cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25496700     EISSN : 25496719     DOI : -
Core Subject : Education,
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September dengan proses peer-review dan open access. Memiliki p-ISSN: 2549-6700 dan e-ISSN:2549-6719 , diterbitkan oleh Program Studi pendidikan matematika STKIP Andi Mattappa Pangkep. HISTOGRAM Berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, praktisi dan pengkaji dalam disiplin ilmu pendidikan matematika terutama pada pengembangan model pembelajaran dan pengembangan perangkat serta istrument pembelajaran matematika
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram" : 58 Documents clear
IDENTIFIKASI KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL TENTANG FUNGSI KOMPOSISI DITINJAU DARI TEORI WATSON Helti Lygia Mampouw; Dhani Wijaya
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2661

Abstract

This study aimed to describe the results of identification errors made by students in solving compositional  function problems in terms of Watson's theory. The method used in this research was descriptive  qualitative with the research subjects being six students of class XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Tengaran. All  the six subjects have three categories, namely high, medium, and low mathematical ability. Error analysis  data for solving compositional function problems were obtained from tests and interviews. The instrument  used was a test in the form of an essay consisting of 4 questions regarding the function of composition.  The result of the study showed that the subject still experienced difficulties in the compositional function  material so that errors occurred in solving compositional function problems. Factors causing the subject  made mistakes because the subject did not repeat the compositional function material so that the subject  could not master the concept and was wrong in applying the formula to solve problems in the form of  compositional functions. 
PENERAPAN LANGKAH POLYA DENGAN PBL UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA HOTS Yolanda Ika Damayati; Sri Sutarni
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2680

Abstract

Banyaknya hambatan yang sering dihadapi peserta didik dalam mengerjakan soal matematika berbasis Higher Order Thingking Skill (HOTS) yang menyebabkan pembelajaran kurang optimal. Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses berpikir peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika. Untuk menyelesaikan permasalahan matematika salah satunya dapat menggunakan model polya.  Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menyelesaikan soal matematika tipe HOTS berdasarkan langkah polya dengan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di sebuah SMA Negeri di kabupaten Karanganyar,  Jawa Tengah,  Indonesia. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi,  tes,  catatan lapangan,  dan dokumentasi. Triangulasi teknik dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui keabsahan data.  Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan menyelesaikan soal matematika, lembar observasi,  dan pedoman analisis data menggunakan indikator polya. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik dalam memecahkan permsalahan matematika meningkat melalui penerapan soal matematika tipe HOTS berdasarkan langah polya dengan model Problem Based Learning. Hal ini dapat dilihat dari ketercapaian indukator pada aspek langkah polya,  yaitu: 1) Memahami masalah meningkat (30,56%), 2) Merencanakan penyelesaian meningkat (44,44%), 3) Menyelesaikan masalah sesuai rencana meningkat (13,89%), 4) Memeriksa kembali hasil penyelesaian meningkat (47,22%).
KAJIAN ETNOMATEMATIKA DALAM TARI TRADISIONAL LAMPUNG Rahmat Andri Setiawan; Haninda Bharata
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2682

