cover
Contact Name
Novian Wely Asmoro
Contact Email
agrisaintifika@gmail.com
Phone
+62271-593156
Journal Mail Official
agrisaintifika@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Jl. Letjend Sujono Humardhani No 1, Jombor, Sukoharjo 57521 Jawatengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 25800345     EISSN : 2580748X     DOI : 10.32585/ags.v3i2.544
Agrisaintifika is a scientific journal that embodies scientific articles for researchers in the field of agricultural sciences (covering the field of agribusiness, agrotechnology, food, and animal husbandry) so that it can be used as a media publication of research results.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika" : 8 Documents clear
PENGARUH KETEBALAN IRISAN CHIPS SINGKONG DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP SIFAT FISIKO KIMIA TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) Sohib Assalam; Novian Wely Asmoro; A. Intan Niken Tari; Sri Hartati
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i1.554

Abstract

Modified cassava flour or mocaf is cassava flour which has been modified using the principle of lactic acid bacteria fermentation. One factor that needs to be observed is the fermentation process which will affect the quality of the mocaf flour produced. This study aims to determine the effect of cassava chip slice thickness and fermentation time in the process of making mocaf flour on physico-chemical quality of mocaf flour. The research method used Factorial RAL with 2 treatment variables, namely the thickness of cassava chips slices (0.5 cm, 1 cm, 1.5 cm) and fermentation time (24 hours and 48 hours), resulting in 6 treatment combinations and repeated 3 replications , so there are 18 experimental units. The data obtained was processed by Analysis of Variance (ANOVA) using SPSS 22 software. If the ANOVA test results stated that the samples tested were significantly different, then DMRT (Duncan Multiple Range Test) was carried out at the 0.05 confidence level. Based on statistical analysis shows that there is no interaction between the thickness treatment of cassava chips and the length of fermentation. Meanwhile, the slice thickness had a significant effect (P˂0.05) on water content and swelling power of mocaf flour, but did not significantly influence (P0.05) on the solubility index in mocaf flour water. The duration of fermentation had a significant effect (P˂0.05) on moisture content and swelling power of mocaf flour, but had no significant effect (P˃0.05) on the solubility index in mocaf flour water. The yield of mocaf flour obtained ranged from 30.47% - 32.98% with the lowest moisture content of 10.31%. The average swelling power of mocaf flour is 12.24 g / g and the average water solubility index is 5.29%.Keywords: Chips, Thickness, Fermentation Time, Mocaf Flour
ANALISIS FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI BUNGA POTONG KRISAN DI KECAMATAN BANDUNGAN, KABUPATEN SEMARANG Yiswi Indah Kusumaningtyas
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i1.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar biaya dan pendapatan petani pada usahatani bunga potong krisan, mengetahui faktor sosial ekonomi apa saja yang mempengaruhi pendapatan petani pada usahatani bunga potong krisan dan mengetahui faktor sosial ekonomi apa yang paling mempengaruhi pendapatan petani pada usahatani bunga potong krisan di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Metode dasar dalam penelitian ini adalah metode eksplanatif. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling, lokasi penelitian di Kecamatan Bandungan yaitu di Desa Duren, Desa Jetis, Desa Kenteng, Desa Candi, Desa Banyukuning dan Kelurahan Bandungan sebagai desa/kelurahan yang membudidayakan bunga potong krisan. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 71 orang. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis usahatani dan analisis faktor sosial ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan: Rata-rata besarnya biaya usahatani bunga potong krisan Rp. 12.845.398/MT dan rata-rata besarnya pendapatan usahatani bunga potong krisan adalah sebesar Rp. 21.824.609/MT. Faktor-faktor jumlah tenaga kerja luar, luas lahan yang diusahakan, pengalaman usahatani, dan keikutsertaan petani dalam pengelolaan agrowisata berpengaruh terhadap pendapatan petani dalam usahatani bunga potong krisan di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, sedangkan  yang paling berpengaruh adalah luas lahan yang diusahakan.
KARAKTERISTIK FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SIRUP BUAH MANGGA PADA PENAMBAHAN GULA YANG BERBEDA Asrawaty Asrawaty; Hasmari Noer
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i1.551

