyelesaian soal tipe HOTS berdasarkan Langkah Polya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) dalam pokok bahasan Aljabar pada kelas VII menggunkan Langkah Polya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatitf dimana subjeknya merupakan siswa kelas VII Muhammadiyah 8 Surakarta. Subjek dipilih dengan cara pemberian tes penalaran berupa soal HOTS yang dimana soalnya harus diselesaikan menggunakan Langkah Polya. Diperoleh siswa dengan tingkat penalaran tinggi, penalaran sedang, dan penalaran rendah. Setelah memperoleh siswa dengan tingkat penalaran yang berbeda, siswa melakukan wawancara. Adapun tingkatan penalaran dinilai berdasarkan tahapan pemecahan Langkah Polya, yaitu memahami masalah, menyusun dan melaksanakan rencana, serta memeriksa ulang hasil perhitungan. Berdasarkan analisis data, siswa yang kemampuannya tinggi dapat memahami masalah, menyusun dan melaksanakan rencana secara tepat, juga dapat memeriksa ulang jawaban yang telah diperoleh. Siswa berkemampuan sedang juga mampu memahami masalah, menyusun dan melaksanakan rencana dengan tepat, tetapi siswa tidak melakukan tahap memeriksa ulang. Siswa berkemampuan rendah tidak mampu dalam menyusun rencana sebelum melakukan rencana, serta siswa tidak melakukan kegiatan memeriksa ulang hasil jawaban siswa.
ANALISIS BERPIKIR PROBABILISTIK SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF
Amalia Shofi Kurniawati;
Nining Setyaningsih
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2640
The probabilistic thinking of junior high school students in Indonesia seems to be still low. It is a concern in education, especially in mathematics learning, solving HOTS problems in Algebraic material.  The study aims to analyze students' probabilistic thinking ability in solving HOTS questions regarding field-independent and field-dependent cognitive learning styles. The study's methodology consisted of a combination of descriptive techniques and qualitative approaches. Students in the first semester of the 2022-2023 school year at SMP Negeri 1 Polokarto, where the research was conducted, participated in the study. There are a total of four topics, two of which are suited to the Field Independent learning style and two to the Field Dependent method. Students with Field Independent cognitive learning styles were shown to have the requisite level 2 probabilistic thinking capacity, which indicates an ability to communicate. The answer to the question is based on its quantitative ability. Meanwhile, the achievement of probabilistic thinking ability from students with a Field Dependent type learning style, namely the ability to think probabilistic at the personal level  (level 1), means that students still require guidance from the teacher so that they can answer the questions appropriately.Â
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA HOTS MELALUI GAYA KOGNITIF
Fafria Fari Hastuti;
Sri Sutarni
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2642
The purpose of this study is to explain the ability to think creatively when working on HOTS questions based on reflective and impulsive cognitive learning styles. The research was conducted using a qualitative descriptive method. The research subjects were class VII students of SMP Negeri 1 Polokarto with reflective and impulsive characteristics. The research subjects were selected through the Matching Familiar Figures Test (MFFT). The method used in conducting this research is The Matching Familiar Figure Test (MFFT), test sheets, and interview sheets. MFFT sheets to determine students' cognitive styles, test sheets to assess students' original thinking abilities, and interview sheets to complete information on test results. The stages of simplification, presentation, and drawing conclusions are used in analyzing the data. The results of the study proved that students' creative thinking abilities in solving HOTS questions with a reflective cognitive style were able to meet the indicators for aspects of flexibility, originality, and detail, while the aspects of fluency were still not met. Meanwhile, students who have an impulsive cognitive style do not meet the indicators of flexibility and detail aspects because students with an impulsive cognitive style can only answer questions in one way and have not answered the questions in detail.
LEVEL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS
Puan Nagari Damai Purnomo;
Nida Sri Utami
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2644
Literasi matematika digambarkan oleh PISA sebagai kapasitas seseorang untuk merumuskan, menerapkan, dan menginterpretasikan matematika dalam berbagai situasi. Indonesia menduduki peringkat 61 dari negara-negara yang berpartisipasi dalam jajak pendapat pada tahun 2015, sedangkan pada tahun 2018 menduduki peringkat 70. Literasi matematika dan kecerdasan logis matematis saling berkaitan, siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis akan mampu memahami masalah, memeriksa perhitungan, dan menggunakan penalaran dan abstraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa dalam hal tingkat kecerdasan logis matematis saat mereka menjawab soal PISA. Sebanyak 31 siswa dari kelas IX di SMP Negeri 1 Ngemplak menjadi subjek dalam penelitian ini, yang menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Seluruh data penelitian berasal dari wawancara siswa dan hasil tes kecerdasan logis matematis. Berdasarkan hasil penelitian, siswa dengan tingkat kecerdasan logis matematis tinggi mampu memenuhi persyaratan literasi matematis pada level 1 sampai 5, namun pada level 5 subjek masih mampu merumuskan dan mendeskripsikan hasil pekerjaannya, meskipun hasil akhirnya tidak tepat. Siswa dengan tingkat kecerdasan logis matematis sedang dan rendah mampu memenuhi indikator literasi matematis pada level 1 dan 3. Sedangkan pada level 2, 4 keduanya mampu memenuhi sebagian indikator literasi matematis serta pada level 5, dan 6 keduanya tidak mampu memenuhi seluruh indikator literasi matematis.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA TIPE HOTS BERBASIS LANGKAH POLYA
Charomah Sri Setianing Rahayu;
Sri Sutarni
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2655
This study was aimed at finding two objectives, there were the description of student difficulties in solving HOTS type math problems based on polya steps and the factors that caused students difficulties in solving polya step-based HOTS math problems. This study experienced by high school students in class X in Klaten Regency. This study was descriptive research with a qualitative approach. The subjects of this study were 24 class X high school students in Klaten Regency. This study used observation data collection techniques, written tests, interviews, and documentation. The results showed that difficulty to understand the problem (5.47%), difficulty to plans (12.80%), difficulty to implement the plan (27.13%), and difficulty to check again (54.59%). The factors of high school students' difficulties in solving HOTS type math problems based on polya steps came from internal factors and external factors. The internal factors were low students' interest in mathematics, low students' motivation, and bad students' attitudes in dealing with math problems. The external factors were experience solving HOTS questions, inattention of family environment and unpleasant of home situation, the school environment, such as inadequate facilities, and the community environment that drain student times.