cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
English and Literature Journal
ISSN : 23550821     EISSN : 25805215     DOI : -
ELITE: English and Literature Journal (Print ISSN: 2355-0821, Online ISSN: 2580-5215) is a peer-reviewed journal devoted specifically to the studies of English linguistics and literature and other literatures with a special emphasis on local culture, wisdom, philosophy and identity. Published twice a year in June and December, the first edition of ELITE was published in 2013. The journal contents are managed by the English and Literature Department, Faculty of Adab and Humanities, Alauddin State Islamic University of Makassar, Indonesia. The primary objective of the journal is to provide a productive forum for lecturers, researchers, authors, graduate students, and practitioners to present results of their recent studies in the areas of English linguistics and literature and other literary traditions. The journal is also intended to help disseminate recent developments in theories, concepts, and ideas in the areas concerned to the academic community of language and literature studies in Indonesia in particular and worldwide in general.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2019): December" : 12 Documents clear
THE USE OF CONJUNCTIONS IN HIGH SCHOOL STUDENTS’ DESCRIPTIVE PARAGRAPHS Alfonsa Saskia Ardanellia; Truly Almendo Pasaribu
Elite : English and Literature Journal Vol 6 No 2 (2019): December
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.538 KB) | DOI: 10.24252/elite.v6i2a5

Abstract

Conjunctions connect words or phrases of semantic units to guide the writing and reading process. This study aimed at examining EFL learners’ use of conjunctions in writing descriptive texts. This study analyzed (1) the use of conjunctions in students’ descriptive texts and (2) the errors of using conjunctions. The study involved forty-four students’ descriptive texts which were analyzed using a qualitative descriptive method using Halliday and Hasan’s taxonomy (1976) as well as Ong’s framework (2011). We found 417 conjunctions which are classified into additive conjunctions (71.22%), the most common conjunctions used by the students, temporal conjunctions (13.43%), adversative conjunctions (11.99%), and causal conjunctions (3.36%).The predominance of additives denotes that the students added information in describing people. Although the students use these four types of conjunctions, some conjunctions are used inappropriately. We found the errors of conjunctions: misuse errors (42.55%), unnecessary addition errors (40.43%), omission errors (8.51%), and redundant repetition (8.51%). The study of discourse markers is relevant for designing writing materials for EFL students. Teachers can help students enhance their writing through various exposures of different discourse markers with their pragmatic functions.ABSTRAK Konjungsi (kata sambung) menghubungkan kata atau frasa unit semantik untuk yang dapat memudahkan proses penulisan dan membaca. Konjungsi membantu pembaca mengaitkan satu ide ke ide berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali penggunaan konjungsi peserta didik Bahasa Inggris dalam menulis teks deskriptif. Penelitian ini menganalisis (1) penggunaan konjungsi dalam teks deskriptif yang ditulis oleh siswa SMA dan (2) kesalahan dalam penggunaan konjungsi. Penelitian ini melibatkan empat puluh empat teks deskriptif yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif menggunakan taksonomi Halliday dan Hasan (1976) serta kerangka kerja Ong (2011). Peneliti menemukan 417 konjungsi yang diklasifikasikan menjadi konjungsi aditif (71,22%), konjungsi yang paling umum digunakan oleh siswa, konjungsi temporal (13,43%), konjungsi adversatif (11,99%), dan konjungsi kausal (3,36%). Konjungsi aditif menunjukkan bahwa siswa dapat menambahkan informasi tambahan ketika mendeskripsikan orang dalam bentuk paragraf. Meskipun siswa menggunakan keempat jenis konjungsi, beberapa konjungsi digunakan secara tidak tepat. Para peneliti menemukan kesalahan, yaitu: kesalahan penyalahgunaan (42,55%), kesalahan penambahan yang tidak perlu (40,43%), kesalahan kelalaian (8,51%), dan pengulangan yang berlebihan (8,51%). Penelitian tentang penanda wacana ini relevan untuk pembelajaran keterampilan menulis. Pendidik dapat membantu siswa menggunakan konjungsi yang beragam mereka dengan memberi banyak contoh penanda wacana serta fungsi pragmatis mereka.Kata Kunci: Kata Sambung, Paragraf Deskriptif, Menulis, Analisis Kesalahan
THE CORRELATION OF TOEFL TOWARD STUDENTS ENGLISH LANGUAGE DEVELOPMENT Ermansyah Malik; Ana Rosida
Elite : English and Literature Journal Vol 6 No 2 (2019): December
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.231 KB) | DOI: 10.24252/elite.v6i2a10

Abstract

This study explains the correlation between the TOEFL preparation course to the improvement of the ability to speak in English of the students at UniversitasFajar Makassar. The result of this study is expected to answer the phenomenon between the ability to score at the TOEFL test and the ability to speak of the students in the TOEFL preparation course. This study is also expected to be able to produce a TOEFL preparation class teaching method which is more suitable for improving students' speaking ability. This study uses a quantitative descriptive approach, using data in the form of numbers from each measurement instrument. This study analyzes data sets from two data collection instruments; TOEFL scores and Cambridge FCE speaking test scores, taken from the same group of study subjects. The data sets from both instruments are then compared to test the level of correlation. The data analysis and presentation are compiled based on statistical calculations using the correlation research analysis. The findings of this study indicate that the TOEFL score did not significantly correlate with the improvement in the speaking ability of the subjects. The results of the TOEFL training of study subjects with low / high scores did not show a significant increase in the ability to speak even though there was a  linear relationship between the two pairs of the score. ABSTRAK Penelitian ini menjelaskan hubungan antara kursus persiapan TOEFL dengan peningkatan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris dari para siswa di Universitas Fajar Makassar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjawab fenomena antara kemampuan untuk mendapatkan skor tinggi pada tes TOEFL dan kemampuan untuk berbicara siswa dalam kursus persiapan TOEFL. Penelitian ini juga diharapkan dapat menghasilkan metode pengajaran kelas persiapan TOEFL yang lebih mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, menggunakan data dalam bentuk angka dari masing-masing instrument pengukuran. Penelitian ini menganalisa kumpulan data dari dua instrument pengumpulan data; Skor TOEFL dan skor tes berbicara Cambridge FCE, diambil dari kelompok studi yang sama. Set data dari kedua instrument kemudian dibandingkan untuk menguji tingkat korelasinya. Analisis dan penyajian data disusun berdasarkan perhitungan statistic menggunakan analisis penelitian korelasional. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kursus persiapan peningkatan skor TOEFL tidak berkorelasi signifikan dengan peningkatan kemampuan berbicara siswa didik. Hasil pelatihan TOEFL dari subyek penelitian dengan skor rendah/  tinggi tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam peningkatan kemampuan berbicara meskipun terdapat hubungan linier antara kedua variable pasang skor tersebut.Kata kunci: TOEFL, analisis statistik korelasi, koefisien korelasi

Page 2 of 2 | Total Record : 12