cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2012)" : 20 Documents clear
Hubungan panjang bobot dan faktor kondisi kerang lumpur Anodontia edentula, Linnaeus 1758 di pulau Tobea Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna Rochmady Rochmady
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.68 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.1-8

Abstract

Penelitian dilakukan di Pulau Tobea dengan tujuan untuk menganalisis hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi kerang lumpur. Data dianalisis untuk mengetahui hubungan panjang-bobot kerang lumpur dianalisis dengan menggunakan persamaan hubungan kuasa (power regresion) (Ricker, 1975) dan uji-T sedangkan faktor kondisi dengan menggunakan Metode Condisional Factor (CF) (King, 1995). Hasil analisis hubungan panjang-bobot kerang lumpur jantan digambarkan melalui persamaan W=0,0001.L3,366, dengan nilai korelasi (r=0,8559). Hasil uji-t koefisien b>3, dengan harga t=5,4053, diperkuat dengan hasil uji sigF=0,00<0,05, berarti bahwa antara laju pertumbuhan panjang dan bobot total kerang lumpur jantan tidak seimbang, yang bersifat alometrik positif atau alometrik mayor. Untuk kerang lumpur betina digambarkan melalui persamaan W=0,0001.L 3,381, dengan nilai korelasi (r=0,8865). Hasil uji-t koefisien b>3, dengan harga t=7,0811, diperkuat dengan hasil uji sig F=0,00<0,05 hal ini bahwa antara laju pertumbuhan panjang dan berat total kerang lumpur betina tidak seimbang, yang bersifat alometrik positif atau alometrik mayor. Hasil analisis condisional faktor (CF) kerang lumpur jantan, rata-rata sebesar 1,0319 (kisaran 0,4025-1,6613), kerang lumpur betina rata-rata sebesar 1,0203 (kisaran 0,4780-1,5625).  Hal ini menunjukkan bahwa faktor kondisi antara jantan dan betina rata-rata sebesar 1 yang berarti bahwa berat rata-rata kerang contoh lebih besar dibanding dengan berat rata-rata prediksi. Hal ini diakibatkan oleh kondisi lingkungan yang cukup baik dalam mendukung pertumbuhan kerang lumpur.
Evaluasi kinerja dan status keberlanjutan kawasan Agropolitan Perpat Belitung Hariyadi Hariyadi; Catur Herison; Edi Suwito
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.24-30

Abstract

Penelitian dilakukan pada kawasan agropolitan Perpat Belitung, selama bulan November 2009 sampai dengan bulan Maret 2010 dengan metode studi literatur, survey lapangan, wawancara dan questioner dan Analisis-analisis yang digunakan antara lain analisis Location Quetient (LQ), analisis unggulan dan andalan, metode pendekatan Multi Dimensional Scaling (MDS) Rap-Agrop, analisis Laverege,  analisis Monte Carlo dan analisis Prospektif serta analisis Deskriptif, yang bertujuan untuk : mengetahui potensi kawasan dalam mendukung pengembangan agropolitan Perpat,) mengevaluasi tingkat kinerja perkembangan kawasan agropolitan Perpat, mengevaluasi status keberlanjutan pengembangan kawasan agropolitan Perpat, mengetahui persepsi dan kebutuhan masyarakat terhadap agropolitan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masing-masing kecamatan memiliki dominansi komoditas yang beragam diusahakan dan dibudidayakan dan terdapat lima (5) komoditas unggulan yaitu Padi, Ubi Kayu, Lada, Kelapa dan komoditas Sapi Potong yang ditetapkan sebagai komoditas unggulan utama program agropolitan, dengan tingkat kinerja perkembangan wilayah termasuk dalam Strata PRA II Kawasan Agropolitan yang berstatus keberlanjutan pengembangan Kawasan Agropolitan Perpat termasuk dalam Strata kurang berkelanjutan, dan penetapan Kawasan Agropolitan Perpat dengan komoditas unggulan utama sapi potong tidak tepat untuk dikembangkan oleh karena kondisi existing tingkat perkembangan yang rendah dan status keberlanjutan yang kurang keberlanjutan.
Pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan bibit salak (Salacca edulis Reinw) Ajang Maruapey
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.71-77