Abstract

ABSTRAKEtnomatematika dianalogikan sebagai lensa untuk memandang dan memahami matematika sebagai sutau hasil budaya. Lampung merupakan salah satu provinsi yang terletak di pulau Sumatera yang memiliki corak kebudayaan tersendiri. Bentuk- bentuk kebudayaan itu tentu terkandung konsep matematika yang mendasarinya, termasuk tari tradisonal Lampung sigeh penguten. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian mengenai etnomatematika dalam gerakan tari sigeh penguten. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian deskiptif kualitatif dengan menggunaka etnografi sebagai metode penelitian. Teknik pemilihan subjek menggunakan purpose sampling. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrumen bantu berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan alat dokumentasi.Pengujian kevalidan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat konsep matematika dalam gerakan tari tradisional Lampung sigeh penguten. Etnomatematika yang dimaksud dalam gerakan tari tersebut meliputi aktivitas menghitung, aktivitas mengukur, dan pola geometri. ABSTRACTEthnomatematics is analogous as a lens for viewing and understanding mathematics as a cultural product. Lampung is a province located on the island of Sumatra which has its own cultural style. Of course, these cultural forms contain mathematical concepts that underlie them, including the traditional Sigeh Penguten Lampung dance. Therefore this study aims to conduct a study of ethnomathematics in the Sigeh Penguten dance movement. This research belongs to the type of qualitative descriptive research using ethnography as a research method. The subject selection technique uses purposive sampling. The instruments in this study consisted of the main instrument, namely the researcher himself and auxiliary instruments in the form of interview guides, observation sheets, and documentation tools. Testing the validity of the data in the study used technical triangulation. The results of the study show that there is a mathematical concept in the movements of the sigeh penguten Lampung traditional dance. The ethnomathematics referred to in the dance movement includes counting activities, measuring activities, and geometric patterns.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Kartika Dwi Handayani; Sri Hastuti Noer
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis mengenai: (1) Kemampuan komunikasi matematis menghubungkan benda nyata , gambar dan diagram kedalam ide matematika. (2) Kemampuan komunikasi matematis menjelaskan idea, situasi, tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar. (3) Kemampuan komunikasi matematis menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika. (4) Kemampuan komunikasi matematis membuat model dari suatu situasi melalui tulisan, benda-benda konkret, gambar, grafik, dan metode-metode aljabar. (5) Kemampuan komunikasi matematis Menjelaskan dan membuat pertanyaan tentang matematika yang telah dipelajari. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Bandar Lampung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis menghubungkan benda nyata , gambar dan diagram kedalam ide matematikata golong rendah (writing). Kemampuan komunikasi matematis menjelaskan idea, situasi, tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar tergolong rendah (drawing). Kemampuan komunikasi matematis menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika tergolong rendah. Kemampuan komunikasi matematis membuat model dari suatu situasi melalui tulisan, benda-benda konkret, gambar, grafik, dan metode-metode aljabar tergolong rendah (mathematical expression). Kemampuan komunikasi matematis menjelaskan dan membuat pertanyaan tentang matematika yang telah dipelajari tergolong rendah. 
ANALISIS KEBUTUHAN MODUL MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GENERALISASI MATEMATIS SISWA SMP Nirfayanti Nirfayanti; Hamsu Abdul Gani; Mustafa Mustafa
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2688

Abstract

The purpose of this research is to analyze the need for mathematics textbooks that can improve the mathematical generalization abilities of class VIII students of SMPN 32 Makassar according to the cooperative learning model. This research is a descriptive qualitative research with research subjects of class VIII students of SMP Negeri 32 Makassar, and Mathematics teachers. Research data was collected through tests of mathematical generalization abilities, interviews and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed: (1) the mathematics books used were not in accordance with core competencies, basic competencies, competency achievement indicators, and the existing questions were considered difficult by students; (2) lack of understanding of the learning model applied in math books. So that textbooks are needed in the form of modules that can improve mathematical generalization abilities in students with cooperative learning models; teachers and students state that they need textbooks in the form of math modules that can be understood, motivated in learning, there are many models of real questions so that students agree and support the creation and development of math modules to improve mathematical generalization abilities; (3) the learning model applied is not in accordance with the characteristics of the students; and (4) students' mathematical generalization ability is low because they are not used to being given questions on tests of mathematical generalization ability.
PELUANG DAN TANTANGAN GURU MATEMATIKA DALAM MENGAJAR MATEMATIKA SAAT PEMBELAJARAN DARING DAN LURING Ananda Nurul Ikhwan; Eka Khairani Hasibuan
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2689

Abstract

Salah satu pendidikan yang penting bagi peserta didik adalah mata pelajaran matematika. Tepat awal Maret 2020, dunia menghadapi kasus infeksi virus corona atau yang dikenal dengan Pandemic Covid-19. Pembelajaran dari dalam rumah merupakan pilihan terbaik yang menjadi solusi bagi dunia Pendidikan yang terkena imbas akibat penyebaran virus Covid-19 agar bisa melanjutkan proses kegiatan belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini digunakan untuk mengetahui persepsi peluang dan tantangan dari guru Matematika dalam mengajar Matematika disaat pembelajaran yang dilakukan secara daring luring. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara yang dilaksanakan kepada subjek penelitian dengan pengisian angket yang menggunakan google form. Subjek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah guru Matematika di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Matematika memperoleh peluang dan tantangan dalam melaksanakan proses pembelajaran secara daring maupun luring. Peluang untuk guru diantaranya adalah kemampuan memanfaatkan teknologi dan informasi, proses pembelajaran yang mudah diakses, juga memperdalam referensi proses pembelajaran. Sedangkan tantangan yang dihadapi guru yaitu kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran, gangguan koneksi jaringan internet dan lebih banyak pengeluaran
Pengembangan Modul Etnomatematika Kearifan Lokal Suku Sasak Materi Volume Bangun Ruang Kelas V Lalu Muhammad Alditia; Hari Witono; Iva Nurmawanti
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2690

