cover
Contact Name
Agus Eka Aprianta
Contact Email
penerbitan@isi-dps.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isi-dps.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni
ISSN : 23547154     EISSN : 27988678     DOI : -
Core Subject : Art,
The journal presents as a medium to share knowledge and understanding art, culture, and design in the area of regional, national, and international levels. The journal accommodates articles from research, creation, and study of art, culture, and design without limiting authors from a variety of disciplinary/interdisciplinary approaches such as art criticism, art anthropology, history, aesthetics, sociology, art education, and other contextual approaches.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2023)" : 4 Documents clear
oke PENGGUNAAN BAHASA SATIR PUBLIK FIGUR DALAM KOMENTAR PEMBERITAAN PAMUNGKAS DI SOSIAL MEDIA: Kajian Bahasa Satire Anggi Maysa Noviana Bakri; M .Helki Agusti, Ekky; Ian Wahyuni
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v11i2.2163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk satire dalam tuturan yang terjadi di sosial media twitter dan instagram. Objek penelitian ini merupakan vidio viral tidak senonoh yang dilakukan Pamungkas saat di atas panggung dengan sumber data berupa kritikan yang merupakan dampak dari vidio tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif karena penelitian ini menganalisis penggunaan bahasa satir pada media sosial twitter dan Instagram. Data yang digunakan berupa kalimat satir yang digunakan beberapa figur publik untuk mengkritik perilaku Pamungkas tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi dengan teknik pengolahan data simak-tulis. Penelitian ini mengidentifkasi data pada dengan mencari kalimat yang mengandung sindiran kemudian mengumpulkan, menganalisis, dan mendata hasil analisis.
Bentuk Implikatur Ilokusi Antar Pedagang dan Pembeli di Pasar Pagi Rizqa Zhafira; Awang Gandi Sebastian
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v11i2.2175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan tindak tutur ilokusi yang terjadi antar pedagang dan pembeli di Pasar Pagi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah rekaman suara dan simak catat. Lokasi penelitian diadakan di Pasar Pagi Kecamatan Samarinda Kota. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi kajian pragmatik untuk mengetahui tindak tutur ilokusi pada interaksi pedagang dan pembeli di Pasar Pagi. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini ialah munculnya dua wujud tindak tutur direktif, dua wujud tindak tutur komisif, dan satu tindak tutur deklarasi.
Implikatur Percakapan pada Proses Negosiasi Penjual Pakaian dan Pembeli di Pasar Pagi Kota Samarinda (Analisis Pragmatik) Fatoni, Alam Fahdil; Lisa Setiawati; Ahmad Mubarok
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v11i2.2178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk implikatur percakapan dalam proses negosiasi penjual pakaian dan pembeli di Pasar Pagi Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. Metode penyediaan data menggunakan dengan metode simak dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SLBC), teknik rekam, dan teknik catat. Pada tahap analisis data, penelitian ini menggunakan metode agih dan padan untuk mengungkap makna dalam teks. Teori yang digunakan adalah teori implikatur percakapan dari Grice. Teori implikatur percakapan Grice mengungkapkan bahwasanya kerja sama merupakan prinsip yang mengatur rasionalitas-rasionalitas percakapan dan membentuk struktur kontribusi terhadap percakapan kita sendiri, serta membangun interpretasi kontribusi orang lain. Hasil analisis dan interpretasi data mendeskripisikan bentuk implikatur percakapan dalam proses negosiasi penjual pakaian dan pembeli di Pasar Pagi Kota Samarinda terdiri dari dua, yaitu implikatur percakapan sebagai akibat pelanggaran maksim kuantitas dan implikatur percakapan sebagai bentuk pematuhan maksim kuantitas. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengkajian pragmatik, khususnya implikatur percakapan, sehingga kajian di bidang pragmatik dapat semakin berkembang.  
Bentuk Kekarangan Sebagai Ide Penciptaan Kriya Seni I Nyoman Ngidep Wiyasa; I Made Jana; I Made Sumantra
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v11i2.2581

Abstract

Motif hias sebagai hasil karya manusia, merupakan komponen seni rupa, banyak diterapkan pada bangunan suci maupun rumah tinggal, peralatan upacara dan pada benda-benda kerajinan. Motif hias atau hiasan ini sering disebut ornamen. Motif hias/ornamen dalam perwujudannya merupakan khayali dan stilisasi dari bentuk alam seperti: batu-batuan, api, air, awan, tumbuh-tumbuhan, binatang, dan mahluk mitologi lainnya. Motif hias yang merupakan stilisasi dari wajah mahluk hidup baik yang bersifat nyata maupun mitologis, di Bali biasa disebut “kekarangan”. Motif kekarangan pada umumnya ditiru dari wajah mahluk hidup yang ada di alam, mahluk mitologis ini dianggap sebagai kendaraan para dewa. Sementara itu, dalam posisi yang lain, motif kekarangan juga sering diterapkan untuk menghiasi struktur pepalihan pada bangunan baik pada bagian bawah, tengah dan atas. Bentuk-bentuk kekarangan tersebut antara lain : karang boma, karang sae, karang bentulu, karang hasti, karang naga dan goak. Berbagai bentuk gambar, lukisan, patung, yang telah ada juga banyak terinspirasi dari motif kekarangan seperti karya patung maestro I Nyoman Tjokot, maestro seni lukis I Gusti Nyoman Lempad, dan pematung I Ketut Nongos. Berkaitan dengan hal tersebut di atas pencipta juga terinspirasi dengan bentuk-bentuk kekarangan yang akan divisualisasikan menjadi karya kriya dengan memanfaatkan kayu jati yang diaplikasikan dengan logam tembaga, dengan mempertimbangkan penerapan teknik yang tepat sehingga terwujud karya kriya yang kreatif dan inovatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 4