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Salak, Kelurahan Klawasi Distrik Sorong Barat Kota Sorong.  Kegiatan ini dilaksanakan mula mei sampai dengan agustus 2011.  Tujuan percobaan ini adalah untuk melihat pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman salak.Pernelitian ini dilakukan dalam bentuk rancangan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari delapan perlakuan dan tiga ulangan, p3erlakuan yang dicobakan yadalah sbb; yakni tanah, tanah  + pupuk kandang, tanah + bokashi, tanah + kascing, pasir + pupuk kandang, pasir + bokashi, pasir + kascing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa Media tanam tanah + bokashi dapat  memberikan pertumbuhan bibit tanaman salak yang terbaik pada perlakuan jumlah daun terbanyak (3,00 helai)  dan panjang akar terbanyak (25,43 cm). .  Media tanam pasir + kascing (M8) menghasilkan tanaman tertinggi (34,91 cm), Media tanah + pupuk kandang (M2) menghasilkan jumlah akar terbanyak (9,78 cm, sedangkan Media pasir + kascing (M8) menghasilkan jumlah akar paling sedikit (5,89 cm). bahwa media pasir + kascing (M8) menghasilkan bibit tanaman segar terberat (11,04 g5. bahwa media pasir + kascing (M8) menghasilkan bibit tanaman segar terberat (11,04 g).
Kajian usahatani tanaman tomat terhadap produksi dan pendapatan petani (Studi kasus di Desa Golago Kusuma, Kecamatan Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat) Arman Drakel
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.31-36

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk    mengetahui  usahatani  tanaman tomat terhadap produksi dan  pendapatan  petani di Desa Golago Kusuma, Kecamatan Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat. Metode yang dipakai  pengambilan adalah Perpussive sampling atau sampel sederhana pada petani yang berjumlah 20 responden, semuanya dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani  dalam berusahatani dipengaruhi oleh : a) umur petani responden antara 30 – 37 tahun atau usia muda  sebesar 30 %, golongan umur 38 – 45 tahun atau usia sedang  sebesar 50 %  dan golongan umur 46 – 53 tahun usia  tua sebesar 20 %, b) strata pendidikan petani terdiri dari SLTP 60 % dan SLTP 40 %, c) jumlah tanggungan keluarga lebih sedikit 65 % pada  kisaran sedang 35 % dari kisaran jumlah yang banyak sebesar 0 %,, d) luas yang digunakan berkisar antara 0.10 meter persegi yaitu 95 % dan luas lahan yang berkisar antara 0.25 meter persegi yaitu 5 %, e) pengalaman berusahatani berkisar antara 1 – 4 tahun yaitu 20 % dan antara 5 – 10 tahun yaitu 80 %. Besarnya pendapatan satu kali produksi adalah Rp. 65.542.250,- dengan rata rata pendapatan yang diterima oleh masing masing petani adalah sebesar Rp. 3.277.113,-.
Analisis kegiatan usahatani budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) di Kota Tual Provinsi Maluku Syahibul Kahfi Hamid; Haryati La Kamisi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.37-43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; 1). Mengetahui tingkat rata-rata pendapatan petani budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) di kota Tual; 2). Mengetahui tingkat efisiensi usahatani budidaya rumput laut (Euchema cottonii) di kota Tual; 3). Mengetahui titik impas (BEP) dari usahatani budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) di kota Tual; 4). Mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk menutupi investasi yang ditanamkan pada usahatani budidaya (Eucheuma cottonii) di kota Tual. Metode analisis yang digunakan adalah; 1). Analisis Biaya, Penerimaan, dan Pendapatan Usahatani Rumput Laut; 2). Analisis Tingkat Efisiensi; 3). Nilai break event point (BEP) dan 4). Analisis Payback Period.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat efisiensi usaha rumput laut dalam satu musim dengan analisis R/C rasio sebesar 1,20, hal ini berarti usaha tersebut dikatakan efisien dan menguntungkan karena nilai R/C rasio lebih besar dari 1.  Analisis titik impas (BEP) usaha rumput laut dalam satu musim di dapat BEP volume produksi sebesar 644 kg, dan BEP harga produksi sebesar Rp. 5.289.  Hal ini berarti bahwa selama petani memproduksi diatas 644 kg dan menjual rumput laut dengan harga diatas Rp 5.289 tiap Kg, maka petani tersebut akan mengalami keuntungan. Hasil perhitungan payback period menunjukan bahwa waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi adalah selama 5 tahun, 1 bulan dan 17 hari.
Memperkuat potensi lokal guna meningkatkan daya saing di Kota Ternate Linda Umasugi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.44-48