Abstract

Permasalahan kesulitan belajar matematika di sekolah dasar ditimbulkan oleh minimnya ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran berkualitas, serta muatan pelajaran yang kurang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk  modul etnomatematika berbasis kearifan lokal pada materi volume bangun ruang kelas 5, yang valid dan praktis sebagai produk media pembelajaran untuk memaksimalkan  proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan ADDIE, yang meliputi 5 tahapan penelitian, yaitu analysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Penelitian dilakukan di SDN 52 Cakranegara dengan menggunakan instrumen lembar validasi ahli dan angket respon siswa dan guru untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah produk modul memenuhi standar validitas dengan persentase penilaian pada tahap validasi media 94,4 % dan tahap validasi materi 96 % sehingga masuk dalam kategori sangat valid. Pada tahap uji kepraktisan produk modul telah memenuhi kriteria kepraktisan dengan persentase penilaian uji coba kelompok kecil 94 % dan pada uji coba kelompok besar 98,2 % dari siswa dan 100% dari guru sehingga masuk dalam kategori sangat praktis. Berdasarkan keseluruhan tahapan pengembangan yang telah dilakukan maka, produk modul etnomatematika berbasis kearifan lokal suku sasak pada materi volume bangun ruang kelas 5 telah valid dan praktis.   
PENGEMBANGAN E-MODUL SEBAGAI BAHAN BELAJAR UNTUK SISWA SMP PADA MATERI POLA BILANGAN Devita Poppy Andari; Danang Setyadi
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2691

Abstract

Abad ke-21 teknologi semakin pesat hal ini berdampak pada dunia Pendidikan. Guru dituntut untuk dapat membuat media untuk penunjang pembelajaran salah satunya menggunakan e-modul. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pada materi pola bilangan SMP yang dapat digunakan sebagai bahan belajar yang valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  research & development dengan menggunkan model pengembangan ADDIE  yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation.  Uji coba media kepada 31 siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Tengaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan non tes. Media yang telah dikembangkan  dinyatakan layak oleh ahli materi dan media dengan presentase kevalidan materi 100% dan media 84,4% dengan kategori "sangat valid". Media terbukti praktis dengan perolehan skor 94,76 dengan kategori "sangat praktis". Hasil uji keefektifan memiliki nilai signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 yang artinya terdapat perbedaan sebelum dan sesudah penggunaan media. Disimpulkan bahwa e-modul valid, praktis, dan efektif digunakan untuk siswa sebagai sumber belajar siswa pada materi pola bilangan
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA PADA MATERI LUAS BANGUN DATAR Anggi Hariyanti; Danang Setyadi
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2702

Abstract

Konsep matematika adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat dan inti atau isi dari materi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Geogebra pada konsep luas bangun datar yang valid, praktis dan efektif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII E SMP N 2 Tengaran. Jenis  penelitian Research  and  Development atau penelitian dan pengembangan dengan model  ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dokumentasi, dan teknik analisis data (analisis validasi, analisis kepraktisan dan analisis keefektifan). Hasil validasi media sebesar 82,5% (sangat baik), validasi materi 94,16% (sangat baik) dan kepraktisan 95,55% (sangat baik). Keefektifan media menggunakan uji wilcoxon diperoleh  nilai Asymp. Sig (2-tailed) menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga terdapat perbedaan hasil belajar dari pretest dan posttest. Selain itu, hasil uji coba media pembelajaran berbasis Geogebra yang dikembangkan menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif sebesar 82% (sangat baik) sehingga dinyatakan media pembelajaran berbasis Geogebra valid, praktis, dan efektif. 
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MAKANAN TRADISIONAL DUMBEG KHAS DAERAH REMBANG Adinda Dwi Ayu Setyani; Rini Setyaningsih
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2720

Abstract

Makanan tradisional dumbeg khas daerah Rembang merupakan makanan favorit para Wali pada zaman dahulu sekitar abad 15 sampai 16 Masehi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep dan aktivitas matematika pada makanan tradisional dumbeg khas daerah Rembang. Metode dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap proses pembuatan makanan tradisional dumbeg khas daerah Rembang.  Untuk menguji keabsahan data dari data yang diperoleh yaitu menggunakan metode triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat daerah Rembang mengetahui bahwa dalam proses pembuatan dan bentuk makanan tradisional dumbeg ini terdapat beberapa aktivitas matematika seperti menghitung dan mengukur, serta konsep matematika diantaranya konsep matematika geometri, konsep matematika aljabar, dan konsep matematika aritmatika.