cover
Contact Name
Agus Eka Aprianta
Contact Email
penerbitan@isi-dps.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isi-dps.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni
ISSN : 23547154     EISSN : 27988678     DOI : -
Core Subject : Art,
The journal presents as a medium to share knowledge and understanding art, culture, and design in the area of regional, national, and international levels. The journal accommodates articles from research, creation, and study of art, culture, and design without limiting authors from a variety of disciplinary/interdisciplinary approaches such as art criticism, art anthropology, history, aesthetics, sociology, art education, and other contextual approaches.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2024)" : 7 Documents clear
DINAMIKA HISTORIOGRAFI FESTIVAL ALUNAN BUDAYA PERINGGASELA Imtihan, Riyadi
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v12i2.2986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilik Festival Alunan Budaya Desa Peringgasela sebagai wadah pemasaran Kain Tenun Peringgasela. Masyarakat Peringgasela merancang suatu acara sebagai wadah khusus untuk melestarikan budaya yang dimilikinya. Hal ini menjadi peluang besar bagi masyarakat Peringgasela sebagai wadah pemasaran Kain Tenun Peringgasela dan pelestarian Budaya yang dimilikinya. Sehingga para pemuda membentuk satu tim untuk merancang acara tersebut dan lahirlah event Festival Alunan Budaya Desa Peringgasela. Tulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Proses observasi dilakukan secara langsung selama kegiatan berlangsung, dari Juli hingga Agustus 2022. Dokumen yang dikumpulkan termasuk dokumen informasi, artikel, materi promosi, dan foto dan video kegiatan pelaksanaan. Alunan Budaya Peringgasela mengalami kemajuan dalam penyelenggaraan setiap tahunnya. Alunan budaya juga melibatkan berbagai elemen Masyarakat, mulai dari pemuda desa, Masyarakat penenun, Masyarakat adat, pelajar dan bahkan mampu menggandeng pemerintah dalam perhelatan festival dengan tujuan untuk mensukseskan acara alunan budaya yang mampu melestarikan budaya, dan lainnya.
Sejarah Sosial dan Budaya Pameran Artos Kembang Langit Ahmad Nur Faizin
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v12i2.2990

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah sosial dan budaya Pameran Artos Kembang Langit di Banyuwangi, sebuah pameran seni yang telah memainkan peran penting dalam transformasi seni dan budaya lokal. Menggunakan teori-teori dari Pierre Bourdieu, seperti habitus, kapital budaya, dan medan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pameran ini merefleksikan dan mempengaruhi dinamika sosial serta budaya di Banyuwangi. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan seniman, kurator, dan pengunjung pameran, serta analisis dokumen dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitus seniman dan kapital budaya mereka berkontribusi secara signifikan terhadap partisipasi dan penerimaan karya seni mereka di pameran. Selain itu, Pameran Artos Kembang Langit berfungsi sebagai medan di mana berbagai aktor berinteraksi dan bersaing untuk mendapatkan pengakuan dan pengaruh, mencerminkan struktur kekuasaan dan distribusi sumber daya dalam komunitas seni Banyuwangi. Penelitian ini menemukan bahwa Pameran Artos Kembang Langit tidak hanya menjadi platform untuk menampilkan karya seni tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan budaya. Pameran ini membantu membentuk identitas budaya lokal, meningkatkan kesadaran seni di masyarakat, dan mendukung perkembangan karier seniman lokal. Dengan demikian, pameran ini berkontribusi pada transformasi seni dan budaya di Banyuwangi, memperkaya lanskap seni lokal dan mempromosikan nilai-nilai budaya melalui representasi dan interaksi sosial.
Elemen-elemen Ekosistem Seni Pada Pameran “Jukung Anyar” Oleh Komunitas Jong Sarad Pramesti, Sintia
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v12i2.2995

Abstract

Jong Sarad adalah komunitas seni yang didirikan pada tahun 2021, yang berfokus pada pameran dan pengembangan keterampilan bagi para seniman. Jukung Anyar adalah acara ketiga Jong Sarad, yang diadakan pada Januari 2024 di Kulidan Kitchen and Space, Gianyar, Bali. Dalam acara yang terlaksana dengan baik, tentunya terdapat ekosistem seni yang berkelanjutan yang membentuk hubungan timbal balik. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekosistem seni dalam pameran Jukung Anyar oleh Jong Sarad. Melalui metode penelitian kualitatif yang melibatkan observasi dan studi literatur, ditemukan bahwa Jong Sarad memiliki ekosistem seni yang meliputi kurator, art handler, seniman, media massa, sponsor, dan pengunjung yang mampu menciptakan rantai timbal balik dalam acara Jukung Anyar. Hasil penelitian ini berguna untuk memberikan acuan atau pedoman terkait elemen-elemen yang diperlukan dalam ekosistem pameran seni rupa dalam konteks komunitas.
Inovasi Desain Busana Wanita Urban Fusion Style Dengan Kain Tenun Endek Sebagai Upaya Revitalisasi Pengrajin Tenun di Bali Adiyanti, Putu Ayu
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v12i2.3048