Abstract

Di dalam mewujudkan Visi pembangunan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Ternate adalah : “Mewujudkan Perindustrian dan Perdagangan Sebagai Penggerak Perekonomian Rakyat yang Berbasis Pada Sumber Daya Lokal”. Untuk mewujudkannya maka perlu ditetapkan Misi Pembangunan Perindustrian dan Perdagangan sebagai berikut :1. Meningkatkan kwalitas sumber daya aparatur sebagai penyelenggara pembangunan di sektor Industri dan Perdagangan;2. Peningkatan pembinaan Industri Kecil dan Menengah dengan mengembangkan potensi Sumber Daya Alam Lokal;3. Memperkuat Basis Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia secara optimal, yang Produktif mandiri dan mampu berdaya saing;4. Menciptakan pendalaman struktur industri dan pelestarian Kerajinan Tradisional Daerah dan;5. Mewujudkan pembinaan terhadap pelaku Industri dan Perdagangan dan meningkatkan penyediaan barang dan jasa untuk kebutuhan masyarakat. Untuk Kota Ternate pertumbuhan ekonomi ditopang dengan potensi lokal yaitu 10-15% yang ditunjang oleh adanya Home industri. Di Kota Ternate sendiri home industri berskala kecil ada 780 unit, tenaga kerja yang terserap 2.718 orang,  jika dibandingkan dengan Perdagangan yang ada di Ternate 839 unit, terserapnya tenaga kerja hanya 1.011 orang, jika dibandingkan antara industri dan perdagangan ada perbedaan yang mencolok dalam perkembangannya hal ini dikarenakan industri di Kota Ternate sendiri perkembangannya berjalan lambat dikarenakan dipengaruhi oleh budaya kerja, karakter setiap individu, budaya persepsi dan manajemen produksi yang masih lemah. Usaha yang telah dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Industri terkait dengan manajemen produksi dengan memberikan pelatihan-pelatihan manajemen dan mengusahakan desa percontohan usaha seperti mengembangkan usaha kursi rotan dan kain tenun khas Maluku Utara namun sampai sekarang terbentur oleh pemasaran. Dan untuk home industri makanan khas kendala yang di hadapi adalah terbentur biaya di dalam soal labelisasi dan sertifikasi produk.
Analisis tingkat kesadaran konsumen akan merek ikan kaleng (Canned Fish) di Kota Ternate Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.9-14

Abstract

Peran kesadaran merek (brand awareness) sangat penting sebagai landasan dalam menentukan langkah dan strategi pemasaran dari suatu produk.  Semakin kuat brand awareness suatu produk, dalam hal ini produk ikan kaleng, semakin kuat pula daya tariknya di mata konsumen untuk mengkonsumsi produk tersebut yang selanjutnya akan menghantarkan perusahaan meraih keuntungan yang diharapkan. Metoda pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah responden yang diambil sebagai sampel dalam penelitian sebanyak 200 orang pengunjung swalayan yang tersebar di empat daerah yang mewakili kotaTernate. Analisis brand awareness dilakukan dengan analisa secara deskriptif untuk menggambarkan informasi yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian brand awareness menunjukkan bahwa merek ikan kaleng yang paling banyak diingat konsumen pada brand awarenes adalah merek ABC yang kemudian diikuti oleh merek Cip, dan merek Pronas.Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari keempat merek ini, yang sering dikonsumsi oleh konsumen adalah merek ABC, merek Cip, dan merek Pronas.
Analisis faktor produksi tanaman kelapa (Cocos nucifera) terhadap pendapatan petani Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.49-56

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Halmahera Selatan, Propinsi Maluku Utara. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa keadaan daerah tersebut merupakan salah satu desa yang melaksanakan pengembangan usahatani Kelapa. Penelitian berlangsung dari Januari sampai dengan bulan Maret 2009.  Dalam menganalisis data hubungan antara variabel-variabel yang diteliti, yakni faktor-faktor produksi usahatani Kelapa (tanah, modal dan tenaga kerja) sebagai variabel bebas (X) sementara pendapatan sebagai variabel terpengaruh atau variabel tak bebas (Y) maka digunakan analisis model fungsi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunujukkan bahwa : (1) Rata-rata biaya usahatani kelapa berkisar antara Rp 9.911.680,00 per satuan lahan (0,732 ha) atau setara dengan Rp 13.539.574,00 per hektar, rata-rata penerimaan usahatani yang diperoleh Rp 17.294.664,00 per satuan lahan atau setara dengan Rp 23.642.892,00 per hektar, sedangkan pendapatan usahatani yang diperoleh adalah Rp 7.382.963,00 per satuan lahan atau setara dengan Rp 10.085.317,00 per hektar, (2). Penggunaan faktor produksi (lahan, modal dan tenaga kerja) berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani kelapa rakyat yang ditunjukkan oleh nilai koefisien elastisitas lebih dari 1 (satu), artinya bahwa setiap perolehan satu satuan faktor produksi yang digunakan akan menyebabkan meningkatnya pendapatan yang diperoleh, (3). Lahan merupakan faktor produksi yang paling besar pengaruhnya terhadap pendapatan usahatani kelapa dibandingkan faktor produksi biaya dan tenaga kerja, hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai elastisitas pendapatan lahan sebesar 1,899 lebih besar dari pada nilai elastisitas pendapatan modal dan tenaga kerja yang masing-masing sebesar 0,799 dan 0,20.
Pendekatan dinamis dalam pengembangan UKM di Kota Ternate Linda Umasugi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.15-23