Abstract

Buah mangga matang dapat diolah menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dari pada buah mangga segar. Sebagai produk olahan, rasa khas dapat dinikmati setiap waktu karena sudah menjadi produk yang awet. Salah satu produk olahan buah mangga adalah sirup mangga. Setiap 100 gram mangga mengandung energi 44,00 kal, protein 0,7 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 11,2 gram dan vitamin C 41 gram. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik kimia dan organoleptik sirup buah  mangga pada penambahan gula yang berbeda.  Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada parameter vitamin C, viskositas, pH, kadar total gula, dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk parameter uji organoleptik, empat perlakuan dengan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu penambahan gula P1=400 g, P2=450 g, P3=500 g, dan P4=550 g. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam, yang dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula yang berbeda terhadap sirup buah mangga pada uji organoleptik; warna, aroma, dan rasa disukai oleh panelis. vitamin C (0,0104), viskositas (808), pH (3), dan kadar total gula (45,71).
Kajian Faktor yang Berpengaruh Pada Produksi Jagung di Kabupaten Wonogiri Catur Rini Sulistyaningsih
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i1.556

Abstract

Kabupaten Wonogiri berperan sebagai pemasok jagung di Propinsi Jawa Tengah. Untuk tetap mempertahankan eksistensinya maka produksi jagung harus diperhatikan. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui penggunaan faktor-faktor produksi dalam usahatani jagung. Dalam usaha tani jagung di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri, para petani jagung mengkombinasikan penggunaan faktor-faktor produksi. Namun mereka belum mengetahui sebenarnya faktor produksi yang digunakan apakah benar-benar dapat meningkatkan produksi jagung di wilayahnya. Variabel tenaga kerja, benih, pupuk kandang, phonska dan urea secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi jagung di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Variabel benih, phonska dan urea secara individual berpengaruh nyata terhadap produksi jagung di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Sedangkan variabel tenaga kerja dan pupuk kandang secara individual tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jagung di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Variabel benih mempunyai pengaruh paling besar terhadap produksi jagung di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Kata-kata kunci : jagung, faktor, produksi
Pengaruh Suhu Pengeringan dan Proses Blansing terhadap Mutu Tepung Daun Singkong (Manihot esculenta C) dengan Metode Oven Konveksi Asri Widyasanti
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i1.552

Abstract

Daun singkong merupakan sayuran hijau yang memiliki kandungan gizi protein, vitamin, dan mineral. Tetapi daun singkong memiliki karakteristik mudah rusak karena daun singkong memiliki kandungan air yang tinggi sehingga memungkinkan terjadinya aktifitas enzim, selain itu jika jaringan tanaman singkong rusak maka daun singkong akan mengandung asam sianida (HCN).  Hal ini menyebabkan daun singkong tidak termanfaatkan secara optimal padahal daun singkong memiliki kandungan protein yang tinggi. Pengeringan dengan menggunakan oven konveksi merupakan cara efektif  untuk menurunkan HCN dan dapat meningkatkan daya simpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan dan proses blansing terhadap mutu tepung  daun  singkong yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua faktor yaitu : suhu pengeringan (a): 30oC,40oC,50oC dan blansing (b): blansing dan tanpa blansing. Parameter yang diamati yakni laju pengeringan, kadar air, kadar abu, kadar protein, nilai warna (L*, a*, b*, dan TCD), rendemen total, dan kadar HCN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu 30oC merupakan perlakuan terbaik, hal ini dilihat dari kadar protein tertinggi (41,51%), nilai L* tertinggi (21,26), nilai a* terendah (-4,28), nilai TCD terendah (18,67), dan kadar HCN terendah (0,022%). Perlakuan tanpa blansing merupakan perlakuan terbaik, hal ini dilihat dari kadar air terendah (12,97%), kadar abu tertinggi (5,76%), kadar protein tertinggi (42,37%), nilai L* tertinggi (20,85), nilai a* terendah (-5,19), nilai b* terendah (23,74), TCD terendah (18,87), dan rendemen total tertinggi (19,81%). Tepung daun singkong dengan perlakuan suhu 30oC dan tanpa blansing (s1p0) menghasilkan tepung daun singkong yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata kunci :  Daun Singkong, Suhu pengeringan, Blansing, Mutu Tepung Daun Singkong.
Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Pupuk Organik Pada Kelompok Tani Tranggulasi, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang Rosininta - Simatupang
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i1.557