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi desain busana wanita bergaya urban fusion berbahan kain tenun Endek Bali untuk meningkatkan daya saing pengrajin lokal di pasar global, mendukung pelestarian warisan budaya, dan memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat urbanmodern. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat terjadi revitalisasi terhadap pengrajin tenun di Bali dengan mendorong penggunaan kain tenun Endek Bali dalam industri fashion yang lebih luas. Revitalisasi ini tidak hanya penting untuk menjaga keberlanjutan keterampilan menenun yang diwariskan turun temurun, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pengrajin dan memperkuat posisi industri tenun di pasar internasional yang semakin kompetitif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur tentang pengrajin tenun Endek di Bali, regulasi kain tenun Bali, serta kondisi industri tenun di Bali. Wawancara dengan para penenun juga mengungkapkan gambaran mengenai kondisi industri tenun di Bali saat ini yang tengah menghadapi sejumlah tantangan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain busana ready-to-wear berbahan tenun Endek merupakan langkah efektif untuk revitalisasi pengrajin lokal, meningkatkan daya saing produk, dan membantu tantangan penurunan regenerasi produsen kain Endek. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan industri fashiondengan mengintegrasikan elemen tradisional dan kontemporer dalam desain busana modern yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urbanserta mempromosikan nilai budaya dalam skala global.
Desain Mainan Edukatif Aksara Jawa untuk Anak Usia 8 Tahun melalui Permainan: Studi Kasus Kelas 3 SD Budya Wacana Yogyakarta Angelika, Amelia
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v12i2.3049

Abstract

Mainan edukatif berfungsi sebagai sarana pembelajaran yang memadukan aspek pendidikan dengan aktivitas bermain yang menyenangkan, menjadikannya sarana yang efektif dalam mendukung perkembangan anak. Di Yogyakarta, penguasaan Bahasa Jawa menjadi tantangan khusus bagi anak-anak, terutama mereka yang berasal dari luar daerah. Hal ini dikarenakan adanya ketentuan dari pemerintah yang menjadikan pembelajaran Bahasa Jawa sebagai mata pelajaran wajib; muatan lokal. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini merancang mainan edukatif yang bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa anak usia 8 tahun melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan. Metode yang digunakan mencakup observasi terhadap proses pembelajaran Bahasa Jawa, wawancara dengan guru, orang tua, dan anak-anak untuk mengidentifikasi kesulitan pembelajaran, serta studi literatur tentang perkembangan kognitif anak usia 8 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah desain mainan edukatif yang mengenalkan aksara Jawa dan mengembangkan keterampilan berbahasa melalui permainan. Mainan ini diharapkan tidak hanya menjadi alat bantu yang efektif dalam pembelajaran Bahasa Jawa, tetapi juga berperan dalam mendukung pengajar dan orang tua serta membantu melestarikan bahasa dan budaya Jawa di kalangan generasi muda.
The Penggunaan Metode Visual Storytelling Untuk Membangun Identitas Visual Berbasis Folklore Dalam Branding Produk Lokal Fadhila Sara, Cindy
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v12i2.3064

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan visual storytelling berbasis folklore dalam membangun identitas visual merek untuk produk lokal. Penggunaan elemen-elemen budaya dalam desain visual dapat menciptakan hubungan emosional yang lebih dalam antara konsumen dan merek, terutama bagi mereka yang memiliki keterikatan dengan budaya tersebut. Dengan menganalisis literatur terkait, penelitian ini merumuskan model teoretis untuk meningkatkan keterlibatan konsumen melalui narasi visual yang kuat dan berakar pada budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya memperkuat identitas visual produk lokal, tetapi juga mengedukasi konsumen tentang warisan budaya. Dengan demikian, visual storytelling berbasis folklore adalah strategi branding yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan konsumen dan memperkuat daya saing produk lokal di pasar.
Visualisasi Modern Sebagai Strategi Dalam Pengenalan Budaya Di Era Globalisasi Kepada Gen Z kresna, surya
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v12i2.3070

Abstract

Era globalisasi mengakibatkan penurunan minat generasi Z terhadap budaya lokal, mereka terpapar oleh estetika gaya visual budaya populer yang lebih modern dibandingkan dengan gaya budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan strategi visualisasi modern dalam proses pengenalan budaya lokal kepada Gen Z, melalui visualisasi modern yang disesuaikan dengan preferensi visual mereka. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara melibatkan siswa SMPN 1 Denpasar. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari 50% siswa lebih menyukai visualisasi modern dari ilustrasi karakter wayang, dibandingkan dengan gaya tradisional. Respon positif ini mengindikasikan bahwa visualisasi yang dinamis, penuh warna dan relevan secara estetis mampu menarik perhatian Gen Z dan meningkatkan antusiasme mereka terhadap budaya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa visualisasi modern memiliki potensi besar sebagai media efektif dalam mengenalkan budaya kepada generasi muda, menjaga warisan budaya tetap relevan di tengah arus globalisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7