Abstract

Di dalam mewujudkan Visi pembangunan Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate adalah : “menjadi lembaga pemerintah yang kredibel dan efektif untuk mendinamisasikan pemberdayaan koperasi dan UMKM dalam rangka meningkatkan produktifitas, daya saing dan kemandirian”. Untuk mewujudkannya maka perlu ditetapkan Misi Pembangunan Perindustrian dan Perdagangan sebagai berikut : 1. Memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui perumusan kebijakan; 2. Mengkordinasikan perencanan, pelaksanaan dan pengendalian kebijakan pemberdayaan koperasi dan UMKM. Meningkatkan sinergi dan peran aktif masyarakat dan dunia usaha dalam rangka meningkatkan produktifitas, daya saing dan kemandirian koperasi dan UMKM secara sistematis dan berkelanjutan sampai dengan tahun 2009, jumlah tenaga kerja yang terserap dalam usaha kecil dari berbagai sektor ekonomi di Kota Ternate berjumlah 4.467 tenaga kerja atau 84,60% dari total penyerapan tenaga kerja yang ada di Maluku Utara. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penyerapan tenaga kerja usaha kecil di Kota Ternate adalah cukup besar adalah terbesar jika dibandingkan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja pada usaha non usaha besar dan menengah. Di dalam implementasinya sendiri lebih ke strategi/program permodalan yaitu memberikan modal bagi usaha kecil dan menengah dengan kreteria pinjaman dari 5 juta-25 juta dan untuk pinjaman lebih dari itu maka pihak dari Dinas Koperasi dan UKM mengarahkannya ke pihak Perbankan. namun program yang belum terlaksana untuk lebih memajukan UKM di Kota Ternate adalah belum terwujudnya UKM trade center yang nantinya dipakai sebagai tempat pameran dan pemasaran dari hasil-hasil UKM itu sendiri.  Program permodalan bagi usaha kecil dan menengah tersebut terlaksana karena adanya dana dari PEMDA Kota Ternate sekitar 1 M lebih dan dana dari pemerintah pusat berupa dana Hibah untuk koperasi pemuda dan wanita serta dari lembaga penyaluran dana bergulir pada tahun 2008 untuk koperasi dan UKM.
Analisis efisiensi pemasaran rumput laut (Eucheuma cottonii) di Kota Tual Provinsi Maluku Sahibul Khafi Hamid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.57-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; 1). Mengetahui bentuk struktur pasar rumput laut (Eucheuma cottonii) kering di kota Tual; 2). Mengetahui perilaku pasar rumput laut (Euchema cottonii) kering di kota Tual; 3). Mengetahui penampilan pasar rumput laut (Eucheuma cottonii) kering di kota Tual.  Metode analisis yang digunakan adalah; 1). Analisis struktur pasar meliputi, hambatan keluar masuk pasar, pengetahuan pasar, pangsa pasar dan konsentrasi pasar; 2). Analisis perilaku pasar meliputi,  proses penjualan dan pembelian, sistem pembayaran serta kerjasama; dan 3). Analisis penampilan pasar meliputi, marjin pemasaran, analisis bagian harga yang diterima petani, analisis rasio keuntungan dan biaya pemasaran. Hasil penelitian menunjukan adanya 3 pola saluran pemasaran, struktur pasar ditingkat pedagang pengumpul hingga pedagang besar antar pulau bersifat oligopsoni (banyak penjual, sedikit pembeli), posisi tawar petani rumput laut yang rendah sebagai akibat dari adanya ikatan yang kuat dengan pedagang pengumpul yang menjadi langganan tetapnya, dalam hal ini berupa pinjaman modal dan pinjaman biaya hidup sehari-hari, sehingga mengakibatkan petani rumput laut cenderung sebagai penerima harga, hambatan masuk pasar cukup besar. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh bahwa semakin banyak jumlah pelaku pemasaran yang terlibat dapat mengakibatkan marjin menjadi lebih besar, marjin pemasaran dari petani hingga pedagang besar antar pulau Rp. 5.540/kg. Petani rumput laut membutuhkan suatu wadah baik dalam bentuk koperasi atau organisasi lain sebagai tempat berkumpul dalam menjalankan kegiatan usaha budidaya rumput laut, sehingga mereka dapat mengatasi permasalahan secara bersama, baik itu input, teknik produksi, pemasaran maupun informasi pasar.

Page 1 of 2 | Total Record : 20