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik internal dan eksternal petani sayuran organik, mengetahui persepsi petani terhadap penggunaan pupuk organik pada kelompok tani Tranggulasi dan menganalisis hubungan antara karakteristik internal dan eksternal petani dengan persepsi petani untuk menggunakan pupuk organik pada kelompok tani Tranggulasi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Getasan menggunakan metode survei dengan jumlah sampel 32 responden. Uji yang dilakukan yaitu korelasi rank Spearman. Hasil menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap penggunaan pupuk organik termasuk dalam kategori tinggi dengan rataan skor 109. Hasil uji korelasi yang diperoleh 0,643**, 0,616** dan 0,538**. Hal ini menunjukkan bahwa umur mempunyai hubungan yang sangat nyata dengan persepsi petani terhadap tingkat kesesuaian, tingkat kerumitan dan tingkat kemudahan dilihat hasilnya. Jumlah anggota keluarga mempunyai hubungan yang nyata dengan persepsi petani terhadap tingkat kemudahan untuk dicoba dan tingkat kemudahan dilihat hasilnya. Luas lahan mempunyai hubungan yang nyata dengan persepsi petani terhadap tingkat kerumitan. Nilai koefisien korelasi rank Spearman pengalaman usahatani diperoleh 0,509** artinya berhubungan sangat nyata dengan persepsi petani terhadap tingkat kerumitan dan berhubungan nyata terhadap tingkat kesesuaian dan tingkat kemudahan untuk dicoba. Tingkat pendidikan tidak mempunyai hubungan dengan persepsi petani terhadap penggunaan pupuk organik.Kata Kunci : Persepsi, Pertanian Organik, Petani Sayur. ABSTRACT            The research was aimed to know the internal and external characteristics of organic vegetable farmers, to know the perception of farmers on the use of organic fertilizer on Tranggulasi groups and to analyze the relationship between internal and external characteristics of farmers with farmers perceptions to use organic fertilizer on Tranggulasi groups. The research was conducted in Getasan Districs using survey method with 32 respondents. Spearman rank correlation were used to analyze. The result of correlation test obtained as 0,643**, 0,616** and 0,538**. This showed that age has a very real relationship with the perception of farmers on level of compatibility, the level of complexity and the level of observatibility. The number of family members has a real relationship with the perception of farmers on the level of trialability and the level of observability. Land area has significant relationship with farmers perception of complexity level. The value of rank Spearman correlation coefficient of farming experience obtained as 0,509** it means very real relationship with the perception of farmers to the level of complexity and relate significantly to the level of compatibility and level of triability. The level of education has no relationship with the perception of farmers on the use of organic fertilizers. Keyword : Perception, Organic farming, Vegetable farmer.
Analisis Efisiensi Ekonomi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Padi Di Kelompok Tani Sidomakmur I Kecamatan Pati Kabupaten Pati Ayu Dwi Maharani
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i1.553

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produksi usahatani padi dan menganalisis tingkat efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani padi di Kelompok Tani Sidomakmur I Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2017 sampai Januari 2018 di Kelompok tani Sidomakmur I Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah responden 51 petani. Analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas dan perhitungan efisiensi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi luas lahan, benih, pupuk NPK dan pestisida berpengaruh nyata terhadap produksi padi. Penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK dan pestisida secara ekonomi belum efisien sedangkan penggunaan faktor produksi tenaga kerja secara ekonomi tidak efisien. Kata Kunci : usahatani padi, faktor produksi, efisiensi ekonomi
Kualitas Fisik Antimicrobial Edible Film (AmEF) dari Gelatin Limbah Tulang Ayam dengan Ekstrak Daun Teh (Camellia sinensis) Ludfia Windyasmara; Novian Wely Asmoro; Muhammad Husein
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i1.558

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun teh hijau dan suhu pemanasan terhadap sifat fisik antimicrobial edible film (AmEF) dari gelatin tulang ayam. Selain itu memanfaatkan limbah tulang ayam, yang akan digunakan dalam pembuatan produksi gelatin, sehingga  akan menambah nilai jual dan nilai guna pada limbah tersebut. Produksi gelatin dari limbah tulang ayam tersebut, diharapkan mampu memanfaatkan gelatin sebagai AmEF dengan diberikan penambahan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) yang nantinya sebagai pengemas sosis. Penelitian ini dirancang dalam beberapa tahap meliputi : Pertama, pembuatan gelatin tulang ayam; Kedua, ekstrak daun teh hijau; Ketiga, pembuatan AmEF ekstrak daun teh. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis unvariate dengan tingkat signifikasi 5%. Apabila terdapat perbedaan diantara perlakuan maka dilakuakan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). AmEF diuji karakteristik fisiknya meliputi rendemen, viskositas, dan pH. Hasilnya menunjukan AmEF memiliki nilai rendemen berkisar 4,03-6,99%, viskositas 8,15-19,08 cP, dan pH 3,9-4. Perlakuan penambahan konsentrasi ekstrak teh dan suhu pemanasan berbeda nyata (P<0.05) terhadap nilai viskositas dan pH serta tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen. Kata kunci : Antimicrobial edible film, Ekstrak daun teh (Camellia sinensis), Gelatin, Tulang ayam

Page 1 of 1 | Total Record : 8